Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Kekasihnya


__ADS_3

Anna terbangun dari tidurnya, ia melihat wajah tampan Hengky yang menatap dirinya.


"Halo putri tidur" Hengky tersenyum.


"Oh, Hengky maafkan aku, pasti kaki kamu sangat lelah." Anna segera beranjak dan duduk di samping Hengky.


Anna melihat ponselnya yang tergeletak di meja dengan mode silent.


"Karena kamu lagi tidur jadi ponsel kamu aku silent." ucap Hengky merubah posisi duduknya, ia benar-benar lelah, pahanya seakan tidak berasa.


"Terimakasih" Anna tersenyum manis.


Hengky sudah kebelet mau ke kamar kecil tapi ia kesulitan untuk beranjak dari kursi. Ia tidak ingin Anna tahu sakit yang ia dirasakan.


Anna melihat layar ponselnya, ada banyak panggilan tidak terjawab.


Anna melihat Hengky sekilas, wajah Hengky menahan sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Anna


"Tidak apa, aku hanya kebelet" Hengky tersenyum.


"Kenapa tidak ke kamar kecil?" Anna memperhatikan Hengky.


Anna kembali meletakkan ponselnya di atas meja, ia segera berdiri.


"Pasti kaki kamu sakit" Anna kaget dan Hengky hanya tersenyum.


"Kemarilah" Anna membantu Hengky beranjak dari kursi


"Auw" Hengky memegang pahanya.


"Oh, maafkan aku" wajah penuh penyesalan terlihat di wajah Anna.


Anna meletakkan tangan Hengky di atas pundaknya perlahan ia mengantar Hengky ke kamar Kecil.


Anna menutup pintu dan menunggu Hengky.


Hengky keluar dari kamar mandi, ia kaget melihat Anna yang berdiri di depan pintu.


"Apa kamu berdiri di sini selama aku di dalam?" tanya Hengky dan Anna tersenyum dan mengangguk, ia kembali meletakkan tangan Hengky di pundaknya dan berjalan menuju Sofa.


"Aku bisa sendiri" ucap Hengky.


"Aku harus bertanggung jawab" Anna tersenyum.


Terdengar nada dering dari ponsel Anna.


"Siapa?" tanya Hengky


"Mama." Jawab Anna singkat.


"Halo Ma." sapa Anna.


"Halo sayang, Sayang Mama harus kembali, terjadi sesuatu di perusahaan Mama." Suara Riana panik.


"Ma, apa yang terjadi?" Anna khawatir.


"Seseorang telah mencuri desain Mama dan menyebarkan di internet." jelas Riana.


"Oh, baiklah Ma." Ucap Anna.


"Papa akan menemani Mama, salam untuk Kakek" ucap Mama tergesa-gesa, Mereka harus mengejar penerbangan tercepat.


"Ya Ma" jawab Anna lembut, ia melihat Kakek yang terus tertidur pulas.


"Kenapa?" Hengky dapat melihat kekhawatiran di wajah Anna.


"Mama harus kembali" Anna menunduk.


"Apa kamu telah memberitahukan kondisi kakek?" tanya Hengky merapikan rambut Anna yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa, Mama tergesa-gesa." Anna melihat Hengky, dia tidak sendirian.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Hengky dan mengusap kepala Anna.


"Ada masalah di perusahaan Mama, Desain Mama di bocorkan." Anna menatap Hengky.


"Apa Papa Hendrick menemani Mama Riana?" Tanya Hengky dan Anna hanya mengangguk.


"Baguslah, sebaiknya kita cari makan siang di kantin depan, kamu pasti lapar." Hengky beranjak perlahan dan menarik tangan Anna.


Anna dan Hengky berjalan bersama menuju kantin rumah Sakit untuk makan siang bersama.


***


Hans diiringi sebuah mobil bak berisi penuh bunga mawar merah dan coklat berbagai jenis dan bentuk berhenti di depan halaman rumah Anna.


Hans keluar dari mobilnya, menekan bel pintu rumah Anna.


Bibi Yani membuka pintu.


"Selamat Siang, cari siapa Tuan?" tanya bibi yang tidak mengenali Hans


"Apakah Anna ada dirumah?" yang Hans dengan gaya formal.


"Tidak ada Tuan." Jawab bibi


"Kemana Anna pergi dan dengan siapa?" Hans mulai gelisah.


Non Anna membawa Kakek Cek kesehatan ke rumah sakit Tuan." Jawab bibi.


"Rumah Sakit." Hans meyakinkan dirinya.


"Iya." Jawab bibi singkat.


"Saya titip hadiah untuk Anna Bik." ucap Hans.


"Iya Tuan ,mana hadiahnya biar bibi bawa masuk." bibi tersenyum ramah.


"Di mobil bik." Hans berjalan mendekati mobil yang terparkir di pinggir jalan diikuti bibi Yani.


