Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Jatuh Cinta lagi


__ADS_3

Andreas duduk di balik meja kerjanya, ia telah berhasil menstabilkan semua bisnisnya, ia masih bisa tenang karena kematian Eiko masih menjadi Rahasia.


Jhonatan mengetuk pintu yang memang terbuka dan masuk, ia melihat Andreas sibuk dengan layar komputer tampak fokus dengan pekerjaannya.


"Ada berita apa?" tanya Andreas tanpa melihat Jhonatan.


"Kenapa anda sudah kembali ke kantor?" Jhonatan duduk di sofa.


"Hanya goresan kecil tidak perlu di besarkan." Andreas tersenyum dan beranjak dari kursi.


"Apa kamu telah berhasil memblokir Clara?" Andreas duduk di sofa.


"Sudah Tuan." Jhonatan menunjukkan pembatalan penerbangan Clara.


"Bagus, apakah dia masih betah berada di dalam apartemennya?" Andreas merebahkan tubuhnya di sofa.


"Tidak Tuan, Nona Clara telah keluar dan melakukan perjalanan yang cukup jauh dengan mengendarai motor." Jhonatan melihat Andreas.


"Kemana dia pergi?" tanya Andreas.


"Sebelum saya menjawab pertanyaan itu, sebaiknya tuan menyelidiki siapa Clara?" Jhonatan mengeluarkan komputer jinjingnya.


"Apakah masih ada rahasia?" Andreas menatap Jhonatan.


"Benar Tuan, aku meminta tim ahli untuk menyelidiki tentang Clara." Jhon telah mengaktifkan komputer dan memberikan kepada Andreas.


Andreas tersenyum melihat data rahasia yang tersimpan rapat di dunia mafia.


"Tidak ku sangka Clara adalah putri Lie Chen yang di sembunyikan selama ini." Andreas tersenyum puas, ada jalan lebar untuk mendapatkan Clara Chen.


Clara Chen memiliki kesukaan desain gedung, di paksakan menjadi jaksa, lari dari kehidupan dengan menjadi seorang pembalap dan berpetualang ke seluruh Dunia. Cita-cita menjadi arsitek, menyimpan banyak koleksi desain.


"Arsitek, Kenapa ia memiliki cita-cita sama dengan Anna?" Andreas menatap layar komputer.


"Dia memiliki kesamaan dengan Anna hanya satu bedanya, Anna lebih lembut dan Clara sangat kasar." Andreas tersenyum licik.


"Aku menyukai dirinya, wanita yang tidak mudah disentuh." Andreas meletakkan komputer di atas meja.


"Apa yang Anda rencanakan Tuan?" Jhonatan mematikan komputer.


"Hubungi Tuan Liu Chen untuk bertemu." Andreas beranjak dari sofa dan memakai jasnya.


"Kita sudah lama tidak melakukan bisnis senjata Tuan." Jhonatan menatap Andreas.


"Aku tahu, apa kamu lupa, Tuan Liu Chen masih punya hutang." Andreas tersenyum licik.


"Tentu saja Tuan, saham yang anda tanamkan dan bisnis yang telah anda serahkan." Jhon melihat layar ponselnya.


"Bagus." Andreas keluar dari ruangan kantornya diikuti Jhonatan.


"Andreas kamu mau kemana?" Laura berdiri di depan Andreas.


"Aku sedang jatuh cinta, jaga perusahaan." Andreas tersenyum.


"Jatuh cinta, wanita seperti apa yang bisa menggantikan Anna?" Laura menahan tangan Jhonatan.


"Anda bisa menanyakan langsung kepada tuan Andreas." Jhonatan tersenyum dan melanjutkan langkahnya.


"Aku harap gadis itu tidak bernasib seperti Anna." Laura berjalan masuk ke dalam ruangannya.


Andreas dan Jhonatan mengunakan mobil masing-masing menuju rumah Andreas untuk makan siang sebelum melakukan pertemuan dengan Liu Chen.


