Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Playboy


__ADS_3

Anna memperhatikan Andreas yang memegang perutnya, ia kelaparan seharian belum makan, kejar - kejaran dengan Anna.


"Ya Tuhan, pria ini aneh" gumam Anna, ingin rasanya ia tidak peduli dengan Andreas.


"Apa kamu lapar?" tanya Anna.


"Ya, aku belum makan dari pagi karena mencari dirimu" jawab Andreas kesal.


"Bodoh" ucap Anna.


"Bisakah kamu menemani diriku makan?" Andreas memelas.


"Tidak mau?" jawab Anna ketus.


"Perut Aku sangat sakit, Aku kelaparan" Andreas memegang perutnya.


"Tidak usah bercanda" Anna kembali ke ruang ganti dan memilih pakaian kasual.


Anna mengganti gaun dengan celana berbahan katun dan kemeja panjang, terlihat biasa tetapi harganya luar biasa.


"Andreas, aku mau pulang" ucap Anna berjalan mendekati Andreas yang berbaring di Sofa.


"Hey, apa yang kamu lakukan, hari sudah petang" Anna memerhatikan Andreas yang terpejam.


Andreas hanya diam, ia memeluk perutnya.


"Andreas, kamu jangan menakuti diriku" Anna berjalan mendekati Andreas dan menyentuh tangan Andreas.


Tubuh Andreas tidak bergerak.


"Andreas, apa yang terjadi pada kamu?" Anna menggoyangkan tubuh Andreas khawatir


Anna meraba tubuh Andreas untuk mencari ponsel agar ia bisa menghubungi Jonathan.


Andreas menarik tubuh Anna hingga terjatuh di atas tubuh Andreas.


"Apa yang kamu lakukan dengan meraba tubuh seksi ku, apa kamu sedang menggoda diriku?" Andreas mengunci pinggang Anna dengan kedua tangannya.


"Ini tidak lucu, lepaskan Aku!" bentak Anna berusaha melepaskan diri.


"Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu" Andreas tersenyum.


"Aku mau pulang ke rumah Kakek" ucap Anna kesal.


"Jangan bergerak adik kecilku bisa mengeras" Andreas tersenyum nakal.


Anna bingung, ia memperhatikan wajah Andreas dengan senyuman aneh.


Anna merasakan sesuatu mengganjal di bawahnya.


"Aaaaa" Anna berteriak mengejutkan Andreas dan para karyawan.


Andreas melepaskan pelukannya hingga Anna menjauh.


"Ada apa Nyonya?" tanya seorang pelayan yang khawatir.


Anna tidak menjawab, ia melihat Andreas dengan tatapan mengerikan.


"Masukan semua belanjaan ke dalam mobil!" perintah Andreas pada karyawannya.


"Baik Tuan" ucap karyawati dan segera melaksanakan perintah Andreas.


"Kamu akan ikut ke rumahku" ucap Andreas mendekati Anna.


"Jangan mendekat" ucap Anna.


"Kenapa? Kamu adalah calon istriku, aku akan memberikan semuanya kepada dirimu" Andreas berbisik di telinga Anna dan meniupkan nafas hangat dari mulutnya.


Anna bergidik, merinding seluruh tubuhnya, ingin rasanya Anna kembali berteriak.


Andreas menarik tangan Anna menuju mobil.

__ADS_1


"Aku telah mengundang keluarga kamu, mereka akan datang malam ini pukul 8" Andreas tersenyum dan menjalankan mobilnya.


"Bisakah aku pulang ke rumah ku?" suara Anna lembut.


"Tidak" ucap Andreas.


"Kenapa?" suara Anna kembali meninggi.


"Aku tidak mau para pria itu datang menemui dirimu" Andreas tersenyum.


"Mereka bisa saja melakukan hal yang sama seperti diriku dengan menculik dan menyembunyikan dirimu" tegas Andreas.


Anna merebahkan tubuhnya di kursi dan membuang pandangannya ke arah pinggiran jalan.


Andreas melirik Anna dan tersenyum.


"Semuanya akan menjadi milikku" gumam Andreas.


Mobil terus melaju menuju sebuah rumah besar dan mewah bagaikan hotel berbintang.


Anna melirik rumah itu biasa saja, karena ia tidak perduli dengan kekayaan seseorang.


Terbiasa hidup susah tidak pernah membuat Anna berpikir terlalu jauh.


Anna hanya ingin membahagiakan Kakek dan Nenek, tetapi kini orang yang paling ia cintai telah tiada.


Andreas turun dari mobil dan membuka pintu untuk Anna.


"Apa kamu tidak mau turun?" tanya Andreas.


