Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Rencana Hans


__ADS_3

Pagi ini Anna berangkat bekerja mengendarai mobil barunya, Ia menyempatkan untuk mampir ke showroom mobil, Anna menemui manager showroom untuk menanyakan harga mobil, ia akan membayarnya.


Anna pura-pura berkeliling, berharap menemukan Mobil yang sama dengan mobilnya agar bisa menanyakan harganya.


Seorang pramuniaga menghampiri Anna.


" Selamat pagi Nona " sapa seorang pramuniaga Cantik dan seksi


" Selamat pagi " Anna tersenyum, ia sangat mengagumi kecantikan wanita di depannya.


" Ada yang bisa saya bantu ?" tanyanya lagi


" Saya mau Tanya mobil seperti ini harganya berapa?" Anna mengeluarkan ponsel miliknya dan menampilkan gambar mobil miliknya.


Anna tidak mendapatkan jawaban, wanita itu menatap Anna dan memperhatikan dari atas hingga bawah.


" Nona, mobil itu sangat Mahal, bahkan anda harus memesan terlebih dahulu,, kami pernah memiliki 1 tapi sudah dibeli seorang pria kaya " jawab Pramuniaga


" Aku hanya mau tahu harganya " lanjut Anna


" Mari kita menemui manager " Wanita itu berjalan dan diikuti Anna


Wanita bernama Cantika menjelaskan keperluan Anna yang telah berada di depan manager.


" Silahkan Nona" Cantika mempersilahkan Anna duduk duduk dan ia meninggalkan ruangan.


" Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya manager dengan sopan.


" Saya hanya mau menanyakan harga mobil ini " Anna memperlihatkan gambar mobil miliknya melalui ponsel.


Manager memperhatikan wajah Anna, ia ingat wanita di depannya adalah pemilik mobil itu.


" Anda telah memiliki mobil ini,, kenapa Anda masih menanyakan harganya ?" tanya manager, ia tahu Hans Pemilik showroom membelinya untuk kekasihnya


" Saya hanya mau tahu saja " Anna tersenyum manis


Pak manager memberikan selembar kertas menunjukkan harga mobil dan membuat mata Anna melotot. Ia sampai tepuk jidat.


" Ini mobil apa pesawat ya ? " pikir Anna


" Terimakasih pak, saya permisi " Anna pamit dan membawa selembar kertas berisi harga dan spesifikasi mobilnya.


Cantika melihat Anna berjalan menuju parkiran, ia sangat kaget, tenyata wanita yang menanyakan harga mobil itu adalah pemilik mobil mahal dan mewah. Ia sempat meremehkan wanita itu walaupun hanya di dalam hati.


Anna duduk di dalam mobilnya, memperhatikan harga mobil yang ia gunakan sekarang.


"Hans benar - benar membuatnya berhutang seumur hidup" pikir Anna.


Ia segera menghidupkan mesin mobil dan melaju kendaraan menuju perusahaan XXX dari sana ia akan menuju perusahaan CCC.


Anna memberhentikan mobilnya di parkiran dan bertemu dengan Rena, Mata Rena terbelalak melihat Mobil Anna.


" Ini mustahil" pikir Rena ia berjalan mendekati Anna yang baru saja keluar dari mobil.


" wah wah, mobil baru" Rena menyentuh bagian depan mobil. Anna hanya tersenyum dan berlalu melewati Rena, langkah Anna terhenti karena tangannya di tarik oleh Rena.


" Uang kontrak mu tidak akan cukup untuk membeli mobil ini?" Rena menatap sinis dan menghina pada Anna


" Kenapa tidak ?" Anna tersenyum dan memundurkan satu langkah kakinya agar bisa berhadapan dengan Rena.


" Pasti kamu telah menjual diri " Rena balas tersenyum menghina.


" Aku ngak laku kalo jual diri, karena aku tidak seseksi dan secantik kamu " Anna berbisik di telinga Rena.


" Maksud kamu apa ?" Rena mendorong tubuh Anna hampir terjatuh namun ia sigap berpegang pada mobilnya.


" Aku memuji kamu, kenapa marah?" Anna kembali berdiri dengan sempurna


" Coba kamu bandingkan diriku dan dirimu, aku tidak bisa menyaingi kecantikan dan keseksian dirimu " Anna berjalan meninggalkan Rena dengan senyuman.


"Dia benar aku lebih cantik dan seksi daripada dirinya, tapi kenapa pria - pria lebih tertarik padanya?" pikir Rena kacau.


