Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Kekasih Anda


__ADS_3

Tangan Anna sudah merah karena genggaman kuat Andreas, Anna meringis, ia berusaha menarik tangannya dan itu membuat Andreas semakin mengunci tangannya.


Jhonatan menatap kasihan kepada Anna, ia tahu Andreas benar-benar mencintai Anna, tetapi Andreas tidak sadar cintanya menyakiti Anna.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Andreas menatap tajam kepada Reline.


"Andreas, aku hanya mau berbicara dengan dirimu berdua sebenar saja." Reline menyentuh bibir Andreas.


Andreas menepis tangan Reline dengan kasar.


"Aw." Reline merasakan sakit pada lengannya.


"Aku mohon Andreas untuk terakhir kalinya, biarkan aku berbicara dengan dirimu." Reline melirik Anna dari atas hingga bawah.


Ia mengakui Anna benar-benar cantik dan sempurna tanpa ada makeup tebal.


"Andreas, sebelum kita menikah sebaiknya kamu selesaikan masalah kamu dengan Reline." ucap Anna memegang tangannya.


"Kamu akan patuh padaku?" Andreas menatap Anna yang mengangguk.


"Aku akan menunggu dirimu di luar." ucap Anna lembut menahan sakit pada lengannya.


"Jhonatan temani Anna!" perintah Andreas dan melepaskan tangan Anna.


"Baik Tuan." Jhonatan dapat melihat lengan Anna yang telah memerah.


Reline tersenyum puas, akhirnya ia berhasil mengusir Anna dan Jhonatan.


Anna berjalan bersama Jhonatan keluar dari ruangan Andreas. Anna sangat senang bisa lepas dari Andreas.


Jhonatan melihat Anna mengusap lengannya, bekas jari tangan Andreas terlihat jelas.


"Jhon, apakah ada tempat nongkrong di sekitaran sini, aku mau minum coklat panas." ucap Anna melihat ke arah Jhonatan.


"Ada Nona di seberang jalan." ucap Jhonatan.


"Baguslah, apa aku boleh ke sama?" tanya Anna. Jhonatan terdiam.


"Aku tidak akan lari, keselamatan keluarga ku ada pada diriku." Anna tersenyum.


"Baiklah, jika anda menyadari itu." Jhonatan berjalan bersama Anna menuju cafe di sebrang jalan.


Sebuah Mobil hitam berjalan perlahan mendekati Jhonatan dan Anna.


Pintu mobil terbuka dan Anna ditarik masuk ke dalam.


"Auh, Jhon tolong aku." Anna berteriak.


Sebuah tembakan mengenai lengan Jhonatan.


"Oh shit." Jhonatan mengeluarkan pistol dari jasnya tetapi mobil hitam telah menghilang dari jalanan.


Darah keluar dari lengan Jhonatan yang terkena tembakan.


Jhonatan mengambil ponselnya dan menghubungi Andreas.


"Andreas." Reline menyentuh dada bidang Andreas.


Andreas mendorong tubuh Reline jatuh ke sofa.


"Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Andreas menatap tajam pada Reline.


"Aku hanya menginginkan dirimu jadi milikku, walaupun hanya sebatas hubungan tersembunyi." Reline terlihat berantakan.


"Sudah aku katakan, aku tidak pernah mencintai dirimu, kalian semua hanya mainan ku saja, kamu tidak akan rugi karena aku tidak pernah menyentuh dirimu." Andreas merapikan jasnya.

__ADS_1


"Karena kamu tidak menyentuh diriku membuat diriku rugi." tegas Reline.


"Hahaha." Andreas tertawa.


"Itulah sebabnya aku jijik melihat wanita murahan seperti dirimu." Andreas memegang dagu Reline dengan kasar.


"Apa kelebihan wanita itu?" bentak Reline.


"Anna, tidak bisa ku sebutkan terlalu banyak kelebihan dari wanita yang telah aku temui." Andreas tersenyum.


"Sebaiknya, kamu pergi dari kehidupan diriku, karena besok aku akan menikah." ucap Andreas tersenyum.


Reline terkejut, ia tidak mengira Andreas akan benar-benar menikah dengan Anna dalam waktu yang sangat cepat.


Ponsel Andreas berdering, sebuah panggilan dari Jhonatan.


"Ada apa?" jawab Andreas.


"Nona Anna diculik." ucap Jhonatan kesakitan.


"Shit." Andreas berlari menuju lift meninggalkan Reline di ruangannya yang tersenyum.


"Aku tidak mendapatkan dirimu begitu juga dengan wanita itu." Reline berjalan keluar.


Andreas berlari ke depan perusahaan, ia melihat darah dari lengan Jhonatan.


"Dimana, dimana Anna?" Andreas berteriak.


