
Anna, Hans, Harry dan Hengky duduk bersama di perkarangan rumah.
Adam dan Bryan melihat dari kejauhan.
" Lihat Saudara kita Anna bagaikan bunga mekar di antara kumbang - kumbang jantan" Bryan tertawa dan berbisik di telinga Adam.
" Ayo kita bawa dia pergi dari kerumunan pria - pria jomblo dan tidak laku itu" Adam mengajak Bryan mengganggu.
Bryan dan Adams berjalan mendekati Anna,
"Kak Anna ikutlah dengan kami sebentar" Bryan menarik tangan Anna.
" Hei, bocah nakal, kalian mau ngapain?" Harry menarik tangan Anna mencegah ikut dengan Bryan.
" Kak Harry, Kita hanya mau berkenalan dengan kak Anna lebih dekat lagi" Adam menarik tangan Anna.
Hengky dan Hans memperhatikan tingkah mereka adik beradik.
" Tak apa kak Harry, aku akan ikut mereka" Anna berjalan mengikuti Adam dan Bryan yang terlihat senang dapat menculik Anna dari para pria pencari cinta.
Mereka bertiga berjalan menuju taman dekat kolam renang.
" Kak Anna, apa perkerjaan kamu?" tanya Bryan memulai percakapan.
" Aku seorang arsitek" jawab Anna tersenyum.
" Wah, hebat, hanya ada sedikit wanita yang mampu menjadi seorang arsitek" Adam tepuk tangan.
" Aku senang bekerja di luar ruangan, berpanas-panasan dan hujan-hujanan" Anna tersenyum.
" Itu membuat kamu semakin cantik dengan kulit eksotis" Adam menyentuh tangan Anna dengan ujung jarinya.
Ponsel Anna berdering, Anna mengambil ponselnya dan melihat nomor baru pada layar ponsel. Anna segera menggeser icon berwarna hijau dan berjalan menjauhi Bryan dan Adams.
"halo ", Anna menjawab panggilan
"Halo sayang, aku sangat merindukan dirimu, kapan kita akan bertemu?" suara seksi dan menggoda dari seorang pria yang sangat Anna kenal
" King " Gumam Anna dan terdengar oleh King
" Oh, sayangku, kamu mengenali suara ku" suara King terdengar manja.
" Apa yang kamu inginkan?" Anna mulai khawatir, Pria bernama King sangat bernafsu ketika bersama Anna.
" Oh sayang,, mulai hari ini kamu adalah kekasihku" Suara King tertekan.
" Maksud kamu" tanya Anna bingung.
" Aku tidak mau ada pria lain dekat-dekat dengan dirimu" King tersenyum.
" Tapi .." suara Anna terputus.
" Jika membantah aku akan mengambil kebebasan dirimu dan mengurung kamu di rumahku" King mengancam.
" King, Apa salah ku , sehingga kamu harus mengacam diriku?" Anna gugup
" Tidak ada, kamu adalah milikku, jika ada pria lain dekat-dekat dengan dirimu aku akan menghancurkan kehidupannya" King memutuskan panggilan.
__ADS_1
" King tunggu" Anna benar-benar kesal, kenapa ia harus di culik dan bertemu dengan pria aneh bernafsu seperti King.
" Kak, Siapa yang menelpon?" tanya Bryan.
" Teman" jawab Anna singkat.
Hari mulai petang menuju malam, Hendrick dan Riana pergi jalan-jalan, dan begitu juga dengan Hans dan Anna.
" Kita akan kemana?" tanya Anna
" Ke pantai" Jawab Hans tersenyum, ia terus fokus mengendarai mobil Menuju pantai di ujung kota.
Anna terdiam,, mobil telah berhenti di parkiran di pinggir jalan. Hans membukakan pintu untuk Anna.
Suasana remang - remang di senja hari terlihat sangat romantis.
Hans menggandeng Anna, menuju tepian pantai, Hans menarik pinggang Anna mendekat ingin mencium bibir Anna, tiba-tiba terdengar deringan ponsel Anna.
Anna melihat nomor di layar ponsel ia tentu tahu itu adalah nomor King.
" Siapa?" tanya Hans kesal.
