Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Apa Aku Bisa Mencintainya?


__ADS_3

Mama Riana dan Jenifer duduk berdua di ayunan depan perkarangan rumah.


Mereka hanya terdiam, memikirkan nasib Anna yang akan terpenjara dalam cinta gila Andreas.


"Kenapa Hans tidak bisa merebut Anna dari Andreas?" pertanyaan Jenifer menghilangkan kesunyian.


"Entahlah, Hans tidak suka memaksa seperti Andreas." ucap Mama Riana meneguk susu coklat panas di mug keramik.


Jenifer memperhatikan Mama Riana.


"Mereka benar-benar Ibu dan anak, kecantikan dan kesukaannya sama," gumam Jenifer.


"Jenifer, malam ini keluarga Andreas mengundang makan malam di rumahnya, ikutlah." ucap Mama Riana.


"Apa aku boleh ikut?" tanya Jenifer.


"Tentu saja, Apa kamu punya gaun?" tanya Mama Riana.


"Punya." Jenifer bersemangat.


"Aku ingin melihat istana playboy gila itu" Jenifer berbicara di dalam hatinya.


***


Tidak ada yang tahu rencana Andreas, hanya Jonathan satu - satunya orang kepercayaan Andreas yang melakukan semuanya sesuai perintah Andreas.


Laura saja tahu apa yang telah di rencanakan Andreas.


Laura berjalan keluar rumah, karena mendengarkan keributan.


Mobil catering telah bersusun rapi di depan halaman rumah.


Taman dan perkarangan telah di sulap menjadi tempat pesta yang indah dan mewah.


Semua dilakukan Jonathan dengan cepat dan sempurna.


"Apa ini?" Laura kebingungan.


"Andreas, tidak ada yang bisa menebak apa yang ada dipikirannya." Laura berjalan mendekati Jonathan yang sibuk memeriksa perlengkapan.


"Jon, Apa semua ini perintah Andreas?" tanya Laura pada Jonathan yang hanya mengangguk.


"Ini bukan acara makan malam tapi ini pesta." ucap Laura memperhatikan semua yang hampir selesai seratus persen.


Laura kembali ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar Andreas.


"Andreas, apa aku boleh masuk?" Laura mengetuk pintu.


"Masuklah" Andreas sedang mengganti pakaiannya.


Laura membuka pintu perlahan, ia dapat melihat tubuh seksi dan atletis milik sepupunya.


"Pantas saja, para wanita tergila-gila pada Andreas, selain kaya ia memiliki tubuh yang sempurna." suara hati Laura.


"Berhentilah menatapku, kita adalah saudara" Andreas tersenyum.


"Ehem" Laura berjalan masuk dan duduk di Sofa.


"Apakah hanya makan malam?" tanya Laura langsung.


"Apakah aku hanya akan makan malam?" Andreas balik bertanya.


"Kenapa mendadak?" tanya Laura.


"Karena Aku ingin segera mengikat Anna dalam dekapanku." Andreas selesai menggunakan kemejanya.


"Apakah Anna setuju?" tanya Laura lagi, ia tahu Sepertinya Anna tidak menyukai Andreas.

__ADS_1


"Aku tidak butuh persetujuan siapapun" Andreas tersenyum kecut, ia kesal jika mengingat penolakan Anna.


Awal sekali Anna menolak perusahaan dirinya, menolak cintanya dan menolak ciumannya.


Anna telah melakukan banyak kesalahan terhadap Andreas dengan melakukan banyak penolakan.


Andreas pria kaya dan playboy tidak pernah mendapatkan penolakan.


Penolakan Anna adalah penghinaan bagi Andreas.


Laura memperhatikan Andreas, senyuman yang menyimpan kemarahan.


Terdengar nada dering dari ponsel Andreas yang tergeletak di samping Laura, ia bisa melihat nama yang terlihat di layar ponsel.


"Reline" ucap Laura melihat Andreas.


"Terima, rekam dan loud speaker" perintah Andreas memasang dasinya.


Laura melaksanakan perintah Andreas.


"Halo Andreas Sayang, kenapa kamu tidak menghubungi diriku?" ucap Reline.


"Aku akan menikah." jawab Andreas santai.


"Setelah menikah, bercintalah denganku." ucap Reline.


"Aku tidak tertarik." Ucap Andreas.


"Ayolah, aku belum merasakan nikmatnya senjata perkasa milikmu." ucap Reline terdengar menjijikkan di telinga Laura.


"Apa kamu sudah bercinta dengan banyak wanita?" Laura berdiri dan emosi.


"Andreas Sayang, siapa itu?" tanya Reline.


"Aku tidak pernah berhubungan intim dengan mereka, aku hanya bermain tidak sampai pada tahap itu." ucap Andreas tersenyum.


Laura mematikan ponsel Andreas.


"Sudah aku katakan, aku tidak pernah menyentuh mereka, aku hanya bermain di atas." Andreas mencengkram leher Laura.


