Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Emosi Anna


__ADS_3

Hans harus libur bercinta karena luka di lengannya, tetapi sebagai gantinya ia mendapatkan perhatian lebih dari Anna.


Perhatikan Anna membuat Hans rela untuk terluka lagi asalkan Anna terus berada di samping dirinya.


Memberikan perhatian dan kasih sayang setiap waktunya.


Anna telah selesai mandi dan berpakaian dengan rapinya.


Hans memandang Anna yang sedang merapikan rambutnya.


Anna lupa ia belum memandikan Hans, mereka akan jalan-jalan ke daerah villa belakang hotel.


Bibir Hans sudah manyun dan wajahnya sudah kusut di tekung.


Anna melihat Hans yang memperhatikan dirinya dari pantulan cermin.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Anna berjalan mendekati Hans.


Hans memeluk pinggang Anna dengan wajah yang masih cemberut.


"Ya Tuhan, bayi besar ini manja sekali." ucap Anna menahan tawa dan Hans melepaskan pelukannya.


Menghindari Anna, ia kesal Anna benar-benar lupa untuk memandikan dirinya.


"Ada apa dengan Hans?" Anna memperhatikan Hans yang mengambil handuk.


"Ya Tuhan, aku terlalu bersemangat untuk jalan-jalan dan lupa memandikan Hans." Anna berlari mengikuti Hans yang masih cemberut.


"Hans Sayang, maafkan aku." Anna segera membantu membuka baju Hans yang masih saja cemberut dan tidak mau berbicara.


"Kamu sudah cantik dan harum sedangkan diriku masih belum mandi." Hans menatap tajam kepada Anna.


Jiwa cemburu Hans semakin parah, Istri sepuluh tahun lebih muda membuat ia harus menjaga Anna lebih ekstra.


"Aku cantik sudah jadi milik kamu." Anna tersenyum dan Hans memeluk pinggang Anna.


"Haaanns, kamu membuat pakaian aku basah." Anna berteriak.


"Pakaian ini terlalu seksi." Hans tersenyum nakal.


"Siapa yang membelikan semua pakaian diriku?" Anna menyiram rambut Hans dan memberikan shampoo.


Hans hanya diam, ia tidak tahu jika pakaian yang ia belikan akan membuat Anna semakin cantik, seksi dan terlihat lebih muda.


Anna telah selesai membantu Hans mandi dan berpakaian, mereka akan sarapan bersama di restoran hotel.


Hans menggenggam tangan Anna, tidak membiarkan Anna jauh darinya, ia yakin akan ada banyak pria yang akan menggoda istrinya.


Mereka telah duduk di kursi paling sudut restoran, Anna membuka daftar menu makanan.


Apa yang Hans khawatirkan benar-benar terjadi, beberapa pengunjung memperhatikan Anna yang duduk di depan Hans.


Anna yang selalu mengikat kuncir kuda rambutnya, menggunakan celana jeans sobek sebatas lutut, dengan rompi bertudung tanpa lengan bermerek membuat Anna terlihat seperti anak remaja dengan tubuh proporsional.


"Apa mereka berpikir aku adalah papa Anna." gumam Hans memperhatikan Anna dan fokus memilih menu makanan.


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Anna lembut.


"Terserah." ucap Hans kesal.


"Eh, Apa kamu marah?" Anna menatap Hans.


"Tidak, samakan saja dengan dirimu." Hans tersenyum.


Anna memanggil pelayan dan melihat heran kepada Hans yang terlihat tidak senang.

__ADS_1


"Silahkan Nona." ucap pelayan yang siap mencatat pesanan Anna


"Apa, dia memanggil Anna Nona, harusnya Nyonya." kesal Hans.


Anna menyebutkan menu makanan yang mereka pesan.


"Baiklah Nona, pesanan anda akan segera siap, Terima kasih." pelayan pamit.


"Sayang, aku akan ke toilet sebentar." Anna beranjak dari kursi tetapi tangannya di tahan Hans.


"Aku akan menemani dirimu." ucap Hans dan membuat Anna tertawa.


"Aku bukan anak kecil yang harus kamu temani." Anna melepaskan tangan Hans dan berjalan menuju kamar mandi.


"Karena kamu bukan anak kecil aku harus menjaga dirimu dengan ektra, apa di tidak menyadari dengan kecantikan dan sikap cueknya membuat ia seperti magnet." gerutu Hans memperhatikan punggung Anna yang semakin menjauh.


"Menarik semua pria yang melihatnya, apalagi jika dia tersenyum." Hans menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Beberapa pelayan telah menata makanan di atas meja.


"Silahkan Tuan." ucap pelayan ramah.


"Terimakasih." ucap Hans ketus, matanya terus melihat ke arah kamar mandi menunggu Anna.


Anna keluar dari kamar mandi dan tangannya di tarik seseorang sehingga kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Aw." Anna melihat seorang wanita yang tidak asing lagi.


