Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Kepergian Kakek


__ADS_3

Rumah Hans


Hans terbangun dari tidurnya, kepalanya sangat sakit, ia tidur tanpa pakaian, Reyhan dan Juanda telah membuka pakaian Hans.


Hans melihat Juanda dan Reyhan tertidur di Sofa, Ia memperhatikan sekeliling.


" Kamar tamu" pikir Hans memegang kepalanya terasa sangat sakit, ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, Hans membersihkan diri.


Hans keluar dari kamar mandi melihat ponselnya tergeletak di atas meja.


Hans mengambil ponsel dan menghubungi nomor Anna, namun nomor ponsel Hans telah di blokir oleh Anna.


Hans melempar ponselnya ke tempat tidur.


Reyhan terbangun.


" Hey, Hans apa yang kamu rasakan?" Reyhan beranjak dari Sofa.


Reyhan telah menyiapkan obat untuk menghilangkan efek samping mabuk untuk Hans.


Hans keluar dari kamar ia menaiki tangga menuju kamarnya, Hans menggantikan pakaian dan mengambil kunci mobilnya.


" Bos mau kemana?" Juanda mengejar Hans.


" Kamu urus perusahaan, aku harus menemui Anna" tegas Hans dan berjalan menuju mobilnya.


" Hans minumlah obat dulu, supaya kepala kamu tidak sakit" Reyhan membawa sebotol air mineral dan sebutir obat.


Hans menuruti Reyhan, ia segera mengambil obat dan meminumnya dengan sekali tegukan.


Ia masuk ke mobilnya dan mengendarai mobil menuju rumah sakit tempat Kakek Anna di rawat.


***


Rumah Sakit.


Anna menggenggam erat tangan Kakek yang terlihat senyum lembut dan lemah, Kakek melihat Hengky yang selalu setia menemani Anna.


" Titip Anna" bisik Kakek di telinga Hengky yang mengangguk.


Kakek memandang Anna sedih, ia tidak bisa melihat Anna menikah, ia bahkan tidak melihat Riana dan Hendrick.


Kakek meneteskan air mata, ia tidak menyangka akan meninggalkan Anna sendirian.


Kakek dan Anna berpegangan tangan, Kakek tidak bisa berucap, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada Anna.


" Kakek kenapa menangis?" Anna mengusap air mata yang mengalir dari mata Kakek.


Kakek mencium tangan Anna,

__ADS_1


" Hiduplah Bahagia" ucap Kakek pelan.


" Anna Bahagia bersama kakek dan nenek" Anna merebahkan kepalanya di samping pundak kakek.


Kakek terdiam tanpa suara dan yang terdengar adalah sebuah suara yang mengerikan.


" Triiiiiiiiiiiit " layar monitor menampilkan garis lurus.


Anna kebingungan dan menyadari Kakek telah tiada.


" Kaaakeeek " Anna berteriak histeris, Hengky menarik Anna menjauh agar tidak menghalangi Dokter dan perawat memeriksa Kakek.


" Hengky, aku sendirian, Kakek, kakek tidak boleh meninggalkan diriku " Anna berteriak.


Dokter Raihan mendekati Anna.


" Anna, kamu harus sabar, Kakek telah tiada" ucap Dokter Raihan.


" Tidak, Kakek ku tidak boleh pergi, Dokter tolong, Aku tidak mau sendirian" Anna menarik tangan Raihan.


" Anna sadarlah, kamu adalah wanita yang kuat" Hengky memeluk Anna.


" Hengky" Anna pingsan.


" Anna, sadarlah" Hengky menggendong Anna ke Sofa.


" Tuan, jaga Nona Anna, kami akan mengurus jenazah Kakek dan mengantarkan ke rumah " Raihan menepuk pundak Hengky.


Hengky menemani Anna.


" Kakek, jangan tinggalkan Anna, kaaakeeek" Anna berteriak dan terbangun.


" Anna, sadarlah kita harus segera memakamkan Kakek" Hengky memeluk Anna.


" Hengky, aku sendirian, aku tidak punya siapa - siapa lagi " Anna menangis di pelukan Hengky.


Hans sampai di Rumah Sakit, ia berlari Menuju ruangan Kakek, Hans melihat tepat tidur kakek telah kosong, Anna berjalan lemas di papah Hengky.


" Hengky, apa yang terjadi?" Hans melihat Anna yang terlihat hancur.


" Kakek Anna meninggal" jawab Hengky.


" Anna" tangan Hans ingin memeluk Anna, namun tidak berani ia melihat Anna tidak menginginkan kehadirannya.


" Hengky, bagaimana Papa dan Mama Anna?" tanya Hans khawatir.


" Tolong hubungi, jika kamu bisa" Hengky mengendong Anna ke mobil.


" Aku akan mencobanya" ucap Hans menatap sedih dan terluka melihat Anna dalam gendongan Hengky.

__ADS_1


Mereka telah sampai ke rumah dan kakek telah di makamkan.


Ada banyak Bunga dan coklat, namun Anna tidak perduli ia segera menaiki tangga menuju kamarnya dan mengunci pintu.


Hengky melihat banyak bunga mawar merah dan coklat di ruang tamu dan ruang tengah.


" Apakah semua ini dari kamu?" tanya Hengky kepada Hans.


"Iya" Ucap Hans sedih, ia menundukkan kepalanya.


Mereka duduk berdua di ruang tamu, bibi Yani mengantarkan dua gelas kopi panas.


" Apakah kamu mencintai Anna?" Tanya Hengky.


" Dia adalah wanita pertama dalam hatiku, aku sangat mencintainya , tapi semalam aku mendapatkan pesan putus dari Anna" Hans mengusap kasar wajahnya.


Hengky merasa tidak nyaman, bahkan ia masuk kedalam hati Anna ketika Anna sedang kacau.


Hengky merasa Anna sedang Dilema, Bingung dan kacau dengan perasaan dan masalah yang dihadapinya.


Hengky merasa bersalah karena mengambil kesempatan itu untuk menyatakan cinta dan berciuman dengan Anna.


" Aku rasa Anna butuh waktu" ucap Hengky.


" Kamu benar, tolong jaga Anna untuk diriku, aku akan menyelesaikan masalah di Paris " Ucap Hans beranjak dari kursi.


Hengky tidak nyaman dengan perkataan Hans.


" Tentu saja, aku akan menjaga Anna dan menunggu kamu kembali" Hengky berjabat tangan dan berpelukan dengan Hans.


Hans pergi meninggalkan rumah Anna dengan perasaan kacau, ia bahkan tidak bisa mengucap kata selamat tinggal, atau mendapatkan sebuah pelukan sebelum ia berangkat ke Paris.


Hengky melihat kepergian Hans.


" Aku akan bersaing secara sportif dengan kamu dan menganggap kejadian semalam tidak terjadi apa-apa" Ucap Hengky.


" Aku akan menjaga Anna tanpa mengencaninya hingga ia tenang dan dapat memilih satu diantara kita " lanjut Hengky.


Hans kembali kerumah dan mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan ke Paris menyusul keluarganya untuk menyelesaikan masalah yang telah dibuat oleh Veronika.


*


*


*


*"*"*"*"*"*"*"*"*'*"*"*"*"*'*'*'*'*'*'*'*'*"*'*'


**Thanks for Reading

__ADS_1


tinggalkan like n komentar di setiap episode, terimakasih


Love You Readers**


__ADS_2