
Anna melepaskan ikatan rambutnya hingga tergerai melambai-lambai tertiup angin.
Kecantikan alami yang luar biasa, memejamkan matanya, mempertemukan bulu mata yang panjang dan lentik, hidung mancung dan dagu yang lancip.
Wanita diciptakan dengan keunikannya untuk menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, di mata manusia Anna diciptakan terlalu sempurna tanpa ada cacatnya.
Sebuah Mobil berhenti di depan taman kota, melihat seorang wanita yang tidak asing.
Hans segera keluar dari mobil dan berlari ke arah Anna.
Anna sangat terkejut, Hans menarik tangannya dan memeluk Anna.
"Anna, aku sangat merindukan dirimu" Hans mengunci pelukannya.
Anna diam mematung tanpa bergerak, yang ia pikirkan adalah, cobaan apa lagi yang datang menghampiri.
Tubuh Anna benar-benar tidak bereaksi terhadap pelukan Hans.
"Anna, aku masih kekasih kamu dan kamu setuju untuk itu" ucap Hans melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan Anna.
Anna hanya terdiam, ia sangat khawatir karena kehancuran juga akan datang pada Hans, jika ia bersama Anna.
Seorang pria keluar dari mobil sport berwarna merah, menarik lengan Hans.
"Bug" sebuah pukulan mendarat di wajah tampan Hans.
"Hans" Anna berteriak, ia belum melihat pria yang memukul Hans.
Anna melihat Andreas dengan wajah beringasnya.
"Aku sudah peringatkan, jangan sentuh Anna atau perusahaan kamu masuk dalam daftar kehancuran tahun ini!" bentak Andreas.
"Kenapa kamu senang menghancurkan orang lain?" bentak Anna.
"Tentu saja, aku akan menghancurkan semua yang menghalangi diriku" Andreas tersenyum.
"Kamu Jahat" Anna menatap Andreas yang tersenyum.
"Kamu akan ikut aku sekarang atau menunggu kehancuran perusahaan Papa, Mama dan Kakak mu?" Andreas berjalan mendekati Anna.
"Andreas, Apa kamu sudah gila?"Hans beranjak dari tanah dan menarik kerah baju Andreas.
"Dan perusahaan XXX akan ku hancurkan malam ini" Andreas tersenyum.
"Cukup" Anna berjalan cepat menuju mobil Andreas.
"Anna hentikan" Hans berteriak.
"Itu adalah pilihan terbaik untuk Anna, Andreas pria paling kaya dan berkuasa" Andreas mendorong tubuh Hans dan merapikan jas miliknya.
"Shit" Hans berteriak kesal.
Andreas berjalan menuju mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Anna berada di samping Andreas, dengan rambut yang tergerai menambah kecantikan Anna.
Anna selalu mengikat rambutnya, sehingga jarang sekali bisa melihat rambutnya tergerai bebas.
"Kamu adalah milikku" Andreas melihat Anna yang membuang wajahnya keluar kaca pintu mobil.
Mobil segera melaju menuju dengan kecepatan tinggi dan berhenti di depan sebuah Butik ternama milik keluarga Andreas yang ada di kota.
Andreas segera turun dari mobil dan membuka pintu untuk Anna.
__ADS_1
Anna hanya terdiam di kursinya dan tidak melihat Andreas.
"Apa kamu mau aku gendong?" Andreas membungkuk tubuhnya dan mendekatkan wajah pada Anna.
"Menyingkirlah" ucap Anna ketus.
Andreas tersenyum, setidaknya Anna masih berbicara dengan dirinya.
Anna mendorong tubuh Andreas dan keluar dari mobil, ia melihat sebuah butik mewah.
"Kenapa kita di sini?" Anna melirik Andreas.
"Membeli pakaian baru untuk dirimu" Andreas menarik tangan Anna tetapi Anna menghindar.
"Kamu tidak punya banyak waktu untuk menghindari diriku" Andreas tersenyum dan masuk ke dalam butik meninggalkan Anna.
"Kenapa semua orang kaya begitu memaksa, apakah mereka berpikir semuanya dapat dibeli dengan uang?" gumam Anna kesal.
Anna melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang sangat besar dengan banyak pakaian yang tertata rapi di tubuh manekin dan tergantung di lemari kaca raksasa.
Butik lengkap dengan tas, sepatu dan perlengkapan kecantikan khusus wanita.
Di sebelah ruangan kaca terdapat pakaian dan perlengkapan khusus pria kaya.
"Ah, orang kaya akan menghabiskan uangnya dengan berbelanja barang mahal" pikir Anna tidak perduli.
Anna duduk di Sofa dan membaca sebuah majalah dengan cover wajah Mama Riana.
