
Hengky dan Hans Menemani Anna di rumah Sakit.
Hengky dan Hans duduk dan berbincang-bincang di sofa, sedangkan Anna rebahan di samping kakek.
Terdengar dering pesan dari ponsel Anna yang tergeletak di atas brankas.
Sebuah pesan dari nomor baru muncul di layar ponsel Anna.
"Jika kamu tidak meninggalkan Hans, aku akan menghancurkan ibumu"
Anna terkejut membaca pesan ancaman dari nomor tidak dikenal.
Hengky dan Hans kompak melihat dan bertanya.
"Ada apa Anna?" Hengky berjalan mendekati Anna dan mengambil ponsel dari tangan Anna, ia membaca pesan dan melihat ke arah Hans.
"Ada Apa?" tanya Hans Bingung.
Hengky berjalan mendekati Hans dan memperlihatkan pesan dari ponsel Nisa. Anna hanya terdiam.
"Apa kamu tahu, hari ini Mama Anna buru - buru kembali ke Paris karena ada masalah di perusahaannya?" Hengky menatap tajam kepada Hans.
"Siapa yang melakukan semua ini?" tanya Hans khawatir melihat Nisa.
"Aku saja bisa menebaknya, Veronika." Hengky berbisik di telinga Hans dan menepuk pundak Hans.
Mata Hans melotot, Veronika memang Kembali ke Paris di hari ia bertengkar dengan Veronika.
Mama Anna adalah seorang desainer, Veronika adalah Model, Mereka pasti rekan kerja.
"Apa yang dilakukan Veronika?" Hans segera pamit pulang, ia sangat khawatir.
"Tenanglah, Papa Hendrick bersama Mama Riana" Hengky menenangkan Anna yang terus berusaha tegar.
"Terimakasih" Anna tersenyum
"Istirahatlah, aku akan menjaga kakek, kita bergantian." Hengky menarik Anna untuk tiduran di Sofa.
"Kamu akan membangunkan diriku?" Anna menatap Hengky.
"Iya, tidurlah!" Hengky mendorong tubuh Anna perlahan hingga berbaring di atas sofa, ia menarik selimut menutupi seluruh tubuh Anna dan mencium dahi Anna yang tersenyum.
Hengky memperhatikan wajah cantik Nisa dari mata, hidung hingga terhenti di bibir merah merona, sungguh menggoda.
"Apakah kamu mencintai Hans?" tanya Hengky.
"Aku tidak tahu." jawab Anna menatap Hengky, mata mereka saling beradu.
"Bagaimana dengan pesan ancaman tadi, apa mengganggu pikiran kamu?" Hengky menyelidiki.
"Tidak" Jawab Anna yang masih saling bertatapan dengan Hengky yang berjongkok di samping Sofa.
"Anna, aku mencintaimu." ucap Hengky lembut.
Wajah mereka saling berdekatan, seakan ada magnet yang menarik Hengky semakin mendekat, matanya tertuju pada bibir seksi Anna.
"Maafkan aku" Anna beranjak dari kursi menghindari Hengky, ia tidak mau melakukan sesuatu yang akan membuat Anna menyesal.
__ADS_1
Berjalan mendekati tempat tidur dan duduk di samping Kakek.
Merebahkan kepalanya di atas lengan dan mengusap tangan keriput Kakek.
Hengky hanya bisa terdiam atas penolakan Anna, ia benar-benar tidak bisa memaksa Anna untuk mencintai dirinya.
Mencintai Anna dalam waktu yang lama dan terus menyimpan rasa cintanya.
Berharap dan terus menunggu, Anna akan membuka pintu hati untuk dirinya.
Hengky memandang Anna dari tempat duduknya, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa, menarik nafas panjang dan membuangnya.
Hengky beranjak dan merubah sofa menjadi tempat tidur yang empuk.
Merebahkan diri dan memejamkan matanya.
***
Hans kembali ke rumah utama, ia mencari Mama dan Papa, namun rumah kosong hanya ada para pelayan.
Hans bertanya kepada kepala pelayan tentang keberadaan Papa dan Mamanya.
Papa dan Mama menyusul Veronika ke Paris untuk menyelesaikan masalah Veronika.
Nada pesan terdengar di ponsel Hans.
