
Hans berjalan paling depan, Anna berjalan bersama Juanda, Mereka bercerita dan tertawa kecil.
Anna sangat mudah membawa diri sehingga dia mudah akrab dengan orang baru, Hans mempercepat langkahnya, ia kesal kenapa Juanda begitu dekat dengan Anna sehingga melupakannya, ia harus membuka pintu ruangannya sendiri sedangkan Juanda asyik bercanda dengan Anna.
Hans membuka pintu dan membantingnya dengan kasar, sehingga mengejutkan Juanda dan Hana, mereka terdiam sesaat, kemudian Juanda berlari kecil mengejar Hans, di ikuti Hana.
"Ada apa bos?" Juanda mendekati Bosnya yang telah menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk dan menatap tajam mematikan kepada Juanda, sehingga membuat bulu kuduk Juanda merinding disko, aura dingin mulai memenuhi ruangan.
Anna muncul dari balik punggung Juan dan berbisik.
"Ada apa, aura ruangan ini menyeramkan" goda Anna, ia tahu mood Bosnya buruk secara tiba-tiba.
Anna sangat ingin tertawa melihat Juanda yang telah menunduk kerut.
"Siapa namamu?" Hans pura-pura bertanya merentangkan kedua tangannya di kepala kursi.
"Saya Tuan, Hana Mariana" jawab Anna singkat dan berdiri di samping Juan yang masih mematung.
"Duduklah" perintah Hans.
" Iya Tuan, terimakasih" Anna duduk pada ujung sofa jauh dari Hans.
"Bagaimana kamu akan membaca dan menandatangani kontrak kerja ini, jika kamu duduk jauh di sana?" Hans menajamkan matanya melihat Anna.
Perlahan Anna beranjak dari kursi dan duduk tepat di samping Hans, karena Hans memilih duduk di kursi panjang.
"Juanda, berikan berkas-berkas kerjasama kepada Nona Hana" perintah Hans.
"Siap Bos" Juan bergerak cepat mengambil dan meletakkan berkas di atas meja.
"Silahkan nona Hana" ucap Juan tersenyum.
"Panggil saya Anna saja" Anna tersenyum.
"Ehem" Hans berdehem kasar melirik tajam Juanda.
Dengan cepat Juanda pindah ke kursi kerjanya berada di dekat pintu masuk.
"Nona Anna, silahkan di pelajari berkas ini, jika masih ada yang kurang memuaskan anda silahkan katakan, agar kita bisa diskusikan dengan perusahaan CCC" jelas Hans panjang lebar yang tak biasa ia lakukan.
"Tuan, apakah saya harus membacanya disini." tanya Anna membuka berkas di tangannya.
"Tentu saja, kamu bisa membaca dengan tenang disini" Hans beranjak dari kursi dan pindah ke meja kerjanya tepat di depan sofa panjang, sebenarnya sofa panjang tempat Hans beristirahat, sedangkan sofa dekat dengan meja Juanda adalah sofa tamu.
"Maaf Tuan, sekarang jam makan siang" Anna melirik jam di dinding ruang Hans.
"Benar Bos, kita harus makan siang" sambung Juanda semangat.
"Tentu saja, tunggu sebentar saya harus mengirim pesan kepada seseorang" Hans mengambil ponselnya dan mengetik pesan, Ponsel Juanda berdering tanda pesan masuk.
"kamu boleh makan siang tapi jangan satu meja dengan saya, awas!" pesan singkat dari bos besar muncul di layar ponsel Juanda.
Tanpa membalas pesan Juanda mengangguk-angguk tanda mengerti.
__ADS_1
Hans tersenyum puas.
"Baiklah Anna, mari kita makan bersama di kantin" Hans berjalan keluar ruangan diikuti Anna dan Juanda.
***
Di kantin
Semua Karyawan sangat kaget, tidak biasanya Hans makan di kantin, semua mata menatap ke arah mereka bertiga.
Anna tahu dan sudah mendengar bawa Hans biasa makan di restoran depan kantor.
Tapi Anna Tidak perduli ia sudah benar-benar lapar, jam makan siangnya telah terlambat 15 menit dan tersisa 15 menit lagi.
"Maaf Tuan ,saya duluan" Anna bergegas mengambil makanan dan memilih meja yang kosong.
Ia segera memakan makanan dengan tenang, tanpa memperdulikan orang lain.
"Anna, kamu terlambat makan siang" Hengky menghampiri meja Anna dan duduk di kursi depan Anna.
