Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Calon Istriku


__ADS_3

Andreas telah mencoba beberapa kemeja dan jas yang berbeda.


Tersenyum melihat bayangan pria tampan yang terpantul cermin raksasa.


Andreas keluar dari ruang ganti, ia mulai bosan, menunggu Anna memperlihatkan gaun yang telah dipilih.


Dua orang wanita menunggu di depan pintu, untuk merapikan pakaian yang telah Andreas coba.


"Dimana calon Istriku?" Andreas menatap tajam pada dua orang pelayan yang kebingungan.


"Maaf Tuan, saya tidak melihat ada wanita lain di dalam butik" jawab seorang pelayan.


Andreas melemparkan jas yang sedang ia gunakan ke sembarangan dan berjalan cepat menuju Sofa tempat Anna duduk.


"Apa dia lari lagi?" kesal Andreas.


Andreas melihat manager yang sedang merapikan majalah yang berserakan.


"Dimana wanitaku?" tanya Andreas kepada manager wanita.


"Ah Tuan Andreas, apakah Anda sudah selesai memilih pakaian" suara manager menggoda.


"Aku bertanya dimana Anna, wanita yang duduk di sofa ini?" Andreas mulai emosi.


"Waa wanita yang duduk di sini, tidak ada siapa-siapa" ucap wanita itu gugup.


Andreas segera menuju ruang CCTV, dan melihat apa yang terjadi.


Semua yang dilakukan manager terlihat jelas dalam rekaman cctv.


Anna tidak ada niat pergi sama sekali, ia dengan tenang membaca majalah, tetapi manager wanita telah mengganggu dan mengusir Anna.


Andreas mengepalkan tangannya dan berjalan kembali pada wanita yang masih terdiam kebingungan.


"Apa kamu tahu wanita yang kamu usir itu? Dia adalah calon istriku yang akan jadi pemilik butik ini!" Andreas memegang leher manager tanpa ampun.


Wanita kesulitan bernapas dan tidak bisa mengeluarkan suara.


Andreas menarik paksa manager dan melemparnya keluar butik.


Semua pelayan ketakutan, Andreas murka melihat manager yang telah menghina dan mengusir Anna.


"Jangan pernah muncul di hadapan ku lagi, atau kamu akan menyesal" ucap Andreas.


Wanita itu hanya bisa menangis, ia tidak tahu jika Anna adalah calon istri Andreas.


Andreas segera membuka layar ponselnya untuk melacak keberadaan Anna.


Sebuah restoran tidak jauh dari butik, bersebelahan dengan minimarket.


"Apa Dia kelaparan?" pikir Andreas.


"Ah, Anna bahkan tidak punya uang sama sekali" Andreas kesal.


Andreas segera masuk ke dalam mobil dan langsung menuju restoran.


Dengan bantuan ponselnya, ia langsung menemukan lokasi Anna dengan cepat dan tepat.


Andreas melihat Anna sedang makan siang bersama seorang pria berseragam polisi lengkap.


Anna terlihat menikmati makan siangnya dengan diselingi obrolan dan senyuman.


Andreas benar-benar cemburu, dulu ia yang selalu bercanda bersama Anna, tetapi penolakan Anna membuat Andreas menjadi agresif dan posesif.


Merubah raut wajah cemburu menjadi senyuman dan berjalan mendekati Anna.


"Sayang, kenapa kamu meninggalkan aku?" Andreas memeluk Anna dari belakang.


Membuat Anna terkejut dan langsung berdiri hingga makanan di meja tumpah mengotori pakaian Anna.


"Ya Tuhan" Anna menatap tajam kepada Andreas.


"Kenapa pria ini selalu datang dan memberikan kekacauan untuk diriku" kesal Anna dalam hati.

__ADS_1


"Anna, Apa kamu baik-baik saja" Calvin beranjak dari kursi dan mengambil tisu untuk membersihkan pakaian Anna.


"Jangan sentuh calon istriku!" Andreas menahan tangan Calvin yang menatap tajam pada Andreas.


"Aku rasa Anna baru saja diculik seseorang dan kabur dengan mobil kekasih penculik" Calvin tersenyum.


Andreas semakin emosi.


"Apa yang kamu katakan pada pria ini" Andreas menggenggam tangan Anna.


"Apa yang harus aku katakan agar aku tidak dituduh mencuri mobil kekasihmu?" Anna menjawab dengan pertanyaan.


"Baiklah, Aku aku akan menghancurkan Reline untuk dirimu" tegas Andreas.


"Dia tidak bersalah tetapi kamulah yang melakukan kesalahan" Anna menarik tangannya dari Andreas.


"Hey, kenapa kamu memaksa Anna?" Calvin menarik tangan Anna dari Andreas.


"Aku akan menghancurkan dirimu!" tegas Andreas.


"Calvin, Terimakasih untuk makan siangnya, maafkan aku, sebaiknya kamu tidak berurusan dengan pria yang paling berkuasa ini dan aku adalah tahanannya" Anna mengambil tisu dari tangan Calvin dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya.


Andreas menarik tangan Anna.


"Gantikan baju kamu di butik" ucap Andreas.


