Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Hanya Milikku


__ADS_3

Hans telah kembali, ia mendapatkan informasi dari Juanda Anna datang ke perusahaan untuk bertemu dengan Jenifer.


Sebuah Mobil telah menunggu Hans di depan pintu keluar bandara.


"Ke perusahaan!" perintah Hans pada sopirnya.


Mobil segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Hans.


Hans sangat mengkhawatirkan Anna, dan sedikit lega Anna bisa lepas dari cengkeraman Andreas.


Pria itu telah dicap playboy yang sangat menggoda.


Banyak wanita yang rela menyerahkan diri kepada Andreas, bahkan ada dari kalangan selebriti.


"Kenapa harus Anna, ada banyak wanita di sekitarnya?" kesal Hans berbicara sendiri, ia telah mengetahui semua tentang Andreas.


Anna adalah gadis lugu yang tidak pernah pacaran, karena ia tidak punya waktu untuk itu.


Belajar dan belajar, itulah yang Anna lakukan setiap harinya.


Memuat Desain Bangunan untuk di ikut sertakan dalam lomba.


Anna memiliki banyak mendali, penghargaan dan uang dari memenangkan perlombaan desain.


Namanya dikenal banyak orang, sehingga setelah lulus kuliah, Anna mendapatkan panggilan dari 10 perusahaan ternama yang berhubungan dengan desain bangunan.


Anna memilih perusahaan Hans karena lokasi yang lebih dekat dengan rumahnya.


Perusahaan Andreas adalah salah satu perusahaan yang ditolak Anna.


Penolakan Anna adalah awal ketertarikan Andreas, hingga ia bertemu kembali pada persentasi Desain di perusahaan Hans.


Anna tidak tahu tentang Andreas dan 9 perusahaan yang telah ia tolak.


Mobil yang menjemput Hans telah sampai di parkiran perusahaan.


Hans berlari memasuki lift yang akan mengantarkan ia langsung ke ruangannya.


Juanda telah menunggu dengan gelisah, ia baru saja mengetahui rahasia tentang Andreas.


Pengusaha dan penguasa yang bersembunyi di balik tingkahnya yang manja dan manis.


Hans membuka pintu ruangan dan melihat Juanda mondar-mandir.


"Apa yang kamu lakukan?" Hans menatap Juanda dan duduk di sofa, ia sangat lelah setelah perjalanan.


"Gawat Bos, gawat" Juanda mengacak rambutnya dan ikut duduk di samping Hans.


"Gawat apa?" Hans membuka jasnya dan meletakkan di kepala Sofa.


"Andreas adalah King" ucap Juanda.


"Aku sudah tahu, Alex mengirimkan semua data tentang Andreas" Hans mengeluarkan ponselnya dari saku celana.


"Anna dalam bahaya, ia harus bersembunyi, Andreas tidak akan melepaskan Anna" Juanda semakin gusar.


"Apa maksud kamu?" Tanya Hans.


"Andreas selalu mendapatkan semua yang ia inginkan" jelas Juanda.


"Dimana Anna?"tanya Hans.


"Perusahaan Papanya, Tuan Hendrick" Jawab Juanda.


"Bagus, setidaknya ia punya Harry dan Hengky" Hans sedikit lega.


***


Anna berlari ke resepsionis, Harry telah menunggu Anna.


Tanpa sadar Anna berlari ke pelukan Harry, ia sangat membutuhkan perlindungan kakaknya.

__ADS_1


"Kak, tolong Anna" Anna meletakkan kepalanya di pundak Harry.


"Ayo kita ke ruangan Papa" Ucap Harry melihat ke arah Calvin dan Jennifer.


"Kak Jenny dan Tuan Calvin, Terimakasih telah mengantarkan diriku" Anna berjalan dan memeluk Jenifer.


"Terimakasih, telah menjaga dan mengantarkan adikku" Harry menyalami Calvin dan Jennifer.


Calvin mencuri pandang pada Anna.


"Pantas saja ia cantik, kakaknya saja sangat tampan, mereka seperti kembar" ucap Calvin dalam hati.


Jenifer dan Calvin meninggalkan Anna bersama Harry.


Hana Mariana dan Harry Lusiano, huruf H pada nama mereka dari nama Papa Hendrick, sedangkan nama belakang dari ibu masing-masing


Mariana dari Mama Riana dan Lusiano dari Mama Lusi.


Resepsionis, bisa menebak Anna adalah anak dari Papa Hendrick dan saudara Harry karena wajah mereka sangat mirip.


Harry menggenggam tangan Anna berjalan menuju lift.


"Andai, kamu bukan adikku, tentu aku sudah jatuh cinta kepada dirimu" bisik suara hati Harry.


Anna sangat nyaman dengan genggaman tangan Harry, ia merasakan perlindungan dari seorang kakak yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.