"Iya, kau tahu tadi aku harus masuk ke ruang Tuan CEO" jawab Anna tersenyum dan melanjutkan makannya.
Seseorang sedang mengambil makanan menatap tajam ke arah Hengky dan Anna.
Juanda ingin tertawa melihat kecemburuan Bos-nya. Hans membawa makanan duduk di depan Juanda yang bersiap pergi membawa makanan.
"Kamu mau kemana?" tanya Hans menatap tajam pada Juanda.
Juanda kembali duduk dan melanjutkan makannya. Hans tidak memakan makanannya tapi ia melihat dua orang yang sedang asik berbincang dan tertawa di seberang meja mereka.
***
Anna telah menyelesaikan makan siangnya, ia melihat ke arah Juanda dan Hans, ia ingin tahu apakah dua orang itu telah selesai makan.
Pandangan mata Hana bertemu dengan Hans, Anna tersenyum, tapi Hans tanpa ekspresi tetap menatap tajam. Anna merasa tak nyaman.
"Kenapa Anna?" tanya Hengky.
"Tidak, sepertinya jam makan siang telah habis" Anna melihat jam tangannya.
"Ah benar, sebaiknya kita kembali ke Kantor" ajak Hengky memegang tangan Anna.
"Aku harus kembali ke ruangan Tuan Hans" jawab Anna.
"Baiklah, aku duluan" Hengky melepaskan pegangannya dan berlalu meninggalkan Anna.
Anna berjalan mendekati meja Hans dan Juanda.
"Maaf, apa saya boleh duduk di sini?" tanya Anna.
"Tentu saja" jawab Juanda cepat dan melirik Bosnya.
Hans tak perduli, ia mulai memasukkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
Semua karyawan telah kembali bekerja, tingga mereka bertiga dan petugas kantin.
Juanda telah selesai makan, ia dan Anna hanya berdiam menunggu bos selesai makan.
Hans telah memberi kode kepada Juanda agar meninggalkan ia dan Anna di kantin, tapi Juanda benar-benar tidak mengerti, karena kode yang diberikan oleh Bosnya belum pernah ia artikan.
Mereka bertiga kembali ke ruangan Hans, Anna kembali duduk di sofa panjang dan membaca berkasnya, Juanda duduk di kursi kerjanya, dan Hans di kursi kerjanya.
Hans mengirim pesan singkat kepada Juanda.
"belikan cemilan di restoran depan, jangan cepat kembali!"
"siap" balas Juanda
Juanda pergi meninggalkan Anna dan Hans.
Hans menatap Anna yang konsentrasi penuh mempelajari berkas, setelah 30 menit ia selesai.
"Saya sudah selesai Tuan, kontrak ini susah sempurna dan saling menguntungkan" Anna menjelaskan panjang lebar pemahaman tentang kontrak.
"Anna, kamu sangat cerdas dan cepat, kenapa tidak menjadi sekretaris saja, atau assisten pribadi?" tanya Hans yang sangat kagum akan kecerdasan Hana.
"Terimakasih tuan, saya memilih pekerjaan ini agar saya punya banyak waktu bersama keluarga saya" jawab Anna tersenyum.
"Seorang arsitek tidak wajib selalu berada di kantor sepanjang waktu, arsitek bisa mengerjakan pekerjaannya dimana saja" lanjut Anna.
Hans terdiam mendengarkan jawaban Anna.
"Baiklah Tuan, saya akan tanda tangan kontrak ini" Anna mengambil pena yang ada di atas meja dan menggores tinta di atas kertas kontrak.
Hans berjalan mendekati Anna.
"Besok kita akan pergi ke perusahaan CCC" Hans dan Anna berjabat tangan.
"Baik Tuan, saya akan kembali ke ruangan saya, permisi" Anna berjalan keluar ruangan.
Ia bertemu dengan Juanda, tepat di depan pintu, Anna tersenyum sedikit membungkukkan kepalanya dan berlalu.
"Bos, makanan ini?" Juanda mengangkat bungkusan plastik di tangannya.
"Makan saja untukmu, berikan nomor kontak Anna, secepatnya" perintah Hans.
"Siap bos" Juanda mengangkat tangannya seperti hormat, duduk di kursi segera mengirimkan nomor telepon Anna.
***
Thanks for reading 🤗
*Mohon dukungannya untuk selalu tinggalkan Like komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊*
__ADS_1