
Rena kembali ke ruangan Hans, ia membuka pintu perlahan, Rena sangat terkejut melihat Hans mencium bibir Anna. Rena memundurkan langkahnya perlahan.
" Apa yang mereka lakukan ? Apa Anna menggoda Hans?" Rena terduduk di kursi tunggu koridor rumah sakit.
Rena kembali kerumah sakit dengan berdandan cantik dan seksi, ia berharap bisa menggoda Hans malam ini, namun rencananya Gagal.
" Anna, kenapa kamu selalu merebut milikku!" Rena mengepalkan tangannya.
" Aku tidak akan membiarkan kamu terus merasa bahagia, keberuntungan dirimu akan segera aku hancurkan" Rena berjalan meninggalkan rumah sakit dengan perasaan kesal.
Rena kembali ke rumah dengan emosi yang tinggi, ia membuka sepatu dan melemparnya ke sembarang tempat. Pelayan segera mengambil sepatu Rena.
" Ada apa sayang ?" nyonya Greta mendekati Rena mengusap kepalanya.
" Aku benci Anna " Rena berteriak melempar tasnya di atas sofa.
Papa Yuda melirik Rena, yang telah mengganggu konsentrasi papa membaca artikel perusahaan.
" Ada apa?" tanya Papa Yuda
" Aku harus menghancurkan Anna" Rena menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk.
" Pa, lakukan sesuatu " ucap Mama Greta
" Apa yang ingin kamu lakukan pada Anna ?" Papa melepaskan kacamatanya.
" Hancurkan Anna!" mata Rena memerah melihat Papa.
"Terserah Papa mau bagaimana yang penting Anna di gadis miskin tanpa orang tua itu hancur" Mama meninggikan suaranya memeluk Rena.
" Baiklah" Papa mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Rena, kirimkan foto Anna ke ponsel Papa"
Rena segera mengirim foto Anna kepada papanya.
" Tidurlah sayang, besok kamu tinggal mendengarkan berita kehancuran Anna" ucap Mama.
Rena adalah anak semata wayang Papa Yuda dan Mama Greta yang selalu di manja, apapun yang Rena Minta akan dituruti.
***
Anna tertidur di sofa dengan pulas, ia sangat lelah. Hans turun dari brangkar, mencabut impuls dari tangannya, ia berjalan mendekati Anna yang tidur lelap di atas sofa.
Hans berjongkok memperhatikan wajah cantik Anna, ia merapikan rambut Anna yang menutupi wajahnya.
" kamu sangat cantik seperti putri tidur" Hans mencium kening Anna.
Hans memanggil beberapa perawat pria untuk memindai Sofa panjang lainnya sehingga menyatu dengan sofa Anna.
Mereka memindahkan dengan perlahan agar tidak membangunkan Anna. Setelah selesai, para perawat meninggalkan kamar Hans dengan upah yang lumayan dari Hans.
Hans merebahkan tubuhnya di atas sofa yang telah di dekatkan. Ia terus menatap wajah Anna.
" Kamu harus menjadi Istriku, wanita Cerdas akan memberikan keturunan yang sempurna" Hans memejamkan matanya hingga tertidur.
***
Ruang Kerja Andreas di Rumah
" Tuan ada permintaan wanita dewasa dan masih perawan" Jonathan menyampaikan pesan kepada Andreas.
" Lakukan saja, aku akan melihat gadis itu ketika sudah di dapatkan " ucap Andreas meletakkan kakinya di atas meja kerja.
__ADS_1
" Baik Tuan" Jonathan tidak melihat foto yang dikirim anak buahnya ia langsung mengirim pesan balasan, " Kerjakan " !
" Jonathan, bagaimana cara mendapatkan Anna?" Andreas memijit batang hidungnya.
" Jika gagal secara halus Anda bisa melakukan dengan kasar" ucap Jonathan.
" Percuma aku bertanya kepada kamu yang tidak punya pengalaman pada wanita" Andreas beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruangan kerjanya diikuti Jonathan.
" Terimakasih atas pujian Anda" Jonathan pria kaku.
" Untuk mendapatkan keturunan yang sempurna aku harus memiliki istri yang cantik dan cerdas seperti Anna " tegas Andreas.
" Apa saya harus menculik Nona aman untuk Anda Tuan?" tanya Jonathan.
" Yang ada dalam pikiran kamu hanya jadi penculik saja" Andreas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Jonathan segera meninggalkan kamar Andreas dan menutup pintu.
***
Anna merasakan sesuatu yang berat menimpa Tubuhnya, ia membuka matanya perlahan, tangan kekar milik Hans melingkar di tubuh Anna.
Anna melihat dua sofa panjang yang telah menjadi satu, Anna tersenyum, ia memindahkan tangan Hans perlahan, ia berdiri agar bisa melangkah di atas dinding sofa.
" Aku harus segera pulang, " Anna perlahan turun dari Sofa, tidak lupa mengambil tas miliknya.
Anna berjalan mendekati pintu, ia memegang gagang pintu dan berusaha membukanya, pintu terkunci dan tidak ada anak kunci yang menggantung.
" Dimana Hans meletakkan kunci pintu" Anna mencari di tempat tidur dan meja namun tidak ada. Ia mendekati sofa tempat Hans tertidur.
Anna dapat melihat sedikit gantungan kunci terselip di saku depan celana Hans.
" Apa ? Untuk apa dia menyimpan kunci di celananya?" Anna bingung harus membangun Hans atau mengambilnya sendiri.
" Hans , bangunlah aku mau pulang " Anna menggoyangkan tubuh Hans perlahan. Namum Hans tidak bangun sama sekali, ia seakan tidur nyenyak.