" Mungkin Anna menggunakan, susuk atau guna - guna " pikirnya lagi


Ia berjalan menyusul Anna, Namun ia kesulitan karena menggunakan sepatu hak tinggi 10 cm. Betisnya terasa tersiksa.

__ADS_1


Mengetahui Rena berusaha mengejarnya Anna mempercepat langkahnya, ia tersenyum melihat kelakuan Rena.


Anna telah menutup lift namun masih bisa di tahan Rena hingga lift terbuka lagi.


" UPS" Anna tersenyum. Ia bisa melihat Rena ngos-ngosan dan kesakitan karena sepatu tingginya.


" Aku heran kenapa ia mau menyiksa kakinya ?" pikir Anna


" Berapa kamu membeli mobil itu ?" tanya Rena


" Apa kamu mau membelinya ?" Anna balik bertanya.


" Maksud kamu ?" gantian Rena menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Jika kamu mau, beli saja mobil ku, abru di pake dua hari " Anna tersenyum


" Apa dia pikir aku punya uang sebanyak itu " gumam Rena dalam hati


" Bagaimana ?" Anna menyenggol bahu Rena dengan bahunya.


" Aku tidak mau, memakai barang sisa orang " ucap Rena sombong.


" Ooh, sayang sekali " Anna tersenyum.


Anna dan Rena masuk bersama menuju ruangan divisi junior.


" Aku sudah lama tidak melihat Hengky" pikir Rena ketika ia melewati ruang divisi Senior.


Hengky telah mengundurkan diri, namun ia tidak memberitahu siapa pun kecuali Hans dan Juanda.


Anna dan Rena telah duduk di kursi masing-masing,


" Anna, tadi Juanda berpesan jika kamu sudah sampai segera masuk keuangan bos" Jenifer mendekati dan mencubit dagu Anna.


" Siap Buk Bos " Anna memberi hormat dengan meletakkan tangannya di ujung alisnya.


" Dasar wanita plin - plan, mengubah panggilan sesuka hatinya" Jenifer memukul kepala Anna menggunakan pena.


" Aw, sakit tahu " Anna pura-pura meringis dan mengusap rambutnya. Ia segera berjalan menuju ruangan Hans.


Anna mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, ia segera masuk ke ruangan, Tidak ada Juanda, dan Hans, melihat ruangan yang kosong Anna berniat memutar tubuhnya untuk keluar namun, seseorang menarik kuncir Kudanya.


" Pak Hans" Anna berucap pelan


" Kamu mau kemana ?" Hans menarik tangan Anna dan menjatuhkannya ke sofa panjang.


" Bapak mau ngapain?" Anna melihat Hans


" Makan malam gagal, kamu harus mengganti dengan yang lainnya " Hans menggoda Anna


" Oya pak, saya mau mengembalikan mobil bapak " Anna tersenyum


Hans segera berdiri, ia tampak marah ketika mendengar Anna berkata akan mengembalikan mobil pemberiannya.


" Kenapa ?" tanya Hans tanpa melihat Anna ia berjalan menuju kursi kerjanya.


" Maaf terlalu mahal, saya ngak pantas" Anna menunduk.


"Jika kamu tidak suka, kamu bisa membuangnya ke laut " Hans membuka komputer yang ada di depannya.


" Apa dia menolakku ?" pikir Hans kecewa


" Sayang pak, dibuang ke laut, bapak potong gaji saya aja ya,, soalnya uang kontrak aja ngak cukup untuk bayar mobil itu " ucap Anna


Hans beranjak dari kursinya dan kembali mendekati Anna, ia menekan kedua tangan Anna di Sofa.


" Apa kamu menolak ku? " Aku sudah katakan berapa kali, aku menyukai kamu, mencintai kamu, menginginkan kamu " Hans mengeraskan suaranya, wajah nya sangat dekat dengan Anna yang hanya terdiam menatap mata Hans.


Hans meneliti setiap bagian wajah Anna, hingga Matanya tertuju pada bibir merah muda, seksi merona.


Pintu yang sedikit terbuka membuat seseorang dapat melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Seorang Wanita mengepalkan tangannya, marah dan cemburu jadi satu.


" Dengarkan aku, aku mencintaimu" Anna dapat merasakan hangatnya nafas dari mulut Hans yang semakin mendekat dengan bibirnya.

