
Satu hari Hans dan Anna habiskan bersama di Disneyland.
Anna benar-benar puas bermain bersama Hans di Disneyland. Mereka merasa lelah, berjalan kesana-kemari dan menikmati semua wahana.
Mereka berdua keluar dari lokasi Disneyland dan menuju taman kota yang sejuk.
Hans berbaring di pangkuan Anna, menatap wajah cantik merah dan berkeringat di atasnya.
"Apa kamu puas?" tanya Hans meletakkan tangan Anna di pipinya.
"Ya, Aku sangat puas." Anna tersenyum cantik melihat ke arah Hans.
Hans menyentuh pipi Anna yang terasa panas karena berlari dan berpanas-panasan.
Mereka berdua tersenyum dalam cinta dan bahagia.
Seorang wanita berjalan bersama dua orang pengawal dan seorang assisten.
Putri Bos Mafia Jepang, Nona Eiko berjalan menuju Restoran di samping taman.
Langkah kakinya terhenti, ketika melihat wanita cantik dengan kuncir kudanya sedan bercanda dengan seorang pria tampan yang berbaring di pahanya.
"Ada apa Nona Eiko?" tanya seorang bodyguard.
"Ambil foto wanita itu dengan jelas!" perintah Eiko.
"Baik Nona." pria itu segera mengeluarkan kamera canggih dari tasnya dan mengambil foto Anna cukup banyak.
"Silahkan Nona." bodyguard memberikan kamera kepada Eiko.
"Cari berita tentang pertunangan Andreas!" perintah Eiko lagi.
Tidak butuh waktu lama bodyguard telah menemukan berita tentang Andreas.
"Ini Nona!" bodyguard memberikan tap kepada Eiko.
"Ah, dia adalah Hana Mariana." Eiko tersenyum.
"Tetapi Siapa pria itu?" tanya Eiko menyerahkan kembali tap.
"Pernikahan Tuan Andreas dibatalkan." ucap assiten pribadi Eiko.
"Aaah, kenapa aku tidak tahu informasi ini?" Eiko melihat ke arah Assistennya.
"Maafkan saya Nona." assisten Eiko menunduk.
"Em, apa yang harus aku lakukan kepada Anna?" Eiko tersenyum dan berpikir.
"Cari tahu nama pria itu dan dimana mereka menginap." Eiko masuk ke dalam restoran.
"Dan selidiki tentang Andreas!" perintah Eiko lagi.
"Baik Nona." asisten Eiko segera menghubungi orang mereka untuk melakukan tugas yang telah Eiko berikan.
Eiko menikmati makan siangnya, ia memilih kursi dekat dengan lokasi Anna dan Hans, ia melihat kemesraan diantara dua insan yang sedang dimabuk cinta.
Eiko telah selesai makan, ia masih betah duduk di kursinya.
"Nona, Tuan Andreas masih mencari Nona Anna." assisten menyerahkan tapnya.
"Aku tahu, dia selalu mau mendapatkan sesuatu yang ia sukai." Eiko mengepalkan tangannya.
"Malang sekali nasib wanita itu, aku tidak akan membiarkan ia bertemu dengan Andreas." Eiko tersenyum.
"Pria itu bernama Hans Roberto, mereka menginap di Mampei Hotel Nona." jelas assisten.
__ADS_1
"Bagus, Kita pulang sekarang." Eiko beranjak dari kursinya dan berjalan menuju mobil.
Ia tersenyum melihat kebahagiaan Anna dan Hans, ada sebuah rencana yang tersimpan di pikiran Eiko.
Eiko bersama assisten dan bodyguard masuk kedalam mobil dan meninggalkan restoran.
"Sayang, hari sudah petang, sebaiknya kita pulang." Hans beranjak dari paha Anna.
"Ya." Anna menggandeng tangan Hans dan berjalan menuju mobil mereka.
Mobil kembali ke Mampei Hotel, tubuh lelah dan berkeringat.
"Sayang, bercinta di kamar mandi." bisik Hans.
"Dari tadi pagi perutku merasa tidak nyaman." Anna menatap Hans sedih.
"Sayang, apa kamu sakit?" Hans menyentuh perut Anna.
"Sepertinya aku datang bulan." Anna berbisik di telinga Hans.
"Oh my God." Hans menepuk jidatnya.
Anna tersenyum dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Hans yang kecewa.
"Tanganku sembuh, ia datang bulan, dasar Hans tidak beruntung." Hans membuka pakaiannya dan melemparnya ke lantai.
"Semoga saja belum turun." Hans berharap.
Anna telah selesai mandi, aroma wangi bunga tercium menyegarkan.
"Hmm." Hans beranjak dari sofa panjang dan memeluk Anna dari belakang menghirup aroma tubuh dan rambut Anna.
