
Hans menyenderkan kepalanya di pundak Anna.
"Kita mau kemana?" tanya Hans memainkan kuncir kuda Anna dan menciumnya.
Aroma bunga dari rambut Anna membuat Hans ketagihan dan selalu ingin menciumnya.
"Tokyo Disneyland." Anna bersemangat.
Anna benar-benar ingin menikmati liburannya, ia belum pernah berlibur.
Sejak lulus kuliah Anna langsung mendapatkan panggilan 10 perusahaan terbaik di bidang Arsitektur.
"Kamu sangat senang." Hans menarik dagu Anna.
"Karena aku tidak pernah liburan dan jalan - jalan." Anna tersenyum polos.
Hans mengangkat kepalanya dan menatap wajah Anna.
"Apa yang kamu lakukan selama ini?" tanya Hans.
"Belajar dan menggambar untuk mendapatkan uang." Anna tersenyum.
"Kau tahu Hans, aku tinggal di asrama dengan beasiswa dari kampus, ketika liburan Aku tetap berada di kampus, ketika bosan aku akan panjat tebing dan berenang." Anna tersenyum.
"Aku melakukan kegiatan yang tidak membutuhkan banyak uang." Anna menarik nafasnya.
"Katakan kepadaku kemana saja tempat yang mau kamu tuju, aku akan menemani dirimu." Hans memeluk Anna, meletakkan kepalanya Anna di dadanya.
"Hei, aku tidak menyesali itu semua." Anna mendorong tubuh Hans.
"Bagaimana jika kita berkeliling Dunia." Hans menyentuh pipi Anna.
"Apa kamu punya banyak uang?" tanya Anna menggoda Hans.
"Aku bingung cara menghabiskan uangku, apa kamu mau membantu ku?" Hans menatap Anna.
"Tentu saja, aku akan membuat dirimu menjadi gembel." Anna tertawa.
"Kamu sudah melakukannya, bahkan aku sudah menjadi pengemis." ucap Hans menyenderkan tubuhnya di kursi mobil.
"Maksud kamu?" Anna bingung karena Hans memperlihatkan wajah sedihnya.
"Kamu telah membuat diriku jadi pengemis cinta." Hans berbaring di pangkuan Anna.
"Haha." Anna tertawa lepas hingga membuat Hans terkejut.
Hans menutup mulut Anna dengan telapak tangannya dan Anna menggigitnya.
"Ya Tuhan, Aku akan mengigit bibir mu." Hans kembali duduk dan Anna menutup mulutnya.
Hans tersenyum melirik sopir di depan, ia mendekatkan wajahnya.
Anna menggelengkan kepalanya, ia sangat malu berciuman di depan orang.
Anna mengambil tas punggungnya dan menempelkan di wajah Hans.
"Ah, kamu pelit sekali." Hans kembali ke kursinya.
"Aku malu." Anna menutup wajahnya dengan tas.
"Baiklah, bagaimana di tempat sepi." bisik Hans di telinga Anna.
"Di kamar saja ya." Anna tersenyum.
"Hmm." Hans memejamkan matanya.
Anna merasakan kantuk, ia merebahkan kepalanya di lengan Hans dan tertidur.
Hans memeluk dan mencium dahi Anna.
"Aku sangat mencintai dirimu." Hans memejamkan matanya hingga mobil berhenti di lokasi Disneyland.
"Sayang bangunlah." Hans berbisik di telinga Anna.
__ADS_1
Ia sangat tergoda melihat bibir basah yang sedikit terbuka.
Hans tersenyum ia mencium bibir Anna yang sedang tertidur.
Anna terbangun dan Hans telah melepaskan ciumannya.
"Mmm." Anna mengusap wajahnya dan melihat wajah Hans yang tersenyum puas.
"Kenapa?" tanya Anna heran.
"Tidak apa." Hans tersenyum dan memberikan tangan menggenggam tangan Anna.
"Wah, Indah sekali." Anna berteriak.
"Kamu seperti anak kecil." Hans mencubit gemas hidung Anna.
"Aku anak kecil yang tidak pernah bermain." Anna menarik tangan Hans dan berlari.
"Baiklah, perbedaan usia membuat diriku harus mengimbangi istriku." gumam Hans.
Hans ikut berlari bersama Anna, ia senang melihat Anna bahagia.
"Hans setelah ini kita ke Disneyland Amerika." Anna memeluk Hans, ia benar-benar bahagia.
"Kemanapun kamu mau Sayang." Hans mencium dahi Anna.
Tak berbeda dengan konsep Disneyland di beberapa negara lain, Tokyo Disneyland juga menyajikan sebuah taman rekreasi berkonsep Disney.
Anna dan Hans bisa menyaksikan berbagai wahana permainan dengan tema film-film yang diproduksi Walt Disney.
Tempat wisata ini merupakan Disneyland pertama yang dibangun di luar Amerika Serikat dan resmi dibuka pada tahun 1983.
Tokyo Disneyland dibagi menjadi tujuh area utama yaitu World Bazaar, Tomorrowland, Toontown, Adventureland, Westernland, Critter Country dan Fantasyland.
Masing-masing zona ini memiliki ciri khas sendiri.
Toontown adalah zona yang tepat bagi pengunjung yang membawa anak-anak.