Andreas berada di ruangan pakaian pria, ia melihat semua pakaian lengkap yang tergantung di dalam lemari kaca.
Seorang pelayan wanita cantik mendekat Andreas dengan wajah memerah.
Andreas bagaikan magnet menarik semua wanita mendekati dirinya.
Sebenarnya, jika Anna lebih memperhatikan Andreas, mungkin ia akan jatuh cinta, tetapi dengan sikap cuek Anna sehingga ia tidak melihat kelebihan dari seorang pria.
"Selamat siang Tuan Andreas Andriano" sapa seorang wanita tersenyum cantik pada Andreas.
"Selamat siang" Andreas tersenyum Tampan meluluhkan hati setiap wanita yang melihatnya.
"Apakah ada yang bisa saya bantu, anda tidak bersama Nona Laura?" tanya pelayan Kepada Andreas.
"Ah, aku rela menyerahkan diri ini kepada pria seksi di depanku" suara hati pelayan membayangkan kekarnya Andreas di atas ranjang tanpa pakaian.
"Ya, aku bersama calon istriku" Andreas tersenyum menghancurkan hati sang pelayan.
"Calon istri" pelayan meyakinkan ucapan Andreas.
"Ya, mungkin ia sedang memilih gaun" ucap Andreas.
"Oh ya, Carikan gaun dan jas yang senada agar kami terlihat serasi" Andreas berjalan meninggalkan pelayan yang termenung.
"Siapa yang akan menjadi istrinya, Bintang iklan, Model internasional ,aktris?" ada banyak pertanyaan yang muncul di kepala pelayan wanita.
Anna duduk di atas sofa dan fokus membaca majalah, ia hampir membaca semua majalah yang ada di atas meja.
"Nona, apa yang anda lakukan di sini?" tanya seorang wanita yang menjadi manager butik.
Anna melepaskan majalah dari yang tangannya dan melihat ke arah wanita yang menatap Anna penuh curiga.
"Tidak ada" Jawab Anna singkat dan kembali mengambil majalah di atas meja.
"Sret" Wanita itu menarik kasar majalah dari tangan Anna dan melemparnya ke lantai.
"Anda pikir ini tempat tongkrongan gembel" bentak wanita itu sombong.
__ADS_1
"Baiklah maafkan aku, aku salah masih tempat" Anna tersenyum beranjak dari kursi dan keluar dari ruangan butik.
"Pergilah jauh - jauh dari sini dan jangan pernah kembali!" bentak manager wanita.
Wanita itu kagum dengan bentuk tubuh Anna dengan tinggi bak model profesional, tetapi pakaian yang dipakai Anna bukanlah barang mahal.
"Dasar gembel cantik, pasti sedang mencari mangsa pria kaya" kesal sang manager.
Anna berjalan di mengikuti trotoar tanpa arah tujuan, terik Matahari tidak membuat ia merasa kepanasan.
Sebagai seorang Arsitek, Anna terbiasa bekerja di luar ruangan, ditemani panas Matahari, angin bercampur dengan debu dan kadang bertemu dengan hujan.
"Kenapa hidupku harus berantakan di usia dewasa?" Anna duduk di depan sebuah minimarket.
"Perutku sangat lapar" Anna melihat jam berwarna hitam di tangan kirinya.
"Ah, aku telah melewati makan siang" ia tidak punya apa-apa, semua miliknya di Villa Andreas.
"Aku benar-benar jadi gembel" Anna memegang perutnya.
Sebuah Mobil hitam tinggi dengan ban besar berhenti di depan minimarket.
Seorang pria tampan dengan pakaian polisi lengkap keluar dari mobil.
Ia tersenyum melihat Anna yang menahan lapar.
"Apakah kamu kelaparan" bisik Calvin di telinga Anna yang sedang menunduk memegangi perutnya.
"Ya" jawab Anna cepat dan menoleh ke arah sumber suara.
Anna tidak ingat nama pria di depannya tetapi ia pernah melihat wajah itu.
"Ah, kamu polisi yang membantu ku" ucap Anna.
"Ya, namaku Calvin sekarang aku akan membantu kamu lagi untuk makan siang" Ucap Calvin.
Anna hanya tersenyum malu, wajahnya sedikit memerah, ia benar-benar kelaparan.
Calvin berjalan menuju restoran di samping minimarket dan diikuti Anna.
"Aku akan membayarnya nanti" bisik Anna di dalam hati.
Anna duduk bersama dengan Calvin, ia melupakan Andreas untuk beberapa saat dan menikmati makan siang gratis.
"Aku akan menggantikan uang kamu" ucap Anna.
"Aku traktir sebagai pertemuan dan pertemanan" ucap Calvin tersenyum tampan.
"Terkadang" Anna tersenyum.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
**Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊**