
Hans tiba di Paris, ia tidak menemui keluarganya, melainkan langsung ke perusahaan Riana.
Hans sangat lelah, Namun ia ingin cepat menyelesaikan masalah perusahaan Riana.
Hans telah menyelidiki, Riana kehilangan Desain yang telah ia siapkan untuk pertengahan tahun, dan selain asisten pribadinya hanya Veronika yang tahu Desain milik Riana.
Desain yang belum di publish oleh Riana kini terpampang bebas di jejaring sosial.
Sehingga di akui hak milik beberapa desainer lainnya.
Hans tidak ingin membuat Veronika masuk penjara karena melakukan pencurian data.
Hans telah bertemu dengan Rian dan Hendrick, Hans yang akan menyelesaikan semua permasalahan yang dialami Riana.
Hans bahkan harus mengeluarkan banyak uang.
Mengganti Semua kerugian perusahaan Riana yang disebabkan oleh Veronika dan orang tuanya.
Hans benar-benar merasa bersalah, keluarga Hans belum tahu jika Hans mencintai putri Riana dan Hendrick.
Dan Papa dan Mama Hans juga belum tahu, Anna adalah Putri Hendrick.
Satu Minggu Hans berada di Paris untuk menyelesaikan semua masalah, namun ia tidak menemui keluarganya.
Perusahaan Riana kembali tenang, hasil desain Riana telah kembali menjadi hak cipta miliknya.
Namun Riana harus lembur lagi untuk mempersiapkan Desain baru menggantikan Desain yang telah terjual bebas.
Setelah masalah selesai Hans baru memberitahukan kematian kakek.
Riana sangat terkejut namun ia tidak bisa kembali, ia harus menyelesaikan proyek Desain pengganti.
Riana sangat sedih memikirkan Anna yang harus tinggal sendirian.
Riana menghubungi Anna dan melalui video call.
"Haloo Ma , apa kabar?" suara Anna serak dan matanya sembab.
"Anna Sayang Maafkan Mama." Air mata Riana membanjiri wajah cantiknya.
"Tak apa Ma, Anna juga minta maaf, karena berhubungan dengan Hans membuat perusahaan Mama jadi bermasalah" Anna menunduk.
"Kamu tidak salah Sayang, Veronika marah kepada Mama karena Mama memblack list namanya dari daftar Model dan itu telah menghancurkan nama dia." jelas Mama panjang lebar.
"Mama berterima kasih kepada Hans, berkat dia masalah dapat diselesaikan, bahkan Hans mengeluarkan banyak uang untuk membantu Mama." lanjut Mama.
"Mama, bagaimana Hans membantu Mama?" tanya Anna penasaran, ia tidak tahu Hans ke Paris, ia tidak bertanya dan ketika Hengky menyebutkan nama Hans Anna akan pergi.
"Sayang, bagaimana kamu tidak tahu kekasih kamu ke Paris? ia sengaja datang untuk membantu Mama." jelas Mama Bingung.
"Apa kalian bertengkar?" tanya Riana.
"Ma, apakah Hans masih di Paris?" tanya Anna.
"Dia sudah kembali, mungkin hampir sampai di Bandara, Sayang maafkan Mama belum bisa pulang." wajah Mama sedih.
"Tak apa Ma." jawab Anna tersenyum
Panggilan selesai, Anna segera membuka blokir nomor ponsel Hans.
Hengky selalu mengunjungi Anna setelah pulang dari kantor Papa Hendrick, kadang ditemani Harry.
Kadang Andreas dan Laura datang berkunjung.
Jenifer menemani Anna setiap malam, ia pindah ke rumah Anna sejak Kakek meninggal.
Sepertinya Anna benar-benar kacau sejak Kakek sakit tidak sadarkan diri hingga meninggal.
Anna membersihkan diri, menyegarkan kembali wajahnya dan mengganti pakaian, ia menghubungi nomor ponsel Hans namun tidak aktif, mungkin Hans masih dalam penerbangan.
__ADS_1
Ponsel Anna berdering, ia berharap Hans namun yang muncul di layar adalah nama King.
Anna ragu untuk menerima panggilan King, Sejak sepeninggalan Kakek King tidak menggangu dirinya.
Dan hari ini untuk pertama kalinya King menghubungi Anna.
"Hallo, selamat Siang." jawab Anna sopan.
"Halo sayang, apa kabar? Aku mau bertemu dengan dirimu." Suara berat King terdengar.
Anna hanya terdiam, ia bergidik ngeri mendengar suara King.
"Sayang, aku merindukan dirimu." suara King menyadarkan Anna.
"Bisakah kamu membiarkan aku untuk menenangkan diri." suara lembut Anna meluruhkan hati King.
"Baiklah aku tidak akan menggangu, sampai batas waktu tertentu." ucap King kecewa.
"Terimakasih." Anna merasakan ketenangan di hatinya. Ia berharap King akan melepas dirinya.
Anna mencoba menghubungi nomor ponsel Hans kembali tetapi masih gagal karena ponsel tidak aktif.