"Ah, kamu ingin melihat diriku diusir dari butik mahal itu, dengar Andreas, aku memang tidak pantas untuk dirimu" Anna menarik tangannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Oh Shit" Andreas menunggu Anna di depan pintu kamar mandi.


Mengambil ponselnya dan menghubungi Jonathan untuk membayar makan siang Anna dan Calvin.


Anna, masih di dalam kamar mandi, ia benar-benar kesal dengan sikap Andreas.


Kemana hilangnya Andreas yang lucu dan hangat.


"Kenapa Andreas bisa berubah menjadi seperti ini, dulu dia pria yang baik dan lembut" Anna mencuci tangannya.


"Ah, bekas makanan ini tidak akan hilang" gerutu Anna di depan cermin.


Beberapa wanita tersenyum menggoda Andreas.


"Ya Tuhan pria di depan pintu kamar mandi sangat tampan, tubuh seksi altetis" ucap seorang wanita yang baru masuk.


"Kau lihat wajah dan tubuhnya sangat menggoda, bibirnya sangat seksi untuk seorang pria" lanjut wanita lain dan berdiri di samping Anna.


"Nona, tubuhmu sangat tinggi dan bagus, apa kamu seorang model?" tanya seorang wanita yang berdiri di samping Anna yang memperhatikan Anna dari pantulan cermin.


"Ah, tidak" jawab Anna tersenyum.


"Lihat, warna kulit eksotis yang lembut dan menawan, wajah kamu sangat mulus" beberapa wanita memuji Anna.


"Hey, dengan postur tubuh ini kamu sangat cocok dengan pria yang ada di depan pintu kamar mandi" ucap seorang wanita dan tertawa.


"Hey Nak, kamu terlahir sempurna, semuanya asli" seorang wanita paruh baya memutar tubuh Anna.


"Bagaimana jika kamu jadi seorang model?" tanya seorang wanita.


Anna merasa kepalanya pusing dengan keramaian yang dibuat beberapa wanita di alam kamar mandi.


"Maaf, aku permisi" Anna berlari keluar ruangan, ia merasa mual dan muntah di antara kerumunan.


Anna menabrak Andreas yang masih berada di depan pintu.


"Ad apa dengan dirimu?" Andreas menangkap tubuh Anna yang hampir jatuh.


Anna menatap wajah Andreas yang hampir tidak pernah ia lihat.


"Apakah Andreas yang dipuji Mereka dari tadi? pikiran Anna menatap wajah Andreas.


"Apa kamu mau terus seperti ini?" tanya Andreas menatap Anna dalam lamunan.


"Ah maafkan aku, aku tidak bisa dalam ruangan banyak orang, terasa mau muntah" ucap Anna berusaha berdiri.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di depan pintu kamar mandi wanita?" tanya Anna.


"Menunggu calon istriku" Andreas tersenyum.


"Aaah, ternyata benar Kalian pasangan kekasih" seorang wanita keluar dari kamar mandi.


"Dia sangat cocok untuk dirimu, cantik dan manis" ucap seorang wanita lain.


Andreas tersenyum puas mendengarkan perkataan para wanita yang memuji Anna.


"Terimakasih semuanya" ucap Andreas.


"Sayang, kita harus mengganti pakaian kamu" Andreas menarik tangan Anna menuju parkiran mobil.


Mobil kembali ke butik, memasuki area parkiran.


Andreas menarik tangan Anna dan menggenggamnya dengan erat.


Ia memanggil semua karyawan butik dan memperkenalkan Anna sebagai calon istrinya dan pemilik butik.


Anna hanya diam, ia tidak perduli dan tidak mau membantah apa yang dilakukan Andreas.


"Kemana wanita sombong tadi?" pikir Anna yang tidak melihat manager.


"Sayang, gantikan pakaian kamu dengan gaun" bisik Andreas di telinga Anna.


"Kenapa sekarang aku merasa begidig, jika Andreas dekat - dekat dengan diriku" bisik Anna dalam hati.


Para pelayan membawa Anna ke ruangan ganti dan memilih gaun yang cocok untuk acara makan malam keluarga.


Andreas telah memerintahkan Jonathan untuk mengurus semuanya.


Makan malam keluarga Anna dan Andreas, sekaligus acara pertunangan.


Anna keluar dengan gaun biru langit, dengan renda merah muda, sangat manis dan pas ti tubuh Anna.


Andreas tersenyum dan puas dengan pakaian yang Anna gunakan.


Sangat cantik dan sempurna, wanita mandiri itu terlihat anggun dalam balutan gaun pesta.


Namun wajah Anna tidak cocok dengan Andreas, tidak ada senyum di sana.


Andreas berjalan mendekat.


"Aku tidak mau melihat wajah cemberut ini" Andreas mengusap lembut pipi Anna.


"Belajarlah untuk menerima dan mencintai diriku, karena kita akan menghabiskan waktu bersama selamanya" Andreas mencium pipi Anna yang hanya terdiam.


"Lita, besok hubungi desainer busana pengantin terbaik" perintah Andreas kepada pelayan toko.


"Lihatlah, Calon Istriku Cantik sempurna" Andreas tersenyum.


"Aku sudah tidak sabar untuk memakan dirinya" ucap Andreas dalam hati.


Berakhir sudah kehidupan bebas Anna.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu tinggalkan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2