
Hans telah berpakaian rapi, ia mengambil ponsel yang terletak di atas berangkas, ia melihat sebuah pesan muncul di layar ponselnya.
Hans membuka dan membaca pesan dari Anna dan membuat Hans tergesa-gesa keluar kamar apartemennya. Ketika pintu terbuka seorang wanita cantik berpakaian seksi berdiri anggun di depan pintu.
" Veronika " Hans meratap Aneh melihat Veronika yang langsung mendorong tubuh Hans kesamping pintu dan menerobos masuk ke dalam kamar diikuti Hans
Veronika duduk di atas tempat tidur Hans dan memasang wajah cemberut.
" Vero, kenapa kamu kemari ?" tanya Hans berdiri jauh dari Veronika
" Aku menunggu kamu di rumah tapi kenapa kamu tidak pulang ?" tanya Veronika manja
" Sorry, aku sibuk, Sekarang keluarlah aku harus ke kantor " Hans membuka lebar pintu Apartemennya
Veronika beranjak dari tempat tidur dan memeluk Hans dari belakang.
" Hans, aku merindukan kamu " Hans beku di depan pintu, ia merasakan sentuhan Veronika yang menggoda.
" Vero lepaskan aku " Perintah Hans yang masih terpaku
" Tidak, aku mau kamu menghabiskan waktu bersama ku " Veronika mengeratkan pelukannya dan mengunci 10 jari tangannya.
" Baiklah, malam nanti aku akan pulang ke rumah, sekarang lepaskan aku " Veronika memiringkan kepalanya mendekatkan wajahnya ke wajah Hans
" Ya aku janji " Hans tersenyum Veronika melepaskan pelukannya dan pindah ke depan menghadap Hans, mencium pipi Hans dan berlalu.
" Aku tunggu kau di rumah, jangan membohongi ku dan jangan lupa hadiah untuk ku " Veronika tersenyum manja meninggalkan Hans
" Apa - apaan gadis itu, apa dia menggodaku ?" Hans mengusap wajahnya menyadarkan dari godaan wanita.
Hans segera mengunci pintu, masuk lift dan menuju parkiran, ia harus segera menyusul Anna, tak akan ia biarkan Andreas mengambil kesempatan untuk berduaan dengan Anna.
Hans memacunya mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi proyek. Tidak ada Anna ataupun Hans di sana, Ia berkeliling menggunakan mobilnya, ia tidak melihat mobil Andreas.
" Dimana mereka ?" Hans mengambil ponsel dari saku celana dan mencari kontak Anna yang berada paling atas dan menekan tombol panggilan.
Ia menunggu beberapa saat dengan rasa yang tak sabar dan cemas.
" hallo, ada apa pak ?" Suara lembut terdengar di seberang telepon
" kamu dimana ?" tanya Hans tegas
" Aku bersama Andreas berada di toko bangunan perusahaan Rowland " jawab Anna
" Tunggu aku di sana!" Hans mematikan ponselnya.
" Siapa ?" tanya Andreas
" Pak Hans " jawab Anna tersenyum
" Ooh, apa dia Suka mengikuti kamu?" tanya Andreas
" Kurasa tidak " jawab Anna singkat .
__ADS_1
Mereka berjalan mengelilingi Gudang Bahan bangunan.
Biasanya Andreas tidak pernah pergi ke tempat seperti ini, berdebu dan panas, ini pertama kalinya untuk Andreas, demi bisa menemani Anna, ia rela melakukannya.
Para pelayan toko dan manager kaget, dengan kedatangan Andreas.
" Apakah Toko ini juga milikmu ?" tanya Anna yang sibuk meneliti bahan - bahan.
" Iya tapi Jhonatan dan Laura yang mengurusnya, aku hanya tahu hasilnya saja " Andreas tertawa, Anna melihat ke arah Andreas.
" Tentu saja, kau adalah Bos perusahaan besar, mana mungkin mau ketempat seperti ini " Anna meledek Andreas
" Aku mau, buktinya aku menemani kamu " Andreas mendekati Anna memiringkan kepalanya tepat di depan wajah Anna.
" Baiklah, menyingkir dari hadapan ku, kamu menghalangi pandangan ku " Anna mendorong tubuh Andreas menjauhi dirinya dan Andreas kehilangan keseimbangan hingga hampir terjatuh.
Anna berusaha menarik tangan Andreas agar tidak terjatuh namun berat badan Andreas tidak sebanding dengan tubuh Anna hingga Anna ikut jatuh menimpa Andreas.
