Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Wanita Sempurna


__ADS_3

(😘Like, Komentar, Vote dan Bintang 5 😘)


Reline menikmati permainan Andreas yang hanya bermain dengan jari jemarinya.


Permainan Andreas berhenti, ia beranjak dari tempat tidur meninggalkan Reline yang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya berjalan menuju kamar mandi.


"Aaaah, Andreas Sayang, kenapa Berhenti?" nafas Reline tengah-tengah.


Andreas tidak memperdulikan Reline, ia teringat akan ciuman dengan Anna.


"Pulanglah" Andreas keluar dari kamar hanya menggunakan celananya yang memang tidak ia lepaskan dari awal.


Andreas hanya bertelanjang dada, dan tetap bercelana lengkap.


"Sayang, aku mohon" Reline memeluk Andreas dari belakang.


"Aku akan menikah" tegas Andreas melepaskan tangan Reline.


"Tidak, kamu tidak boleh menikah!" teriak Reline.


"Aku telah jatuh cinta, permainanku berhenti di sini" ucap Andreas tanpa senyuman.


"Aku mencintaimu Andreas, aku rela menyerahkan semuanya untuk dirimu" Reline mulai menangis.


"Aku tidak memintanya, dan aku sudah Bosen dengan pertualang ku, Aku sudah menemukan wanita yang aku mau!" Andreas meninggalkan Reline yang terisak di lantai.


"Andreas kamu jahat, kejam" Reline berteriak sendirian di dalam kamar.


Andreas berjalan cepat menuju kamar Anna yang berada di atas.


Yang ada dalam pikiran Andreas adalah menumpahkan hasratnya kepada Anna. Ia telah menahan dalam waktu yang cukup lama.


Andreas membuka pintu dan melihat kamar kosong.


"Anna" Andreas memanggil Anna dengan lembut.


"Anna Sayang, kamu dimana Sayang" Andreas mencari Anna di setiap sudut kamar.


Andreas mulai panik, ia segera berlari ke bawah dan berteriak, memanggil semua pelayan yang ada di Villa.


Semua telah berkumpul di depan Andreas.


"Dimana Anna?" Andreas berteriak membuat semua pelayan dan pengawal ketakutan.


Reline yang baru keluar dari kamar bawah ikut terkejut.


"Anna, Siapa Anna?" gumam Reline berjalan melewati Andreas yang sedang marah.


Reline tidak mau ikut campur dalam urusan Andreas, ia segera berjalan menuju mobil yang ia tinggalkan tergesa-gesa di halaman Villa.


Andreas melirik Reline, yang seakan tidak terjadi apa-apa.


Reline kebingungan mencari mobil merah mahal miliknya.


Andreas berjalan keluar melihat Reline yang kebingungan.


"Kemana mobilmu?" tanya Andreas.


"Aku tidak tahu, aku tadi meninggalkannya di sini" Reline menunjukkan tempat ia meninggalkan mobilnya.


"Apa?" Andreas berteriak mengejutkan Reline.


Andreas Berlari ke ruangan kamera pemantau, ia bisa melihat kembali rekaman yang terjadi dari awal kedatangan Reline.

__ADS_1


"Oh Shit" Andreas membanting komputer, ia melihat jam di tangan kanannya.


Anna pergi cukup lama, ia yakin dengan mobil sport yang digunakan pasti wanita cerdas seperti Anna telah sampai kota.


"Shit" Andreas terus mengumpat berkali-kali, ia keluar dari ruangan dan melihat Reline yang masih duduk di Sofa tidak bisa pulang karena mobilnya tidak ada.


"Ini semua karena dirimu" Andreas mencengkram lengan Reline dengan kuat hingga membuat Reline meringis.


"Andreas, lepaskan, tanganku sakit" Reline kesakitan.


"Anna pergi karena keteledoran kamu meninggalkan kunci di dalam mobil" bentak Andreas.


"Oh tidak, kedatangan kamu adalah penyebab kepergian Anna" Andreas mendorong kasar tubuh Reline ke lantai.


"Aww, kenapa kamu kasar padaku?" Reline menangis.


"Siapa Anna?" Reline berteriak kesal.


"Anna adalah wanita yang aku cintai dan akan segera Aku nikahi, dia begitu sempurna" Andreas memegang dagu Reline dengan kasar.


"Aku katakan satu hal, bibirnya sangat manis dan lembut tanpa ada lipstik dan kulit berwarna eksotis yang Indah" Andreas tersenyum melepaskan tangannya dari dagu Reline.