Pintu lift terbuka, semua memandang ke arah Anna dan Harry, mereka berjalan bersama.


Kecantikan Anna yang sangat unik dengan warna kulit eksotis begitu mulus dan bersih terawat.


Anna tersenyum kepada semua karyawan yang melihatnya dan memuji kecantikan Anna.


Harry membuka pintu untuk Anna dan masuk bersama ke ruangan Papa Hendrick.


"Anna" Papa Hendrick memeluk Anna dan mencium dahi Anna.


"Papa" Anna balas memeluk Papa Hendrick, Anna tidak tahu ada Mama Riana di belakang Papa Hendrick.


"Mama" Anna melepaskan pelukan Papa Hendrick dan berlari memeluk Mama Riana dan menangis.


"Sayang, apa yang Andreas lakukan padamu?" Mama melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Anna yang basah oleh air mata.


"Ma, pa, Kak Harry, tolong sembunyikan Anna dari Andreas" ucap Anna.


"Apa yang Andreas lakukan padamu?" tanya Harry emosi.


"Andreas menculik Anna dari Itali" jawab Mama kembali memeluk Anna.


"Apa yang Andreas inginkan?" Harry mengepalkan tangannya.


"Apakah Andreas mencintai kamu?" tanya Papa Hendrick.


"Aku tidak mau bersama Andreas, ia memiliki banyak wanita" Anna bergidik mengingat Andreas berpelukan dengan Reline.


"Andreas memang playboy, dia punya kekasih dari kalangan selebriti" geram Harry yang tidak rela Andreas mempermainkan Anna adiknya.


"Duduk Sayang" ucap Mama.


Mereka berempat duduk di sofa, pintu terbuka Hengky masuk.


"Hengky" Ucap Anna.


"Apa yang terjadi pada Anna?" tanya Hengky khawatir.


"Andreas menculik Anna dan mengurungnya di Villa" Harry menjelaskan pada Hengky.


"Aku tahu Andreas akan mengambil apapun yang ia mau" tegas Hengky.


"Ma, aku takut" Anna memeluk Mama Riana.


"Andreas bukan lawan yang mudah, ia menguasai hampir seluruh bisnis di Dunia" jelas Papa Hendrick khawatir.

__ADS_1


Semua mata melihat ke arah Papa Hendrick, dan khawatir dengan yang ada dipikiran Papa.


"Sayang, jangan katakan kamu akan menyerahkan Anna pada Andreas" ucap Mama memeluk Anna.


"Tidak Sayang, kita harus berpikir jernih" Papa Hendrick menggenggam tangan Mama Riana.


Hengky dan Harry menatap sedih dan khawatir pada Anna.


Hengky tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk melindungi Anna.


"Maafkan Anna" ucap Anna sedih.


"Sayang ini bukan salah kamu" ucap Mama Riana menenangkan Anna.


"Kesalahan kamu adalah menjadi wanita yang sempurna sehingga memancing Andreas yang gila kesempurnaan menginginkan dirimu" gumam Harry.


Harry sudah lama mengenal Andreas, sejak kuliah.


Mereka semua terdiam, memikirkan cara menyembunyikan Anna dari Andreas.


Terdengar dering panggilan dari ponsel Harry, membuyarkan keheningan ruangan.


Harry mengambil ponsel dari saku jas miliknya, sebuah nama yang membuat Harry terkejut dan melihat semua yang ada di ruangan.


"Andreas" ucap Harry.


"Aku akan menjawabnya" ucap Harry lagi dan menerima panggilan dengan loud speaker


"Halo Andreas" Harry menjawab panggilan.


"Halo Teman, aku baru tahu kamu memiliki adik yang sangat cantik" ucap Andreas.


"Andreas, kamu memiliki banyak koleksi kenapa harus menggangu adikku?" Harry menahan emosi, dari dulu Andreas telah memiliki banyak kekasih.


"Hey, mereka hanya mainan, tapi aku benar-benar mencintai Anna" ucap Andreas.


"Bagaimana aku bisa mempercayai dirimu, kita sudah saling kenal sejak lama, semua orang tahu tentang dirimu" tegas Harry.


"Harry, aku dalam proses pencarian, aku akan berhenti dan membuang semua mainanku karena telah menemukan yang paling berharga" jelas Andreas serius.


"Andreas biarkan Anna bebas, dia masih muda, ia memiliki banyak harapan" tegas Harry.


"Aku akan memberikan semua yang Anna minta, semuanya dengan syarat dia menjadi milikku hanya milikku" tegas Andreas.


"Kau Gila, Andreas" Teriak Hengky.


"Siapa itu?" tanya Andreas.


"Ah, maaf adikku, kita bicara lagi nanti" Harry mengakhiri panggilan.


Mereka saling pandang, dan Anna merasa tubuhnya bergidik ngeri.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊

__ADS_1


__ADS_2