Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Riana


__ADS_3

Malam telah larut, Anna duduk di atas tempat tidurnya, ia menatap kotak kaca yang berisi penuh surat.


"aku sangat lelah" gumam Anna, ia mengambil kotak kaca dan memasukkan ke dalam laci meja rias. Rasanya ia belum siap untuk mengetahui isi surat - surat itu. Anna merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, ia sangat mengantuk.


**


Seperti biasa Anna selalu bangun pagi untuk membersihkan diri, menyiapkan sarapan, membersihkan dan merapikan rumah terakhir menyiram tanaman di depan perkarangan. Anna duduk di bangku taman, ia menghirup udara pagi yang segar. Ia masih mendapatkan cuti dari kantor selain itu Anna juga tidak punya pekerjaan karena Hans dan Andreas ingin Anna beristirahat dan mempersiapkan diri pelaksanaan proyek pembangunan hotel.


Hari ini Anna berencana membuka kotak kaca dan membaca semua surat yang ada di dalamnya. Anna kembali ke dalam rumah ketika ia mendengar suara langkah kaki lembut. Ia tahu pasti kakek sudah bangun.


"Selamat pagi kakek" sapa Anna bersemangat, ia segera memeluk kakeknya yang di sambut dengan senyuman kasih sayang oleh kakek.


"pagi sayang" kakek merapikan rambut panjang cucunya yang berantakan menutupi wajahnya, karena diikat sembarangan rambutnya. Anna menarik tangan Kakek perlahan dan mengajak untuk segera sarapan. Ia ingat pesan dokter Riduan untuk selalu menjaga kesehatan Kakek dengan asupan makanan yang sesuai dan makan tepat waktu.


Kakek dan cucu telah duduk di kursi masing-masing, mereka sarapan dengan hening, tidak ada yang mengeluarkan suara hingga sarapan selesai.


"Kakek, tunggu Anna di ruang tengah ya" ucap Anna ketika ia melihat Kakek akan berjalan meninggalkan Anna. Kakek hanya tersenyum,, Kakek memang pendiam dan hanya berbicara ketika perlu sana ,tidak seperti nenek yang selalu membuat Anna selalu ingin berbicara.


Anna segera menyelesaikan pekerjaannya, ia ingin berbicara dan bertanya tentang ibunya, yang selalu ditutupi Nenek, sehingga membuat Anna membenci ibunya ketika kecil. Kini Anna sudah dewasa tentu saja ia telah mengerti dan sangat ingin tahu apa yang terjadi pada ibunya. Jika ibunya benar meninggalkan Anna, kenapa ada banyak surat. Anna berjalan menuju ruang tengah, ia melihat Kakek sedang membuka album foto berwarna coklat yang belum pernah Anna lihat, ia duduk di samping kakek, mengetahui Anna duduk di sampingnya kakek segera menutup album coklat.


Anna melihat kakeknya dengan penuh tanda tanya. Menyadari cucunya yang begitu keheranan kakek tersenyum.


"lihatlah" kakek menyerahkan album coklat kepada Anna. Perlahan Anna menerima dan membuka Album foto, Lembaran pertama Seorang anak kecil yang sangat imut dan cantik bersama kedua orang tuanya. Anna memperhatikan foto pada lembar pertama, itu bukan foto dirinya, ia melihat ke arah kakek.


"Itu foto kecil ibumu" kakek tahu tatapan Anna menyiratkan banyak pertanyaan. Anna kembali membuka lembaran demi lembaran album, semua kenangan itu berada di rumah mereka. Pantas saja kakek dan nenek tidak pernah mau pindah dari rumah ini, bahkan mereka tidak merubah sedikit pun bentuk dan warna rumah.


Semua album berisi foto Ibunya bersama kakek dan nenek yang masih muda, Mereka benar-benar hanya memiliki satu anak dan satu cucu.


Di pertengahan album, Anna mulai bisa melihat foto remaja dari seorang gadis cantik, tersenyum manis dengan piagam penghargaan dan banyak tropi, mungkin kecerdasan Anna ia dapat dari ibunya. Beasiswa, Ibunya juga memegang sertifikat penerimaan beasiswa hingga kuliah.

