Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Hans kembali ke Hotel tanpa sepengetahuan keluarganya, ia masuk ke dalam kamar dan mengunci pint, mengemasi semua barang miliknya dan milik Anna, menghubungi beberapa orang kepercayaannya.


Selama ini Hans hanya mengawasi Andreas ia tidak tahu ada musuh lain yang mengincar dirinya dan Anna.


Hans duduk di atas tempat tidur, ia memperhatikan kamar yang tidak berubah sama sekali hanya jasat pembunuh dan bekas darah yang telah dibersihkan.


Hans mengubungi, orang kepercayaannya untuk terus memantau dan mengawasi pergerakan Andreas serta mencari keberadaan Anna.


Dan kabar baik Hans dapatkan dari mata – matanya, bahwa Anna besama Andreas, bagi Hans umtuk saat ini Anna lebih aman bersama Andreas, walaupun ia harus menahan rasa cemburu tetapi Hans percaya kepada Anna yang akan menjaga hati untuk dirinya.


Pakaian Anna dan Hans telah berada di dalam koper, Hans akan kembali ke Indonesia, Jet pribadi milknya telah siap di bandara.


Dengan cepat Hans meninggalkan hotel, ia tidak mau Rena atau siapapun mengetahui kepergian dirinya, ada banyak orang yang mau mencelakai Anna.


Kain kasa putih pasca operasi terlihat berwarna berwarna merah karena Hans banyak bergerak, sehingga membuat luka terbuka. Hans diantarkan mobil hotel menuju bandara.


Hans memeluk dan mencium baju yang Anna gunakan ketika mereka bermain bersama di Disneyland, Hans merindukan aroma tubuh Anna yang sudah menjadi kebiasaan Hans selalu bersama Anna.


Hans seorang diri berada di dalam jet pribadi, ia tertidur menahan sakit di dadanya pasca operasi, berselimutkan pakaian Anna.


Juanda dan Reyhan memantau pergerakan Andreas dan mereka tahu Anna bersama Andreas, dan keamanan Anna lebih terjamin ketika bersama Andreas.


Andreas membawa Anna ke rumah Sakit tempat Reyhan bekerja untuk memeriksa kesehatan Anna secara lebih detail.


Anna juga mau bertanya kepada Dokter kenapa bercak darah hanya turun sekali pada malam hari setelah ia kelelahan bermain bersama Hans di Disneyland dan keesokan harinya tidak ada lagi.


Anna berjalan di samping Andreas di temani Jhonatan dan beberapa bodyguard masuk ke dalam ruangan Dokter Umum. Para Bodyguard menunggu di depan pintu.


Beberapa orang keprcayaan Reyhan menyamar menjadi perawat, termasuk juga Reyhan yang tidak mau menampakan diri di depan Anna.


Reyhan tidak sulit untuk memata – matai Anna karena berada di dalam rumah sakit tempat ia bekerja, ada banyak rekan yang mau membantu Reyhan, ditambah lagi Anna adalah istri Hans.


Anna telah melakukan serangkaian pemeriksaan dak terakhir ia dibawa ke dokter kandungan, dengan kondisi tubuh yang berbeda membuat dokter umum menerka Anna sedang hamil muda.


Reyhan terus mengikuti Anna dan Andreas, ia sangat terkejut ketika Anna memasuki ruangan Dokter kandungan, Reyhan segera menghubungi dokter kandungan yang Anna tuju agar merekam semua pembicaraan mereka.


“Andreas, bisakah kamu di luar saja, aku mau berbicara sangat pribadi dengan dokter ini tentang wanita.” Anna menatap kepada Andreas.


Andreas tidak menjawab, ia hanya melihat kepada Anna dan duduk di kursi tunggu di luar ruangan bersama para bodyguardnya.


Anna membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam ruangan, ia melihat seorang wanita cantik tersenyum ramah kepada dirinya.


“Selamat Siang Nyonya Anna.” Sapa Dokter.


“Selamat Siang Dokter.” Anna tersenyum cantik.


‘Silahkan berbaring!” ucap dokter.


“Ah tidak perlu saya Cuma mau konsultasi saja.” Anna tersenyum.


“Oh, kalau begitu, silahkan duduk.” Dokter kandungan tersenyum.


