
Anna langsung pulang ke rumah, ia sudah janji akan jalan-jalan ke mall bersama Mamanya.
Anna mengendarai mobil dengan santai, memarkirkan mobilnya di pinggir jalan depan rumah, ia tidak memasukkan mobil ke rumah karena mereka akan pergi .
Anna masuk ke rumah, membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Anna dan Riana menggunakan celana jeans panjang dan baju kemeja kotak - kotak berwarna merah untuk Riana dan kemeja polos berwarna biru Dongker untuk Anna.
Setelah pamit dengan Kakek, Anna dan Riana akan menghabiskan waktu bersama.
Tujuan pertama adalah mall terbesar dan termewah di kota, tempat belanja orang - orang kaya kelas atas.
Anna dan Mamanya berkeliling mall dan membeli beberapa baju yang sama, mereka bergandengan seperti teman seumuran. Tidak akan ada yang percaya bahwa mereka adalah ibu dan anak.
Para pengunjung kagum melihat Riana dan Anna, mereka sangat mirip dan cantik. Hanya saja Anna lebih tinggi dan postur tubuhnya lebih berisi karena usia yang masih muda jadi bentuk tubuh Anna lebih Indah dan sempurna dari Riana.
Tubuh Anna terlihat lebih proporsional seperti seorang model profesional. Puas berbelanja sepatu, baju dan tas yang semuanya di bayar oleh Riana.
Mereka berdua kembali ke mobil meletakkan belanjaan di kursi penumpang bagian belakang.
Tujuan kedua adalah restoran terkenal dan terenak yang sering di jadikan tempat meeting para pejabat, konglomerat dan pembisnis.
Mereka melakukan pemesan tempat atas nama Riana sang desainer terkenal, jika atas nama Anna yang tidak dikenal orang akan kesulitan mendapatkan tempat.
Anna sangat senang bisa makan di restoran mewah bukan karena tempatnya tapi melainkan orang yang bersamanya.
Mereka telah berada di dalam restoran dan seorang Pelayan menanyakan pesanan mereka,, pelayan mengantarkan Anna dan Riana ke bagian dekat taman, Anna dan Riana memiliki kesukaan yang sama makan dekat dengan taman atau kolam ikan.
Mereka lebih suka melihat taman daripada jalanan.
Tanpa harus memilih menu lagi karena pemesanan tempat bersamaan dengan menu yang telah di pilih.
Tidak berapa lama pesanan mereka telah tertata rapi di atas meja.
" Ma, Anna ke toilet dulu" Anna beranjak dari kursi meninggalkan Mamanya dan berjalan menuju toilet. Riana tersenyum melihat Putri cantiknya.
Riana memperhatikan sekeliling, restoran bagian taman masih terlihat sepi, menunggu Anna kembali dari toilet Riana melihat ponselnya dan membaca beberapa pesan yang belum ia baca sama sekali.
Sebuah meja tidak jauh dari meja Riana telah di isi oleh beberapa orang yang sedang mengadakan meeting bisnis dengan santai.
Ada 5 orang pria dan satu orang wanita. Riana hanya melihat sekilas, tiga orang membelakanginya dan 3 lainnya menghadap ke meja Riana.
Kadang pria yang sedang meeting melirik Riana yang duduk sendirian. Pria itu sangat mengagumi kecantikan Riana, dengan rambut tergerai sebahu.
" Maaf Tuan - tuan, saya permisi ke toilet dulu, kalian silahkan pesan makanan " Suara pria seorang dewasa dengan penuh wibawa.
" Anda benar, meeting kita sudah selesai saatnya kita makan " jawab seorang pria lagi
Seorang pria yang pamit ke toilet, berdiri dan menarik kursinya untuk keluar, ia memutar tubuhnya dan berjalan menuju toilet,, tidak beberapa langkah ia menghentikan langkah kakinya, ia melihat seorang wanita dengan wajah cantik yang sangat familiar sedang sibuk dengan ponselnya.
Pria itu terus menatap Riana seakan tidak percaya, wanita ,25 tahun yang sangat Ia Rindukan.
Anna berjalan mendekati Riana.
__ADS_1
" Ma, maaf Anna agak lama, aku ketemu temen di toilet " Anna duduk membelakangi Pria yang baru tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara Anna.
" Ngak apa - apa sayang , ayo kita makan " Ajak Riana.
" Mama " pikir pria itu, ia memperhatikan Anna yang membelakanginya, ia bisa menebak usia gadis itu, sesuai dengan lamanya kepergian Riana.
Pria itu mendekati meja Anna dan Riana, berdiri di antara kedua membuat ibu dan anak kompak mengangkat dan menoleh ke arah seseorang yang berdiri di antara mereka.
Riana langsung berdiri ketika ia melihat wajah pria di depannya, tetap tampan dan teduh.
" Om Hendrick " ucap Anna yang ikut berdiri
Riana memindahkan tatapannya kepada Anna. Ia tidak tahu bila Anna telah kenal dengan papanya.
