Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Kekasih ku


__ADS_3

Anna sudah berada di rumah, ia melihat kakek berbaring di atas tempat tidur, Anna berjalan mendekati Kakek yang terpejam, ia menyentuh tangan kakek dan terasa hangat.


Anna mengecup kening kakek dan meninggalkan kakek tidur dengan tenang. Anna menutup pintu dengan perlahan.


Anna melihat bik Yani bekerja di dapur.


" Bik, Mama belum pulang?" tanya Anna mendekati bi Yani


" Belum Non" Jawab bik Yani singkat. Anna berjalan menuju ruang tengah, ia duduk di sofa memperhatikan layar ponselnya.


" Mama kemana ya?" tanya Anna dalam hati.


Anna ingin sekali menghubungi Mamanya, ia juga berpikir tentang Papa Hendrick, Herry dan Hengky. Segala hal tentang dirinya dan Mamanya terasa mengganggu pikirannya.


Anna mencoba menghubungi nomor Mama namun tidak ada yang menjawab.


Terdengar dering panggilan dari ponsel Anna, dengan cepat Anna menerima panggilan tanpa melihat nama di layar ponsel.


" Halo Ma "Anna menerima panggilan


"Ma, siapa Ma?" suara seorang pria yang tidak asing lagi di telinga Anna.


" Hans " Anna melihat layar ponselnya.


" Kau kira siapa?" tanya Hans kesal


" Maaf, kau kira Mamaku" ucap Anna.


" Kamu di mana? aku sendirian di rumah Sakit, aku kelaparan" Hans mengomel.


" Aku di rumah " ucap Anna


" Kemarilah!" perintah Hans


" Baiklah" Anna menuju dapur mendekati bi Yani,


" Bi, Anna kerumah sakit dulu " Anna segera mengambil kunci mobil dan tas punggung miliknya.


Anna berjalan menuju mobil dan mengendarai mobilnya sampai rumah sakit tempat Hans di rawat.


Ia mengetuk pintu kamar Hans dan masuk, Anna melihat Hans menatapnya dengan tajam.


" Selamat Malam Pak ?" Anna memberi salam berjalan mendekati Hans, ia melihat nasi yang tidak di sentuh sama sekali oleh Hans.


" Nasi ini sudah dingin " ucap Anna


" Aku menunggu kamu untuk makan " ucap Hans menatap Anna.


" Apa kamu akan makan makanan ini?" tanya Anna


" Tidak, kamu harus pesankan makanan baru untuk ku!" perintah Hans berusaha untuk duduk dan dibantu Anna.


" Kamu mau makan apa?" tanya Anna yang telah siap dengan ponselnya.


Hans menyebutkan menyebutkan menu makanan yang ia mau.


" Apakah orang sakit boleh makan makanan pedas?" tanya Anna

__ADS_1


" Tentu saja, aku bukan sakit perut pesankan saja !"perintah Hans lagi .


Anna segera memilih menu dan memesannya, ia duduk di Sofa, Membaca majalah.


" Hei, apa kamu akan tidur di sini?" tanya Hans berharap.


" Tentu saja, aku akan menemani dan menjaga anda sepanjang malam." ucap Anna tanpa melihat Hans.


" Kamu tidur saja, tidak perlu menjagaku " Hans memandang Anna.


Terdengar ketukan pintu, seorang ojol mengantarkan pesanan Anna.


Anna menerima pesanan dan menata di atas brankas di samping Hans.


" Makanlah" ucap Anna


" Aku mau makan jika kamu yang suapkan" ucap Hans manja.


"Pria ini 10 tahun lebih tua dari ku tapi kenapa kelakuan seperti anak kecil, apa karena benturan di kepalanya?" Anna bertanya dalam hati.


Anna menuruti perintah Hans, ia segera menyuapkan makanan ke mulut Hans yang tersenyum bahagia dan memperhatikan Anna hingga makanan habis tidak bersisa.


" Anda beneran kelaparan pak " Anna menahan tawa melihat makanan bersih.


" Aku tidak makan sejak pagi " Hans meneguk air putih yang diberikan Anna.


" Baiklah maafkan Aku " Anna mengambil kembali gelas kosong dari tangan Hans, namun Hans memegang erat gelas.


" Kenapa?" Anna melihat Hans.


" Menikahlah denganku" ucap Hans


" Benarkah?" Hans tersenyum bahagia, melepaskan gelas,.