Di sini, anak-anak bisa masuk ke kota para kartun Disney.
Untuk berbelanja, Anda bisa masuk ke World Bazaar.
Zona yang terletak di pintu masuk ini cocok untuk Anda penggemar belanja dan wisata kuliner.
Bangunan didesain menyerupai Amerika pada awal abad ke-20.
"Hans, aku sangat lapar." Anna melihat lokasi bazar yang dekat dengan pintu masuk.
"Panggil aku sayang dengan rayuan manja." Hans tersenyum.
"Hans Sayangku, aku sangat lapar." Anna bergelayut di tangan Hans dan memancung mulutnya.
"Ah, siapa yang bisa menolak wajah manja menggemaskan ini." Hans mencium bibir Anna sekilas.
"Eh, kamu curang." Anna menyentuh bibirnya.
"Aku juga lapar dan haus." Hans tersenyum dan berjalan bersama Anna untuk berburu makanan.
Pertualang di Dunia Disneyland berlangsung, menikmati bulan madu dan liburan bersama untuk Anna.
Anna benar-benar bahagia, Hans menemani Anna menikmati semua wahana yang ada di Disneyland Tokyo.
Ketika lelah mereka beristirahat dan menikmati es krim dengan aneka rasa, tetapi Anna hanya menyukai rasa coklat.
Dan kembali menikmati makanan di bazar ketika perut telah lapar.
"Anna, apa kamu senang?" tanya Hans menatap wajah cantik berkeringat.
"Aku sangat senang, Terimakasih Hans." Anna memeluk pinggang Hans.
"Berikan aku ciuman!" Hans menatap Anna.
Anna melihat sekeliling, ada banyak orang tetapi tidak ada yang melihat mereka.
__ADS_1
"Kamu terlalu lama." Hans memegang kepala Anna di kiri dan kanan telinganya.
Tidak memperdulikan kesiapan Anna, ia mencium bibir Anna dan memejamkan matanya.
Anna hanya bisa pasrah tidak bisa melepaskan diri dari ciuman Hans.
***
Andreas duduk di kursi tunggu, ia menatap layar ponselnya.
Rena telah mengirimkan foto-foto Anna selama di Jepang.
"Anna sayang, kamu semakin cantik." Andreas mencium layar ponselnya.
Jhonatan berdiri di samping Andreas, ia ragu mengatakan kabar buruk tentang penebangan.
Andreas melihat Jhonatan yang masih diam berdiri.
"Ada apa?" tanya Andreas menatap foto Anna dari ponselnya.
"Maaf Tuan, kita tidak bisa melakukan penerbangan." ucap Jhonatan pelan.
"Brak." Andreas memukul meja dengan tangannya.
Semua barang yang ada di atas meja berserakan, bahkan cangkir kopi yang terbuat dari porselen mahal pecah di lantai.
"Kenapa kita tidak bisa melakukan penerbangan?" Andreas mencengkram kerah baju Jhonatan.
"Cuaca buruk, sehingga bandara Jepang ditutup." Jhonatan tetap tenang.
"Aaarrrrgg." Andreas mendorong meja hingga terbalik.
"Anna adalah milikku." Andreas berteriak.
"Mereka berada di Tokyo Disneyland, Tuan." tegas Jhonatan.
"Hubungi Tuan Ichiro!" perintah Andreas.
"Baik Tuan." jawab Jhonatan.
"Tapi Tuan, itu akan membahayakan Nona Anna." ucap Jhonatan.
"Kenapa?" tanya Andreas heran.
"Nona Eiko mencintai anda, bagiamana jika ia tahu Nona Anna ada di Jepang." jelas Jhonatan.
"Oh Shit." Andreas mengacak rambutnya.
"Anna menyiksaku, membuat aku menjadi gila, Arrrrrggg." Andreas kembali duduk di sofa.
Jhonatan masih merasa bersalah, karena Anna hilang ketika bersama dirinya.
"Apa kamu tahu Jhon, berapa lama aku kehilangan Anna? Itu sangat menyakitkan." Andreas memejamkan matanya.
"Aku mendapatkan semua yang aku mau tetapi kenapa aku tidak bisa mendapatkan Anna?" Andreas mengepalkan tangannya.
Jhonatan hanya bisa diam dan menunduk, ia sangat sedih dan kasihan melihat Andreas yang mencintai Anna berlebihan.
Andreas tidak menyadari rasa cintanya telah menyakiti Anna dan membuat Anna takut pada dirinya.
Mencintai tidak harus memiliki tetapi bagi Andreas, ia harus memiliki semua yang ia cintai.
"Katakan, apa yang harus aku lakukan?" tanya Andreas kepada Jhonatan.
"Kita harus mencari orang kepercayaan di Jepang, tetapi seluruh wilayah Jepang di kuasai oleh Tuan Ichiro." jelas Jhonatan.
"Aku lebih mengkhawatirkan Nona Anna jika Eiko mengetahui keberadaan Anna." lanjut Jhonatan.
***
Semoga Suka 💓 Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🤗
Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih
__ADS_1
Baca juga "Cinta Untuk Dokter Nisa" dan Cinta Bersemi di Ujung Musim" dan Nyanyian Takdir Aisyah 🤗
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