"Periksalah cctv dan lacak mobil yang terekam." ucap Jhonatan.


"Aaarrrrgg." Andreas berteriak.


"Obati luka kamu." Andreas kembali berlari ke perusahaan, ia memasuki ruangan pusat cctv perusahaan.


Tim gabungan Ahli IT berada dalam satu ruangan. Memutar rekaman dari cctv.


"Anna, apa yang akan mereka lakukan padamu?" Andreas frustasi.


"Cari mobil itu sampai dapat!" bentak Andreas.


"Jika mereka berani menyentuhnya akan ku potong jari mereka." Andreas mondar-mandir di dalam ruangan Komputer.


***


Anna ketakutan, melihat 5 orang pria bertopeng yang ada di dalam mobil. Dia hanya bisa berdoa akan ada yang menolongnya.


Seseorang segera menutup mata Anna dan mengikat tangannya.


"Lepaskan." Anna berteriak hingga mulut Anna di tutup dengan kain.


"Ya Tuhan tolong aku." doa Anna dalam hati.


Mobil terus melaju kencang dan berhenti pada sebuah lapangan terbuka.


Anna bisa mendengarkan suara dari sebuah helikopter dan angin uang berhembus kencang.


Tangan Anna di tarik dan tubuhnya di dorong masuk ke dalam helikopter.


"Aku akan di bawa kemana?" Anna berbicara sendiri di dalam hatinya.


Anna dapat merasakan helikopter yang semakin terangkat tinggi dan berada di udara.


Tidak ada yang berbicara, tidak ada suara yang Anna dengan kecuali suara dari helikopter.


Helikopter terus berada di udara entah berapa lama, Anna hanya bisa pasrah hingga ia tertidur.

__ADS_1


Anna masih tertidur, helikopter telah mendarat, seorang pria menggendong Anna turun dari helikopter dan membawakan masuk ke dalam sebuah villa cantik bernuansa klasik.


Pria bertopeng meletakkan Anna di atas tempat tidur. Melepaskan ikatan di tangan Anna dan pergi meninggalkan Anna.


Helikopter kembali mengudara meninggalkan Anna di sebuah villa sederhana yang Indah.


Anna membuka penutup matanya dan menyesuaikan cahaya dengan matanya.


"Ah penjara yang indah." gumam Anna beranjak dari tempat tidur dan melihat keluar jendela.


Anna hanya bisa melihat hutan dan lautan, kamar yang sangat indah bagaikan di negeri dongeng.


"Tempat apa ini?" Anna berjalan menuju pintu yang tidak dikunci.


Perlahan Anna menuruni tangga, ia memperhatikan setiap sudut bangunan.


"Rancangan yang indah." pikir Anna, jiwa Arsitek Anna tidak bisa disembunyikan, tidak tahu kondisi dirinya aman atau tidak.


Dinding yang terbuat dari kaca tebal transparan.


Anna berlari ke pintu depan yang terbuka lebar. Angin laut menerpa tubuhnya, membuat gaun yang ia pakai melambai-lambai.


Tidak ada daratan selain tempat Anna berdiri, di depan lautan dan di belakang adalah bukti tinggi dan berbatu.


Sepi tiada orang satupun di pulau kecuali Anna sendiri dan seorang wanita dengan asisten rumah tangga dan bodyguard.


"Ah, tempat yang indah, tetapi siapa yang membaca aku kemari?" Anna berkeliling halaman, dari depan ke belakang, kiri DNA kanan.


Anna kembali ke dalam Villa dan memeriksa setiap sudut ruangan yang ada di dalam Villa.


Seorang wanita berpakaian lengkap bagaikan seorang pria sedang membuatkan makan siang untuk Anna.


"Halo." sapa Anna khawatir.


"Halo Nona Anna, Silahkan duduk." ucap wanita dengan sopan.


"Tempat apa ini?" tanya Anna dan duduk di kursi.


"Ini adalah pulau pribadi milik kekasih Anda." ucap wanita yang sedang meletakkan makan di atas meja.


"Hahaha." Anna tertawa lepas, membuat wanita menatap heran pada Anna.


"Nona, perkenalan nama saya Yuna, saya akan menemani dan menjaga anda di pulau ini." ucap Anna.


"Baiklah Yuna, siapa kekasih saya?" tanya Anna.


"Pria yang mencintai Anda." ucap Yuna.


Anna hanya tersenyum, ia merasa mau gila dengan apa yang telah ia alami.


Setidaknya ia merasa aman bersama dengan seorang wanita di pulau ini.


"Apa aku boleh makan?" tanya Anna.


"Tentu saja Nona." ucap Yuna.


"Mari makan bersama." ajak Anna.


Anna dan Yuna makan bersama, di pulau indah berdindingkan lautan dan perbukitan Indah.


******************************************


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih 🤗


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2