__ADS_1


Seorang yang berdiri di balik pintu mendorong pintu dan ia berlalu pergi. Anna terkejut ia segera mendorong tubuh Hans sekuat tenaga hingga jatuh kelantai kepalanya terbentur sudut meja hingga terluka.


Hans berteriak kesakitan, Anna terkejut ia dapat melihat tetesan darah dari kepala Hans.


" Ya Tuhan, maafkan saya pak, saya tidak sengaja" Anna menghampiri Hans dan merebahkan tubuh Hans di Sofa panjang.


Anna berjalan menuju dan membuka lemari untuk mencari kotak Obat.


" Pak dimana kotak obat?" tanya Anna


" Di laci meja kerja ku" Hans merasakan sedikit pusing.


Anna segera berlari menuju meja kerja Hans, membuka laci dan mengambil kotak p3k.


Anna mengeluarkan kain kasa, obat merah dan plester. Ia segera membersihkan dan mengobati luka pada bagian belakang kepala Hans, Anna menutupi luka dengan kain kasa dan plester.


" Pak, sebaiknya saya antar ke rumah sakit " Hans dapat melihat kekhawatiran Anna, ada senyuman di sudut bibir Hans, ia punya sedikit ide.


" Anna kepalaku sangat pusing "Hans memegang kepalanya.


" Ayo pak saya antar kerumah sakit" Hans hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, padahal jika dia mau ia bisa menelpon Reyhan dokter pribadi sekaligus sepupunya.


Anna segera mengambil jas hitam milik Hans yang tergantung. Ia membantu Hans memakaikannya.


Anna membantu Hans keluar dari ruangan menuju lift dan parkiran. Anna membuka pintu bagian penumpang di samping pengemudi untuk Hans, dan Anna duduk di kursi pengemudi.


Anna merasa bersalah karena telah melukai Bosnya, walaupun ia tidak sengaja.


Anna yang fokus mengemudi tidak menyadari Hans mengirim pesan kepada Reyhan untuk melaksanakan idenya.


Anna membawa Hans menuju rumah sakit terdekat. Sesuai perintah Hans Anna membawa Hans langsung ke ruangan Dokter Reyhan, ia tidak tahu Reyhan dan Hans adalah sepupu.


Hans berbaring di tempat tidur, Reyhan memeriksa kepala Hans, ada luka bekas terkena sudut meja.


" Nona kami akan melakukan CT scan" ucap Reyhan serius tanpa melihat Anna


" Apakah seserius itu Dok?" tanya Anna


" Bagian belakang adalah otak kecil ,itu sangat berbahaya jika terjadi benturan, dapat menggangu cara kerja sistem syaraf lainnya " Reyhan menjelaskan dengan serius.


Terlihat kekhawatiran di wajah Anna, ia benar-benar merasa bersalah.


Anda tolong selesaikan administrasi, kami akan segera membawa Tuan Hans ke ruangan untuk melakukan CT scan.


Anna segera menuju ruang administrasi, Reyhan di bantu beberapa perawat mendorong brankar Hans.


Anna telah menyelesaikan administrasi, ia duduk di kursi tunggu, merasa gugup takut terjadi sesuatu pada Hans.


Hans dan Reyhan telah merencanakan dengan matang untuk mengelabuhi Anna.


Reyhan mengajak Anna kembali ke ruangan dan menjelaskan cedera pada kepala Hans.


Hans harus mendapatkan perhatian lebih, jangan membuatnya emosi, ia harus selalu dituruti.Ia akan merasakan sakit kepala tiba-tiba.Ia perlu perawatan beberapa hari di rumah Sakit.


Anna mengucapkan terimakasih kepada Reyhan, ia kembali menuju ruangan perawatan Hans, Anna melihat Hans yang berbaring di tempat tidur, dengan kepala di perban.


" Pak, maafkan saya telah melukai bapak " Anna sangat menyesal. Hans hanya diam dan membuang mukanya.


Anna mengambil ponselnya dan menghubungi Juanda tapi ponsel Juanda tidak aktif.


" Pak adakah keluarga bapak yang bisa saya hubungi ?" tanya Anna lembut


" Jika kamu tidak mau mengurusi aku, kamu boleh pergi" Hans membalikkan Tubuhnya membelakangi Anna.


Anna terdiam, ia duduk di sofa yang ada di kamar VIP milik Hans.


******************


Terimakasih


dukung terus Author yaa


komentar


like

__ADS_1


vote


thanks ♥️


__ADS_2