Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Ketakutan Anna


__ADS_3

Andreas meninggalkan kamar Anna ia masuk ke ruang kerjanya, ia melempar topeng dan kemeja putihnya ke sembarang tempat, Jhonatan mendekati Andreas. Ia mengamati Tuannya terlihat kesal.


" Bawa kemari para penculik itu " tegas Andreas.


Jhonatan segera menghubungi 3 orang penculik Anna dan tidak perlu menunggu lama ketiga anak buahnya telah berdiri di depan Andreas.


Andreas segera mendaratkan pukulan pada ketiga orang di depannya. Ia menarik seorang pria bertubuh kekar dan menghantam wajah hingga merobek bibirnya, Pria bertubuh kekar tidak melawan ia pasrah di pukul Andreas hingga tersungkur di lantai.


Andreas menarik kerah baju Jhonatan hingga terkejut dan bingung, apa yang telah membuat Andreas murka.


" Apa kamu tahu siapa wanita di dalam kamar itu?" mata Andreas memerah dan Jhonatan hanya menggeleng.


" Anna!" Andreas berteriak melempar tubuh Jhonatan jatuh ke sofa, membuat semua yang ada di ruangan terkejut dan mengkerut.


Jhonatan membesarkan bola matanya, ia segera membuka ponsel dan melihat foto Anna yang dikirimkan oleh anak buahnya yang tidak ia buka.


"Habislah diriku" Jhonatan mengusap kasar wajahnya.


Andreas menarik seorang pria lagi yang masih berdiri tegak dan memukulnya hingga roboh ke lantai dan pria yang terakhir pun bernasib sama.


Tubuh seksi Andreas yang bertelanjang dada telah di basahi oleh keringat yang bercucuran, ia benar-benar berolahraga.


Andreas kembali mengenakan topengnya dan berjalan menuju kamar Anna. Ia membuka pintu perlahan melihat Anna duduk di atas tempat tidur memeluk kakinya.


Anna terkejut melihat pria bertopeng tanpa pakaian hanya menggunakan celana panjang berwarna hitam menampilkan otot tubuh basah oleh keringat berjalan mendekati dirinya.


" Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Anna ketakutan.


" Aku akan membebaskan dirimu dari sini dengan satu syarat" ucap Andreas menahan suaranya agar tidak di kenali Anna.


" Katakan " Ucap Anna


" Aku mau kamu berciuman dengan diriku secara sukarela tanpa paksaan dan aku tidak akan menyentuh mu, Bagaimana? "


" Berciuman, aku tidak bisa berciuman " Ucap Anna


"Aku akan mengajarimu" Andreas tersenyum.


" Tidak adakah tawaran lainnya, misalnya aku membayar sejumlah uang " Anna berusaha untuk negosiasi.


" Aku bukan ****** Nona, aku pria kaya dan aku hanya menginginkan ciuman darimu" Andreas semakin dekat. Anna Terus mundur hingga sampai pada kepala tempat tidur.


"Aaa aku " Anna gugup


"Aku tidak akan memaksa dirimu, seseorang telah membayar mahal untuk tubuh seorang perawan" Andreas bersiap pergi dan meninggalkan Anna.


"Tunggu" Anna turun dari tempat tidur mendekati Andreas, ia melihat wajah Andreas hingga berhenti di bibir seksi, Jantung Anna berdetak kencang, ia bingung harus bagaimana, Anna menggigit bibirnya.


Anna mendekatkan diri lebih dekat dengan tubuh telanjang Andreas, mengangkat kepalanya sedikit, tangan halus Anna menyentuh pipi kasar sedikit ada jarum - jarum bakal jadi brewok.

__ADS_1


Andreas tersenyum melihat gerakan Anna yang canggung, ia tidak bisa lagi menahan gelora di dalam jiwa tergoda akan kecantikan dan kepolosan Anna.


Anna kembali melepaskan tangannya dari pipi Andreas, tangannya gemetaran.


Menunduk dan ketakutan, Anna mengepalkan tangannya, menahan keringat dingin yang mengalir dari tubuhnya.


Andreas meletakkan tangannya di kiri dan kanan telinga Anna dan secepat kilat ******* bibir Anna yang telah kering menjadi basah kembali.


Anna hanya terdiam tanpa ada balasan, gerakan mesra dan lembut dari bibir Andreas yang menggigit sedikit bibir Anna sehingga memberikan ruang untuk lidah Andreas menari di dalamnya.


