
Sebuah perahu nelayan mendekati pulau pribadi Hans yang kini telah menjadi milik Anna.
Anna yang sedang lari pagi dengan menggunakan celana sebatas paha dan kaos tanpa lengan memperhatikan perahu.
Yuna berlari mendekati Anna, ia sangat khawatir, karena tidak pernah ada perahu nelayan yang sampai ke pulau.
Anna berdiri menghadap perahu yang semakin mendekat dan berhenti di pinggir pulau.
"Anna sebaiknya kamu kembali ke dalam kamar dan mengunci pintu." Yuna menarik tangan Anna.
Hans turun dari perahu dan tersenyum melihat Anna, ia benar-benar merindukan Anna.
"Tuan Muda." Yuna tersenyum.
Anna hanya terdiam, ia melihat Hans yang tampil beda dengan kaos sederhana tanpa lengan dan celana pendek sampai lutut berjalan ke arah dirinya.
Hans tidak terlihat seperti Bos besar, hanya pria biasa yang menawan yang memperlihatkan tubuh seksi berotot.
Dua orang pengawal yang menyamar menjadi nelayan mengangkut bahan makanan, obat - obatan dan kebutuhan lainnya.
Yuna ikut membantu pengawal, ia tidak mau mengganggu kebersamaan Tuan Muda dan Anna.
Hans berdiri tepat di depan Anna, menatap wajah cantik Anna, dengan kulit indah berkilau.
Anna mengangkat sedikit dagunya, sehingga mata mereka saling bertatapan.
Jarak wajah mereka begitu dekat, diam mematung tanpa ada yang berbicara.
"Aku merindukan dirimu." ucap Hans memecahkan keheningan.
Anna hanya diam, tanpa memalingkan tatapannya, ia berusaha memahami apa yang ia rasakan ketika bertatapan dengan Hans.
Hans memeluk Anna dengan erat, menumpahkan segala rasa kerinduannya.
Anna memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang lembut dari pelukan Hans.
"Anna, kamu adalah kekasihku, dari sejak kita di rumah sakit, kamu telah setuju untuk kita berpacaran." Hans melepaskan pelukannya, meletakkan kedua tangannya di pipi Anna.
"Tapi kita sudah putus." ucap Anna.
"Itu karena kamu sedang kacau, dengar Anna, aku hanya mencintai dirimu, cinta pertama dan terakhir." ucap Hans menatap Anna.
"Katakan kepadaku kamu mencintaiku!" Hans mendekatkan wajahnya.
Anna hanya diam dan memandang wajah tampan dengan rambut yang sengaja acak-acakan.
Hans terlihat lebih muda dari usianya dengan gaya santai anak muda.
"Bagaimana dengan Veronika?" tanya Anna.
"Dia adalah adik angkatku dan aku tidak mencintainya." ucap Hans.
"Menikahlah dengan diriku." Hans menatap mata indah Anna.
"Aku mencari dirimu sejak aku melihat dan membeli semua design milikku." Hans memeluk Anna.
"Maksud kamu?" tanya Anna.
"Ketika kamu masih kuliah, aku telah membeli design dirimu, semuanya." ucap Hans.
"Aku mengkoleksinya, dan berusaha mencari pemilik design, tetapi kamu tidak menggunakan nama asli sehingga aku kesulitan menemukan dirimu." jelas Hans.
Anna menatap Hans, ia tidak percaya selama ini yang membeli semua design simple yang Anna jual adalah Hans.
Pembeli yang selalu memuji hasil karya Anna dan membayar dengan harga yang mahal melebihi harga jual Anna.
Bahkan design Anna yang menang perlombaan, di lelang dengan harga yang cukup tinggi di beli oleh Hans.
"Aku baru menyadari bahwa orang yang aku cari adalah dirimu setelah aku sempat meneliti design yang kamu persentasi ketika kamu pergi meninggalkan diriku." Hans menatap Anna.
"Aku mohon kembalilah kepada ku." Hans kembali memeluk Anna.
__ADS_1
Anna hanya diam, ia tidak percaya akan bertemu dengan Beruang Gendut dan imut yang terus menjadi penyemangat Anna untuk terus membuat design.
Pria yang selalu membeli semua design Anna dengan memberikan pujian.
Perlahan Anna mengangkat tangannya dan membalas pelukan Hans.
Anna memejamkan matanya, menikmati kehangatan dari pelukan Hans.
Hans dapat merasakan tangan Anna yang berada di punggungnya.
"Apa kamu mencintaiku?" tanya Hans melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna yang mengangguk.
Hans tidak percaya dengan apa yang ia lihat, anggukan kepala Anna.
"Katakan Anna, katakan kamu mencintaiku." Hans bersemangat.
"Aku mencintaimu." ucap Anna tersenyum, Hans sangat bahagia, ingin rasanya ia berteriak.
"Aku mencintaimu." Ucap Hans dan mencium bibir Anna dengan lembut.
Angin pantai menyentuh tubuh dan wajah mereka berdua.
"Maafkan aku." Hans melepaskan ciumannya dan menjauhi Anna.
