Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Menikmati


__ADS_3

(❀️FAVORIT, LIKE, KOMENTAR, VOTE, BINTANG 5 😘) PENYEMANGAT UPDATE πŸ’ͺ


Anna menikmati hari-harinya di Villa unik dan sangat menginspirasi dirinya.


Ada banyak ide yang ingin ia keluarkan dari otaknya.


Anna berjalan menuruni tangga kristal terbuat dari kaca - kaca bening dan tebal, sangat indah bagaikan Istana Frozen.


Yuna duduk di ruang tamu, ia membaca majalah Novel.


Anna berdiri di depan Yuna dan memandangnya.


Menyadari Anna berada di depannya, Yuna segera berdiri.


"Ada yang bisa saya bantu Nona Anna." Yuna bertanya dengan lembut.


"Bisakah kamu memberikan diriku komputer?" tanya Anna.


"Tentu saja, Tuan muda telah mempersiapkannya untuk anda." Yuna tersenyum.


"Siapa nama Tuan muda kamu?" tanya Anna penasaran.


"Maaf Nona, Tuan hanya mau anda aman disini." jawab Yuna dan berlalu meninggalkan Anna menuju kamarnya untuk mengambil laptop.


Anna duduk di atas sofa empuk berwarna putih serasi dengan warna Villa.


"Siapa Tuan muda Misterius? Harry, Hans, Hengky, ah Yuna bilang dia kekasih ku." Anna memejamkan matanya.


"Aku pernah berpacaran dengan Hans tetapi sangat singkat." gumam Anna.


"Nona ini laptop untuk Anda." Yuna menyerahkan sebuah tas berwarna merah Kepada Anna.


"Terimakasih." Anna menerima tas dan mengeluarkan isinya.


"Wah, cantik sekali, ini laptop mahal." Anna terlihat senang.


"Laptop itu khusus untuk seorang Arsitek seperti Anda." Yuna tersenyum.


"Bagaimana kamu tahu aku seorang arsitek?" tanya Anna mengaktifkan laptop.


"Tuan muda mengatakan kepada saya." ucap Yuna.


"Baiklah, sampaikan terimakasih ku Kepada Tuan muda." Anna tersenyum.


"Apa anda tidak tahu siapa Tuan muda yang me jadi kekasih Anda?" tanya Yuna.


"Aku tidak punya kekasih, setidaknya aku akan menghabiskan waktu ku dengan menggambar." Anna tersenyum.


"Ah, apakah Tuan Muda kamu akan datang kemari menemui diriku?" tanya Anna.


"Sepertinya tidak Nona." Jawab Yuna.


"Karena dia mengawasi diriku melalui camera yang ada di setiap ruangan." Anna tersenyum kepada Yuna.


"Ternyata Nona Anna tahu, dirinya diawasi." Yuna berbicara dalam hatinya.


Seorang pria tampan tersenyum melihat tingkah Anna melalui layar komputer miliknya.


"Kamu tidak khawatir sama sekali." pria itu tersenyum.


"Walaupun jauh setidaknya aku bisa melihat dirimu." tangan kekar menyentuh layar komputer.


Anna membuka ikatan rambutnya dan membiarkan angin laut bermain dengan lembut.


"Kamu sangat cantik" pria itu memperbesar layar dan mencium Anna dari layar komputer.

__ADS_1


"Aku suka tempat ini, bagaikan lari dari kenyataan." Anna membentangkan tangannya menghirup udara dari tepi pantai.


"Semoga Andreas tidak menggangu keluarga ku dengan hilangnya diriku, walaupun aku sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku." Anna memejamkan matanya berbicara pada hatinya.


Dress santai berbahan lembut melambai-lambai tertiup angin.


Kulit mulus dengan warna eksotis, menikmati sentuhan lembut dari alam.


Yuna, mengawasi Anna dari balik kaca dan menghubungi Tuan muda.


"Tuan, Nona Anna tidak tahu siapa Anda." ucap Yuna.


"Biarkan saja dia menikmati hari-harinya." jawab Tuan Muda.


Yuna mengakhiri panggilan, ia melihat komputer yang terletak di atas meja yang masih menyala.


Desain luar biasa yang Anna rancang dalam waktu yang singkat.


Setelah lelah menggambar Anna pergi keluar untuk menyegarkan dan mengistirahatkan mata indah miliknya.


Anna kembali ke Villa dan melihat Yuna yang masih setia duduk di sofa.


"Yuna, apa kita bisa mendaki bukit di belakang Villa?" tanya Anna.


"Tentu saja Nona, Tuan muda dering melakukanya." jawab Yuna.


"Apa ada pakaian yang bisa aku gunakan untuk mendaki?" tanya Anna.