"Jika kamu berani membawa Anna pergi atau menyembunyikan dari diriku, akan aku hancurkan kehidupan dirimu dan keluargamu" Andreas mendorong tubuh Laura jatuh ke kursi.


Andreas sangat mengerikan, ia tidak perduli dengan hubungan keluarga, semua yang menentang dirinya akan ia hancurkan.


"Sebaiknya kamu mendandani dirimu dan Anna karena pesta akan dimulai." Andreas menatap tajam pada Laura.


Laura beranjak dari sofa meninggalkan kamar Andreas.


"Apa yang akan terjadi pada Anna, malang sekali nasibnya berada dalam genggaman Andreas." Laura berjalan menuju kamar Anna.


Laura mengetuk dan membuka pintu yang tidak terkunci.


Anna masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang empuk dan nyaman.


"Anna bangunlah." Laura menggoyangkan tubuh Anna dengan lembut.


"Kenapa?" tanya Anna membuka matanya perlahan.


"Mandilah, Aku akan mempersiapkan gaun untuk dirimu." Laura beranjak dari tempat tidur dan membuka paper bag yang tergeletak di atas tempat tidur.


"Banyak sekali, ini semua produk yang baru datang di butik." gumam Laura.


Laura melihat Anna yang masih berbaring di tempat tidur memainkan rambut panjang yang tergerai.


"Anna, aku mohon bangunlah, aku tidak mau melihat Andreas marah." Laura menarik tangan Anna.


"Apa yang akan dilakukan Andreas jika ia marah?" Anna duduk di tepi tempat tidur.

__ADS_1


Rambut panjangnya berantakan, tergerai melewati pinggang.


"Dia akan membunuhku, dan akut tidak tahu apa yang akan ia lakukan padamu." Laura mengingat kembali ketika Andreas mencekik lehernya.


"Apakah Andreas sekejam itu?" Anna membuka kemejanya, dan hanya menggunakan tank top berwarna putih berjalan menuju kamar mandi.


Laura memilih gaun berwarna peach blossom untuk Anna dan merah terang untuk dirinya.


Selama Anna berada di kamar mandi, Laura telah selesai mengganti pakaian dan berdandan.


Anna keluar dari kamar mandi dengan tubuh proporsional membuat handuk putih hanya menutupi tubuhnya sebatas paha.


Andreas melihat pemandangan indah dari balik pintu yang terbuka, tubuh indah dan seksi begitu menggoda.


Air liur Andreas seakan ingin menetes dan berusaha ia telan kembali.


"Sangat ceroboh." gumam Andreas menutup pintu dengan perlahan.


Anna telah berpakaian, Laura mendandani Anna, dengan menggelung rambut Anna dan memberi hiasan permata asli dari butik di atas kepala Anna.


Gaun peach yang hanya sebatas paha, memperlihatkan kaki jenjang yang Indah.


Anna sangat cantik dan tampil beda karena ia hampir tidak pernah berdandan dan menggunakan gaun.


"Kamu sangat cantik Anna." Laura mengagumi kecantikan Anna yang terpantul dari cermin.


Anna hanya tersenyum tipis, mungkin karena kecantikannya membuat ia harus terjebak dengan Andreas.


"Kecantikan dan kecerdasan dirimu lah yang membuat Andreas ingin segera mengikatmu" bisik Laura dalam hati.


"Anna, berusaha untuk mencintai Andreas dan melembutkan hatinya." ucap Laura.


"Aku tidak pernah berniat untuk mencintai Andreas." ucap Anna beranjak dari kursinya.


"Kenapa, apa kamu sangat membenci Andreas?" tanya Laura.


"Aku menyukai kebebasan ku, aku belum mencapai keinginan ku, dan aku tidak pernah berpikir untuk menikah secepat ini" tegas Anna.


"Maafkan aku Anna, aku sendiri tidak mengenali Andreas." Laura duduk di tempat tidur.


"Andreas telah merenggut semuanya dariku, bahkan ia mencium paksa diriku." Anna tersenyum getir.


"Apa kamu tahu betapa menjijikkan ketika aku melihat dia berciuman dengan wanita lain di depanku."Anna menatap tajam pada Laura.


"Apakah kamu bisa mencintai pria yang bermain dengan banyak wanita?" tanya Anna pada Laura yang hanya terdiam.


"Aku tidak perduli dengan kekayaan Andreas, selama ini aku hidup dalam kesederhanaan, aku terbiasa susah, tetapi hatiku bahagia." tegas Anna.


"Andreas mengancam keluargaku untuk memaksa diriku berada di rumah ini, apakah itu adalah kebahagiaan, apakah aku bisa mencintai pria seperti itu?" Anna kesal dan emosi.


"Aku tidak menyangka Andreas adalah pria seperti itu." Anna mengepalkan tangannya.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2