__ADS_1


Tanpa sadar cairan bening mengalir dari sudut mata Anna, benar apa yang di katakan Nenek, Anna mirip ibunya. Ibunya sangat cantik. Puas Anna memandang foto dalam album, Anna baru tersadar tidak ada foto pernikahan, tidak ada foto ayahnya.


"Siapa ayahku kakek?" kalimat pertama yang keluar dari mulut Anna. Kakek menarik nafas panjang dan berat, ia menyenderkan punggungnya pada dinding sofa.


"Beda kamu dan ibumu adalah kamu sangat penurut dan penuh kasih sayang, sedangkan ibumu suka membantah dan seenaknya sendiri, ibumu sangat manja, sedangkan kamu sangat mandiri" kakek memejamkan mata


"Persamaan kalian adalah kalian adalah gadis yang cantik dan cerdas" kakek melanjutkan kalimatnya.


Anna hanya diam menunggu cerita Kakek tentang ibunya yang baru berani ia tanyakan dan ia dengar karena nenek melarang ada cerita tentang ibunya.


Ibu Anna menikah tanpa restu kakek dan nenek karena ia menikah dengan seorang pria yang memiliki keluarga, sebenarnya ayah dan ibu Anna adalah sepasang kekasih yang saling mencintai sejak sekolah tapi ayah Anna telah di jodohkan dengan wanita pilihan orang tua ayah Anna yang tentu saja mereka adalah kakek dan nenek Anna, jadi ayah dan ibu Anna menikah diam-diam.


"Siapa nama ayah dan ibu ku?" air mata telah membasahi wajahnya.


"bacalah semua surat yang ada di dalam kotak kaca, ibumu menulis semuanya untukmu, setelah membaca surat bukanlah berkas dalam map" jelas kakek beranjak dari kursi, mengusap rambut Anna dan berjalan menuju kebun belakang, kakek tahu Anna butuh ketenangan untuk berpikir.


Anna merebahkan tubuhnya di atas sofa menatap wajah cantik ibunya melalui foto yang tertempel di album.


Anna beranjak dari kursi dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, ia harus segera membuka surat dari ibunya. Anna membuka laci meja rias dan mengambil kota kaca, perlahan ia membuka, dan mengeluarkan surat dari dalam kotak. Anna mengurutkan tanggal surat dari yang paling lama dan yang terbaru. Surat itu dikirim setiap tahun pada tanggal kelahiran Anna. Ada 25 lembar surat, Anna mengambil surat pertama.


"*Anna putri mama yang cantik, maaf kan mama,


Mama menitipkan Anna kepada nenek karena Mama sayang Anna. Mama tidak mau mereka mengambil Anna dari Mama, karena Anna satu-satunya cucu dari orang tua papa yang perempuan. Semua cucu dari sebelah papa laki-laki.


Mama meninggalkan Anna agar mereka tidak menemukan Anna.


ketika Anna dewasa, mama serahkan keputusan semuanya kepada Anna. Jika Anna sudah siap temui Mama.


teruntuk putri cantik ku Anna Mariana

__ADS_1


dari Mamamu


Riana*


Anna melipat kembali surat pertama yang telah ia baca.


Suara Dering dari ponsel Anna membuyarkan ia dari lamunannya, sebuah pesan dari nomor baru muncul di layar ponselnya.


"apa kabar?"


"baik, anda siapa?"


"Hans"


"Ada yang bisa saya bantu pak?"


"saya hanya menanyakan kabar anda, apa tidak boleh?"


"tentu saja boleh pak, terimakasih"


"apa yang kamu lakukan?"


"tak ada, aku hanya istirahat di kamar"


"apakah aku mengganggumu?"


"tidak"


"istirahatlah"

__ADS_1


Anna tak lagi membalas pesan Hans, Anna memejamkan matanya dan tertidur.


♥️ Thanks for reading ♥️


__ADS_2