Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Hukuman


__ADS_3

Anna tidak berniat lagi keluar rumah, ia tidak mau bertemu dengan Hans dan Veronika.


Anna duduk di ruang tamu, ia menggunakan kaos oblong tanpa lengan dan hotpants sepaha dengan komputer di atas pahanya.


Ia duduk di atas sofa panjang, dengan kaki selonjoran.


Anna sedang searching lomba desain gedung, ia memiliki banyak stok desain di dalam laptopnya.


Anna menghisap permen lollipop di mulutnya untuk menemani ia bekerja.


Terdengar bunyi bel dari pintu ruang tamu dan tidak jauh dari posisi Anna.


Anna memindahkan laptop dari pahanya ke meja dan mengeluarkan permen dari mulutnya yang terlihat lengket karena kandungan gula dari lolipop.


Anna berpikir itu pasti pengantar paket, karena ia tidak mau lagi pergi berbelanja ke luar.


Anna membuka pintu dan sangat kaget, Pria tampan yang sangat ia kenal berdiri dan tersenyum kepada Anna yang masih melongo dengan bibir basah dan lengket sedikit terbuka.


Andreas sangat tergoda dengan bibir seksi terlihat manis dan benar-benar manis bekas permen.


Tanpa sepatah kata, Andreas Menarik tubuh Anna dan mendaratkan ciuman penuh hasrat di bibir Anna, Andreas dapat merasakan bibir manis dan lengket.


Anna sangat terkejut permen yang ia pegang Jatuh ke lantai, Anna berusaha melepaskan diri dari kuncian tangan kekar Andreas.


Andreas mendorong tubuh Anna hingga jatuh tepat di kursi panjang tempat Anna duduk.


Kursi panjang yang empuk dengan bantal di sekelilingnya membuat nyaman Ketika berbaring.


Anna terus berusaha melepaskan diri, tangan Anna dikunci oleh tangan kelas Andreas, dan kakinya telah berada di antara kaki Andreas, bibir Anna terkunci oleh bibir Andreas.


Andreas benar-benar menikmati ciuman paksaan yang ia lakukan, ciuman yang sangat ia rindukan begitu nikmat.


Ciuman Andreas mengingat Anna kepada seseorang yang pernah mencium paksa dirinya yang berusaha Anna lupakan.


Anna mengigit bibir Andreas hingga berdarah, tetapi gigitan Anna membuat Andreas tersenyum dan semakin bersemangat, cairan merah telah berpindah dari mulut Andreas ke Anna.


Anna berteriak dan menangis, ia kesulitan bernapas, Andreas tersenyum dan melepaskan Anna.


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Andreas, mata Anna memerah ia terlihat membenci Andreas.


Andreas beranjak dari kursi, mengunci pintu dan mengusap pipi bekas tamparan Anna.


"Aku rela kamu tampar seratus kali setelah mendapatkan ciuman dirimu" Andreas tersenyum, ia menyentuh bibirnya yang masih mengeluarkan darah, ada rasa perih.


"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" tanya Anna kesal.


"Itu hukuman untuk dirimu yang telah berani meninggalkan diriku" Andreas tersenyum, ia melepaskan jas hitam miliknya dan meletakkan di atas sofa.


Andreas menyentuh dagu Anna dan mengangkatnya.


"Aku tidak menerima pengunduran dirimu" Andreas mengeluarkan sebuah cek, berisi sejumlah uang yang Anna bayarkan untuk biaya pinalti.


Andreas mengeluarkan sebuah amplop coklat berisi berkas kontrak yang pernah di tandatangani Anna.


"Andreas kenapa kamu berubah?" tanya Anna yang merasa Andreas tampak beda.


"Aku tidak berubah Sayang, ini adalah Andreas yang asli" Andreas duduk di samping Anna dan mencium pipi Anna.


"Sekarang, bacalah Surat kontrak yang telah kamu tanda tangan ini" Andreas membuka amplop dan memberikan kepada Anna.


Anna membuka amplop, Anna membacanya, tidak ada dan tidak boleh ada pembatalan kontrak.

__ADS_1


Di bagian terakhir Anna adalah kekasih Andreas, tanda tangan Anna di atas materai.


"Tidak ada kontrak seperti ini" Anna menatap ke arah Andreas, ia melihat pria asing di depannya.


"Kamu sangat ceroboh Anna, sepertinya Hans juga tidak tahu dengan kontrak ini" Andreas tersenyum dan memeluk Anna.


"Lepaskan" Anna beranjak dari kursi dan mendorong tubuh Andreas.


Anna ingin berlari ke kamarnya tapi tubuh itu telah di tarik Andreas dalam dekapannya.


"Jika kamu memberontak, aku tidak jamin dengan pria kecil yang bersembunyi di bawah sana akan bertahan untuk tidak keluar ke permukaan" Andreas mendekap tubuh Anna dan menguncinya dengan tangannya.


Andreas mencium leher dan pundak Anna yang sangat menggoda.


"Dengarkan Aku Anna, kamu tidak akan pernah bisa lari dariku karena kamu adalah milikku sejak tanda tangan kontrak" Andreas berbisik di telinga Anna dan menjilatinya.


