Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Maldives


__ADS_3

Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk dan sangat luas.


"Aku sangat lelah." Anna membentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya


Hans dapat melihat bentuk tubuh sempurna berbaring di atas tempat tidur begitu menggoda.


Hans membuka lemari pendingin, ia mengambil minuman kaleng dan meneguknya dengan cepat hingga tumpah membasahi pakaiannya.


Anna melihat Hans membuka bajunya, karena basah.


"Apa yang akan ia lakukan?" Anna menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala.


Hans hanya bertelanjang dada, hanya menggunakan celana pendek selutut.


Ia tersenyum melihat Anna, yang telah bersembunyi di dalam selimut.


Hans berjalan mendekati Anna.


"Apa kamu tidak lapar?" tanya Hans.


"Aku telah dan mengantuk." ucap Anna dari dalam selimut.


"Pakaian kamu keringatan, tidak ganti dulu?" Hans menggoda Anna.


"Tidak aku sudah mengantuk." ucap Anna.


"Baiklah, aku juga akan tidur." Hans merebahkan tubuhnya di samping Anna.


"Kenapa dia berbaring di sampingku?" gumam Anna.


"Terserah aku benar-benar lelah." Anna memejamkan matanya dan tertidur.


Hans ikut tidur di samping Anna tanpa menggunakan pakaian.


Maldives


Maldives merupakan nama dari suatu pulau yang letaknya masih di kawasan Asia dijadikan tempat favorit bagi pasangan yang ingin berbulan madu setelah menikah.


Tujuan Hans adalah pulau Maldives, ia akan menghabiskan waktu bersama Anna.


Hans dan Anna telah berada di pulau Maldives.


"Aaaaaah, Indahnya." Anna berlari di pinggir pantai menuju penginapan mereka.


Hans tersenyum melihat tingkah Anna yang kembali cerita.


"Apa kamu suka?" tanya Hans berlari mendekati Anna.


"Ya, Aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan Andreas, aku takut." Anna menunduk.


"Lupakan Andreas, ia tidak akan menemukan kita." Hans menarik tangan Anna dan berlari hingga sampai ke kamar.


Sebuah penginapan mewah berada di tengah laut dengan fasilitas dan harga yang fantastis.


Hans memilih menginap di resort privat dengan Semua layanan lengkap.


"Wah Indah sekali." Anna membuka jendela dan melihat laut yang berkilau.


"Hans Terimakasih." ucap Anna melihat Hans sekilas yang tersenyum.


Kepulauan Maldives yang terdiri dari banyak pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga pemandangannya sangat indah.


Pada malam hari, jika duduk di tepi pantai, akan melihat gemerlap cahaya kecil yang berasal dari pulau lain yang begitu indah.


Apalagi jika cuaca sedang cerah dan dilengkapi dengan cahaya bintang dan rembulan. Suasananya sangat romantis.


Di Pulau Maldives juga ada program khusus bulan madu yang bernama Deserted Couple.


Pada program ini, setiap pasangan akan dibawa berkeliling, salah satunya ke pulau tak berpenghuni.


Mereka hanya dibekali makanan, lalu dibiarkan mengeksplor pulau hingga sore.

__ADS_1


Setelah sore, mereka akan dijemput kembali. Program ini ingin menekankan kesan dunia hanya milik berdua.


Seorang mengantarkan koper berisi pakaian Anna dan Hans.


"Apa itu?" tanya Anna heran.


"Pakaian kita." Hans tersenyum.


"Kapan kamu menyiapkannya?" tanya Anna mendekati koper yang telah di letakkan di depan lemari pakaian.


"Sudah lama, sejak aku melamar dirimu untuk menikah, tetapi kamu menolak diriku." Hans tersenyum dan membuka kemejanya.


Anna tersenyum dan membuka koper berisi pakaian dirinya dan Hans.


"Hans, kenapa semuanya dress?" Anna mengangkat selembar dress berwarna putih.


"Apa kamu mau menggunakan celana kerja di pantai?" tanya Hans.


"Tidak." Anna memancungkan bibirnya.


"Jangan lakukan itu!" Tegas Hans.


"Apa?" Anna merapikan pakaian ke dalam lemari.


"Memajukan bibirmu." Hans duduk di pinggir tempat tidur.


"Memangnya Kenapa?" tanya Anna tidak perduli.


"Aku akan menggigit bibir kamu." ucap Hans tersenyum.


Anna segera melipat bibirnya ke dalam dan melanjutkan aktivitasnya memasukkan pakaian ke dalam lemari.


Ia senyum - senyum sendiri melihat pakaian dalam dirinya dan Hans.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Hans heran.


"Aa, tak apa." Anna menyembunyikan wajahnya dalam lemari.