***


Clara duduk di pinggir kolam ikan yang dihiasi banyak bunga teratai dan Lotus, sangat cantik dan damai. Rumah dengan nuansa kuno dihiasi pohon yang rindang dan terawat.

__ADS_1


"Selamat pagi Clara." Li mencium kepala Clara dari belakang.


"Jangan menyentuh ku!" Clara menepis tangan Li.


"Kenapa kamu sangat kasar, wanita adalah makhluk yang lemah lembut." Li duduk di Kursi depan meja batu dengan ukiran khas Cina, sangat antik dan indah.


"Karena aku bukan wanita." Clara menatap tajam pria yang duduk di depannya.


"Clara Chen, aku adalah kekasih kamu dari masa kecil dan kita sudah bertunangan." Li menatap lembut pada Clara.


"Aku tidak berniat untuk menikah." Clara beranjak dari kursi batu.


Clara terlihat cantik dengan dress berwarna biru sebatas lutut, ia tidak pernah menggunakan pakaian wanita, tetapi selama di mansion Li tidak ada yang bisa Clara gunakan selain pakaian yang telah disediakan.


"Dengar Clara, kita akan segera menikah, Papa dan Mamaku sedang mencari hari yang tepat untuk kita berdua." Li memeluk Clara dari belakang.


"Sampai kapan kamu akan meracuni diriku?" Clara membuka tangan Li yang melingkar di pinggangnya.


"Sampai kamu kembali mengingat diriku adalah kekasih kamu." Li memutar tubuhnya tubuh menghadap dirinya.


Li sangat tampan, tuan muda dari keluarga Yong, memiliki perusahaan bergerak di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran.


"Aku tidak mau mengingat apapun tentang masa lalu ku." Clara menatap Li.


"Clara aku mencintaimu dan rasa itu tidak pernah berubah." Li memegang wajah cantik Clara.


"Aku tidak mau menikah dengan siapapun." Clara melepaskan tangan Li dan kembali duduk.


"Kenapa Clara, apa kamu tidak mau hidup normal dan memiliki keluarga yang bahagia." Li duduk di depan Clara.


"Karena aku tidak cukup baik untuk menjadi istri apalagi ibu, aku tidak pantas." Clara menatap langit berwarna biru dihiasi awan putih.


Li mengerti maksud perkataan Clara, lahir dari keluarga mafia Cina dan didik dengan keras sehingga wanita itu kehilangan kelembutannya.


"Kamu bisa mencobanya." Li menggenggam tangan Clara.


"Sebaiknya kita melakukan perawatan untuk dirimu." Li menatap tajam kepada Clara, kesabarannya telah habis.


"Apa maksud kamu, aku tidak sakit." Clara memandang khawatir pada Li.


"Kamu sakit, ramuan Cina akan membantu dirimu." Li menarik tangan Clara kembali ke rumah.


"Li lepaskan, biarkan aku pergi!" Clara sangat kesal ia tidak memiliki kekuatan untuk melawan Li.


"Kamu pria curang, mengurung diriku dengan racun." Clara berteriak.


"Kamu berbeda Clara jadi untuk menjinakkan dirimu aku butuh racun dan penawar." Li tersenyum, ia menyentuh dagu tajam Clara.


"Kembali ke negara ini ternyata adalah kesalahan terbesar ku." Clara menarik tangannya.


"Tentu saja, sudah aku katakan jika kamu kembali tidak akan pernah bisa pergi lagi." Li berbisik di telinga Clara.


"Aku membenci negara ini." Clara berteriak.


"Aku akan memulai pengobatan dirimu malam hari." Li tersenyum meninggalkan Clara sendirian.


"Bodoh, aku bahkan tidak bisa memanjat pagar mansion ini." Clara duduk di tepi tempat tidur, ia benar-benar kesal.


***


Andreas dan Jhonatan duduk di ruang khusus pada sebuah restoran Jepang, mereka menunggu Tuan Liu Chen.


