
Seorang pria terus tersenyum sendiri menatap layar komputernya.
Melihat wanita cantik yang hanya berbalut handuk, menuruni tangga kristal.
"Aku sangat merindukan dirimu." Hans berbicara sendiri dan menyentuh layar komputer.
Ia memperbesar gambar dan terkejut melihat tubuh cantik dan seksi Anna penuh luka.
"Apa yang terjadi kepadanya?" Hans memperhatikan luka pada tubuh Anna.
"Anna, kamu membuat aku khawatir." Hans mengambil ponselnya untuk menghubungi Yuna.
"Halo Tuan Muda." Yuna menjawab panggilan.
"Apa yang terjadi pada Anna, kenapa tubuhnya penuh luka, apa dia kesakitan, dia menangis?" Hans terus menghujani Yuna dengan banyak pertanyaan, sehingga Yuna tidak bisa menjawabnya.
"Yuna, kenapa kamu tidak menjawab, aku membayar mahal untuk kamu bisa menjaga Anna." Hans emosi.
"Tuan Muda, bagaimana aku bisa memberi jawaban, Anda tidak berhenti berbicara." ucap Yuna kesal.
"Baiklah, Aku sangat mengkhawatirkan kekasihku." Ucap Hans dan mulai diam.
"Saya sudah katakan, Nona Anna melakukan pendakian, ia belum menguasai medan pendakian dan ia tertidur di puncak bukit hingga ia turun ketika hari sudah mulai gelap**." Jelas Yuna panjang lebar.
"Apa, Apa Anna seceroboh itu?" gumam Hans dalam hati.
"Nona Anna tidak menangis, lukanya hanya terasa perih, setelah di berikan obat akan segera sembuh." Lanjut Yuna.
"Hari ini helikopter pembawa bahan makanan dan obat akan datang ke pulau, Aku akan membelikan Obat terbaik untuk Anna agar lukanya tidak meninggalkan bekas,, kamu harus merawatnya dengan baik." tegas Hans.
"Baik Tuan Muda." jawab Yuna.
"Yuna, kamu berbicara dengan siapa?" Suara Anna membuat jantung Hans berdetak kencang.
"Tuan Muda." Jawab Yuna.
"Apa dia tidak ingin berbicara dengan diriku." Suara manja Anna begitu menggoda
Tangan Hans seakan gemetaran memegang ponselnya, rindu akan senyuman, canda dan tawa Anna.
"Tuan Muda, apa Anda mau berbicara dengan Nona Anna?" tanya Yuna.
"Katakan kepadanya Aku sangat mencintai dan merindukan dirinya." Hans segera mematikan ponselnya.
Ia menatap layar komputer live yang menampilkan Anna dan Yuna duduk di Sofa dan menikmati cemilan.
Anna menggunakan hot pan jeans sepaha berwarna biru langit dan tank top bewarna cream.
"Anna, Kita akan segera bersama selamanya." Hans memandang dan menyentuh Anna dari layar komputer.
"Nona Anna, Tuan muda hanya mengatakan dia mencintai dan merindukan Anda." ucap Yuna tersenyum.
"Hahaha." Anna tertawa terbahak - bahak hingga ia terbatuk.
Yuna memperhatikan Anna, ia merasa wanita di depannya terlihat aneh dan unik.
"Katakan kepadaku, siapa nama Tuan Muda kamu?" tanya Anna.
__ADS_1
"Anda bisa menebaknya." Yuna tersenyum.
"Hans Roberto." tebak Anna dan tersenyum.
"Selama ini Anda pura-pura tidak tahu." ucap Yuna tersenyum.
"Apa, benar Hans?" Anna meyakinkan dirinya.
"Ya, Ada berapa banyak kekasih anda Nona?" Yuna menatap Anna yang kembali tertawa terbahak-bahak.
"Tidak - tidak, tidak mungkin Hans." Anna berpikir.
"Benar Nona, nama Tuan Muda adalah Hans Roberto, pria dingin dan tidak Romantis." ucap Yuna tertawa.
"Apakah kamu sangat mengenalnya?" tanya Anna menyelidiki.
"Tentu saja, kami berteman bukan teman ia selalu membantu keluarga ku." Yuna tertunduk.
"Maksud kamu?" tanya Anna.
"Aku adalah wanita miskin yang harus terus sekolah untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak." Yuna mulai bercerita.
Hidup dari keluarga miskin, Yuna kuliah dengan beasiswa, tetapi ia sering terlambat datang ke kampus karena harus bekerja terlebih dahulu.
Akhirnya beasiswa Yuna dicabut, ia tidak bisa melanjutkan kuliah. Hans pemilik saham kampus dan Mahasiswa pintar, melihat Yuna yang memohon untuk dapat kuliah.