Tubuh Anna gemetaran, sentuhan demi sentuhan yang Andreas lakukan membuat begidig geli nikmat.


Anna mengepalkan tangannya berusaha menahan diri dan diam tidak bergerak.


"Aku Mohon lepaskan Aku" suara Anna lembut, ia memejamkan matanya.


"Aku akan melepaskan Dirimu, jika kamu berjanji tidak akan lari lagi" Andreas telah membuat tanda merah di leher Anna.


Anna hanya mengangguk takut.


"Jika kamu berani meninggalkan diriku, aku akan memberikan hukuman yang lebih berat lagi" Lidah Andreas terus menari di pundak seksi Anna, tangan Andreas mengusap paha Lembut Anna.


"Hm" jawab Anna pelan, Andreas melepaskan tubuh Anna yang terasa lemas.


Anna kembali duduk di Sofa, Andreas memperhatikan sekeliling isi rumah, ia bisa melihat dapur.


"Aku mencintaimu" Bisik Andreas di telinga Anna.


Susu cokelat panas dalam gelas kaca Andreas berikan kepada Anna dan kopi panas untuk dirinya.


Anna menerima gelas berisi susu cokelat tanpa melihat Andreas.


Andreas duduk di sofa depan Anna dan meneguk kopi pahit yang ia buat sendiri.


"Minumlah, itu akan menyegarkan dirimu" Andreas tersenyum puas, tenyata Anna tidak bisa di taklukan dengan cara lembut, dan paksaan adalah cara untuk mendapatkan Anna.


Anna meminum susu dengan perlahan, tangannya masih gemetaran.


Andreas terus memperhatikan Anna dan tersenyum.


"Mulai hari ini dan seterusnya kamu adalah kekasihku, tidak boleh dekat - dekat dengan pria lain!" tegas Andreas.


Anna masih terdiam, ia tidak percaya dengan apa yang dialaminya, Andreas benar-benar berbeda dari terakhir ia bertemu.


Andreas beranjak dari kursi dan pindah ke samping Anna, membuat Anna terkejut dan melihat ke arah Andreas.


"Dengarkan aku Sayang, jangan pernah bermain-main dengan diriku, aku tidak suka penolakan dan dirimu telah menolak diriku berkali-kali"Andreas berbisik di telinga Nisa dan meniupnya lembut.


"Aku telah menggantikan uang Hans yang ia berikan kepada Mama Riana untuk menyelesaikan masalah yang di buat Veronika" lanjut Andreas.


"Aku tidak mau, keluarga kekasihku berhutang kepada pria lain, karena aku mampu memberikan semua yang kamu inginkan" Andreas tersenyum dan mencium pipi Anna.


Anna hanya terdiam, ia tidak tahu harus mengatakan apa, bahagia, sedih atau berterima kasih.


Andreas memeluk tubuh Anna.

__ADS_1


"Dengar Sayang, aku menyukai Anna yang seperti dulu, periang" Andreas mencium telinga Anna.


"Dimana kamu menginap?" Tanya Anna memenangkan hatinya.


"Hotel tidak jauh dari rumah ini, agar aku bisa memantau dirimu" Andreas pindah ke Sofa depan Anna.


"Jika kamu ingin memiliki perusahaan Arsitektur, aku akan membangunkan untuk kmau, asalkan kamu tetap bersama dengan diriku" Andreas mengaktifkan layar komputer Anna dan melihat ada banyak desain di file Anna.


"Bagaimana?" tanya Andreas.


"Terserah dirimu" Anna meletakkan gelas di atas meja dan menyenderkan tubuhnya di sofa, ia benar-benar telah pasrah.


"Kamu mau kembali ke negara kita atau menetap di sini" tanya Andreas tetap fokus pada layar komputer.


"Aku akan memikirkannya" ucap Anna, dan beranjak dari kursi menuju dapur. Andreas mengikuti Anna.


Anna membuka lemari pendingin tempat penyimpanan bahan makanan segar.


"Apa kamu mau memasak?" Andreas memeluk Anna dari belakang.


"Hmmm" Anna menarik nafas panjang.


"Lepaskan diriku, aku sangat lapar" ucap Anna.


"Duduklah" Andreas menarik tangan Anna dan mendudukkannya di kursi.


Andreas mengambil celemek dari Anna, dan memasang pada tubuhnya.


Ia terlihat tampan dengan tubuh berotot dan seksi.


Anna memperhatikan Andreas yang dengan lihainya memasak makanan untuk makan siang.


Begitu mewah, masakan khas seorang koki. Anna sangat kagum dengan kemampuan memasak Andreas.


Di mata Anna, Andreas memiliki kepribadian ganda, kadang lembut, kadang kasar dan kadang pemaksa.


Makanan telah tertata rapi di atas meja makan.


"Selamat menikmati makan siang Anda, Sayang" Andreas membuka celemek dan duduk di depan Anna.


Mereka makan siang bersama di rumah Mama Riana.


***


**


*


*Terimakasih


*


**


**


Thanks for Reading


Mohon dukungannya untuk selalu Tinggalkan Like, komentar dan Vote.


Terimakasih

__ADS_1


Love You Readers**


__ADS_2