" Entahlah, aku akan terima dulu" Ucap Anna sedikit menjauh dari Hans yang menatap curiga.
" Ada apa?" ucap Anna kesal ketika menjawab panggilan.
" Sayang, aku tidak melihat pria itu mencium bibir wanitaku" King terkekeh.
Anna menatap sekeliling, jika King tahu Hans akan mencium dirinya berarti King ada di sekitar dirinya.
Ponsel terputus.
"Apa yang harus aku lakukan?" pikir Anna.
" Siapa ? kenapa kamu terlihat gugup?" Hans mendekat.
" Hans, aku tidak apa-apa, bagaimana kalo kita pulang saja " Anna menatap khawatir.
" Kita baru sampai, katakan ada? Siapa yang menelpon? " tanyaHans Heran.
"mmm" Anna menatap ke sembarang arah.
Hans mendekat dan ******* bibir Anna yang kaget, ia benar-benar khawatir dengan King.
" Kenapa?" Hans melepaskan ciumannya.
Ponsel Anna kembali berdering, ia tidak berani menjawab.
" Hans, sebaiknya kita pulang" Anna menarik tangan Hans kembali ke mobil.
Hans mengikuti langkah kaki Anna dan masuk ke dalam mobil.
Hans memperhatikan Anna yang terlihat gugup.
" Katakan kepada ku, apa yang kamu sembunyikan?" Hans memegang tangan Anna.
" Hans, Pagi tadi aku di culik dan di jual ke sebuah tempat yang aku tidak tahu dimana?" Anna menatap Hans.
__ADS_1
" Apa, siapa yang melakukannya, apakah kamu terluka?" Hans khawatir dan bingung.
" Aku tidak apa dan seorang yang membeli diriku terus mengancam aku" Anna tertuduk.
" Apakah dia menyentuh dirimu?" mata Hans memerah.
" Apa yang kamu pikirkan?" Anna mulai Emosi.
" Maksud ku , ah " Hans memukul stang mobil.
" Apa yang akan kamu lakukan jika dia telah di sentuhnya?" Anna menatap Hans.
" Anna, katakan padaku" Hans memandang Anna.
" Antarkan aku pulang!" perintah Anna yang membuang muka ke luar jendela.
Hans kebingungan, ia khawatir, di tambah lagi Anna terlihat marah,
" Apakah aku salah bicara?" Hans melirik Anna sekilas.
Sesampai di rumah Anna langsung masih ke rumah tanpa memperdulikan Hans.
" Apa yang dia pikirkan?" Anna menggerutu.
Hans masih terdiam di dalam mobil, melihat lampu kamar Anna yang masih menyala.
Anna meletakkan tas dan sepatu pada tempatnya, melepaskan pakaiannya hingga hanya menggunakan pakaian dalam, ia berbaring di atas tempat tidur.
Ponsel Anna berdering, ia tahu pasti King, Anna menerima panggilan tanpa menyapa.
" Halo sayang, kamu sudah berada di kamar, bersihkan dirimu dari bekas pria itu!" perintah King.
" Apa kamu terus mengikuti diriku?" Anna emosi.
" Tentu saja sayang, aku menjaga dirimu dari gangguan pria, ingat kamu adalah milikku!" King menekan suaranya dan mematikan ponselnya.
***
Andreas tersenyum puas.
" Hans, kamu Tidak akan pernah memiliki Anna karena dia adalah milikku" Andreas tertawa
Jhonatan memperhatikan Andreas, yang telah tergila-gila kepada Anna.
Andreas duduk di kursi kerjanya dan meletakkan kakinya di atas meja.
" Aku senang melawan Rekan bisnis ku dengan cara halus, urusan cinta dan pekerjaan harus di bedakan" Andreas memutar Pena menggunakan Ujung jarinya.
Jonathan hanya diam melihat kelakuan Andreas.
" Jo, kapan Laura pulang?" tanya Andreas kepada Jhonatan.
" Besok Tuan" jawab Jhonatan singkat.
" Baguslah, malam ini aku mau bersenang - senang dengan kekasih ku" Andreas bergesas dari kursinya mengambil jas dan berjalan Menuju parkiran.
****
__ADS_1