Hans mengikuti Yuna secara diam-diam, ia tahu kehidupan Yuna yang memprihatinkan.
Yuna tidak mempunyai Ayah, ia hidup bersama ibu dan dua orang adik yang masih kecil.
Ibu dan Yuna bekerja serabutan untuk menyambung hidup mereka, yang membuat Yuna selalu terlambat ke kampus.
Pria tampan dan kaya, tetapi tidak sombong, walaupun kamu tidak akan pernah melihat senyuman di wajahnya.
Yuna menyadari Hans bahkan tidak melihat wajahnya ketika berbicara.
Sejak saat itu Yuna mendapatkan bantuan dari Hans dan bekerja di rumah Hans sebagai pembantu.
Yuna hanya bisa memandang Hans dari jauh, karena setelah hari itu Hans tidak pernah lagi berbicara dengan Yuna.
Yuna menyelesaikan kuliahnya dan bekerja di cabang perusahaan Hans yang lain.
Ketika Hans membangun Villa, Yuna di minta menjaga Villa untuk sementara waktu.
Sehingga ketika Anna disembunyikan di Villa, ada Yuna yang menemaninya.
"Apakah kamu menyukai Hans?" tanya Anna.
"Anda sudah pernah menanyakan kepada saya." jawab Yuna.
"Jawab saja." ucap Anna tersenyum.
"Saya menghormati dan mengagumi Tuan Muda sebagai penolong saya." tegas Anna.
"Nona, menurut saya anda adalah cinta pertama Tuan Muda." ucap Yuna.
"Bagaimana dengan Veronika?" tanya Anna.
__ADS_1
"Anda mengenal Nona Veronika?" tanya Yuna.
"Aku telah menghapus rasa cintaku yang pernah ada walau hanya sebentar kepada Hans karena Veronika." Anna beranjak dari kursi dan berjalan ke kamar.
"Nona, Veronika bukan kekasih Tuan Muda." ucap Yuna menghentikan langkah kaki Anna.
"Tetapi Veronika mencintai Hans hingga menyakiti orang lain, seperti diriku dan Mama Riana." Anna melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga kristal yang indah.
Yuna memperhatikan wajah Anna yang tadi ceria terlihat sedih.
"Apa yang dilakukan Nona Veronika kepada Nona Anna?" Yuna berpikir.
Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, memandang langit-langit kamar.
"Kenapa semuanya jadi rumit?" Anna memejamkan matanya.
"Hans dan Andreas tentu aku lebih memilih Hans tetapi mereka berdua sama-sama akan menghancurkan diriku." ucap Anna.
"Apa yang harus aku lakukan, menjadi tawanan Cinta dua Pria ini." Anna memejamkan matanya.
"Diantara kalian berdua Aku tidak mau siapapun." Anna berteriak hingga mengejutkan Yuna.
Yuna berlari ke kamar Anna dengan perasaan khawatir.
"Ada apa Nona?" tanya Yuna memperhatikan Anna.
"Kenapa aku harus menjadi tawanan cinta mereka?"Anna menatap Yuna.
"Apa maksud Anda?" Yuna bingung.
"Aku tidak menginginkan Hans ataupun Andreas." Anna masih menatap Yuna.
"Anda tidak mencintai Tuan muda?" tanya Yuna.
"Tidak, aku tidak akan jatuh cinta kepada siapa pun." Anna beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela kaca mengarah ke lautan.
"Nona Anna, Anda sangat beruntung dicintai oleh Tuan Muda." Yuna mendekati Anna, ia sangat berharap mendapatkan cinta Hans walaupun ia tahu itu tidak mungkin dan Yuna sadar dirinya tidak pantas.
"Sejak aku bertemu dengan mereka hidupku berantakan." suara Anna meninggi.
Yuna bisa mendengarkan nada marah dan emosi yang berusaha Anna tahan.
"Apa yang dialami Nona Anna sehingga ia tidak ingin jatuh cinta?" Yuna berbicara di dalam hatinya.
"Apa yang akan Anda lakukan?" tanya Yuna.
"Aku akan menikmati tinggal di penjara yang Indah dan nyaman ini." Anna tersenyum dengan terpaksa.
Yuna memperhatikan Anna yang kembali menatap kosong pada lautan yang luas dan Indah.
"Aku harap Anda bisa jatuh cinta kepada Tuan Muda." Yuna berbicara di dalam hati dan berjalan keluar dari kamar Anna.
***********************************
Mohon dukungannya dengan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
"Cinta Untuk Dokter Nisa dan Nyanyian Takdir Aisyah"
❤️Love You All 💓 Thanks for Reading ♥️