"Anda bisa memilih di lemari perlengkapan di kamar bawah, Mari ikut saya." Yuna berjalan menuju ruangan perlengkapan.


Pintu terbuka, ada banyak lemari berisi pakaian mendaki dan diving.


"Waaah, apa aku juga boleh menyelam?" tanya Anna membuka lemari.


"Tentu saja Nona, lautan aman untuk menyelam dan berenang." jelas Yuna tersenyum melihat kebahagiaan Anna.


"Terimakasih Yuna." Anna memeluk Yuna.


"Berterimakasih lah kepada Tuan muda." Yuna tersenyum.


"Katakan kepada Tuan muda, Terima kasih, aku suka tinggal di sini." ucap Anna bersemangat.


"Ya Tuhan, aku sudah lama tidak melakukan ini semua." Anna memilih pakaian renang.


"Nona, apa yang akan Anda lakukan hari ini?" tanya Yuna.


"Aku akan berenang dan berjemur." Anna benar-benar bersemangat.


Yuna tersenyum, Tuan muda akan cuci mata dengan melihat wanitanya menggunakan pakaian renang.


Anna berpikir kamera hanya ada di dalam Villa saja.


"Saya akan menunggu anda di luar." Yuna pamit keluar dan menutup pintu.


Anna keluar dengan pakai renang cantik berwarna peach dengan bunga-bunga.


Keindahan tubuh proporsional layaknya seorang model terlihat jelas dengan pakaian renang.


Yuna yang seorang wanita saja kagum melihat kesempurnaan bentuk tubuh Anna.


Anna telah mengikat rambut panjangnya, memperlihatkan leher jenjang yang menggoda untuk digigit.


***


Seorang pria yang berkurung di dalam kamar dan memperhatikan layar komputer melotot.

__ADS_1


Jantungnya berdetak kencang dan tidak beraturan.


Tangan ingin menutup layar komputer tetapi godaan untuk menikmati pemandangan indah telah menahan gerakan tangan.


"Anna, kamu benar-benar menikmati kesendirian dirimu di sana." pria tersenyum menggoda.


Matanya seakan tidak ingin mengejap walaupun hanya sedetik.


Kerugian luar biasa jika ia melewati, seorang wanita yang sedang berjemur di bawah sinar Matahari.


Kulit eksotis terlihat berkilau manyapa tangan untuk menyentuh.


Anna berjalan menuju pantai dan berenang bagaikan Putri duyung.


Tubuh basah yang menggoda, pria di depan layar, telah mengacak rambutnya.


"Anna kenapa kamu lakukan itu?" pria itu beranjak dari kursinya menghindari layar komputer.


Wanita yang dicintainya sangat menggoda, dengan tubuh seksi sempurna dan kecantikan alami.


Air mengalir melewati wajah cantik tanpa make up dan senyuman kebebasan, Anna menghempaskan tubuhnya di atas air laut.


"Aku harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan dirinya, jika tidak aku akan kehilangan Anna untuk selamanya." pria itu berbicara sendiri.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut cinta pertama ku." pria itu mengepalkan tangannya.


***


Yuna membawakan handuk untuk Anna. Ia melihat wanita yang seakan tanpa beban.


"Yuna, kemarilah kita berenang bersama." ajak Anna.


"Tidak Nona terima kasih." jawab Yuna.


"Ah, kamu tidak asyik." Anna kembali menenggelamkan diri dalam air laut yang sangat jernih.


Pantai yang dikelilingi bukit - bukit indah sehingga hampir tidak ada gelombang.


Air laut yang begitu jernih sehingga dapat melihat pasir pantai di dalamnya.


Anna berenang semakin menjauh dari dari Yuna, ia tidak menggunakan alat bantu.


"Nona, sebaiknya Anda kembali." Yuna berteriak khawatir.


Anna tidak mendengarkan panggilan Yuna, ia telah sampai pada batu besar yang berada di tengah laut, berbentuk seperti rumah.


Ada banyak siput yang menempel di atas batu.


"Sepertinya siput ini bisa dimakan." Anna tersenyum.


"Harusnya aku membawa tas belanja." Anna menahan tawa.


Ia benar-benar menikmati kesendiriannya di pulau yang begitu indah dan tidak perduli apa yang akan terjadi setelah ini.


Nikmati saja hidup untuk hari ini, daripada ia mengurung diri dan menyiksa hati Tidka ada untungnya.


Hari ini adalah kesenangan yang luar biasa. Nikmati hidupmu dengan cara yang positif dan berguna, berbahagialah dengan apa yang kamu jalani saat ini.


*************************************


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin πŸ˜‡


Love You Readers πŸ’“ Thanks for Reading 😊

__ADS_1


(Cinta Untuk Dokter Nisa)


__ADS_2