"Andai bisa Aku tidak pernah mau ikut dirimu" ucap Anna keluar dari mobil.


"Aku tidak perduli dengan perlakuan dirimu kepada diriku, selama kamu adalah milikku" Andreas tersenyum melihat Anna.


Andreas menarik tangan Anna dan menggenggamnya erat.


"Aku tidak mau bersandiwara di depan orang tuamu" ucap Anna kesal.


Laura telah berdiri di depan pintu dan memperhatikan perdebatan Anna dan Andreas.


"Aku tahu Andreas akan memaksa Anna" Laura menarik nafas panjang dan membuangnya.


"Hai Anna" Sapa Laura memeluk Anna.


Andreas berjalan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Anna bersama Laura.


Anna melirik Andreas dan melihat Laura tanpa ekspresi, ia berpikir apakah Laura tahu jika Andreas telah memaksa dirinya.


"Anna, kemarilah" Laura menarik tangan Anna yang mengikutinya dengan malas.


Laura membawa Anna ke sebuah kamar yang cukup Indah, mewah dan besar, lengkap dengan isinya.


"Ini kamar untuk dirimu" ucap Laura.


Anna duduk di Sofa, ia tidak memperdulikan ucapan Laura dan tidak memperhatikan isi kamar.


Menyadari Anna yang tidak berminat dengan penjelasan dirinya, Laura berjalan mendekati Anna.


"Apa kamu membenci diriku?" tanya Laura pada Anna yang duduk di Sofa empuk.


"Kenapa aku harus membenci dirimu?" Anna tersenyum.


"Apa kamu membenci Andreas?" tanya Laura lagi.


Anna hanya terdiam, mungkin ada rasa benci di hati Anna dengan sikap pemaksaannya Andreas dan tidak memperdulikan perasaan orang lain.


"Anna, Andreas mencintai dirimu" Laura menyentuh lembut pipi Anna.


"Dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Laura.


"Mungkin Andreas, hanya ingin mendapatkan diriku setelah bosan ia akan mencampakkan aku" Anna tersenyum kepada Laura.

__ADS_1


"Kenapa kamu berkata seperti itu?" ucap Laura.


"Tidak mungkin kamu tidak tahu dengan sikap Playboy Andreas yang suka gonta-ganti pasangan" Anna tersenyum kecut.


Laura hanya bisa terdiam, yang dikatakan Anna benar, bahkan Andreas menjalin hubungan dengan beberapa aktris dan model Dunia.


"Tentu saja, cacing di dalam tanah saja tahu tentang kelakuan Andreas" Anna beranjak dari kursi dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Laura memperhatikan Anna yang sangat jujur dan tidak pernah bersandiwara.


Siapa yang akan percaya Andreas benar-benar cinta pada Anna, ia terbiasa mengatakan kata cinta pada semua wanita.


"Aku mau tidur" ucap Anna lelah dengan hari yang in jalani.


Laura keluar dari kamar dan menutup pintu, berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah.


Andreas sedang makan buah-buahan, ia telah terlambat makan siang.


"Apa yang kamu lakukan pada Anna?" tanya Laura pada Andreas.


"Apa? Aku mencintai Anna dan ingin memilikinya" ucap Andreas.


"Kamu mencintai atau hanya terobsesi karena penolakan Anna yang tidak pernah kamu rasakan?" Laura menyelidiki.


"Keduanya" Andreas tersenyum.


"Aku mencintai dan terobsesi" tegas Andreas.


"Anna tidak mencintai kamu" ucap Laura.


"Aku tidak perduli, karena aku hanya menginginkan yang aku inginkan" tegas Andreas.


"Akankah kamu mencampakkan Anna seperti kekasihmu lainnya?" Laura menatap Andreas.


"Aku akan menikahi Anna dan memberikan semua yang ia minta kecuali kebebasan" Andreas tersenyum puas.


"Selama ia jadi milikku, akan kuberikan semua milikku untuk Anna" Andreas melahap habis buah di depannya.


Laura hanya menggelengkan kepalanya, sikap manja dan pemaksa Andreas tidak pernah hilang.


"Ah, apa kamu sudah mendandani Anna untuk makan malam?" Tanya Andreas bersemangat.


"Anna tidak berminat, ia tidur" ucap Laura duduk di depan Andreas.


"Aku akan memaksanya" Andreas beranjak dari kursinya.


"Biarkan ia istirahat sebentar, aku akan mendandaninya pukul 6 nanti" tegas Laura.


"Baiklah" Andreas melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya yang paling ujung.


Laura menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berat.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu tinggalkan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊

__ADS_1


__ADS_2