Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Mama Kandung Hengky


__ADS_3

Anna kesal dengan Hans, seakan menuduh dirinya sudah tidak perawan lagi, Anna masuk kamar membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan piyama atasan tanpa lengan dan celana sepaha, ia duduk di ayunan depan rumah menikmati sejuknya angin malam.


Ponsel Anna berdering.


" Hengky" gumam Anna dan menerima panggilan dari Hengky.


" Hallo Anna, apa aku boleh mampir ke rumah kamu" suara lembut Hengky terdengar.


" Tentu saja, aku sedang butuh teman bicara" jawab Anna tersenyum.


Hengky berjalan dari pintu pagar mendekati Anna dengan ponsel masih terhubung, ia tersenyum manis dengan wajah lembut dan teduh.


" Hengky" Anna mematikan ponselnya.


" Sejak kapan kamu di situ?" Anna berdiri menyambut kedatangan Hengky.


" Aku hanya lewat dan melihat kamu melamun sendirian " Hengky duduk di samping Anna.


Hengky adalah Pria sabar dan tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada Anna.


" Hengky, aku ingin bertanya bagaimana kita bukan saudara?" tanya Anna memperhatikan Hengky.


" Karena Aku bukan anak Papa Hendrick dan Mama Lusiana" Hengky tersenyum dan menyenderkan tubuhnya pada kursi ayunan.


" Ooh, aku pikir kita saudara" Anna ikut menyenderkan tubuhnya, Anna Selalu merasa nyaman dekat dengan Hengky.


Hengky mengusap rambut Anna.


" Aku adalah anak dari Adik Mama Lusiana" suara Hengky tertahan.


" Ceritakan kepadaku, aku akan mendengarkan dirimu" Anna menggenggam tangan Hengky.


" Aku menyimpan rapat rahasia ini, tidak ada yang tahu bahwa diriku bukan anak Mama Lusiana dan Papa Hendrick" Hengky menatap Anna.


" Tapi aku ingin kamu tahu bahwa kita bukan saudara, jadi aku tetap bisa mencintai dirimu" Hengky menatap wajah Anna.


" Sebenarnya di antara ketiga pria aku lebih memilih dirimu tapi aku menerima Hans karena aku mengira kita adalah saudara" Suara hati Anna penuh penyesalan.


" Anna, aku selalu mencintaimu dari pertama kita bertemu hingga saat ini" Hengky menatap langit ia tidak ingin memberikan tekanan pada Anna.


" Aku tahu, Aku senang kamu selalu berada di sisiku" Tanpa sadar Anna merebahkan kepalanya di pundak Hengky.


Hengky mengusap rambut Anna yang tergerai melewati pundaknya.


" Bagaimana kabar Kakek?" Hengky mengalihkan topik pembicaraan.


" Besok aku akan menemani kakek ke rumah sakit" Anna tersenyum


" Apa kamu mau Aku temani?" tanya Hengky dan Anna mengangguk.


" Katakan kepada ku jika kamu butuh sesuatu, jika kamu tidak bisa menjadikan aku kekasih, kamu bisa menganggap diriku sebagai teman atau kakak" Hengky tersenyum.

__ADS_1


" Asalkan aku bisa terus bersama dirimu dan melihat kamu bahagia itu cukup untuk diriku" lanjut Hengky tersenyum lembut.


Kalimat itu cukup menyesakkan dada Anna, ia benar-benar dilema, Hans yang terlanjur jadi kekasihnya, King yang Selalu mengancamnya dan Andreas.


Namun Anna merasa nyaman berada di samping Hengky, mungkin karena mereka sudah lama kenal.


Anna dan Hengky menikmati malam di ayunan menatap langit malam yang indah di hiasi ribuan bintang.


" Hengky, ceritakan tentang dirimu" Anna menatap wajah Hengky.


" Kamu ingin mendengarkannya?" tanya Hengky menyakinkan dan Anna mengangguk semangat.


" Baiklah, janji ini rahasia" Hengky memberikan jari kelingkingnya dan disambut Anna, Mereka mengaitkan jari kelingking dan mempertemukan ibu jari.


" Janji " jawab Anna tersenyum.


Hengky mulai bercerita.


Hengky lahir dari seorang wanita bernama Selena adik dari sepupu Lusiana.


Selena adalah seorang model, aktris terkenal, ia hamil di luar nikah, yang hingga kini Hengky tidak tahu siapa ayahnya. Selena masih berada di lingkungan Dunia hiburan, walaupun usianya tidak muda lagi, namun ia masih tetap melebarkan sayapnya di dunia akting dan modeling.