"Tidak ku sangka kita akan bertemu di sini." wanita berpakaian seksi dengan kulit putih bersih dan makeup tebal di wajahnya.


"Rena." ucap Anna pelan dan tersenyum.


"Aku benar-benar serakah Anna." Rena mencengkram tangan Anna.


"Lepaskan tanganku!" Anna menatap tajam kepada Rena.


"Anna bisakah kamu melepaskan Hans." ucap Rena menahan emosi.


"Kami sudah menikah." tegas Anna dan bersiap keluar dari kamar mandi.


Rena kembali menarik tangan Anna dengan kasar hampir membuat Anna terjatuh, untungnya Anna menggunakan sepatu kets dan bukan sepatu heels seperti Rena.


"Kamu bertunangan dengan Andreas kenapa bisa menikah dengan Hans?" Rena menekan tubuh Anna Ke dinding.


"Karena aku mencintai Hans." Anna mendorong tubuh Rena hingga terjatuh ke lantai.


"Andreas menculik dan memaksa diriku tetapi aku tidak pernah mencintai phycopat itu." bentak Anna kesal.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Anna memerhatikan Rena.


"Aku punya banyak uang dan bisa pergi kemanapun aku suka, tidak seperti dirimu wanita miskin yang mencari pria kaya untuk dinikahi." ucap Rena berusaha beranjak dari lantai kamar mandi.


"Plak." sebuah tamparan mendarat di pipi Rena.


"Kamu, kamu berani menampar ku." Rena kembali terduduk di lantai dan memegang pipinya.


"Aku tidak pernah berpikir untuk bertemu dengan pria kaya yang menjengkelkan." tegas Anna.


"Apa kamu pikir hidup ku bahagia dan tenang setelah bertemu dengan mereka?" Anna benar-benar kesal hingga menjambak rambut Rena.


"Anna apa kamu sudah gila?" Rena menarik tangan Anna.


"Ah, maafkan aku Rena." Anna melepaskan tangan dan mencucinya.


Anna sangat menyesal, hanya saja perkataan Rena memancing emosi yang ia tahan selama ini.

__ADS_1


Sejak bertemu Andreas dan Hans Anna telah kehilangan kebebasannya.


"Dasar wanita miskin yang kasar." bentak Rena merapikan rambut dan pakaiannya.


"Maafkan aku Rena." Anna menatap Rena.


"Minggir." Rena mendorong tubuh Anna.


"Hah, Aku bisa gila, kenapa Dunia ini begitu sempit, sudah lama tidak bertemu Rena." Anna menyenderkan tubuhnya di dinding kamar mandi.


"Kenapa aku harus bertemu dengan orang kaya yang bertindak sesuka hati mereka." Anna memejamkan matanya.


Hans mulai gelisah, ia merasa menunggu Anna begitu lama.


Rena berjalan dengan kesal keluar dari kamar mandi.


Rena tersenyum, ia melihat Hans dengan mata tertuju kepada dirinya.


"Hans, aku harus menanyakan apakah ia benar telah menikah dengan Anna?" Rena berjalan cepat menuju Hans.


"Hans." suara manja Rena menyapa Hans.


"Rena, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Hans heran.


"Aku sedang berlibur untuk menenangkan pikiran." Rena duduk di kursi Anna.


"Jangan duduk di situ, itu kursi Istriku." tegas Hans.


Mereka sengaja memilih meja dengan dua kursi.


"Hans, apa kamu telah menikah dengan Anna?" Rena tidak perduli ia tetap duduk di kursi Anna.


"Jangan duduk di kursi Anna!" bentak Hans membuat semua orang menoleh kearah mereka.


Wajah Rena memerah, ia merasa malu dengan bentakan Hans di hadapan orang banyak.


Rena berdiri, emosi dan kesal menjadi satu, ia tidak percaya Hans akan membentak dirinya.


"Hans, kamu sangat jahat." Rena berlari meninggalkan meja Hans.


"Apa yang telah dilakukan Rena kepada Anna, mereka pasti bertemu di kamar mandi." Hans beranjak dari kursinya dan akan menyusul Anna.


Ia melihat Anna berjalan menuju dirinya dengan senyuman manisnya.


"Kenapa kamu lama sekali?" Hans menatap Anna.


"Aku bertemu dengan teman lama." Anna tersenyum dan bersiap untuk makan.


"Rena." tebak Hans.


"Apa kamu bertemu dengan dirinya?" Anna tersenyum.


"Apa dia menyakiti dirimu?" tanya Hans.


"Tidak, kami hanya berbincang sebentar." ucap Anna mengambil nasi untuk Hans.


"Ayo kita makan dan jalan - jalan." Anna bersemangat ia selalu bisa menyembunyikan perasaannya.


Mereka menikmati sarapan bersama hingga kenyang dan duduk santai sebelum melakukan penjelajahan.


****


Semoga Suka 💓 Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🤗


Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih

__ADS_1


Baca juga " Cinta Bersemi di Ujung Musim" dan Nyanyian Takdir Aisyah 🤗


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


__ADS_2