Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Berlari


__ADS_3

Hans menghubungi Juanda.


" Kamu dimana, panggilan Hana keruangan saya ?" tanya Hans ketika panggilannya telah masuk


" Di restoran biasa Bos, Hana sedang makan siang disini " jawab Juanda


" Benarkah ?" tanya Hans penasaran


" Iya bos, apa aku perlu memanggil Hana ?" Juanda menggoda Bosnya


" Tidak usah aku juga harus makan siang " Hans memutuskan panggilan, Juanda tertawa sendiri di meja makannya.


Hans keluar ruangan dengan tergesa-gesa, jangan sampai ia tertinggal makan siang bersama.


***


Anna, mengajak dan mentraktir teamnya untuk makan siang bersama di restoran depan kantor, merayakan keberhasilan Anna.


Mereka telah duduk di kursi masing-masing, Anna terus melihat ke arah pintu masuk restoran.


"Anna, Kamu menunggu siapa ?" tanya Jenifer


" Aku menunggu Hengky, aku telah mengirim pesan kepadanya" jawab Anna


Seorang pria berdiri di depan pintu, ia mengamati sekeliling dan pandangan berhenti pada meja Anna dan rekan kerjanya.


" Hai " sapa Hengky menarik kursi lebih dekat di samping Anna.


" kenapa kamu lama sekali, aku sudah lapar " Anna becanda


" Maafkan aku ada sedikit keperluan " Alasan Hengky, tentu saja ia lama, jarak rumahnya dan restoran cukup jauh, ia telah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar tidak terlambat makan siang bersama Anna.


" Maafkan aku tentang makan malam " Hengky berbisik di telinga Anna, membuat Jenifer, Lily dan Joe menatap curiga.


" Apa kalian sudah jadian ?" tanya Lily menatap Hengky dan Anna


" Apa Sih Ly ?" Anna melambaikan tangannya


" Aku sudah ditolak ratusan kali dari jaman kuliah sampai kemarin malam " Hengky memasang muka sedih.


" Benarkah ?" Jenifer, Lily dan Joe kompak.


" Hengky becanda , jangan percaya " Anna tertawa dan memelototi Hengky


Rena datang terlambat sebelum keluar dari kantor ia selalu merapikan diri dan menambah makeup nya di kamar mandi. Ia melihat Anna sedang bercanda dan tertawa dengan Hengky yang duduk saling berdekatan.


Rena mengepalkan tangannya,


" Aku selalu cemburu melihat kedekatan Anna dan Hengky " Gumam Rena


Rena berjalan menuju meja makan Anna dan team, Ia mengambil gelas berisi air jus buah sisa pengunjung di meja yang belum di bersihkan.


Rena mendekati Anna dengan berjalan tergesa-gesa dan sengaja membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan jatuh menabrak punggung Anna, yang tertumpah jus buah dari tangan Rena.


" Aduh, Oh God, sorry Anna, sepatu ku licin, kakiku sangat Sakit " Rena meringis kesakitan. Semua terkejut dan beranjak dari kursi.


Pakaian Anna basah dan kotor,


" Anna, kau tak apa ?" Hengky melepaskan jasnya dan memaksakan pada Anna


Anna menatap tajam pada Rena, ia tahu Rena sengaja, Ia tidak akan bisa makan bersama team, Anna harus mandi dan menggantikan pakaian, bajunya kotor, lengket dan basah.


" Kalian makanlah, aku mandi dan mengganti pakaian " Anna menyerahkan kartu kredit kepada Jenifer.


" Anna Terimakasih " Lily dan Joe kompak, Anna hanya tersenyum.


" Aku akan menemanimu" ucap Hengky memegang tangan Anna.


" Hengky, kau harus mengantar ku, kakiku sakit" Rena meringis.


" Joe, tolong bantu Rena " Hengky membawa Anna berjalan meninggalkan restoran


" Kau tak makan siang ? " tanya Anna

__ADS_1


" Setelah kamu membersihkan diri, kita bisa makan berdua " Hengky tersenyum


" Ayo kita ke butik sebelah restoran, hanya berjarak beberapa meter saja " ajak Hengky


" Dengan pakaian seperti ini?" tanya Anna ragu


" Itu butik milikku" Hengky berbisik di telinga Anna


" Benarkah ?" tanya Anna


" tentu saja, aku bekerja sama dengan desainer ternama, Ia selalu memberikan desain terbaik dan terbaru untuk butik ku " Hengky bercerita dengan semangat selama mereka berjalan berdua menuju butik.


Dua pasang mata menatap punggung Anna dan Hengky. Mereka berdua diam di depan pintu restoran, memandang dua sejoli.


" Juan, apakah itu Anna ?" tanya Hans yang masih mematung menatap punggung seorang wanita menggunakan jas seorang pria.


" Entahlah Bos, aku tidak tahu, bagaimana jika kita cek kedalam " Juanda sudah lapar dan berharap bos segera masuk restoran dan memesan makanan.


" Juan jika itu Anna, siapa Pria bersama dengannya?" Hans masih belum memindahkan tatapannya.


" Bos, kita masuk dan bertanya kepada Jenifer "Juanda mulai kesal


" Benar " Hans berjalan cepat masuk restoran meninggalkan Juanda.


