Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Pertunangan


__ADS_3

Anna sangat cantik dan semakin cantik dengan polesan makeup natural dipadu padankan gaun indah dan mewah.


Terdengar ketukan pintu, seorang pelayan menyapa Laura untuk segera turun bersama Anna.


Laura dan Anna saling bertatapan, ada pancaran kesedihan di mata Laura.


Anna beranjak dari kursi dan segera berjalan menuju pintu menuruni tangga.


Ruangan sangat ramai, ada banyak makanan dan tamu.


Anna terdiam membeku di ujung anak tangga, ia mengira benar - benar hanya makan malam keluarga dan bukan sebuah pesta.


Anna mengepalkan tangannya, dia benar-benar ditipu Andreas, dengan rencana tidak terduga.


Andreas berjalan menuruni tangga, dan memeluk pinggang Anna.


"Apa kamu suka dengan pesta makan malam ini?" bisik Andreas di telinga Anna.


Anna melepaskan pelukan Andreas dan mendorongnya.


"Apa yang kamu rencanakan?" Anna menatap tajam kepada Andreas, ia semakin benci.


"Kamu sangat cantik Sayang." Andreas tersenyum memperhatikan Anna dari atas hingga ke bawah.


"Aku tidak mau menikah dengan dirimu." tegas Anna.


"Anna Sayang, Aku tidak punya kesabaran yang tinggi." Andreas menyerahkan ponselnya kepada Anna.


"Apa ini?" tanya Anna bingung.


"Bukalah, kamu bisa melihat perkembangan perusahaan Harry dan Papa Hendrick." Andreas tersenyum.


Sebuah grafik menampilkan kerugian perusahaan Hendrick dalam satu hari, perusahaan akan bangkrut.


Salah satu perusahaan yang dapat menyelamatkan perusahaan Hendrick adalah Andreas.


"Kenapa kamu menghancurkan mereka?" Air mata Anna mengalir, ia tidak bisa membayangkan, kehancuran Papa Hendrick.


"Anna Sayang, sudah aku katakan aku akan menghukum dirimu." Andreas memegang dagu Anna dan mengeringkan air mata Anna dengan tisu.


"Andreas, aku bertemu mereka belum satu tahun, dan kamu menjadikan diriku penghancur keluargaku." Anna menepis tangan Andreas.


"Anna Sayang menurut lah, kamu adalah Dewi kehancuran dan penyelamat keluargamu, Aku mau kamu bersikap manis seperti pertama kalinya kita bertemu." Andreas mengandeng tangan Anna menuju tempat pesta.


Laura terdiam melihat Andreas yang mengancam Anna, ia merasakan sesak di dadanya.


"Andreas, kenapa kamu seperti ini?" gumam Laura berjalan perlahan menuruni tangga.


"Tersenyumlah!" bisik Andreas, tetapi Anna tidak perduli.


Anna mencari Mama Riana dan Papa Hendrick. Ada banyak tamu undangan yang tidak Anna kenal.


"Bersabarlah keluarga kamu pasti akan datang." Andreas menarik paksa tangan Anna bertemu dengan Papa dan Mamanya.


"Malam Pa ,Ma." sapa Andreas.


"Andreas Sayang, anak Mama." wanita cantik dan seksi memeluk dan mencium dahi Andreas.


"Halo, jagoan Papa, akhirnya pesawat kamu mendarat." Papa memberikan tinju pada perut Andreas.


"OMG, Kamu sangat cantik, lihat tubuh proporsional melebihi seorang model, wajah kamu mirip seseorang." Mama Andreas menyentuh pipi Anna.


"Tentu saja Mama kenal, dia putri seorang desainer ternama, Riana Emilia." Andreas tersenyum puas.


"Ya Tuhan, benarkah, dimana Mama kamu?" Mama Andreas terlihat sangat bahagia, ia memeluk Anna yang tidak membalas pelukannya.


Anna hanya terdiam melihat Mama Andreas dan melirik sekilas pada Papa Andreas.


