Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
King of Andreas


__ADS_3

Hans pergi ke Paris, ia hanya berpikir Anna pasti kembali ke Mama Riana, Hans memilih sebuah hotel dekat dengan kantor Mama Riana.


Padahal ia punya apartement keluarga dan Veronika tinggal di sana.


Hans telah memilih kamar Hotel di lantai yang bisa melihat langsung ke perusahaan Mama Riana, Hans sangat yakin Anna bersama Mamanya.


Setelah beristirahat di kamar hotel satu hati Hans segera menuju perusahaan Mama Riana.


Hans tiba di perusahaan Mama Riana, ia berlari ke ruangan Riana dan berharap bertemu dengan Anna.


Mama Riana tidak terkejut dengan kedatangan Hans, karena Riana telah memprediksikannya.Hans pasti akan mencari Anna.


" Halo Hans apa kabar?" sapa Riana menyambut kedatangan Hans.


" Saya tidak baik Nyonya, saya kehilangan Putri Anda" Hans duduk di sofa tamu.


"Oh, Anna hanya butuh waktu sendiri" Riana tersenyum.


"Apakah Anna bersama Anda?" tanya Hans.


"Tidak, ia hanya memberitahu saya untuk pergi berlibur" ucap Riana.


" Kemana?" tanya Hans.


"Saya tidak tahu, Tunggulah dia di sana, dia pasti kembali ke rumahnya" jawab Riana.


"Aku sangat merindukan Anna" ucap Hans, Riana tersenyum melihat Hans.


Karena tidak mendapatkan informasi tentang Anna dari Mama Riana, Hans pamit kembali ke hotelnya.


Ia tidak berminat jalan-jalan karena hampir semua belahan dunia telah ia jelajahi. Hans hanya ingin menemukan Anna dan merajut kasih dari awal.


Hans terkejut melihat kamar hotel yang tidak terkunci, ia sungguh tidak percaya jika ada orang asing di kamarnya.


Otak Hans hanya bisa menebak sebuah nama, yang bisa melakukan hal gila.


"Veronika* pikirnya.


Hans masuk perlahan ke kamar hotel miliknya. Sebuah pelukan mengagetkan dirinya.


" Hans, Kenapa kamu tidak datang ke apartement milik kita" ucap Veronika manja, ia harus lebih agresif untuk mendapatkan Hans.


Yang ada dalam pikiran Veronika adalah menaiki ranjang Hans dan menyerahkan tubuhnya.


"Vero, bagaimana kamu tahu aku disini?" Hans berusaha melepaskan pelukan Veronika, tetapi tidak bisa karena Veronika mengunci tangannya.


"Hans, aku mencintaimu, aku ingin selalu berada di sisi kamu" Veronika membenamkan wajahnya di dada bidang Hans.


"Vero, aku hanya menganggap dirimu sebagai adikku" Hans tidak mungkin melepaskan tangan Veronika dengan kasar.


"Tapi kita bukan saudara" tegas Hans.


"Vero, aku mencintai Anna" tegas Hans, kalimat itu sangat menyakiti hati Veronika.


"Baiklah, malam ini aku mau kamu habiskan waktumu bersamaku" tegas Veronika.


"Vero, jangan keras kepala, katakan apa yang kamu inginkan tapi bukan diriku" Hans berusaha melepaskan tangan Veronika dari tubuhnya.

__ADS_1


"Hans, aku akan menyerahkan tubuhku kepada kamu, aku rela kamu menikmati diriku walau aku tidak bisa memiliki dirimu, aku rela jadi selingkuhan atau simpanan dirimu" suara Veronika terdengar sedih.


"Vero, kamu sedang kacau, bagaimana kita jalan-jalan, aku sudah lama tidak berkeliling" Hans berusaha mengalihkan pembicaraan.


Ia Lelaki normal, jika seorang wanita menyerahkan dirinya dan berlama-lama di dalam hotel, sang junior akan bangun dengan sendirinya, menahan hasrat akan sangat Menyiksa.


Wanita benar-benar sangat menggoda, dan mereka adalah penggoda yang dapat mengalahkan pria paling kuat sekalipun.


" Ayolah, kita berbelanja" Hans menarik tangan Veronika dan terpaksa mengikuti Hans.


Dengan menggunakan mobil Veronika, mereka menuju mall terbesar dan terkenal di kota mode.


Veronika menggandeng mesra tangan Hans, ia ingin mengatakan kepada Dunia Pria tampan dan sempurna seksi di sampingnya adalah kekasihnya.


Hans terpaksa menemani Veronika berjalan-jalan dan berbelanja, daripada ia harus bertahan di dalam kamar hotel, dan pertahanan itu mulai goyah, tidak ada pria yang bisa menolak keseksian tubuh seorang wanita.


Anna berjalan sendirian di mall, ia menggunakan mini dress sebatas lutut berwarna crem dan menggunakan rompi panjang hitam dengan motif bunga kecil di ujung lengan.