" Ma, ini Om Hendrick papa Hengky temen aku " Anna berucap sopan dengan tersenyum.
Riana hanya terdiam, Hendrick melihat Anna, ia ingat gadis itu pernah datang ke rumahnya ketika makan malam dan membuat ia terkejut, ia pikir gadis itu adalah Riana.
Hendrick kembali menatap Riana, uang telah tertunduk. Anna terlihat bingung kenapa dua orang di depannya diam seribu bahasa.
" Mama " Anna melihat Riana kembali duduk di kursinya.
" Boleh saya duduk di sini " ucap Hendrick yang telah berhasil menenangkan diri.
" Tentu saja Om, silahkan" Ucap Anna sopan.
Hendrick duduk, ia kembali melihat Anna dan Riana bergantian.
" Ia Om" Anna tersenyum.
" Anna habiskan Makananmu" tegas Riana
" iya ma" ucap Anna bingung, ia merasa tidak nyaman dengan suasana diantara Mama dan Om Hendrick.
" Kenapa apa kau ingin lari dariku dan menyembunyikan putriku yang sangat cantik seperti dirimu" Ucap Hendrick tersenyum menatap Riana dan Anna bergantian.
Anna menghentikan makannya. Ia melihat Om Hendrick dan Mamanya.
" Ayo kita pulang Anna " Riana mulai berdiri dan menarik tangan Anna.
Namun Hendrick menarik tangan Riana dan memegang bahunya. Anna hanya terdiam, otaknya mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Om Hendrick.
" Riana, kenapa kamu meninggalkan aku, kenapa kamu tidak sabar untuk menunggu dan kenapa kamu menyembunyikan putriku" ada banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Hendrick.
" Aku terus mencari dirimu, aku merindukan kamu Riana" Hendrick memeluk Riana yang hanya diam bagai patung, hanya Air mata yang mengalir membasahi wajahnya.
Riana Sangat merindukan pelukan hangat dari Hendrick, Pria pertama dan terakhir yang ia cintai, ia tidak pernah lagi Jatuh cinta bahkan Riana telah menutup pintu hatinya untuk semua pria.
Anna memperhatikan Mama dan Papanya.
Ia tidak tahu harus bahagia atau sedih. Hendrick memeluk Riana Sangat erat seakan enggan untuk dilepaskan, ia menumpahkan kerinduan selama puluhan tahun.
__ADS_1
Riana juga adalah cinta pertama dan terakhir bagi Hendrick, ia tidak pernah jatuh cinta kepada wanita selain Riana.
Hendrick melepaskan pelukannya, ia mendekati Anna, dan memeluknya.
" Anna putriku, Papa sudah merasakan sesuatu ketika pertama kali kamu datang ke rumah" Anna terdiam ia melihat Mamanya yang masih diam seribu bahasa.
Ini bukan salah Mama pikir Anna, karena ia tidak pernah menanyakan Papanya dan Anna selalu menolak ketika Mama akan bercerita tentang Papanya.
Hendrick melepaskan pelukannya pada Anna. Seorang pria mendekati mereka.
" Pa, kenapa lama sekali, Anna " ucap Hengky
Anna menoleh ke arah Hengky,
" Dia saudara ku " pikir Anna.
" Hengky katakan kepada Herry dan Klien, Papa pamit dulu, ada urusan mendesak, kamu dan Herry selesaikan !" perintah Hendrick
" Iya pa " Hengky menatap sekilas kepada Anna
" pergilah! tegas Hendrick, Hengky segera meninggalkan meja Anna.
" Riana ayo kita berbicara di tempat lain bersama Anna juga !" Hendrick memegang tangan Riana
" Tidak ada yang perlu dibicarakan" Suara lembut Riana yang sangat dirindukan akhirnya terdengar.
Beda Anna dan Riana adalah kepribadian mereka, Riana wanita yang lembut sedangkan Anna lebih cuek.
" Riana ku mohon" wajah Hendrick memelas yang dapat meluruhkan hati Riana.
Riana sangat manja selama mereka berpacaran Hendrick Sangat sabar menghadapi Riana. Kesabaran Hendrick lah membuat hubungan mereka terus bertahan.
Dan kepergian Riana karena ia tidak sabar menunggu Hendrick menyelesaikan masalahnya.
" Ma, mari bicara baik-baik" ucap Anna yang menenangkan kedua orang tuanya.
Mereka bertiga meninggalkan restoran, Hengky hanya melihat kepergian Papa dan dua orang wanita yang salah satunya adalah Anna.
Ada banyak pertanyaan di kepala Hengky.
" Apa yang kamu lihat?" tanya Herry
" tidak usah" Jawab Hengky dan kembali menikmati makanannya.
************
Thanks for reading
dukung Author yaa
selalu tinggalkan komentar like n Vote
__ADS_1
terimakasih 😍