"Kamu gila Andreas, pria lebih suka wanita dengan kulit seputih salju" Reline berteriak.


"Aahh, kamu salah Sayang, pria menyukai wanita yang cantik, cerdas dan susah untuk ditaklukkan" Andreas kembali ke kamar untuk berpakaian.


Andreas keluar dengan pakaian yang telah rapi dan membawa kunci mobilnya.


"Andreas, aku ikut dengan dirimu ke kota" Reline menarik tangan Andreas.


"Kamu bisa memilih mobil yang kamu mau di garasi" Andreas mengibaskan tangan Reline dengan kasar.


Andreas mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Villa dan menghubungi Jonathan agar segera mencari keberadaan Anna.


Ada banyak mobil yang terparkir dengan rapi, Andreas memiliki banyak koleksi mobil.


"Kamu suka gonta-ganti mobil seperti gonta ganti perempuan" Reline tersenyum.


"Aku rela jadi selingkuhan dirimu" Reline berjalan mengitari semua mobil mahal Yanga ada di garasi.


Andreas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak memperdulikan omelan dan emosi pengguna jalan kepada dirinya.


"Anna, kamu benar-benar luar biasa, semua wanita lari ke dalam pelukanku tapi kamu lari menjauh" Andreas tersenyum mengerikan.


"Aah, kamu sangat suka bermain dengan diriku, aku akan menghukum dirimu Anna Sayang" Andreas berbicara dengan dirinya sendiri.


Mobil Andreas berhenti tepat di depan rumah Anna, ia keluar dari mobil dan membuka pintu pagar.


Rumah bernuansa hijau dan teduh penuh dengan pohon dan tanaman sayuran dan buah-buahan.


Andreas memperhatikan rumah yang tampak sepi tanpa ada penghuninya.


"Dia belum pulang ke rumah" gumam Andreas.


Ponsel Andreas berdering, panggilan dari Jonathan.


"Apa yang kamu dapatkan?" Andreas menjawab panggilan dengan pertanyaan.


"Mobil Reline ada di kantor polisi" ucap Jonathan.


"Bagaimana dengan Anna, dimana Dia?" tangan Andreas menggenggam erat ponselnya.


"Aku belum menemukan Anna" Jawab Jonathan gugup.

__ADS_1


"Temukan Anna!" Teriak Andreas memekakkan telinga.


Panggilan terputus, Andreas kembali ke mobilnya dan duduk menenangkan diri.


"Aku harus mengirim mata - mata di sekitar rumah ini" Andreas menghubungi beberapa orang yang ia tugaskan untuk menjaga rumah Anna dan melaporkan segalanya kepada Andreas.


Andreas meninggalkan rumah Anna dan kembali ke kantor Utama miliknya, menuju ruangan komputer miliknya.


Beberapa ahli komputer terus berada di ruangan pemantau. Para pemuda jenius di bidang IT di kumpulan Andreas dalam satu ruangan.


Mereka terkejut dengan kedatangan Andreas yang mendadak.


"Selamat malam Tuan" sapa para ahli komputer.


"Hubungkan Semua komputer dengan kamera jalanan kota!" perintah Andreas.


Tanpa bertanya sepatah kata pun mereka segera melakukan perintah Andreas.


Andreas segera mengambil kursi dan duduk di depan komputer, dengan mata tajam dan kecerdasan, Andreas mencari perjalanan mobil Reline yang dikendarai Anna.


"Tidak ku sangka kamu bahkan sangat pandai mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi" Andreas tersenyum


Tidak butuh waktu lama ia segera mengunci sebuah mobil mewah berwarna merah, yang melaju kencang menuju perusahaan Hans.


Andreas mengepalkan tangannya, ia berpikir Anna menemui Hans.


"Tidak, Hans masih di Paris" Andreas membantah pikirannya sendiri.


Andreas memperhatikan Anna yang tergesa-gesa keluar dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan.


Dengan sabar Andreas menunggu di depan layar.


Anna keluar bersama dengan Jenifer dan bertemu dengan seorang polisi, tidak berapa lama Hengky datang.


Andreas memperhatikan rekaman cctv dengan seksama.


Anna dan Jenifer mengikuti mobil Polisi dan Hengky pergi dengan mobilnya sendirian.


"Kemana Anna pergi, apakah kantor polisi?" tanya Andreas.


Mobil terus melaju hingga sampai pada perusahaan Hendrick.


"Oh anak gadis kembali kepada papanya" Andreas tersenyum puas.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin πŸ˜‡


Love You Readers πŸ’“ Thanks for Reading β™₯️

__ADS_1


__ADS_2