"Hans mandilah." Anna membuka tangan Hans yang melingkar di pinggangnya.
"Aku akan mencium kamu setelah kamu mandi." Anna mendorong tubuh Hans.
"Mmm." Hans mengambil handuk dan berjalan lemas menuju kamar mandi.
Anna tersenyum melihat Hans yang tidak bersemangat.
Anna telah menggunakan pakaian tidur yang seksi.
"Karena berlari - lari dan terlalu bahagia, aku benar-benar datang bulan." ucap Anna.
Anna duduk di atas sofa panjang dan melihat foto dari kamera digital miliknya.
Hans mengambil kamera dari tangan Anna dan memindahkan ke atas meja.
"Kenapa?" tanya Anna.
"Kamu sudah janji memberikan ciuman untuk diriku." Hans yang hanya menggunakan handuk menarik tangan Anna hingga Anna duduk di atas pahanya.
"Kamu sangat seksi Sayang." Hans memerhatikan pakaian tidur yang Anna gunakan.
"Siapa yang membelikan baju tidur ini?" tanya Anna melingkarkan tangannya di leher Hans.
"Aku." Hans tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Anna.
"Berikan aku ciuman hangat." ucap Hans.
"Tidak lebih dari ciuman." tegas Anna.
"Kenapa?" Hans menatap tajam kepada Anna.
"Karena aku sudah datang bulan." Anna tersenyum.
__ADS_1
"Aah, menyebalkan, Aku baru merasakan gigitan kamu dua kali." kesal Hans.
Anna mencium bibir Hans yang terlihat cemberut.
Hari ini Anna sangat bahagia, mencium Hans sebagai ucapan terimakasih dan rasa cinta yang kembali tumbuh di antara mereka.
Kebersamaan dalam kebahagiaan dan kasih sayang serta perhatian yang Hans berikan membuat Anna kembali jatuh cinta dan ingin terus berada di sisi Hans.
Anna memejamkan matanya mencium Hans dan bermain bersama lidah.
Hans tersenyum puas, ia bisa merasakan cinta dalam permainan bibir Anna.
"Aku tidak akan melepaskan ciuman ini." Hans berbicara dalam hatinya.
Ketika Anna akan melepaskan ciumannya, Hans menggantikan bermain dan menahan Anna tetap pada posisi paling nyaman.
Hans hanya bisa menikmati ciuman Anna selama Anna datang bulan, ia harus berpuasa selama seminggu.
Ciuman hangat dan panjang akhirnya di hentikan, karena mereka kelelahan dan kesulitan bernapas.
"Sayang, waktunya makan malam." ucap Anna.
"Sekali lagi." Hans kembali menikmati ciuman yang seakan tidak ingin dilepaskan.
Ingin rasanya ia menghabiskan malam ini hanya dengan berciuman bersama Anna.
Ciuman penuh cinta dan kasih sayang diantara pasangan suami istri.
Hans dan Anna menggunakan pakaian formal untuk menikmati makan malam di ruang makan.
"Sayang, kenapa kamu tidak menggunakan gaun?" Hans melihat Anna menggunakan celana panjang.
"Aku sudah lama tidak menggunakan celana panjang, apa aku tidak pantas?" tanya Anna.
"Kamu memakai apa saja pantas sayang, tidak ada wanita yang dapat mengalahkan kesempurnaan yang kamu miliki." Hans memeluk dan mencium dahi Anna.
"Kamu berlebihan." Anna mengecup kening Hans.
"Aku tidak berlebihan sayang, itulah yang menyebabkan aku dan Andreas tergila-gila kepada dirimu." Hans berbicara di dalam hatinya dan tersenyum.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Hans.
"Ya." Anna tersenyum dan menggandeng tangan Hans berjalan bersama menuju ruang makan.
Rena melihat Anna dan Hans dengan tatapan penuh kebencian, ia kesal karena Andreas tidak bisa datang ke Jepang karena cuaca buruk.
Anna dan Hans memilih meja di samping kolam ikan yang sangat cantik dan gemericik air memberikan musik indah yang alami.
Makanan telah tertata rapi di atas meja, dengan penuh senyuman kebahagiaan dan kemesraan Anna dan Hans menikmati makan malam mereka.
Dan seorang wanita di sudut ruangan menatap penuh rasa iri dan benci.
Beberapa mobil hitam telah terparkir di depan hotel.
Menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan kebahagiaan dan kebersamaan pasangan yang sedang dimabuk cinta.
****
Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Baca juga "Putih Abu - Abu (Sohibul Iksan)" dan "Cinta Bersemi di ujung Musim (Fitri Rahayu)"
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Terimakasih yang sudah memberikan Tips, Vote, Like dan Komentar 😘😘
__ADS_1