Anna memejamkan dan meraba-raba saku celana, Hans memicingkan matanya melihat Anna.
" Apa yang kamu lakukan?" Hans membalikkan tubuhnya di atas Anna.
" Aku mau mengambil kunci dan membuka pintu" ucap Anna santai.
" Kenapa kamu tidak membangunkan aku " Hans mendekatkan wajahnya pada wajah Nisa.
" Menyingkirlah, aku harus pulang dan membersihkan diri " Anna mendorong tubuh Hans.
Ia telah berhasil mendapatkan kunci dari saku celana Hans. Anna segera turun dari Sofa dan membuka pintu.
" Anna, jangan pergi " Hans merengek seperti anak kecil namun tidak di perdulikan Anna.
" ngak romantis banget " Hans mengomel.
Anna segera berlari menuju mobilnya,, rasanya pikirannya kacau.
" Ngapain sejuju jadi pacar Hans " Anna menepuk dahinya.
Ia segera menyalakan mesin mobil dan mengendarai menuju rumah, membelah jalanan yang masih sepi, bahkan cahaya Matahari belum sampai ke Bumi.
Anna mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, membuka kaca mobil agar ia bisa menghirup sejuknya udara pagi.
" Bruk " Anna merasakan ban mobilnya menginjak sesuatu, ia segera menaikan kaca mobil, memundurkan mobilnya agar bisa melihat apa yang ia tabrak.
" Oh no " seorang kakek Tua berlumuran darah tergeletak di depan mobil Anna.
Anna segera turun dari mobilnya menghampiri kakek yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Anna berjongkok, ia melihat Kakek masih bernafas dan berusaha untuk membawa kakek masuk ke mobilnya.
Dua orang pria mendekati Anna dan seorang membungkam mulut Anna dengan selembar kain yang telah diberi obat bius.
Anna tidak sadarkan diri, Kakek yang adalah komplotan penculik yang menyamar. Dua orang Pria membawa Anna dengan mobil Anna, sedangkan seorang lagi membawa mobil mereka melaju menuju Villa rahasia milik Andreas tempat penampungan para gadis pesanan pelanggan.
Anna digendong dan di letakkan di atas tempat tidur yang sangat bersih, sebelum di serahkan kepada pelanggan Andrea akan memeriksa para korban.
Anna masih belum sadarkan diri ia tertidur lelap dalam kamar gelap yang terkunci.
Anna berada pada kamar paling ujung, kamar khusus Korban baru, berbeda dengan gadis - gadis yang sudah sukarela menjual diri dan melayani para tamu.
Anna membuka matanya, ia hanya melihat cahaya remang-remang dari lampu tidur, Aroma menggoda dari pewangi ruangan begitu manis.
Anna berusaha menyesuaikan cahaya dengan matanya, ia turun dari tempat tidur mencari sakelar lampu utama.
Lampu menyala, kamar luas bernuansa merah romantis dengan taburan bunga mawar dan melati di tempat tidur dan lantai.
Anna memperhatikan sekeliling kamar yang sangat asing. Ia berusaha mengingat kejadian yang membawa ia berada di kamar ini.
"Aku di culik" pikir Nisa, ia berusaha membuka pintu yang terkunci, membuka semua orden dan hanya ada kaca tebal hitam tertanam langsung pada dinding, tidak ada jendela sama sekali.
Anna melihat ke atas, mungkin ia bisa menemukan jalan tikus pada lobang angin atau membongkar langit - langit kamar.
Anna dapat mendengarkan langkah kaki menuju kamarnya.
" Apa yang harus aku lakukan?" Anna menatap pintu dengan gagangnya yang mulai bergerak.
Seorang pria dengan tubuh tinggi atletis dengan topeng di wajah kemeja putih tidak tanpa kancing, menampilkan tubuh seksi dambaan setiap wanita.
Andreas melihat Anna berdiri di depan tempat tidur dengan rambut tergerai panjang sampai pinggangnya, kancing kemeja yang terbuka 2 buah menampilkan leher jenjang dan putih. Terlihat cantik dan seksi, Biasanya Andreas hanya melihat Anna dengan kuncir Kudanya.
" Anna " Suara Andreas yang tidak terdengar oleh Anna yang menatap tajam ke arah Andreas.
Andreas berjalan mendekati Anna yang melangkah mundur hingga terduduk di tempat tidur.
Andreas tidak bisa menahan diri, Anna yang berantakan terlihat seksi dan menggoda di mata Andreas.
Andreas menekan kedua tangan Anna di atasnya kepalanya dengan satu tangan Andreas yang bertenaga dan kekar.
Mengunci kaki Anna dengan kakinya, ia melumat bibir Anna secara paksa. Anna kesulitan bernapas, berusaha mengunci bibirnya dan menghindari setiap sentuhan Andreas.
Andreas menjelajahi wajah Anna hingga lehernya, Anna Terus meronta, air matanya mulai mengalir membasahi pipinya. Melihat air mata Anna Andreas menghentikan aktivitasnya. Ia melepaskan Anna dan meninggalkan Anna sendirian di dalam kamar dan kembali terkunci.
Ada rasa takut dalam diri Anna, pria yang tidak ia kenal bahkan tidak tahu wajahnya dengan tubuh menggoda telah mencium paksa dirinya, walaupun pria itu berhenti ketika melihat air mata Anna.
Anna menangis sendirian di dalam kamar, Ia tidak tahu siapa yang akan datang Untuk menolongnya.
*
*
*
************"*******"*****"*******************
💓 Thanks for Reading ♥️
Mohon untuk berikan Author jempol 👍
dan Komentar 😁
Terimakasih 😍 Love You Readers 💓
__ADS_1