"Sebaiknya aku menghubungi Juanda." gumam Anna.
Anna mencari nomor ponsel Juanda dan melakukan panggilan.
"Halo Nona Anna apa kabar?" tanya Juanda sopan.
"Aku baik, Juanda kamu di mana?" tanya Anna.
"Saya di kantor Nona, ada yang bisa Saya bantu?" tanya Juanda.
"Siapa yang menjemput Hans?" tanya Anna dan berjalan menuruni tangga kamarnya.
"Dokter Reyhan." jawab Juanda.
"Bisakah kamu memberikan nomor Reyhan untukku?" tanya Anna
Anna duduk di dalam mobilnya dan tentu saja hadiah dari Hans tanpa potong gaji.
Anna mendapatkan nomor ponsel Reyhan, ia segera menekan icon panggilan.
" Halo." Reyhan menjawab panggilan, ia sedang berada di cafe Bandara ditemani segelas kopi panas.
"Halo, Dokter Reyhan, saya Anna, apakah anda ingat saya?" sapa Anna panjang lebar.
Reyhan hampir tersedak mendengar nama Anna, wanita yang telah berhasil membuat Hans jatuh cinta, jadian dalam Hitungan jam dan langsung putus hingga Hans frustasi.
"Tentu saja, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Reyhan menenangkan hatinya.
"Apakah anda di bandara?" tanya Anna
"Ya" Jawab Reyhan bersemangat.
"Apakah Hans telah sampai?" tanya Anna yang telah menggunakan earphone agar ia bisa mengendarai mobilnya menuju Bandara.
"Belum, sepertinya Hans akan terlambat, hanya saja aku tidak boleh terlambat agar hidupku selamat." Reyhan tertawa.
"Terimakasih, maaf telah mengganggu Anda" Anna memutuskan panggilan.
Anna mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan sedang menuju bandara.
Anna sampai di bandara dan memasuki area parkiran.
Pesawat telah mendarat, Hans menghubungi Reyhan, namun tidak ada jawaban. Hans menghubungi Juanda.
" Hallo Bos." Juanda bersemangat.
" Dimana Reyhan?" suara Hans tertekan.
__ADS_1
"Reyhan menunggu di cafe dekat parkiran pintu belakang bos." Juanda semakin bersemangat, ia berharap Anna telah sampai bandara.
Juanda dan Reyhan berusaha membuat Hans berlama-lama di Bandara agar bertemu dengan Anna.
"Baiklah aku akan menemui dia di kafe." Hans mematikan ponsel.
"Kenapa cafe belakang, tidak ada taksi di sana." Hans menggerutu dan berjalan menuju cafe, ia sangat lelah dan emosi.
Anna berjalan menuju cafe , Reyhan telah menunggu.
"Halo Dokter Reyhan." Anna mengulurkan tangannya.
"Aku akan pergi kamu tunggulah di pintu ini." Reyhan buru - buru, ia tahu Hans telah mendekat.
"Anda mau kemana?" Anna Bingung.
"Juanda menghubungi diriku." Reyhan segera berlari.
Hans melihat Reyhan berlari,
"Hey Rey Tunggu." Hans ingin berlari mengejar Reyhan, Anna memutar tubuhnya untuk melihat ke belakang.
Hans menabrak Anna dengan sigap Hans menangkap tubuh wanita dengan rambut tergerai yang ia tabrak.
"Maaf Nona." Hans melihat wanita yang ada dalam pelukannya adalah wanita yang sangat ia rindukan.
"Anna." Hans tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Reyhan tersenyum melihat Hans dan Anna.
"Benar-benar waktu dan lokasi yang tepat, aku sangat cerdas, aku akan minta naik gaji." Reyhan segera bersembunyi, ia tidak ingin melewatkan tontonan yang menarik.
" Hans." Anna tersenyum.
"Apa kamu mau pergi?" tanya Hans dan Anna menggeleng.
"Kenapa kamu berada di bandara?" tanya Hans dengan posisi yang sama.
"Bisakah kamu mengangkat tubuh ku?" Anna kesulitan.
"Ah maafkan aku." Hans Selalu bisa bersikap cool.
"Terimakasih, aku datang untuk menjemput dirimu." Anna Merapikan rambutnya.
"Benarkah?" Hans menarik tangan Anna dan memeluknya.
"Apa kamu memaafkan diriku?" Hans memeluk Anna, ia ingin melepaskan kerinduan seminggu tidak mendengar suara Anna dan tidak melihatnya.
"Hmm." jawab Anna
"Aku sangat merindukan dirimu." Hans seakan tidak mau melepaskan pelukannya.
"Apakah kamu bisa menjadi kekasihku lagi?" tanya Hans lagi.
Anna terdiam, terlalu banyak yang Hans berikan kepadanya, Anna banyak berhutang kepada Hans.
*****
****
***
**
*
*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*"*
**Thanks for Reading
__ADS_1
tinggalkan komentar dan Like serta Vote, Terimakasih.
Love You Readers**