Andreas ******* bibir seksi Anna dengan penuh gairah dan sensasi, sehingga Anna benar-benar tidak bisa bernafas.


Pria di depannya sangat berpengalaman dalam berciuman. Air mata Anna mengalir membasahi pipinya.


Andreas melepaskan ciumannya ia melihat Anna kesulitan bernapas dan menangis.


"Benar-benar polos." pikir Andreas, ia kembali ******* bibir Anna setelah memberi kesempatan kepada Anna untuk bernafas.


Andreas benar-benar tidak memperdulikan air mata Anna yang membasahi pipinya.


Anna masih terdiam mematung dengan menahan sesegukan.


Anna berusaha menghentikan ciuman dengan mengunci bibirnya.


"Buka mulutmu! Kamu harus bangga dapat merasakan ciuman dari seorang King." Andreas kembali ******* bibir Anna seakan tidak puas.


"Aku mohon, biarkan aku pergi dari tempat ini." Anna Ketakutan.


"Baiklah, aku menyukai ciuman dirimu, begitu manis." Andreas melepaskan Anna yang tertunduk.


"Kenapa kamu menangis?" Andreas mengangkat dagu Anna.


Andreas kembali menikmati bibir Anna seakan ia tidak ingin berhenti.


Anna mengunci bibirnya sehingga Andreas menghentikan ciumannya.


"Bagaimana dengan lain kali?" Andreas memeluk erat tubuh Anna yang hanya terdiam bagaikan manekin Cantik.


"Aku sudah jatuh cinta pada dirimu" Andreas melepaskan Anna, ia mengambil selembar kain dan menutup mata Anna.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Anna khawatir.


"Kamu harus menutup mata agar bisa keluar dari sini, menurut lah." Andreas berbisik di telinga Anna, ia segera menggendong Anna membawa keluar dari Villa rahasia.


Andreas mendudukkan Anna di kursi penumpang samping kursi pengemudi dan ia duduk di kursi pengemudi, Andreas mengendarai mobil Anna, dan diikuti mobil Jhonatan.


Ia mengantarkan Anna sampai halaman rumahnya, Andreas mencium kening Anna dan berbisik.


"Aku mencintaimu, kamu akan menjadi milikku." Ia segera turun dari mobil dan berpindah ke mobil Jhonatan.

__ADS_1


Anna membuka kain penutup mata, ia melihat melihat sekeliling, Ia telah berada di depan rumah.


Anna meraba bibirnya terasa bengkak, menarik nafas dalam-dalam, menyenderkan tubuhnya di kursi mobil dan memejamkan matanya, butiran bening mengalir membasahi pipinya.


"Aku telah ternoda, aku tidak pantas untuk Hans." gumam Anna.


Anna segera pindah ke kursi pengemudi dan mengendarai mobil masuk ke perkarangan rumah.


Matahari telah berada di atas kepala, perut Anna sangat lapar, ia tidak sarapan dan sekarang sudah jam Makan siang.


Anna segera masuk ke rumah dan langsung menuju kamarnya, ia harus membersihkan diri dari aroma parfum pria bertopeng lekat di tubuhnya.


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Anna menuruni tangga menuju meja makan.


"Bi, Mama dan Kakek di mana?" tanya Anna


"Di kebun Non." Jawab bik Yani


"Mama ada?" tanya Anna lagi mengambil piring yang diberikan bik Yani.


"Ada Non." bik Yani meletakkan segelas air putih di samping Anna.


"Mereka sudah makan?" Anna terus bertanya.


"Sudah Non." bibi Yani mengambilkan nasi untuk Anna.


Anna menikmati makan siangnya sendirian, ia kembali teringat dengan ciuman yang ia lakukan dengan pria yang tidak ia kenal.


"Auw." Anna berteriak


" Ada apa Non" tanya bibi khawatir.


"Anna menggigit bibir bik" Anna menarik bibirnya yang berdarah.


"Minum Non." Bik Yani memberikan air putih kepada Anna.


"Ciuman itu selalu terbayang olehku, sangat menjijikkan dan menyakitkan." Anna mengusap bibirnya.


Anna menyelesaikan makannya dan kembali ke kamar.


"Ahhh, kenapa aku harus di culik?" Kesal Anna.


"Aku benci, benci semua ini" Anna mengusap kasar wajahnya dan kembali menangis.


*********************************************


Thanks for Reading 😊


Love you Readers 💓

__ADS_1


__ADS_2