"Anna." Teriak Mama Riana.


"Mama." Anna berlari dan memeluk Mama Riana.


"Bagaimana keadaan Sayang?" tanya Mama Riana khawatir.


"Ma, Apa yang terjadi pada perusahaan Papa?" tanya Anna khawatir.


"Andreas berjanji akan mengembalikan perusahaan Papa setelah acara pertunangan kalian." ucap Mama Riana.


"Maafkan Anna Ma." ucap Anna sedih.


"Sudahlah Sayang." Mama Riana mengusap lembut punggung Anna.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik." Mama Riana menghibur Anna.


"Nona Riana." sapa Mama Andreas.


"Ya." Mama Riana melihat Mama Andreas.


"Ya Tuhan, kamu benar Riana, perkenalan saya Wilma, Mama Andreas, saya sangat mengagumi dirimu, semua pakaian saya adalah hasil rancangan Anda." Nyonya Wilma sangat bersemangat.


"Nona Riana Putri kamu sangat cantik, apakah dia seorang Model?" tanya Nyonya Wilma menggenggam tangan Riana.


"Mama, Aku tidak akan mengizinkan calon istriku jadi model karena kecantikannya hanya untuk diriku." Andreas tersenyum dan memeluk pinggang Anna.


Anna sangat risih dan berusaha melepaskan tangan Andreas.


"Jangan melawan, Setelah menghancurkan perusahaan Papa mu aku juga bisa menghancurkan karir Mama kamu." bisik Andreas di telinga Anna.


Anna terdiam dan pasrah pada perlakuan Andreas.


"Aku mau bertemu dengan Jenifer dan Papa Hendrick." ucap Anna lembut menahan emosi.


"Aku akan menemani dirimu Sayang." ucap Andreas menggandeng mesra tangan Anna yang hanya bisa pasrah.


"Halo, Jenifer senang bertemu dengan dirimu lagi." Andreas tersenyum.


Anna melepaskan tangan Andreas dan memeluk Jenifer.


"Apa kabar gadis nakal?" Jenifer mengusap punggung Anna lembut.


"Aku sangat buruk." bisik Anna pelan.


"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Jenifer pelan.


"Entahlah." Anna melepaskan pelukannya.


"Aku mau bertemu dengan Papa dan Kak Harry." Anna berjalan meninggalkan Jenifer.


Andreas menarik tangan Anna hingga jatuh pada pelukannya.


"Jangan pernah jauh dariku." bisik Andreas.


Anna hanya diam, ia tidak mau membantah Andreas, Karena ada banyak resiko yang ia tanggung.


"Pa, maafkan Anna." Anna memeluk Papa Hendrick.


"Maafkan Papa tidak bisa melindungi dirimu." ucap Papa.


Anna melepaskan pelukan Papa Hendrick dan memeluk Harry.


"Maafkan aku kak." belum lama Anna memeluk Harry, ia telah ditarik Andreas.


"Acara akan segera di mulai." ucap Andreas menarik tangan Anna ke tengah-tengah para tamu undangan.


"Mohon perhatian semuanya." ucap Laura sehingga semua tamu undangan memperhatikan Anna dan Andreas.


"Hari ini adalah pertunangan Andreas Andriano putra dari Tuan Andriano dengan Hana Mariana putri dari Tuan Hendrick." jelas Laura.


Anna menatap Andreas, ia tahu inilah yang akan Andreas lakukan.


"Pernikahan akan segera di laksanakan dalam waktu dekat." ucap Laura lagi.


Tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, rekan bisnis Andreas dan para keluarga.


Andreas mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan membukanya, sebuah cincin berlian begitu cantik.


Anna hanya terdiam melihat Andreas yang telah membungkukkan tubuhnya meminta tangan Anna dengan lembut dan tersenyum tampan.


Andreas mengambil tangan Anna yang hanya terdiam.


"Hentikan!" teriak Hans dan berlari menarik Anna.


"Hans, apa yang kamu lakukan?" Anna melihat kearah Hans.