"Maafkan aku, kita sudahi hubungan kita, aku tidak mau bersikap egois, bersama dirimu tapi menghancurkan ibuku yang baru aku temukan dalam hitungan Minggu"
"Tolong, maafkan aku, Veronika sangat mencintai dirimu hingga tega melukai orang lain, semoga kamu bisa menjaga dia."
Pesan dari Anna, Hans melempar ponselnya ke lantai hingga pecah.
Terdengar Dering telepon Rumah, seorang pelayan mengangkat telepon.
"Tuu Tuan, telpon dari Nyonya Besar" Pelayan gugup dan ragu memberikan telepon rumah Kepada Hans.
"Halo Hans, bisakah kamu ke Paris?" tanya Mama.
"Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Hans
"Mama dan Papa membantu Veronika, seorang desainer bernama Riana telah menghancurkan karier Veronika, kita harus membalasnya." jelas Mama panjang lebar.
"Dengan membantu Veronika kalian menghancurkan hidupku." Hans melempar telepon ke lantai dan pecah.
Hanya hitungan jam ia di putuskan oleh Anna.
Hans benar-benar frustasi, ia memasuki sebuah ruangan bar mini milik dirinya.
Hans memerintahkan pelayan untuk memberikan ia gelas dan menuangkan minuman berwarna merah dari botol kaca cantik.
Setiap satu gelas habis diteguk oleh Hans, ia akan melepar gelas ke lantai dan mengambil gelas lainnya dan begitu seterusnya hingga pecahan gelas kaca berserakan di lantai.
Hans telah menghabiskan satu botol minuman yang juga ia lempar ke lantai ketika ia melihat botol kaca telah kosong.
Tidak ada pelayan yang berani mendekat.
Hans tertidur tidak sadarkan diri di atas meja bar.
__ADS_1
Kepala pelayan menghubungi Juanda dan Reyhan, memberitahukan keadaan Hans.
Juanda dan Reyhan datang bersamaan, Mereka berdua berlari menuju ruangan mini bar, mereka bingung melihat Hans yang tidak pernah sampai frustasi seperti ini.
"Apa yang terjadi?" tanya Reyhan kepada kepala pelayan.
"Saya tidak tahu, sampai rumah Tuan Hans langsung bertanya tentang Nyonya dan Tuan besar, ia menerima sebuah pesan singkat dan langsung melempar ponselnya ke lantai" Jelas pelayan panjang lebar.
Juanda dan Reyhan membopong tubuh Hans keluar dari ruangan bar menuju kamar tamu yang tidak jauh dari ruangan bar.
Seorang pelayan segera membuka sepatu dan jas Hans.
Juanda segera mengambil ponsel Hans yang masih tergeletak di lantai, ia merapikan ponsel dan menghidupkan kembali.
Ponsel malah limited edition kembali menyala, Juanda segera membuka kotak masuk, ia membaca sebuah pesan dari Anna.
Juanda memberikan ponsel kepada Reyhan.
"Wah, Bos besar putus cinta untuk pertama kalinya, sangat berbahaya" Ucap Reyhan.
"Apa yang harus di lakukan?" tanya Juanda.
"Selidik Veronika dan orang tua Hans di Paris, pasti terjadi sesuatu." tegas Reyhan.
"Aku juga yakin ini semua pasti kerjaan Veronika." Juanda menggenggam erat ponsel Hans.
"Sepertinya begitu, Veronika terobsesi dengan Hans sejak kecil." Reyhan sangat mengenal Veronika karena ia adalah sepupu Hans dan sering bermain dengan Hans dan Veronika.
Veronika selalu berkata ia sangat mencintai Hans dan akan menikah dengan Hans.
Hans adalah miliknya, tidak ada orang lain yang boleh mengambil Hans darinya.
"Nona Riana adalah Desainer pakaian yang menjadikan Veronika sebagai model dan Riana adalah Mama Anna." Jelas Juanda membaca pesan dari ponselnya.
"Nona Riana telah memecat Veronika dari agensi mereka dan itu membuat karir Veronika hancur." lanjut Juanda.
"Benar-benar Rumit." Reyhan memijit batang hidungnya.
Mereka berdua menatap kasihan kepada Hans, baru satu hari ia melayang dan Terbang ke langit, malamnya langsung jatuh terhempas ke Bumi.
*
*
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
*
*
Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