Hans merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Anna melihat Hans yang berbaring telentang dan memejamkan matanya.


"Apa dia tidur? Aaah, satu kamar dengan Hans." Anna berbicara dalam hatinya.


Anna tersenyum melihat sofa panjang di samping jendela.


"Aah, nyamannya." Anna merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.


Angin laut menyentuh wajah Anna seakan menyanyikan lagu tidur.


Hans membuka matanya perlahan, ia melihat kesana-kemari mencari Anna.


"Sampai kapan kamu akan menghindari diriku?" Hans beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati Anna.


"Apakah ia tidur?" gumam Hans.


Hans berjalan keluar kamar duduk di jembatan penghubung daratan dan kamar mereka yang berada di atas air.


Di samping kamar ada kolam renang pribadi untuk penghuni kamar.


Hans membuka celananya dan hanya menggunakan boxer, ia berendam di dalam kolam renang.


Hans tersenyum besok mereka akan mengikuti program khusus bulan madu yang bernama Deserted Couple.


Hanya ada mereka berdua di dalam pulau di tengah laut, seperti pulau pribadi Hans.


Anna membuka matanya dan melihat tempat tidur yang kosong.


"Kemana Hans?" Anna beranjak dari Sofa.


"Perutku lapar sekali." gumam Anna pindah ke tempat tidur.

__ADS_1


"Ah harusnya aku membawa laptop, aku pasti bisa mendapat banyak inspirasi dari tempat ini." Anna memperhatikan isi ruangan.


Anna turun dari tempat tidur dan melihat, penginapan dengan bentuk yang unik, berjalan keluar kamar.


"Hans, Aku lapar." Anna berteriak.


"Hubungi saja pelayanan resort." ucap Hans meneguk jus jeruk di pinggir kolam.


"Kenapa kamu tidak memesan minuman untuk diriku?" Anna melihat jus jeruk Hans yang telah habis.


"Orang tidur tidak akan bisa makan dan minum." Hans kembali berenang.


"Baiklah aku hanya akan memesan untuk diriku." Anna berlari ke kamar.


"Apa, kenapa dia sangat menggemaskan?" Hans beranjak dari dalam kolam dan berjalan ke samping pintu kamar yang berhadapan langsung dengan kolam renang.


"Jika kamu tidak memesan makanan untuk diriku, aku akan memakan kamu." tegas Hans berdiri didepan pintu.


"Kamu mau makan apa?" tanya Anna tanpa melihat Hans, ia sedang membaca buku menu.


"Kemarilah, aku mau melihat daftar menu makan malam." ucap Hans.


Anna berjalan mendekati Hans membawa buku menu.


"Aaaaa." Anna berteriak dan menutup matanya.


Seorang pria bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer pendek ngepas di bagian tubuh Hans memperlihatkan bentuk adik kecil yang sedang tertidur.


Hans masuk ke kamar dan menutup mulut Anna.


"Kenapa kamu berteriak." Hans terkejut dengan reaksi Anna.


Mata Anna melotot dengan mulut di pegang Hans.


Wajah dan tubuh mereka sangat dekat, air dari rambut Hans yang basah menetes di wajah Anna.


Satu tangan di mulut Anna dan tangan yang lain di pinggang Anna.


Anna menarik tangan Hans yang ada di mulutnya.


"Lepaskan Hans, tidak akan ada orang yang mendengarkan aku berteriak." ucap Anna.


Hans memperhatikan wajah Anna yang telah basah karena dirinya.


Kedua tangan Hans berada di pinggang Anna dan menarik tubuh Anna sehingga menempel dengan tubuh Hans.


Anna mulai khawatir, ia bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.


"Aku lapar." ucap Anna mengusap perutnya yang memberikan bunyi lucu.


Hans tersenyum, hilang sudah hasrat Hans untuk mencumbu Anna.


"Berikan kepada ku telepon itu!" perintah Hans


Anna mengambil telepon dan handuk untuk Hans. Ia melilitkan handuk di pinggang Hans dan mengeringkan rambut Hans.


Hans tersenyum, ia sangat bahagia dengan perhatian Anna, terasa terbang melayang tetapi di hempas kembali.


"Hans, kamu membuat kamar kita basah." Anna terus mengeringkan rambut dan tubuh Hans.


Hans menarik tangan Anna dan meletakkan di dadanya yang berotot.


"Kapan kamu akan menghubungi pelayan resort?" tanya Anna menarik tangannya.


Hans segera menghubungi nomor telepon, dan memesan makan malam romantis di pinggir pantai.


***


Selamat Membaca Semoga suka dan Jangan lupa like komentar Vote yang Bintang 5 😘 Terimakasih.


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Baca juga Nyanyian Takdir Aisyah


Love You Readers 💓 Thanks for Reading


__ADS_2