"Anna, kamu bisa menolak pertunangan ini." Hans menatap wajah cantik Anna dan terhipnotis.


Andreas menarik tangan Anna dengan kasar, ia benar-benar cemburu melihat Hans menyentuh dan memandang Anna.


"Anna setuju dengan pertunangan dan pernikahan kami." Andreas memelototi Hans.


"Kamu memaksa dan mengancam Anna." bentak Hans.


"Katakan Anna, katakan kamu tidak menginginkan pertunangan ini." Hans menatap sedih pada Anna.

__ADS_1


Anna melihat Papa Hendrick, Harry dan Mama Riana.


Semua terdiam menyaksikan sandiwara percintaan di depan mereka.


"Katakan Anna!" bisik Andreas di telinga Anna.


"Maaf Hans, aku menerima pertunangan ini." Anna menunduk.


"Tidak Anna, Andreas telah mengancam dirimu." Hans berteriak.


Juanda dan Laura menarik Hans menjauh dari Anna dan Andreas.


Anna menunduk air matanya mengalir membasahi pipinya.


Andreas telah menyiapkan saputangan, ia tahu Anna akan sering menangis.


"Aku mencintaimu Anna, akan aku berikan kebahagiaan untuk dirimu." Bisik Andreas di telinga Anna dan mencium pipi Anna.


Cincin pertunangan telah dipasangkan pada jari manis Anna, pesta berlanjut.


Andreas tidak melepaskan genggaman erat tangannya membuat Anna risih dan tertekan.


Pesta telah selesai, Anna memberikan pelukan perpisahan kepada keluarganya. Mama Andreas sangat menyukai Anna.


Semua tamu undangan telah pulang, bahkan Laura ikut bersama Papa dan Mama Andreas.


Rumah kembali sepi, hanya ada para pelayan, petugas kemanan, Andreas, Jonathan dan Anna.


Anna duduk di bangku taman, memikirkan rencana kehidupan selanjutnya.


"Anna Sayang." Andreas memeluk Anna dari belakang.


Anna menolak dan menghindar, ia segera berdiri dan menjauh dari Andreas.


Andreas menatap tajam pada Anna dan berjalan mendekat.


Anna mundur ke hingga langkahnya terhenti di dinding taman.


"Apa kamu tahu Anna, Aku sangat membenci penolakan." Andreas mencengkram tangan Anna dan menguncinya didinding.


Anna menatap tajam pada Andreas, tatapan penuh kebencian.


"Kamu menolak diriku bahkan sebelum kita bertemu." Andreas berbisik di telinga Anna memberikan tiupan hangat.


"Sejak saat itu aku teruskan mencari dirimu." Andreas mencium aroma tubuh Anna.


"Lepaskan aku, kamu menyakiti diriku." Anna meronta berusaha mendorong tubuh kekar Andreas.


Andreas menarik tangan Anna dan mendorongnya ke kursi, hingga Anna terduduk.


"Pertama kamu menolak panggilan dari perusahaan ku, kedua kamu menolak cintaku, ketiga kamu menolak lamaran, keempat kamu menolak ciuman ku, kamu harus membayar mahal semua penolakan itu" Andreas mendekatkan wajahnya di leher Anna yang jenjang.


Mencium lembut dan memberikan tanda merah.


Anna memejamkan matanya, butiran bening kembali mengalir melewati pipi mulusnya.


"Aku akan membahagiakan dirimu, akan aku berikan semua yang kamu minta, termasuk sebuah perusahaan Arsitektur." Andreas mengusap air mata Anna.


"Nikmati hari - hari dirimu bersama cintaku." Andreas mencium dahi Anna dan berjalan meninggalkan Anna sendirian, ia segera menghubungi Tim perusahaan untuk mengembalikan keadaan perusahaan Papa Hendrick.


Anna memejamkan matanya, ia benci dengan takdir yang ia jalani saat ini.


***


**


*


Terimakasih


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊

__ADS_1


__ADS_2