
Anna telah membereskan pakaiannya, Mama Riana sudah menemukan sebuah negara tempat Anna bersembunyi dari Andreas.
Anna akan mengikuti penerbangan malam hari, agar tidak ada yang tahu keberangkatannya.
Koper telah di masukan dalam bagasi mobil, Mama Riana dan Anna berada di dalam mobil.
"Sayang, Mama sangat berharap kita berdua bisa hidup dengan tenang" Riana membelai rambut Anna.
"Aku tidak tahu kenapa hidupku jadi sulit seperti ini?" Anna kembali menangis.
"Sayang, membuat keputusan sangatlah sulit, apalagi tentang pilihan hidup" Rian mengusap air mata Anna.
"Ayo kita berangkat Ma" Anna berusaha tersenyum.
Mama Riana segera mengendarai mobil menuju bandara internasional.
Pesawat akan melakukan penerbangan tepat waktu, Anna sengaja datang ke bandara di waktu yang sangat dekat dengan jadwal keberangkatan agar ia tidak berlama-lama di bandara.
"Mama, pulang aja" ucap Anna.
"Mama udah pesan kamar dekat dari Bandara Sayang" ucap Mama menatap sedih pada Anna.
Dicintai banyak pria tidak selalu menyenangkan, buktinya Anna, ia harus lari kesana - kemari menghindari para pria yang mencintainya.
Kadang Anna berpikir hidup tanpa pria jauh lebih baik, daripada di Cintai banyak pria dengan karakter yang berbeda.
"Sayang, Mama ke toilet dulu" Mama Riana mengecup kening Anna yang mengangguk.
Mama Riana meninggalkan Anna dan berjalan Menuju kamar mandi.
Anna duduk seorang diri di kursi tunggu, 30 menit lagi ia akan melakukan penerbangan.
Seorang pria berdiri di depan Anna, menatap penuh kerinduan.
Anna melihat sepasang kaki dengan sepatu hitam berkilat milik seorang pria di depannya.
Anna mengangkat kepalanya dan melihat wajah pria yang berdiri diam di depannya.
"Hans" Ucap Anna kaget.
"Kamu mau pergi kemana lagi Anna?" Wajah Hans tampak sedih.
"Hans, maafkan aku, Aku tidak pantas untuk dirimu" Anna menunduk.
"Tentu saja, Anna hanya pantas untuk diriku" Andreas menarik tangan Anna dan mendaratkan ciuman dengan paksaan di bibir Anna.
Anna mendorong tubuh Andreas.
"Lepaskan, Aku membenci kamu" Anna berteriak, air mata mengalir membasahi wajahnya.
"Bug" pukulan mendarat di wajah Andreas.
Memar bekas mereka baku hantap beberapa hari yang lalu saja masih ada.
Anak buah Andreas segera menahan Hans.
"Lepaskan aku Andreas, dasar Pengecut" Bentak Hans yang tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Andreas tidak memperdulikan Hans, ia berjalan mendekati Anna yang terus mundur menghindari Andreas.
"Kamu sangat berani Anna" Andreas terus melangkahkan kakinya membawa Anna sampai ke dinding.
"Aku mau lari dariku" Andreas menarik pinggang Anna dengan tangannya.
"Sudah aku katakan, jika kamu berani melawan diriku, Aku akan mengurung dirimu" Andreas tersenyum, ia dapat melihat wajah ketakutan Anna yang terdiam.
"kenapa kamu memaksa diriku, Aku semakin membenci kamu" Anna menahan emosi.
"Haha, Aku selalu mendapatkan semua yang aku inginkan dengan segala cara, Aku tidak perduli yang lainnya" tegas Andreas mengusap pipi Anna yang basah oleh air mata.
"Kesalahan dirimu adalah menjadi wanita sempurna di mataku, dan itu membuat diriku mau memiliki dirimu seutuhnya" Andreas mencium air mata yang masih terus mengalir.
Dari sudut ruangan Hans terus mengumpat dengan kata - kata kasar, ia sangat kesal dengan perlakuan Andreas kepada Anna.
"Aku bukan wanita sempurna, lepaskan aku" Anna berusaha mendorong tubuh Andreas.
Panggilan kepada para penumpang agar segera memasuki pesawat.
"Andreas, aku mohon biarkan aku pergi" Anna tidak bisa melawan tubuh kekar yang telah mengunci dirinya.