" Aww, " Andreas berteriak kesakitan para karyawan tidak berani mendekat mereka hanya menatap dari kejauhan karena Andreas telah berperan jangan mengikuti mereka.
Sakit di bagian punggung dan depan karena di timpa bidadari yang jatuh dari langit.
Mata Anna melotot tangannya tepat di atas dada Andreas, wajah mereka hanya berjalan beberapa centimeter, Anna panik.
" Tuan , apa kamu tak apa ?" tanya Anna yang masih berada di atas Andreas.
" tak apa " Andreas tersenyum
" Jika kamu masih lama di berada di atas ku aku khawatir akan terjadi sesuatu," pikir Andreas dalam hati.
Hans menarik tangan Anna yang kesulitan untuk berdiri.
" Apa yang kalian lakukan " Hans memegang tangan Anna menatap tajam dan penuh emosi.
Andreas berusaha berdiri, ia merasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Hans, aku membuat Andreas terjatuh, pasti Andreas kesakitan " ucap Anna
" Terjatuh, kalian berpelukan di tempat umum" Hans emosi menatap Anna
" Andreas, bagaimana keadaan Anda?" Anna berjalan mendekati Andreas dan Hans menarik tangan Anna
" Aku sudah katakan, murai hair ini kamu adalah pacarku " Hans memelototi Anna
" Apa kalian berpacaran ?" tanya Andreas
" Ya, dan jangan pernah berharap lebih dari Anna, kalian hanya hubungan kerja !" Hans
menatap tajam tajam Andreas.
Hans menarik tangan Anna menuju mobilnya.
" Tuan Andreas maafkan saya " Anna berlari mengikuti langkah Hans yang terus memegangi tangan Andreas.
__ADS_1
Sesampai di dekat mobil, Hans membuka pintu dan menyuruh Anna masuk. Anna hanya mengikuti saja perintah Hans.
Hans menutup pintu dan berjalan menuju pintu pengemudi, ia mengendarai mobil menuju kantornya.
Mereka diam tanpa berbicara.
" Ada apa dengan Hans, aneh sekali" pikir Anna yang melirik sekilas ke Hans yang fokus mengemudi.
Hans memarkirkan mobilnya, Anna membuka pintu dan keluar,
" Ikut aku ke ruangan ku !" perintah Hans ia menarik tangan Anna
" Lepaskan, aku bisa berjalan sendiri " Anna menarik tangannya
" kenapa ?" Hans menatap tajam
" Aku tidak mau karyawan perusahaan salah paham" ucap Anna, Hans berjalan diikuti Anna, memasuki lift bersama dan tiba di ruangan Hans.
Hans duduk di atas sofa panjang, Anna masih berdiri,
" duduk disini !" perintah Hans menunjuk kursi sofa di sampingnya.
Anna duduk paling ujung dari sofa. Ia diam menunggu Hans berbicara. Hans menatap Anna.
" Kenapa kamu ikut Andreas ke toko bangunan ?" tanya Hans
" Aku sudah janji untuk memilih bahan terbaik " jelas Anna
" kenapa hanya berdua dimana Jhonatan Atua Laura ?"
" Aku tidak tahu " Anna menyenderkan tubuhnya ke kursi, ia terkejut Hans yang sudah berada di depannya, Meletakkan kedua tangannya di kepala kursi hingga wajahnya dengan wajah Anna berdekatan.
" Udah aku katakan, Kamu adalah kekasih ku , jangan dekat- dekat dengan pria lain, apalagi sampai berpelukan seperti tadi !" Mata Hans merah.
Terdengar ketukan pintu, Juanda masuk. Anna mendorong tubuh Hans menjauh darinya.
Hans terduduk di sofa depan.
" Maaf Tuan saya tidak tahu anda akan datang ke kantor " Juanda mendekat, terkejut ketika melihat Anna yang duduk di sofa dan mendapatkan tatapan mematikan dari Hans.
" Saya permisi Tuan " Anna bergegas keluar dari ruangan, tanpa jawaban dari Hans dan Juanda.
" Maafkan saya Bos " Juanda mulai khawatir
" keluar " teriak Hans.
Juanda segera keluar ruangan dengan tergesa-gesa.
Hans melempar Juanda dengan bantal kursi.
🤗 thanks for Reading 😊
Dukung terus Author dengan tinggalkan komentar like n Vote, Terimakasih 🤗
__ADS_1
💓 love you readers 💓