Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Kita Akan Menikah


__ADS_3

Mobil Hans telah sampai di rumah utama, ia keluar dari mobil dan menggunakan mobil sport merah miliknya menuju rumahnya sendirian.


Hans tidak masuk ke rumah utama karena ia tidak mau melihat Veronika.


Hans memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia merasakan sekujur tubuhnya sakit.


Mobil telah memasuki perkarangan rumah hijau milik Hans.


Han membuka pakaiannya dan hanya menggunakan celana pendek, ia berdiri di depan cermin raksasa.


"Aw." Hans menyentuh bibirnya yang pecah dan melihat wajah memar bekas pukulan Andreas.


"Hah, Apakah jatuh cinta bisa membuat pria menggila." gumam Hans melihat wajah tampannya dari pantulan cermin.


Hans menghubungi Reyhan dan mengatakan yang terjadi kepada dirinya, agar Reyhan bisa membawa obat yang dibutuhkan.


Mobil Reyhan telah sampai di depan rumah Hans.


Reyhan kagum dengan desain rumah baru Hans begitu hijau dan menyegarkan.


"Wah, seorang Ahli di bidang design, memiliki selera yang luar biasa." Reyhan berkeliling halaman, menikmati suasana perkarangan rumah yang sangat indah.


"Aku telah mendengarkan bunyi mobil Reyhan, tetapi kenapa ia belum masuk?" Hans berjalan keluar rumah dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Aw, dimana Dokter gila itu?" Hans memijat perutnya.


"Hey, Apa kamu mau mati di dalam kolam it" bentak Hans.


Reyhan menoleh ke arah Hans, ia terkejut melihat wajah tampan Hans babak belur.


"Hey, Bos besar, apa yang terjadi kepada dirimu?" Reyhan berjalan mendekati Hans.


"Bukankah aku sudah mengatakan kepada dirimu." Hans kembali ke dalam rumah.


Reyhan kembali ke mobilnya dan mengambil perlengkapan medis.


"Apakah kamu bisa berkelahi? Siapa yang menang?" canda Reyhan.


Hans menatap tajam kepada Reyhan dan bersiap untuk menghancurkan gelar Dokter Reyhan.


"Baiklah, tida ada yang menang, karena pria yang sedang jatuh cinta akan menjadi sama kuat." ucap Reyhan dan membuka tas miliknya.


"Tunggu dulu, rumah baru kamu sangat indah dan unik, apa ini hasil rancangan dirimu sendiri?" tanya Reyhan dan berkeliling di dalam ruangan.


"Kamu mau mengobati diriku atau tidak, aku akan mencari Dokter pribadi baru." tegas Hans.


"Tentu saja, Aku segera mengobati dirimu." Reyhan berlari mendekati Hans dan segera memberikan suntikan dan obat untuk Hans.


Ada banyak obat yang Reyhan berikan kepada Hans.


"Berapa lama bengkak di wajahku akan hilang?" tanya Hans.


"Paling lama tiga hari." ucap Reyhan.


"Gunakan salep ini secara rutin setiap selesai mandi." lanjut Reyhan.


"Tiga hari lama sekali." Hans melihat salep yang Reyhan berikan.


"Ini yang terbaik, jika tidak kamu butuh waktu lebih dari satu Minggu." Hans merapikan peralatan medisnya.


"Sebelum tidur, oleskan minyak ini di perut dan seluruh tubuh kamu." jelas Reyhan.


"Apakah ini juga yang terbaik?" Hans memperhatikan botol obat yang Reyhan berikan.

__ADS_1


"Untuk bos besar yang kaya dan tampan, aku selalu berikan yang terbaik dan termahal." Reyhan tersenyum.


"Kau tidak sedang menipuku?" tanya Hans.


"Kamu adalah brankas uangku." Reyhan tersenyum dan kembali berkeliling.


"Ini adalah rumah sepasang suami-istri." gumam Reyhan.


"Apakah Hans sudah menikah?" Reyhan berbicara sendiri.


"Aku akan melihat lantai dua." Reyhan bersiap menaiki tangga kristal.


"Jangan pernah naik ke atas, atau kamu akan kehilangan kedua kakimu." ucap Hans menatap tajam kepada Reyhan.


"Kenapa kamu pelit sekali?" Reyhan kecewa, ia sangat penasaran bentuk dan isi yang ada di lantai atas.


"Karena lantai dua khusus untuk Aku dan Istriku" tegas Hans.


"Siapa istrimu? Veronika?" tanya Reyhan.


"Jika kamu berani menyebutkan nama wanita itu, aku pastikan kalian berdua akan menikah." Hans menatap tajam kepada Reyhan dengan Emosi.


Reyhan terdiam, apakah Hans bisa membenci Veronika.


"Baiklah aku akan berkeliling di luar." Reyhan berjalan menuju perkarangan rumah.


