Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Cinta Andreas


__ADS_3

Eiko duduk di ruang tamu Villa dan dua orang melaporkan Hans.


"Kenapa dia gagal membunuh Hans?" tanya Eiko.


"Tuan Hans memiliki kemampuan bela diri." jelas seorang.


"Kenapa anda mau membunuh Hans?" tanya assiten Eiko.


"Dia telah menghancurkan kerjasama diriku dengan Andreas, Hans telah menutup dua bisnis ku." Eiko mengepalkan tangannya.


"Bagaimana mungkin?" assisten tidak percaya.


"Andreas terlalu sibuk mencari Anna sehingga ia lupa dengan dua bisnis Kerjasama yang kami jalani." jelas Eiko.


"Hans menyebabkan kerugian yang besar pada diriku selain kehilangan bisnis aku juga kehilangan Andreas, mereka pasangan yang sangat serasi." Eiko tersenyum.


"Aku akan menghancurkan Hans dan Anna." Eiko berjalan menuju kamar Anna berada.


"Aku membenci kalian semuanya, aku benci kehidupan ini." air mata Anna terus mengalir.


Matanya bengkak, wajahnya sembab dan pucat, darah mengering di bibirnya.


"Anna, apa kamu suka dengan siksaan dariku." Eiko menyentuh wajah Anna.


"Kamu sama gilanya dengan Andreas, tidak waras!" ucap Anna pelan.


"Hahaha, kamu benar, aku menyukai kegilaan Andreas." ucap Eiko.


Terdengar tembakan di luar Villa dan perkelahian.


"Apa yang terjadi?"Eiko terkejut.


"Aku berharap kematian menjemput dirimu." ucap Anna.


"Sebelum aku mati, aku akan membunuh kamu." Eiko mencekik leher Anna.


"Lepaskan Anna!" Andreas menarik rambut Eiko dan melemparkan tubuhnya ke dinding.


"Aaarg." Eiko kesakitan.


"Kamu wanita gila, beraninya menyentuh Anna." Andreas menusuk jantung Eiko dengan samurai Jepang.


"Kematian saja tidak pantas untuk dirimu." Andreas menekan Samurai di dada Eiko.


"Andreas." Eiko kesakitan, ia melihat wajah tampan Andreas yang telah berubah menjadi iblis pembunuh.


Andreas membiarkan samurai tertancap di tubuh Eiko, ia mencekik leher Eiko dengan kedua tangannya.


"Tuan, selamat Nona Anna." Jhonatan menarik tangan Andreas.


"Anna." Andreas melepaskan Eiko dan mengambil kunci borgol dari tangan Jhonatan.


Andreas membuka borgol dari tangan Anna, mengendong Anna ke tempat tidur, menutupi tubuh Anna dengan selimut.


"Anna sayang bangun." Andreas menepuk pipi Anna dengan lembut.


"Semua karena dirimu, aku sangat membenci kamu Andreas, aku benci kamu." suara Anna semakin menghilang dan tidak sadarkan diri.


"Annnaaaaa." Andreas berteriak.


"Tidak Anna, kamu tidak boleh meninggalkan Aku, aku mencintaimu." Andreas menggendong Anna dengan selimut dan membawanya ke mobil.


"Habisi mereka semua tanpa sisa dan bakar Villa ini!" perintah Andreas dengan air mata yang telah membasahi wajahnya.

__ADS_1


Ia merasakan sakit ketika melihat Anna kesakitan dan semuanya karena dirinya.


"Baik Tuan." ucap Jhonatan.


Mobil Andreas melaju meninggalkan villa, menuju perubahan pribadi miliknya.


Anna berbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidur yang sangat besar dan nyaman.


Ruang kamar yang sangat luas dengan isi yang sangat lengkap.


Ia telah menghubungi beberapa Dokter terbaik untuk mengobati Anna.


Peralatan medis telah di pasangkan di tubuh Anna yang masih belum sadarkan diri.


"Bagaimana keadaan Anna?" tanya Andreas pada tim Dokter.


"Nona Anna hanya kekurangan cairan dan dehidrasi " jelas Dokter.


"Apa bekas luka di wajah dan tubuhnya bisa hilang?" tanya Andreas.


"Tentu saja Tuan, anda tidak perlu khawatir." dokter tersenyum.


Andreas duduk di samping Anna menunggu Anna membuka matanya.


"Tuan sebaiknya anda membersihkan diri dan mengganti pakaian." ucap Jhonatan.


"Aku mau menunggu Anna bangun." Andreas terus menatap wajah Anna.


"Apa anda mau Nona Anna melihat tubuh kotor dengan noda darah?" tanya Jhonatan.