Selena menyembunyikan kehamilannya hingga melahirkan Hengky yang langsung ia berikan kepada Lusiana.


Selena sering menghubungi Lusiana dan menanyakan kabar Hengky, ia juga selalu mengirimkan uang setiap bulan untuk keperluan Hengky, namun ia tidak pernah bertemu dengan Hengky.


Hingga Hengky remaja barulah Mama Lusiana mempertemukan Hengky dan ibu kandungnya Selena.


Hanya sekali itu saja, setelah itu Hengky tidak mau lagi bertemu dengan Selena, bahkan ia tidak mau menerima panggilan telepon dari Selena.


Anna dapat melihat raut kesedihan dan kekecewaan di wajah Hengky, ia berpikir hidupnya lebih buruk dari Hengky tapi setelah mendengar kisah hidup Hengky, Anna masih bersyukur ia mengenal Ayah dan ibunya yang saling mencintai.


Anna memberikan pelukan kepada Hengky, ia dapat merasakan kesedihan dan kepedihan di relung hati Hengky.


" Jangan membenci Ibumu, ia pasti punya alasan untuk tidak memberitahukan dirimu tentang ayahmu" Anna menepuk lembut punggung Hengky.


" Aku tidak ingin bertemu dengan Ibuku" suara Hengky terdengar serak.


" Aku janji akan menemani dirimu jika ingin bertemu dengan ibumu" Anna melepaskan pelukannya dan menatap mata merah Hengky.


" Janji" Hengky menyakinkan diri.


" Ya , aku berjanji, kita akan mengetahui siapa Ayahmu suatu hari nanti" Anna tersenyum memberikan kekuatan pada Hengky.


" Apa kamu ingin mengetahui Ayahmu?" tanya Anna dan Hengky mengangguk.


Mereka berdua tersenyum.


" Sudah larut aku akan kembali ke rumah" Hengky beranjak dari ayunan.


" Apakah kamu baik-baik saja?" Anna melihat Hengky.

__ADS_1


" Tentu saja, bersamaan dirimu selalu membuat diriku merasa lebih baik" Hengky tersenyum dan berjalan menuju mobilnya.


" Syukurlah" Anna tersenyum


Anna melambaikan tangannya kepada Hengky yang mulai menjauh dari rumah Anna dan hilang dari pandangan.


Anna menarik nafas panjang dan membuangnya, cerita Hengky seakan memberikan rasa sesak di dada Anna.


Pria itu bisa terlihat tenang menyembunyikan Semua rahasia tentang dirinya. Masa lalu yang menyakitkan.


" Aku tidak pernah tahu jika kamu memiliki beban yang lebih berat dariku " Anna berbicara sendirian dan kembali duduk di ayunan.


Anna menerima pesan dari Mama yang mengatakan bahwa Malam ini mama tidak pulang, karena akan menginap di rumah mama yang telah di belikan Papa Hendrick.


" Semoga Mama Bahagia tanpa menyakiti orang lain" Anna memejamkan matanya.


Ponsel Anna berdering nada panggilan, Anna melihat sebuah nama muncul di layar ponselnya.


" King" gumam Anna dan merasa ngeri dengan nama itu.


Anna tidak menerapkan panggilan, ia segera berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


Ponsel terus berdering, Anna melihat nama yang membuat rasa takut pada diri Anna.


Anna mengubah ponselnya dari mode dering menjadi silent.


Ia tidak memperdulikan panggilan dari King, Anna takut jika King meminta bertemu.


" Daripada aku menyerahkan diri kepada King, lebih baik aku berusaha menghindar" Anna mematikan lampu kamarnya dan tidur.


***


King yang tidak lain adalah Andreas berada di dalam mobil yang terparkir di depan rumah Anna, ia memperhatikan kamar Anna yang tidak gelap.


" Kamu tidak akan bisa lari dariku Anna, wanitaku hanya akan jadi milikku" Andreas memberikan senyuman mengerikan dari sudut bibirnya.


Ia menghidupkan mesin mobilnya dan mobil melaju meninggalkan perkarangan rumah Anna.


Anna membuka sedikit tirai kamarnya, ia yakin itu pasti King, pria itu benar-benar mengerikan.


Anna melihat layar ponselnya, ada banyak panggilan Tidak terjawab dari Andreas, Hans dan King.


Anna menenangkan hatinya, membuang rasa takut yang telah di berikan oleh King, memejamkan matanya untuk bisa tidur nyenyak.


*


*


*


Thanks for Reading

__ADS_1


Terimakasih telah memberikan Like dan komentar Setelah Membaca Novel Author.


Love You Readers 💓


__ADS_2