
Rumah hijau dipenuhi tanaman, sangat menyejukkan, kupu-kupu cantik berterbangan di halaman. Seorang wanita cantik menyirami bunga dan sayuran yang berada di halaman rumah.
Rambut panjang ia sanggul rapi, memperlihatkan leher jenjang yang menggoda. Mini dress berwarna cream hanya menutupi paha mulusnya.
Seorang pria memeluk istrinya dari belakang mencium lekukan leher yang lembut. Tangannya meraba paha mulus dan bermain di perut yang mulai terlihat sedikit membesar.
Anna melepaskan selang air di atas rumput hijau yang basah dan memutar tubuhnya menghadap Hans. Menggantungkan tangannya di leher berotot.
Hans yang hanya menggunakan celana pendek tanpa pakaian menampilkan tubuh seksi berotot yang keras ketika disentuh.
"Apa yang kamu lakukan tanpa pakaian di pagi hari?" Anna tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
"Istriku sangat menggoda dengan dress mini ini." Hans mencium bibir Anna dengan lembut dan menggendongnya kembali ke rumah.
"Hans aku belum selesai menyirami tanaman." Anna segera berpegangan pada leher Hans.
"Sayang, di pagi hari seseorang sangat ingin bercinta." Hans mencium telinga Anna dan memberikan gigitan kecil.
Anna berteriak dan hampir jatuh dari gendongan Hans karena gerakan refleks yang ia lakukan.
"Sayang itu berbahaya." Hans melotot melihat kearah Anna.
"Kamu yang melakukan secara tiba-tiba dan mengejutkan ku." Anna menutupi wajah Hans dengan tangannya.
Hans membaringkan tubuh Anna di atas sofa panjang di ruang tengah dengan senyuman nakal dan menggoda.
"Apa yang mau kamu lakukan?" Anna melihat kearah pintu yang terbuka.
"Bercinta di ruang tamu." Hans mulai melancarkan serangannya dengan mencium dan menggigit telinga Anna.
Anna menutupi mulutnya agar tidak berteriak, ia sangat khawatir ada seseorang yang akan datang dan melihat mereka berdua.
"Tunggu sebentar." Hans menghentikan aksinya untuk menutup dan mengunci pintu.
"Hans, kita ke kamar saja." Anna duduk dan bersiap pergi ke kamar.
"Tidak-tidak, aku mau kita bercinta di sini saja." Hans menarik tangan Anna dan menjelajahi tubuh Anna dengan jari nakalnya.
"Ada apa dengan dirimu?" Wajah Anna memerah.
"Kamu yang menggoda diriku menggunakan dress seksi tanpa bra sehingga memperlihatkan tubuh seksi menggoda." Hans tersenyum.
"Hans, kamu sendiri yang membelikan semua dress seksi ini." Anna kesulitan bernapas, lidah dan bibir Hans terus bermain di leher dan tubuh Anna.
"Tetapi tidak boleh digunakan di luar rumah, aku akan menghukum dirimu." Hans tersenyum melihat wajah Anna memerah.
Hans telah membuka dress Anna dan membuang ke lantai, terlihat tubuh padat berisi semakin seksi dan cantik walaupun Anna sedang hamil.
Anna hanya bisa pasrah dengan perlakuan Hans yang sangat kelaparan di pagi hari sehingga memakan dirinya penuh dengan nafsu. Tangan Anna menyentuh rambut lembut Hans.
Bercinta dengan lembut dan berhati-hati karena Anna sedang hamil muda, mencapai puncak kenikmatan bersama.
Dengan tubuh basah karena keringat, Hans dan Anna mandi bersama dengan mesra dan manja. Anna harus mandi dua kali karena Hans.
__ADS_1
Anna telah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, ia melihat Hans turun dari tangga dengan pakaian santai.
"Hans, berapa lama kamu akan berada di rumah dan tidak bekerja?" Anna meletakkan piring di depan suaminya.
"Aku sudah dipecat sayang, sekarang kamu adalah bos-nya." Hans memeluk Anna dan menghirup aroma wangi dari rambut basah istrinya.
"Apa perusahaan kamu sudah bangkrut?" Anna tersenyum.
"Aku menyerahkan semuanya kepada Juanda dan Reyhan." Hans duduk di kursinya.
"Bos Hans jadi pengangguran?" Anna duduk di depan Hans.
"Sepertinya begitu, aku mendapatkan gaji dari perusahaan ku sendiri." Hans mengedipkan matanya.
"Kita bisa jadi petani." Anna tersenyum cantik.
"Apa kamu berpikir Hans Roberto benar-benar bangkrut?" Hans menatap tajam kepada Anna.
