
Andreas telah selesai berpakaian, ia kembali mendekati Anna, menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Anna.
"Aaaa" Anna menutupi wajahnya, ia takut Andreas masih belum berpakaian.
"Apa kamu tidak ingin membersihkan diri dan mengganti pakaian?" tanya Andreas.
"Aku akan mandi jika kamu keluar dari kamar ini" ucap Anna tanpa melihat Andreas.
"Cepatlah, aku akan menunggu kamu untuk sarapan" Tegas Andreas dan keluar dari kamar meninggalkan Anna yang masih di tempat tidur.
Melihat Andreas telah keluar, Anna segera beranjak dari tempat tidur dan mengunci pintu.
Anna melihat koper miliknya yang tergeletak di depan pintu kamar ganti dan telah kosong. Ia membuka lemari pakaian, ada banyak pakaian wanita.
"Apakah Andreas yang merapikan pakaianku? atau para pelayan? Aku harus segera mandi" Anna bergesas menuju kamar mandi.
Semua perlengkapan mandi untuk Anna telah tertata rapi di kamar mandi.
Anna keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan urusannya, ia segera berpakaian.
Celana jeans panjang dan kemeja merah lengan panjang. Ia sengaja tidak membawa pakaian yang diberikan Mama Riana.
Anna kembali dengan pakaiannya celana panjang, kemeja lengan panjang dan kaos, tidak ada, dress atau rok.
Memeriksa isi koper dan tak kecil miliknya, Anna tidak menemukan ponselnya.
"Aku benar-benar berakhir di tangan Andreas" gumam Anna.
Anna duduk di pinggir jendela, melihat hutan di sekeliling gedung, ia berada di lantai paling atas.
Termenung, memikirkan semua yang telah terjadi, kehancuran yang tidak terduga, kehidupan yang berubah tiba-tiba.
Diculik oleh pria tampan dan kaya raya, apa yang harus Anna rasakan, bahagia atau sedih.
Anna memeluk kakinya, menopang dagu di atas lutut.
Apakah air mata berguna? tidak! itu hanyalah perbuatan sia - sia. Tidak ada yang bisa Anna lakukan.
Apakah harus pasrah? Entahlah, tidak ada rencana di otak Anna.
Terdengar ketukan pintu membuyarkan lamunan Anna dan menoleh, ia mengunci pintu dari dalam.
"Nona, Tuan meminta Anda segera turun untuk sarapan" suara seorang pelayan wanita menyapa Anna.
Anna menjawab, ia tidak perduli dengan perutnya yang lapar, tidak mau bertemu dengan Andreas.
"Nona, saya mohon buka pintunya" pelayan terus mengetuk pintu.
Andreas duduk dengan gelisah menunggu Anna turun untuk sarapan. Pelayan belum juga kembali.
"Apa kamu adalah seorang pembangkang" Andreas mengepalkan tangannya dan beranjak dari kursi, berlari menaiki tangga.
"Turunlah" perintah Andreas pada pelayan.
"Anna buka pintunya!" Andreas berteriak dan mengetuk pintu.
__ADS_1
Anna menutup telinga dengan kedua tangannya, ia tidak mau mendengarkan Teriakan Andreas.
"Aku akan menghancurkan pintu ini" Andreas masih memukul - mukul pintu dengan tangannya.
"Anna, aku akan menghukum kamu" ancam Andreas.
Anna segera membuka pintu, karena ia takut.
"Turun dan sarapan!" perintah Andreas menatap tajam pada Anna.
"Aku tidak lapar" ucap Anna kembali ke dalam kamar.
Andreas menarik tangan Anna dan menggendongnya.
"Lepaskan Aku!" teriak Anna.
"Diamlah atau kamu mau jatuh dari atas sini dan berguling ke bawah hingga kamu jadi wanita cacat" ucap Andreas membuat Anna terdiam dan memegang leher Andreas.
Andreas terus menggendong Anna hingga sampai di depan kursi makan.
Anna duduk diam di depan banyak makanan.
"Sayang, Kamu mau makan sendiri atau aku yang suapkan" Andreas berbisik di telinga Anna dan meniupkan udara hangat dari mulutnya.
"Aku akan makan sendiri" ucap Anna dan segera mengambil makanan.
"Baguslah Sayang, kita makan bersama" ucap Andreas duduk di samping Anna.