" Bos Tunggu" Juanda sedikit berlari mengejar Hans


Hans berhenti di tengah-tengah restoran, ia menatap sekeliling mencari Anna. Namun ia tidak menemukan yang dicari.


" Bos, itu Jenifer " Juanda berbisik di telinga Hans dan menunjuk ke salah satu meja dimana mereka sedang asik makan.


" Tidak ada Hana" Hans berjalan mendekati Meja


" Dimana Hana ?" tanya Hans mengejutkan Rena segera berdiri begitu juga dengan yang lainnya.


" Bos " mereka berempat serempak


" Maaf Tuan, Anna pergi mengganti pakaian Karena kotor " Jenifer menjelaskan


" Maaf Tuan, saya terjatuh hingga mengotori pakaian Anna , kaki saya sakit " Rena berdiri tak stabil dan meringis


" Jika kamu sakit kamu bisa pulang " Hans melihat Rena sekilas


" Kemana Hana pergi dan dengan siapa ?" tanya hans lagi yang masih tetap berdiri.


Juanda telah duduk dan menyantap makanan yang ada di meja.


" Dengan Hengky tapi tidak tahu kemana " jawab Jenifer


" Juan telpon Anna " perintah Hans


" Siap Bos " Juanda mengambil ponsel dari saku celananya dengan mulut penuh makanan


Terdengar suara Dering ponsel dari tas yang ada di kursi Anna.


Ponselnya tertinggal bersama dengan tasnya


" Hubungi Hengky !" perintah Hans lagi uang dengan cepat Juanda menghubungi Hengky namun tidak ada jawaban.


" Kita kembali ke kantor " Hasan berjalan meninggalkan restoran.


" Bos aku belum makan " Juanda kesal


" Makanlah sepuasnya " Hans menghentikan langkahnya


" Benar Bos " Juanda sangat bahagia dan akan kembali ke meja makan


" Setelan makan bereskan barang - barang kamu dari kantor " Hans melanjutkan langkahnya.


" Aku sudah kenyang Bos " Juanda kembali memutar badannya dan mengikuti Hans


***


Anna dan Hengky sampai di butik.

__ADS_1


" Selamat siang Tuan Hengky " Sapa seorang pelayan


" Siang, pilihkan pakaian kerja untuknya " Hengky mendorong tubuh Anna mendekati pelayan


Pelayan menatap kagum melihat kecantikan dan bentuk tubuh yang sempurna.


" Mari Nona" pelayan bernama Zein mengajak Anna masuk


" Zein, jika sudah dapat baju antarkan Anna ke kamar mandi dan ganti pakaian !" perintah Hengky sebelum mereka masuk ke bagian dalam butik.


" iya Tuan " jawab Zein


Hengky duduk di kursi tunggu ia melihat ponselnya, panggilan dari Juanda sengaja tidak ia terima, ia yakin pasti Hans yang menelpon.


Anna berjalan berkeliling melihat-lihat koleksi pakaian di dalam butik.


" Sangat Cantik" Anna berbicara sendiri


" Pasti Sangat mahal " Anna melihat label baju yang memiliki ciri khas sendiri


" Riana Emilia " Anna membaca label baju


" Koleksi Mama, tapi kenapa tidak ada harganya ?" pikir Anna


" Nona, saya telah memilih beberapa pakaian kerja silahkan Anda lihat " Zein menunjukan gantungan yang berisi beberapa stel pakaian kerja khusus wanita.


" terimakasih" Anna tersenyum, ia kembali melihat nama pada Lebel baju


" Semua pakaian di butik kami adalah hasil desain dari desainer ternama yaitu nona Riana Emilia ," Zein menjelaskan, Anna hanya tersenyum.


Anna mengambil satu set pakaian kerja Stelan celana panjang. Ia berjalan menuju kamar mandi dan diantar Zein.


Anna kembali menemui Hengky, ia membawa paper bag berisi pakaian kotor.


" Hengky, pasti pakaian ini sangat mahal " ucap Anna mendekati Hengky


" Kamu sangat cantik, lupakan harga baju " Hengky tak menjawab pertanyaan Anna


" Aku harus membayarnya " Anna menarik tangan Hengky


" Dengan Makan malam berdua setiap Malam , Bagaimana ?" Hengky tersenyum


" Terserah kamu saja " Anna berjalan mendahului Hengky


" Hei, tunggu aku, apa kamu marah " Hengky mengejar Anna


"Tidak aku hanya terlalu bahagia " Anna tersenyum, mempercepat langkahnya berlari kecil dan menggoyang - goyangkan paper bag,


" Hei, jangan lari, aku akan memeluk mu " Hengky mulai berlari, dan Anna seketika menghentikan langkahnya.


" Kenapa Takut " Goda Hengky


" Ya , sangat takut " Anna benar-benar berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Hengky


" Ya Tuhan, dia benar-benar tidak berubah " Hengky tidak sanggup berlari lagi.


**


*



🤗 Thanks for Reading 😊


Dukung Author terus yaa, jangan lupa tinggalkan


* komentar


* like


* Vote juga boleh yaa bagi yang punya poin gratisss 😁


♥️ terimakasih 😍**

__ADS_1


__ADS_2