"Kenapa tidak, biasa seorang pria kaya yang menikah dengan wanita miskin akan jatuh miskin." Anna tertawa.
"Anna ku sayang, aku punya banyak aset dan perusahaan sendiri, walaupun papa menarik sahamnya aku tetap menjadi bos besar." Hans pindah kesamping Anna.
"Aku sangat beruntung." Anna memulai makanan.
"Tentu saja." Hans menyuapi Anna.
"Aku akan menemani dirimu di rumah hingga kamu melahirkan." Hans menikmati sarapannya hingga habis.
"Kamu akan berada di rumah selama sembilan bulan lebih." Anna beranjak dari kursi dan membersihkan peralatan makan.
"Terserah dirimu, seorang Bos bisa melakukan apa saja." Anna tersenyum.
"Tentu saja dan aku bisa melakukan apa saja kepada dirimu." Hans memeluk Anna dari belakang.
"Kamu bisa membunuhku, lebih baik kamu pergi ke kantor." Anna mencubit perut Hans.
"Bersiaplah kita akan melihat kantor kamu." Hans berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian.
"Kantor ku? Apa aku akan bekerja lagi?" Anna bersemangat.
"Kamu menginginkan perusahaan sendiri, kami memberikan untuk dirimu sebagai hadiah pernikahan kita." Hans tersenyum.
"Benarkah." Anna berlari menaiki tangga mengejar Hans.
"Hentikan." Teriak Hans.
"Kenapa?" Anna gugup dan terdiam ketakutan.
"Apa kamu lupa, kamu sedang mengandung anak kita?" Hans khawatir dan kembali menuruni tangga mendekati Anna.
"Aku baik-baik saja dan bayi kita sangat kuat." Anna mengusap perutnya dan memancungkan mulutnya dengan manja.
"Maafkan aku sayang." Hans memeluk Anna.
__ADS_1
"Dimana perusahaan ku?" Anna tersenyum dan menatap wajah Hans dengan manja.
"Bersiaplah!" Hans menarik tangan Anna menuju kamar dan berganti pakaian.
"Hari ini kita akan melihat kantor dan rumah baru." Hans memeluk Anna yang duduk di depan meja rias.
"Rumah baru?" Anna menatap wajah Hans dari pantulan cermin.
"Ya hadiah kedua untuk istriku." Hans mencium kepala Anna.
"Tapi Aku tidak mau meninggalkan rumah Nenek dan Kakek." Anna terlihat sedih.
"Apa kamu tidak kasihan kepada Mama Riana yang sangat ingin kembali ke rumah ini?" Hans menyentuh pipi Anna.
"Kasihan Mama yang merindukan rumah ini tetapi ia tidak bisa tinggal disini karena kita berdua." Hans menatap mata Anna.
"Maafkan aku, yang tidak memahami Mama." Anna menunduk.
"Ayolah, karyawan kamu telah menunggu kedatangan bos wanita paling cantik tahun ini." Hans menarik tangan Anna.
"Apakah aku jadi seorang Bos?" Anna menahan tangan Hans.
"Tentu saja, itu adalah keinginan kamu menjadi bos di perusahaan sendiri, kamu juga bisa merekrut karyawan sesuka hatimu." Hans menyentuh hidung mancung Anna.
"Hans, terimakasih." Anna memeluk Hans.
"Hanya terima kasih?" Hans melepaskan pelukannya dan menatap Anna.
"Lalu?" Anna bingung.
"Cium aku dengan hangat dan berdurasi lama." Hans menyentuh bibirnya.
Anna tersenyum, itu bukan hal sulit untuk mencium suaminya sendiri. Ia meletakkan tangannya di telinga Hans dan mendekatkan bibir mereka.
Anna mencium bibir suaminya dengan lembut, Hans tersenyum hingga membuat gigi mereka bertemu dan membuka celah untuk lidah Hans masuk dan bermain di dalam rongga mulut.
Ciuman hangat dengan durasi lama hingga mereka kehabisan napas. Bibir Anna terasa bengkak dan basah karena Hans.
"Aku rasa bibirku aneh." Anna menyentuh bibirnya dan mengambil tisu.
"Bibir kamu sangat seksi." Hans mengecup bibir Anna kembali.
"Sudah jam berapa sekarang?" Anna melirik jam berwarna hitam di tangannya.
"Ayo berangkat Sayang." Hans menggandeng tangan Anna menuruni tangga dan menuju garasi mobil.
Mobil melaju menuju Perusahaan baru yang Hans dirikan untuk Anna.
***
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.
Baca juga Novel Author berjudul “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan "Mengejar Cinta Ariel"
__ADS_1
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.