Andreas melihat jasnya yang penuh dengan darah, ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Makanan telah tersedia di atas meja dengan bermacam menu.


Ia berjalan mendekati Anna yang masih tertidur dengan nyenyaknya.


"Anna, jika kamu terus berada di sisiku, semua ini tidak akan terjadi." Andreas mencium tangan Anna.


"Hans." Anna mengigau.


"Selama kamu bersama dirinya, ia telah mengisi hatimu." Andreas manatap Anna dengan tatapan sedih.


Andreas beranjak dari kursi dan berjalan keluar kamar.


"Jhon, tanya Tim Dokter, apakah Anna bisa di bawa pulang dengan jet!" perintah Andreas.


"Baik Tuan." Jhonatan segera menemui tim Dokter yang berada di ruang tengah.


Andreas Kembali ke kamar, ia berbaring di samping Anna.


"Maafkan Aku Anna, aku mencintaimu dari sejak kita bertemu, Aku terlalu mencintaimu." Andreas mengusap wajah Anna yang masih pucat.


Andreas tidur dengan memeluk Anna, ia tidak makan sejak datang ke Jepang.


Anna membuka matanya perlahan, ia merasakan seluruh tubuhnya sakit, dan sebuah tangan kekar berotot berada di atas perutnya.


"Hans." Anna menyentuh tangan Andreas.


"Anna, kamu sudah bangun." Andreas beranjak dari tempat tidur.


"Andreas." Anna melepaskan tangannya dan membuang wajahnya.


"Anna, Maafkan aku." Andreas memanggang pipi Anna agar melihat kearah dirinya.

__ADS_1


"Aku membenci dirimu, jangan pernah sentuh diriku." Anna menatap tajam kepada Andreas dan butiran bening mengalir membasahi tangan Andreas yang berada di pipi Anna.


Andreas melepaskan tangannya dari wajah Anna, ia merasakan sakit ketika melihat air mata yang mengalir di wajah Anna.


Anna segera membuang wajahnya, ia tidak mau melihat dan berbicara dengan Andreas.


"Anna, Apa kamu tahu, Eiko mau membunuh Hans karena Hans telah menghancurkan bisnis Eiko." jelas Andreas.


"Apa maksud kamu?" Anna kembali menatap Andreas.


"Hans telah mati." ucap Andreas menunduk.


"Kamu bohong, kamu bohong." Anna duduk dan berteriak.


"Aku tidak berbohong." Andreas mendekati Anna.


"Kamu bohong, kamu jahat." Anna menarik kerah kemeja putih Andreas dan memukul dada Andreas.


Andreas pasrah dengan perlakuan Anna yang meluapkan emosi dan kesedihannya.


"Katakan Hans masih hidup dan baik + Abik saja, katakan." Anna berteriak, menangis histeris hingga kembali pingsan.


"Anna, bangun Anna." Andreas khawatir.


"Dokter." Andreas berteriak hingga semua Dokter berlarian ke kamar.


"Ada apa Tuan?" tanya seorang Dokter.


"Kenapa dia pingsan lagi?" Andreas sangat khawatir.


"Nona Anna baik - baik saja, dia hanya kelelahan dan tubuhnya masih lemah." Dokter tersenyum.


"Baiklah." Andreas mengacak rambutnya.


"Kami permisi Tuan." Tim Dokter meninggalkan ruangan.


"Anna aku mohon, cobalah untuk mencintai diriku." Andreas mengusap kepala Anna.


"Aku selalu mengkhawatirkan dirimu ketika kamu jauh dariku, akan aku berikan seisi dunia ini untuk kamu." Andreas menggenggam tangan Anna dan menciumnya.


"Aku hanya menginginkan dirimu." Andreas menatap wajah Anna.


Terdengar ketukan pintu dan Andreas melihat Jhonatan.


"Ada apa?" Andreas menatap Jhonatan.


"Sebaiknya Anda makan Tuan, jika anda sakit siapa yang akan menjaga Nona Anna." ucap Jhonatan.


"Baiklah." Andreas beranjak dari kursi dan menuju meja yang dipenuhi banyak makanan.


"Tanyakan pada tim Dokter makanan yang baik untuk Anna." Andreas duduk di kursi dan menikmati makanan.


"Baiklah Tuan." Jhonatan tersenyum, ia bahagia karena akhirnya Andreas bisa bertemu dan Anna.


*****


Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Baca juga "Arsitek Cantik" dan "Cinta Bersemi di ujung Musim (Fitri Rahayu)"


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Terimakasih yang sudah memberikan Tips, Vote, Like dan Komentar 😘

__ADS_1


__ADS_2