“Untunglah anda seorang wanita.” Anna tersenym malu.


“Katakan saja keluhan Anda!” Ucap Dokter kandungan.


Anna menceritakan ia bermain di Disneyland Jepang bersama suaminya dan ketika dia kembali ke hotel ia melihat bercak darah di pakaian dalamnya.


“Aku kira sedang datang bulan, tetapi keesokan harinya bercak darah itu hilang, mungkin karena kondisi tubuh dan mental saya secara psikologi tidak baik.” Anna menunduk sedih.

__ADS_1


“Sebaiknya kita melakukan pemeriksaan agar dapat mengetahui apa yang terjadi pada tubuh kamu.” Ucap Dokter Kandungan meminta Anna untuk segera naik ke tempat tidur pasien.


“Apakah anda pernah berhubungan setelah bercak darah itu terlihat di pakaian dalam anda?” Tanya Dokter menyelidiki.


“Tidak Dokter, setelah malam itu saya terpisah dnegan suami saya, jadi kami tidak pernah berhubungan.” Jelas Anna yang membuat Dokter Kandungan tersenyum.


“Kapan terakhir Anda mentruasi?” Tanya Dokter.


“Aku tidak tahu, sepertinya dua bulan yang lalu dan selama aku bersama dengan suamiku, aku belum datang bulan hingga malam terakhir adanya bercak merah.” Jelas Anna mengingatkan.


“Apakah saya boleh melakukan pemeriksaan lebih detail pada diri anda karena anda mengatakan pernah terjadi pendarahan walaupun hanya sedikit?’ Tanya dokter kandungan.


“Tentu saja Dokter, lakukan yang terbaik, jika saya sakit itu dapat diketahui lebih cepat dan dapat saya tindaklanjuti.” Ucap Anna.


Dokter Kandungan memberikan pakaian ganti untuk Anna, agar ia mudah melakukan pemeriksaan pada tubuh Anna yang berhubungan dengan organ wanita.


Andreas terlihat gelisah menunggu Anna yang masih berada di dalam ruangan Dokter, ia beranjak dari kursi dan mondar – mandir di depan pintu seperti seorang ayah yang sedang menantikan kelahiran anaknya.


Anna cukup lama di dalam ruangan dokter kandungan, ia melakukan berbagai pemeriksaan hingga melakukan USG.


Dokter kandungan tersenyum melihat hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa Anna sedang hamil muda dan hampir saja keguguran karena kelelahan tetapi dengan kondisi tubuh Anna yang sehat dan kuat sehingga dapat mempertahankan kehamilannya.


Anna turun dari tempat tidur dan kembali duduk di kursi, ia menunggu hasil yang akan dijelaskan oleh dokter kandungan kepada dirinya tentang kondisi atau penyakit yang ia derita.


“Bagaimana Dokter?” Anna terlihat cemas, tetapi Dokter tersenyum.


“Selamat Nyonya Anna, Anda sedang hamil.” Tegas Dokter dan Anna hanya terdiam, ia merasa tidak percaya dengan yang dokter katakana.


“Dokter tidak sedang bercanda kan?” Anna menatap Dokter Kandungan.


“Saya serius, siapa nama ayah dari janin yang yang ada dlam rahim anda?” Tanya Dokter kandungan.


“Kenapa Anda menangis, apakah Anda terlalu bahagia?” Tanya dokter dan tersenyum.


“Aku tidak percaya, aku berhubungan dengan Hans hanya 2 kali.” Anna mengusap air matanya.


“Kenapa tidak, kondisi suami yang bagus dan istri yang sehat, walaupun hanya satu kali anda akan tetap hamil dan usia kehamilan anda sesuai dengan waktu anda berbulan madu, jadi langsung terjadi pembuahan setelah hubungan yang pertama sekali.” Jelas dokter secara detai melihat hasil laporan.


“Berapa usia kandungan saya Dok?” Tanya Anna.


“Memasuki 6 Minggu.” Dokter tersenyum, semua percakapan mereka terekam dan langsung tersimpang di ponsel Reyhan, Juanda da Hans.


Namun Hans belum bisa mendengarkan secara langsung karena ia masih berada di dalam pesawat terbang, sehingga ponselnya masih dimatikan.