Mama Riana terkunci di dalam kamar mandi dan dijaga beberapa orang di depan pintu.
"Kamu akan pergi bersama dengan diriku, kembali ke negara kita" senyum Andreas, ia telah menyiapkan pesawat Jet pribadi untuk dirinya dan Anna.
"No" Anna berteriak histeris. Ia benar-benar takut, tidak tahu apa yang akan Andreas lakukan pada dirinya.
Di tempat umum saja Andreas berani mencium dirinya.
Andreas melambaikan tangannya kepada Hans dan mengendong Anna menuju jet pribadi yang telah di siapkan.
Beberapa anak buah telah menghubungi rekan mereka dan segera berangkat dengan pesawat Jet Andreas.
Pintu kamar mandi terbuka, Mama Riana mendapatkan pesan dari Andreas.
Anna telah di bawa Andreas kembali ke negara asal, dan Mama Riana tidak perlu khawatir, Andreas akan menjaga Anna karena ia mencintai Anna.
Mama Riana Berlari ke tempat Anna dan hanya melihat Hans yang terduduk lemas di atas kursi tunggu.
"Hans, mana Anna" Mama Riana khawatir.
"Andreas telah membawanya pulang" Hans mengacak rambutnya.
"Bagaimana bisa?" Tanya Riana Bingung, tidak ada penerbangan ke negara mereka.
"Tidak ada yang tidak bisa Andreas lakukan" Hans sangat kesal.
"Apa maksud kamu" Mama Riana menyentuh bahu Hans.
"Andreas adalah pembisnis dalam segala bidang, ia memiliki relasi di seluruh negara, tidak ada yang tidak mungkin bagi Andreas" Hans frustasi.
"Apakah Anna dalam bahaya?" Mama Riana sangat khawatir.
"Ia tidak akan menyakiti Anna tapi ia bisa melakukan apa saja yang ingin ia lakukan" Hans membayangkan Andreas mencium paksa Anna.
***
__ADS_1
Andreas merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur pribadi yang ada di dalam jet.
Anna tidur lelap karena pengaruh obat bius yang Andreas suntikan.
"Anna Sayang, kamu adalah milikku, jangan harap bisa lari dari ku" Andreas mengusap pipi Anna.
"Kamu akan bangun ketika kita sudah sampai di istana ku" Andreas merebahkan tubuhnya di samping Anna, memejamkan matanya dan tidur.
Jet pribadi telah mendarat di landasan, Anna masih terlelap dalam tidurnya.
Andreas menggendong Anna dan masuk ke dalam mobil mewah yang telah terparkir menunggu kedatangan Andreas.
Mobil melaju Menuju kastil milik Andreas yang jarang di gunakan, ia akan mengurung Anna sebagai hukuman pelarian yang akan Anna lakukan.
Entah berapa jam perjalanan, Anna telah berada di atas tempat tidur mewah bagaikan Putri dalam dongeng, sebuah menara tinggi menjulang ke langit.
Sebuah Penjara Mewah Untuk Anna, milik Andreas.
Anna membuka matanya perlahan, merasakan sakit di kepalanya.
"Ah, kepalaku sakit sekali" Anna melihat gelas berisi air putih, ia merasa sangat haus.
Anna duduk di tempat tidur dan meminum air putih yang ada di atas meja.
Andreas tersenyum memperhatikan Anna dari kursinya, Andreas baru selesai mandi, ia hanya menggunakan handuk berwarna putih melingkar di pinggangnya sebatas lutut.
Anna dapat mencium aroma maskulin menyegarkan mendekati dirinya.
"Selamat pagi Sayang" Andreas berdiri di samping tempat tidur menampilkan tubuh seksi berotot.
Anna memejamkan matanya.
"Apa yang kamu lakukan?" Andreas tersenyum melihat Anna.
"Kita akan menikah, kamu akan melihat semuanya dari diriku" ucap Andreas.
"Pergilah berpakaian" Anna kembali berbaring dan menutup seluruh tubuhnya hingga kepalan dengan selimut.
"Baiklah" Andreas membuka handuk hingga sehelai benang menempel di tubuhnya dan berjalan menuju kamar ganti.
Anna masih di dalam selimut dan memejamkan matanya, ia tidak melihat Andreas.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Thanks for Reading 😊 Love You Readers
__ADS_1