Ponsel Hans berdering, ia melihat panggilan dari Yuna.


"Yuna." Hans panik dan segera menerima panggilan.


"Apa yang terjadi pada Anna?" Hans menjawab panggilan dengan pertanyaan.


"Hans." suara lembut Anna terdengar di telinga Hans.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Anna lembut dan sedikit canggung.


"Ya, Aku baik." ucap Hans merasa lebih baik setelah mendengar suara Anna.


"Hans, jangan lupa minum obat dan olesi salep pada wajahmu, aku mau kembali ke rumah sakit." Teriak Reyhan dan meninggalkan Hans yang terdiam.


"Hans, apa yang terjadi pada dirimu?" tanya Anna khawatir.


"Tidak apa, tadi aku mengalami kecelakaan." Hans gugup.


"Benarkah, apa kamu tidak berbohong?" ucap Anna.


Hans terdiam, ia tidak mau berbohong kepada Anna tetapi ia juga tidak mau Anna khawatir dan berpikir berlebihan.


"Hans, aku tidak suka dibohongi." ucap Anna pelan.


"Maafkan Maafkan aku." ucap Hans.


"Apa yang terjadi?" tanya Anna.


"Anna, Aku mencintai dirimu, aku tidak mau kamu terluka dan terpaksa." ucap Hans.


"Katakan!" ucap Anna.


"Aku bertemu Andreas ketika pulang dari pulau dan kami berkelahi tetapi aku baik-baik saja hanya memar di wajah tampan ku." jelas Hans.


"Apa kamu mau aku merawat dirimu?" tanya Anna.


"Tentu saja." Jawab Hans spontan.

__ADS_1


"Ah tidak, aku tidak mau Andreas menemukan dirimu, dia telah mencurigai Aku." ucap Hans.


"Lalu?" tanya Anna.


"Jika kamu mau menikah dengan diriku, aku akan selalu berada di dekat kamu." ucap Hans pelan.


Anna hanya terdiam, ia belum punya keinginan untuk menikah, tetapi selama ia masih sendiri Andreas tidak akan pernah membiarkan dirinya.


Mungkin dengan menikah dengan Hans, ia bisa terbebas dari Andreas. Hans pria yang baik dan tidak pernah memaksa Anna.


"Anna." sapa Hans membuyarkan lamunan Anna.


"Baiklah kita akan menikah." ucap Anna cepat.


"Apa?" Hans tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan.


"Anna apa kamu tidak bercanda?" tanya Hans menyakinkan dirinya.


"Tidak, apa kamu tidak mau menikah dengan diriku?" tanya Anna.


"Oh God, Anna aku mencintaimu, kita akan segera menikah secepatnya." ucap Hans bersemangat.


Panggilan diputuskan, Hans ingin berlari mengelilingi rumahnya, ia sangat bahagia.


"Aaaaaaa." Hans berteriak nyaring, ia tidak perduli dengan rasa sakit pada wajahnya.


"Ya Tuhan, aku sangat bahagia, aw." Hans menyentuh bibirnya yang sobek.


"Apa yang harus aku lakukan?" Hans kebingungan ia mondar-mandir di dalam rumahnya.


"Hubungi Juanda, agar ia bisa mempersiapkan bekas pernikahan." Hans mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.


Hans benar-benar bahagia, ia segera berlari ke lantai dua dan melihat kamar pengantin yang indah hasil rancangan Anna.


Kamar yang belum pernah Hans pakai, ia selalu tidur di lantai satu.


"Anna, kamar ini milik kita berdua, akan aku berikan surga untuk dirimu." Hans tersenyum memperhatikan nuansa kamar dari pintu.


***


Juanda kesulitan, karena semua berkas Anna ada bersama Andreas sejak ia menculik Anna di Paris.


Anna tidak punya apa-apa, semua diambil Andreas.


Juanda harus menemui Mama Riana dan Hendrick, untuk membuat berkas baru untuk Anna melalui pernikahan sah orang tuanya.


Uang bisa melakukan apa saja akan tetapi tetap membutuhkan syarat untuk membuat sebuah data.


Juanda meminta Jenifer melakukan semuanya agar gerakan mereka tidak diketahui oleh Andreas.


Jenifer sangat senang akhirnya Anna mau menerima Hans, karena Hans jauh lebih baik dari Andreas.


Tidak sulit untuk Jenifer mengurus berkas Anna, karena ia satu rumah dengan Mama Riana.


Melakukan semuanya dengan halus dan tersembunyi, bagaikan mencuri di rumah sendiri.


***


Love You All 💓 Thanks for Reading 🤗


(Like, Komentar, Vote dan Bintang 5)


baca juga "Nyanyian Takdir Aisyah dan "Cinta Bersemi di Ujung Musim" terima kasih 😘

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


__ADS_2