Anna merebahkan kepalanya di atas meja dan menangis, air matanya terus tumpah membasahi lengan yang menjadi bantalan wajahnya.


Dokter beranjak dari kursinya dan mendekati Anna, ia menarik tangan Anna dan memberikan ketenangan kepada Anna dengan memeluk Anna.


“Tidak usah menangis ini adalah kabar gembira.” Dokter mengusap punggung Anna untuk menenangkan Anna yang sesegukan.


“Aku sangat sedih dia tidak bersama diriku untuk mendengarkan berita bahagia ini.” Ucap Anna.


“Suami Anda pasti mendengarkannya.” Ucap dokter tersenyum puas karena bisa membantu Reyhan menyelesaikan misinya.


“Terimakasih Dokter.” Anna melepaskan pelukannya.


“Anda harus memeriksakan kandungan setiap bulan, jangan stress dan makan – makanan yang baik untuk kesehatan anda dan janin.” Dokter memberikan buku dan hasil pemeriksaan.


“Terimakasih Dok.” Anna keluar dari ruangan Dokter kandungan dengan mata yang sembab karena terlalu lama menangis.

__ADS_1


“Anna kenapa kamu lama sekali dan kenapa kamu menangis, apa yang dokter itu lakukan kepada dirimu?” Andreas terus bertanya karena terlalu khawatir.


“Andreas, bolehkah aku pulang ke rumahku?” Anna menunduk.


“Kenapa, aku tidak mau ada orang jahat yang akan mencelakai dirimu.” Tegas Andreas.


“Dengar Andreas, aku hamil dan aku mau membesarkan anakku sendirian di rumah masa kecilku.” Tegas Anna.


Andreas terdiam, ia menatap Anna, otaknya kacau dan berusaha mencerna kalimat yang Anna ucapkan yang berarti Anna tidak menginginkan dirinya, walaupun tanpa Hans.


“Aku akan menjadi Ayah dari anak dalam kandunganmu.” Tegas Andreas.


“Aku mohon, izinkan aku melahirkan anakku, jika Hans tidak kembali setelah melahirkan, aku akan menikah dengan dirimu.” Janji Anna.


“Baiklah, jika Hans tidak kembali setelah kamu melahirkan anaknya, maka kamu dan anakmu menjadi milikku.” Andreas tersenyum.


“Dan aku juga tidak mengizinkan kamu tinggal sendirian dimanapun itu.” Tegas Andreas.


“Aku mau kembali kerumahku bersama Jenifer.” Ucap Anna.


“Baiklah tetapi aku akan meninggalkan pengawal di rumah kamu dan memasang kamera.” Andreas terseyum.


“Terserah yang penting aku kembali kerumahku.” Ucap Anna.


“Aku akanmengatarkan kamu pulang dan apakah aku boleh mampir?” Tanya Andreas dan Anna hanya mengangguk.


“Bisakah kamu kembalikan computer ku?” Tanya Anna.


“Tentu Jhonatan akan mengantarkan kerumah kamu.” Andreas menarik tangan Anna untuk segera masuk ke mobil.


Reyhan dan Juanda saling berpelukan dan menangis di ruangan Reyhan, mereka berduan sangat bahagia mendengar berita kehamilan Anna.


“Akhirnya pria tua itu mrndapatkan keturunan.” Ucap Reyhan.


“Apakah Hans sudah tua?” Juanda melepaskan pelukannya dari Reyhan.


“35 tahun cukup tua sedangkan Anna 25 tahun masih ranum.” Reyhan tertawa.


“Semoga perkataan kamu tidak terekam.” Ucap Juanda.


“Kenapa?” Tanya Reyhan khawatir.


“AKu yakin kamu akan segera di pecat jadi sepupu dan dokter pribadinya.” Juanda tersenyum.


“Jangan katakana kamu merekam semuanya.” Reyhan menatap Juanda.


“Aku di bayar mahal untuk pekerjaanku, sehingga aku sangat setia.” Juanda tersenyum.


“Aahh tidak.” Reyhan menepuk dahinya.


***


Semoga Suka, Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote, Terimakasih.


Baca juga Novelku “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


Love You All and Thanks For Reading.

__ADS_1


__ADS_2