Berjalan bak model internasional, dengan sepatu kets, tidak mengurangi ketinggian Anna ketika bersanding dengan wanita yang menggunakan heels.


Rambut hitam bergelombang tergerai melewati bahu Anna hingga sampai ke pinggang, wanita cantik sempurna.


Ia tersenyum dan menyapa ramah kepada setiap orang yang melihatnya. Semua mata terkagum melihat wanita dengan rambut hitam berkilau dan kulit eksotis menggoda begitu halus.


Anna berjalan menuju bagian sepatu kets, ia sangat suka, dengan yang Model sederhana dan ringan di kaki.


Seorang pelayan toko mendekati Anna.


"Nona, apakah anda seorang Model?" tanya pelayan toko memperhatikan tubuh sempurna Anna.


"Wajah Anda mirip seseorang yang sangat familiar" ucap pelayan tokoh


"Benarkah" Anna fokus memilih sepatu.


Anna telah menarik Semua tabungan yang Mama berikan sejak ia masih bayi dan memindahkan ke rekening baru.


Anna sedang duduk di sofa bulat mencoba sepatu berwarna peach ia bisa melihat Hans sedang bergandengan mesra dengan Veronika.


Veronika menempelkan tangannya di dada Hans dan merebahkan kepalanya di lengan Kokoh dan kekar milik Hans.


"Kenapa Hans ada di sini? Apakah dia menyusul Veronika?" Anna turun dari sofa dan duduk di lantai agar tidak terlihat oleh Hans dan Veronika.


Anna memperhatikan Veronika terlihat bahagia dan Mencium pipi Hans.


"Keputusan yang benar dengan berpisah dari Hans" Anna tersenyum.


"Nona kenapa Anda duduk di lantai?" tanya pelayan toko.


"Ah, aku lebih nyaman di sini untuk mencoba sepatu" Anna tersenyum, sesekali ia melihat ke arah Hans dan Veronika.


"Aku harus pergi dari mall ini atau menunggu lagi?" pikir Anna


"Nona adakah pintu keluar terdekat dari sini?" tanya Anna.


"Ada, Anda lurus saja dari sini" jelas pelayan.


"Terimakasih, Tolong bungkus ini semua dan ini kartu saya" Anna menyerahkan beberapa pasang sepatu dan kartu kredit miliknya.

__ADS_1


Pelayan toko segera melakukan pembayaran untuk barang yang sudah di beli Anna.


"Terimakasih Nona" pelayan toko tersenyum, ia tidak menyangka wanita itu punya banyak uang dan selera tinggi, ia juga masih berpikir keras wajah yang sangat mirip dengan Anna.


Dengan sepatu kets membuat Anna mudah untuk berjalan cepat. Hans dan Veronika sedang memilih baju tidur, Hans melihat bayangan wanita mirip Anna yang terpantul dari cermin di depannya.


Hans memutar tubuhnya, ia bisa melihat wanita dengan gaya yang berbeda dengan Anna namun wajah mirip Berlari ke arah parkiran.


Hans Berlari mengejar Anna, ia merasakan keberadaan Anna begitu dekat.


Mobil mewah milik Mama Riana telah melaju meninggalkan parkiran.


" Anna" Teriak Hans mengejutkan orang sekitar tempat parkir.


" Aku yakin itu Anna" Hans mengacak rambutnya.


***


Andreas telah menyebarkan banyak anak buahnya untuk mencari Anna, dan tidak butuh waktu lama Andreas tahu keberadaan Anna di rumah minimalis milik Mama Riana.


"Sayang, wanita yang telah masuk dalam genggamanku tidak akan pernah bisa lepas ataupun lari dari diriku" Andreas tersenyum puas dengan hasil kerja anak buahnya.


Ia hanya butuh waktu dua Minggu untuk mendapatkan informasi tentang Anna, jika dua Minggu tidak berhasil maka anak buahnya akan di habiskan, karena keberhasilan menemukan Anna mereka mendapatkan bonus luar biasa.


"Jonathan Siapkan tiket dan hotel di Paris dengan lokasi terdekat dengan rumah ini" Andreas menatap layar komputer.


"Siap Tuan" Jonathan segera melaksanakan perintah Andreas.


"Tuan Kenapa Anda tidak menggunakan jet pribadi?" tanya Jonathan.


"Aku tidak mau kedatanganku diketahui orang" Andreas tersenyum mengerikan.


Jonathan telah mempersiapkan segala sesuatu keperluan Andreas dan mereka siap berangkat.


"Kamu tidak akan bisa lari Anna, berani bermain-main dengan diriku" Andreas menatap foto Anna di layar ponselnya.


***


**


*


Terimakasih


*


**


***


Thanks for Reading


kunjungi karya Author yang lain juga ..


Tinggalkan Like, komentar dan Vote


Love You Readers.

__ADS_1


__ADS_2