Mata bibi melotot, bagaimana bunga sebanyak itu akan di bawa masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana membawa masuk semua bunga ke dalam rumah?" gumam bibi dalam hati.


Hans segera memerintahkan para pekerja untuk membawa masuk Bunga dan coklat yang telah memenuhi ruang tamu dan ruang tengah.


"Orang Cantik sama orang kaya." bibi geleng - geleng kepala.


Hans melakukan kendaraan Menuju Rumah Sakit tempat Kakek Anna di rawat.


Ia segera masuk ke dalam rumah sakit, menemui dan bertanya kepada Reyhan sepupunya.


Hans segera menuju ruangan Kakek ditemani Reyhan, namun ia tidak melihat Anna.


"Dimana Anna?" Hans melihat Reyhan.


"Dokter Raihan yang merawat Kakek Anna, mungkin ia tahu." Jawab Reyhan.


"Raihan, kenapa nama kalian terdengar sama?" Hans tersenyum.


"Kami juga sama tampan." Reyhan menyentuh dagunya dan berpose layaknya model.


"Cepatlah, antarkan aku!" Hans menarik jas putih milik Reyhan.


Mereka berdua berjalan menuju ruangan Raihan. Reyhan mengetuk pintu dan seorang perawat cantik membukakan pintu untuk Reyhan.


"Apakah Dokter Raihan ada di dalam?" tanya Reyhan kepada perawat yang tersenyum manis.


"Ada Dok, silahkan masuk" perawat membuka lembar pintu untuk Hans dan Reyhan.


"Halo Dokter Reyhan, ada yang bisa saya bantu? silahkan duduk." Dokter Raihan berjabat tangan dengan Reyhan dan Hans bergantian.

__ADS_1


" Apakah kamu merawat Kakek Anna?" tanya Reyhan.


"Wah, sepertinya Nona Anna sangat terkenal, Tadi ada seorang pria yang menghubungi diriku menanyakan tentang Kakek Anna." Raihan tersenyum, ia juga tertarik kepada Anna namun yang ia pikir pria yang setia menemani Anna adalah kekasihnya.


"Siapa Dok?" tanya Hans penasaran.


"Ia tidak mengatakan namanya, ia hanya mau membayar biaya perawatan Kakek Anna." jawab Raihan.


"Bagaimana keadaan Kakek Anna?" tanya Reyhan.


"Sudah sangat lemah, karena usia yang sudah terlalu tua." jelas Raihan.


"Apakah Anda melihat kemana Anna pergi?" tanya Reyhan mewakili Hans yang tidak bisa basa basi.


"Sepertinya Nona Anna makan siang bersama kekasihnya." Raihan tersenyum.


"Apa kekasihnya?" mata Hans melotot dan berdiri membuat Raihan dan Reyhan terkejut.


"Aku adalah kekasihnya." bisikan hati Hans


"Hei, sabarlah." Reyhan menarik tangan Hans agar kembali duduk.


"Apa kamu yakin Dok?" tanya Reyhan lembut, ia melihat Hans telah mengepalkan tangannya.


"Saya berpikir begitu, karena pria itu terus menemani Nona Anna bahkan ketika Nona Anna tidur di pangkuannya." Raihan sengaja membuat Hans marah karena ia merasa lucu.


"Di mana mereka makan siang?" Hans menahan emosi.


"Sepertinya kantin depan rumah sakit" jawab Raihan tersenyum, melihat Hans yang pergi tanpa sepatah katapun.


"Terimakasih, maaf telah membuat keributan" Reyhan berjabat tangan dan berlari menyusul Hans.


"Hans, saudara ku tunggu Aku." Reyhan menyapa Hans yang tidak perduli kepadanya.


Hans berjalan cepat menuruni tangga rumah sakit Menuju kantin rumah sakit.


Hans dapat melihat Anna dan Hengky sedang makan bersama dari seberang jalan, ia berjalan tergesa-gesa melewati jalanan yang ramai.


"Hei, berhati-hati, sadarlah" Reyhan mengikuti langkah kaki Hans.


Mereka sampai di dekat meja Anna dan Hengky.


"Apa yang kalian lakukan?" Hans menatap tajam pada Anna dan Hengky.


"Makan Siang" jawab Hengky singkat.


"Apa kamu mau makan?" tanya Anna.


"Apa? Dia tidak merasa bersalah sama sekali, tunggu dulu, Hengky adalah Kakak Anna, tidak mungkin aku cemburu kepada kakak Anna." batin Hans berkelahi dengan suara hatinya.


"Tentu saja, Reyhan pesankan makanan untuk kita berdua." Hans mencoba menenangkan emosinya yang berpikir seorang pria lain menemani Anna.


"Siap laksanakan" Reyhan segera menyapa pelayan memesan menu makan siang.


Mereka makan siang bersama.


***


*


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2