Anna hanya diam, ia menikmati makanannya, Karena Anna benar-benar lapar.
Andreas tersenyum melihat Anna yang lahap menyantap makanan.
"Apa kamu sudah kenyang?" tanya Andreas.
" Sudah" jawab Anna beranjak kursi.
"Kamu mau kemana?" tanya Andreas lagi.
"Kembali ke dalam kamar tahanan" jawab Anna menatap tajam kepada Andreas.
"Apa kamu benar-benar ingin berada di dalam kamar tahanan?" Andreas menggenggam tangan Anna.
"Apa yang bisa aku lakukan, kamu telah mengurung ku disini" Ucap Anna menarik tangannya.
"Aku sudah memberikan kebebasan pada dirimu tapi kamu membangkang" Andreas tersenyum, mengusap pipi Anna.
"Kenapa kamu lakukan ini kepada ku?" tanya Anna.
"Karena Aku mencintaimu" Andreas akan mencium Anna tetapi Anna segera berlari kembali ke kamar.
"Menggemaskan" Andreas berjalan menaiki tangga kamar.
"Ah, bodoh, kenapa aku lari ke kamar?" gerutu Anna mengunci pintu kamar.
"Anna Sayang, aku mau ajak kamu jalan - jalan, keluarlah" ucap Andreas.
__ADS_1
Ponsel Andreas berdering, panggil dari Jonathan.
Anna membuka pintu perlahan dan mendengarkan percakapan Andreas dan Jonathan.
"Bos, Reline menuju Villa pribadi Anda" Ucap Jonathan.
"Oh Shit, bagaimana ia tahu aku di Villa?" Andreas kesal, ia segera berlari menuruni tangga.
Anna mengikuti Andreas perlahan menuju pintu utama yang terbuka lebar.
Sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan pintu Villa Andreas.
Seorang wanita cantik dan seksi keluar dari mobil, Anna bisa mengenali, wanita itu Reline, artis yang sedang naik daun.
"Waah, Andreas mainan artis" ucap Anna siap dengan pelarian.
Reline langsung memeluk Andreas dan mendaratkan ciuman di bibir Andreas.
"Sayang kemana kamu pergi, aku sangat merindukan dirimu" Reline bergelayut di leher Andreas.
"Reline Sayang, aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku" Andreas melingkar tangannya di pinggang ramping Reline.
"Pasangan serasi" pikir Anna tersenyum.
"Sayang, apa kamu tidak mengajak aku ke kamar, ku lelah" suara manja Reline.
"Apa kamu tidak syuting?" Tanya Andreas berusaha menghalang-halangi Reline masuk ke dalam Villa.
Reline menarik tangan Andreas dan masuk ke dalam Villa.
Anna Berlari masuk ke dalam mobil Reline yang pintu masih terbuka dan kunci masih pada tempatnya.
"Andreas Sayang, ayolah bermain, aku tahu kamu akan memuaskan diriku dengan tubuh seksi dan adik kecil yang sempurna" tangan Reline menyentuh bagian sensitif Andreas.
"Reline, jangan lakukan itu" Andreas menahan tangan Reline.
"Sayang, aku tahu belum ada satu wanita pun yang berhasil bermain dengan dirimu, aku mohon biarkan aku menikmati tubuh seksi milikmu" Tangan Reline membuka kancing kemeja Andreas.
"Bagaimana bermain dengan ini?" Andreas mengangkat jarinya.
"Apapun, asalkan dengan dirimu, aku rela menyerahkan semuanya" tangan Reline membuka habis kancing baju Andreas.
Tubuh seksi berotot terlihat jelas, Reline mulai menjilati tubuh Andreas.
Andreas membawa Reline ke kamar Belakang, ia berpikir Anna masih berada di kamar atas.
Andreas hanya akan bermain dengan jarinya, tanpa adik kecil.
Anna memperhatikan Andreas yang telah membawa masuk Reline ke kamar belakang.
Anna segera melaju kendaraan mahal tanpa ada suara.
Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, bagaikan seorang pembalab berada dalam lintasan balapan, Anna meninggalkan Villa Andreas.
Yang ada dalam pikiran Anna adalah Hengky dan Papa Hendrick.
__ADS_1
Pembalap wanita bernama Anna, terus melaju mobil milik artis terkenal Reline.
***