Anna memperhatikan Hans yang mundur beberapa langkah.
"Maafkan aku." ucap Hans lagi dan meninggalkan Anna sendirian di tepi pantai.
Anna kebingungan, kenapa Hans meminta maaf dan meninggalkan dirinya sendirian.
Hans berjalan menuju Villa.
"Ya Tuhan, aku bisa gila aku tidak sanggup dekat - dekat Anna, aku tidak bisa menahan diri." ucap Hans.
"Tuan Muda." sapa Yuna.
"Apakah semua kebutuhan sudah cukup?" tanya Hans penuh wibawa.
Hans duduk di sofa, ia berusaha menenangkan hatinya dan jantungnya yang berdetak kencang.
Anna berjalan perlahan masuk ke dalam Villa, ia melihat Hans sekilas yang seakan menghindari tatapan Anna.
"Ada apa dengan pria ini? kenapa Sikapnya berubah?" gumam Anna.
Yuna memperhatikan tingkah Hans yang terlihat gelisah dan tatapan tajam Anna.
"Apa yang terjadi pada dua orang ini?" tanya Yuna dalam hati.
Perbedaan usia yang terlalu jauh membuat dua orang memiliki sikap yang berbeda dan sulit untuk memahami.
"Anna, bagaimana dengan lukamu?" tanya Hans.
"Aku baik-baik saja." ucap Anna.
Anna duduk di depan Hans, dan menatap Hans. Yuna berjalan ke dapur dan meninggalkan Anna dan Hans.
"Kita menikah saja." ucap Hans.
"Apa?" Anna kaget.
"Jika kita belum menikah Andreas akan mengambil dirimu, sampai saat ini ia masih mencari dirimu." jelas Hans.
"Pria gila itu, mengerikan." ucap Anna.
"Apa yang Dia lakukan kepada dirimu?" tanya Hans.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Anna.
"Andreas pasti tergoda untuk mencium bibirmu." ucap Hans melirik bibir Anna.
"Tentu saja, dia menciumku setiap waktu." kesal Anna dan beranjak dari kursi menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
"Anna." Hans memanggil Anna dan berusaha mengejarnya.
"Menjengkelkan, apa dia pikir aku suka di perlakukan seperti itu." Anna menggerutu dan menutup pintu kamar.
"Aku tidak percaya telah berhubungan dengan Hans sejak diriku masih kuliah, dia adalah pembeli yang royal." Anna tersenyum menyederkan tubuhnya di pintu.
"Kami berdiskusi tentang design tanpa mengenal diri kami." Anna tersenyum manis.
Usia Hans 10 tahun lebih tua, ketika Anna masih menjadi mahasiswi Hans sudah menjadi seorang pengusaha sukses.
"Anna, buka pintunya." Hans mengetuk pintu.
"Aku mau tidur." ucap Anna.
Hans melihat jam mahal di tangannya.
"Ini masih pagi, apa kamu marah?" tanya Hans.
"Tidak." Jawab Anna tersenyum.
"Baiklah aku akan kembali ke kota." Hans berjalan menuruni tangga.
"Apa dia sudah mau kembali, cepat sekali." ucap Anna membuka pintu.
Anna melihat punggung Hans yang mulai menjauh.
"Kaku sekali." pikir Anna berlari mengejar Hans.
"Apa kamu mau pulang?" tanya Anna.
"Ya, apa kamu betah di sini?" tanya Hans dan Anna mengangguk.
"Pulau ini milik kamu, surat kepemilikan sah secara hukum." ucap Hans.
"Benarkah." Anna terkejut.
"Apa kamu suka?" tanya Hans menatap Anna.
"Aku suka sekali, Terimakasih." ucap Anna memandang Hans.
"Bagaimana kabar Mama, Papa, kak Harry dan Hengky?" tanya Anna.
"Mereka baik, tidak usah khawatir, Andreas hanya akan menghancurkan diriku, jika dia tahu aku yang menyembunyikan dirimu." Hans tersenyum.
"Katakan kepadaku jika kamu sudah siap menikah dengan diriku." Hans mencium dahi Anna.
"Bagaimana Aku mengatakannya?" tanya Anna.
Hans berjalan mendekati Anna.
"Bagaimana jika kamu mencium bibirku?" Hans mendekatkan wajahnya. Anna memperhatikan bibir tipis Hans tetapi ia tidak mencium Hans.
"Baiklah, kamu bisa meminta Yuna untuk menghubungi diriku, jangan pernah log-in dengan email atau apapun." Hans berjalan menuju perahu.
"Kita bisa menikah secepatnya." Hans mengedipkan matanya dan naik ke perahu, ia menggunakan topi jerami untuk menutupi wajahnya.
Anna tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Hans.
Yuna bisa melihat cinta diantara dua insan yang memiliki karakter berbeda karena perbedaan usia.
Wanita yang hangat dengan pria dingin dan kaku.
*************
Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih 🤗
Baca juga "Cinta Untuk Dokter Nisa dan Cinta Bersemi di Ujung Musim" Terima kasih 😘
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You All 💓 Thanks for Reading 😊
__ADS_1