Seorang pria berperawakan tinggi dengan mata dengan ciri khas pria Cina di dampingi istri dan beberapa pengawal berjalan masuk ke dalam restoran.


"Tuan Liu tidak berubah." Andreas tersenyum.

__ADS_1


"Halo Tuan Andreas lama tidak jumpa." Tuan Liu mengulurkan tangannya.


"Silahkan duduk." Andreas mempersilahkan Tuan dan Nyonya Liu duduk.


"Pantas saja putri anda sangat cantik ternyata menurun dari Nyonya Liu." Andreas tersenyum licik.


Tuan Liu dan Nyonya Liu saling pandang, tidak ada yang tahu bahwa mereka memiliki seorang putri.


"Tuan Andreas bagaimana kabar anda?" Tuan Liu mengganti topik pembicaraan.


"Aku sangat baik." Andreas tersenyum.


"Tuan Liu, kapan Anda kembali ke negara ini?" tanya Andreas.


"Sekitar tiga Minggu yang lalu." Tuan Liu tersenyum.


"Bagaimana bisnis anda?" tanya Andreas.


"Baik Tuan." Tuan Liu merasakan sesuatu yang berbeda dari Andreas karena pria itu tidak akan melakukan pertemuan mendadak jika tidak ada keinginan.


"Aku tidak tahu jika Tuan Liu memiliki seorang putri yang sangat cantik dan menarik." Andreas menuangkan minuman berwarna merah ke dalam gelas kosong.


Tuan Liu dan istrinya terdiam, kekhawatiran semakin menjadi karena berhubungan dengan Clara yang saat ini berada di mansion Li Yong.


"Anda benar Tuan Muda, putri kami sangat cantik, tetapi ia sudah memiliki tunangan." Tuan Liu sedikit gugup.


"Oh benarkah, aku menginginkan putri anda untuk menjadi istriku." Andreas melepaskan gelas berisi minuman ke lantai hingga pecah dan cairan berwarna merah mengalir.


"Tuan Muda, saya akan mengembalikan semua saham anda." Tuan Liu tahu Andreas dan Li Yong sama kuat


Bertemu dan bekerja sama dengan Andreas adalah kesalahan karena pria itu tidak akan pernah melepaskan musuh ataupun rekannya.


"Tidak perlu, aku hanya menginginkan putri anda karena aku telah jatuh cinta pada dirinya dan ia telah memberikan tanda cinta pada ku." Andreas tersenyum.


"Maksud Anda?" Tuan Liu kebingungan.


"Lihatlah tusukan pisau ini!" Andreas membuka kemejanya dan tersenyum


"Tolong maafkan putri kami." Tuan Liu dan istrinya segera berdiri dan membungkukkan tubuhnya.


"Jangan lakukan itu Tuan dan Nyonya Liu, saya benar-benar mencintai putri Anda." Andreas menutupi tubuhnya.


"Aku akan menghubungi kalian untuk bertemu dengan keluarga ku." Andreas meninggalkan Tuan dan Nyonya Liu.


"Kenapa Clara harus bertemu dengan Andreas, ia cukup menikah dengan Li Yong." Tuan Liu mengepalkan tangannya.


"Apa yang akan terjadi pada Clara?" Nyonya Liu menggenggam tangan suaminya.


"Andreas adalah pria yang suka mempermainkan wanita tetapi apa yang harus kita lakukan?" Tuan Liu duduk di kursi.


"Kita bicarakan dengan Tuan muda Li." Nyonya Liu menatap suaminya.


"Kamu benar, kita harus berbicara dengan Tuan muda Li Yong." Tuan Li lebih setuju Clara menikah dengan Li Yong.


***


Mohon dukungannya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan "Mengejar Cinta Ariel"


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


Silakan baca Cerita tentang Andreas ada di Innnnnovel

__ADS_1


Nama Pena akak : Fit Tree Fitri


Judul buku: Mafia Boss Love Story


__ADS_2