" Tunggu dulu, kenapa aku mau berpacaran dengan Hans" Anna berbicara dengan hatinya sendiri.


Anna meletakan gelas di atas berangkas, dan akan kembali duduk di Sofa, Namun Hans menarik tangan Anna dan mencium lembut bibir Anna.


" Apa, Ciuman pertamaku!" Anna terdiam tidak membalas ciuman Hans hingga Anna kesulitan bernapas.


" Kamu Anna Mariana, hari ini adalah kekasih Hans Roberto " Hans melepaskan ciuman memberikan kesempatan untuk Anna bernapas.


Hans kembali memegang kepala Anna dan kembali menciumnya seakan tak ingin melepaskannya.


Anna tetap tidak membalas ciuman Hans.


" Apaan Pria, apa dia tidak akan berhenti ?" pikir Anna lagi.


" Hei, apak kamu tidak pernah berciuman?" Han memegang pipi Anna dan menatapnya


" Apakah anda sering berciuman?" tanya Anna


" Tidak, tapi kurasa semua orang bisa berciuman secara naluri " Ucap Hans tersenyum bahagia.


" Lepaskan aku !" ucap Anna


" Tidak aku tidak akan melepaskan dirimu" tegas Hans

__ADS_1


" Apa kamu akan terus memegang kepalaku seperti ini?" Anna menatap Hans.


" Baiklah maafkan aku sayang". Hans melepaskan tangannya.


" Aku lelah, bolehkah aku beristirahat?" tanya Anna.


" Tentu saja, kemarilah kita tidur satu ranjang " Hans menepuk kasurnya.


Anna menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak mau jatuh dari tempat tidur " Anna berjalan menuju sofa panjang, mengambil selimut dan memejamkan matanya.


Hans Terus memandang Anna, ia tidak percaya Anna tiba - tiba mengajaknya berpacaran.


Anna memejamkan matanya namun otaknya berpikir, kenapa ia ingin berpacaran dengan Hans, Apa Karena ia kecewa Hengky adalah saudaranya, padahal ia merasa nyaman dengan Hengky. Bagaimana dengan Andreas? Pria itu punya banyak kekasih.


***


Riana dan Hendrick baru saja keluar dari hotel milik Hendrick. Mereka telah melepaskan rindu yang tertahan hingga 25 tahun.


" Riana, aku telah membeli rumah untuk kamu, ayo kita melihat rumah barumu" Hendrick menggandeng Riana dengan mesra seakan tidak ingin melepaskan.


" Jend, malam telah larut " Riana melihat Hendrick penuh kemesraan.


" Tidak apa, Anna sudah di rumah " Hendrick menarik tangan Riana masuk ke dalam mobilnya.


Hendrick terus memegang tangan Riana hingga di dalam mobilnya.


Mobil terus melaju membelah keramaian kota dan berhenti pada sebuah rumah mewah dengan perkarangan yang sangat luas.


Hendrick menarik tangan Riana masuk ke dalam rumah yang sangat terawat.


" Jend, rumah ini besar sekali " suara manja dan lembut Riana.


" Iya sayang, ini adalah permintaan kamu, semuanya akan aku berikan " Hendrick mencium kening Riana, ia sangat bahagia.


Sepasang suami istri tinggal di rumah mewah untuk selalu menjaga dan merawat rumah, mereka menyambut Hendrick dan Riana di depan pintu.


Pintu terbuka lebar, Riana Sangat terkejut, dinding tepat depan pintu terpajang foto pernikahan mereka berdua dalam ukuran yang sangat besar.


Foto - foto Riana dari sekolah hingga kuliah, foto mereka ketika bersama dan berpacaran, memenuhi setiap sudut dinding.


Riana memeluk Hendrick,


" Terimakasih" Riana mengangkat wajahnya ke arah Hendrick, ciuman gan dan mesra mendarat di bibir Riana.


" Aku selalu mencintaimu, tidak ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hatiku, kekasihku " Hendrick kembali mencium bibir seksi Riana.


Hendrick menarik tangan Riana menaiki tangga menuju kamar yang sangat luas.


" Mari kita coba kamar pengantin " Bisik Hendrick di telinga Riana dan sedikit mengigit.


Membuat tubuh Riana terasa panas dingin.


Hendrick dan Riana kembali melepaskan Rindu, cinta kasih dan sayang mereka berdua.


********************

__ADS_1


Thanks for Reading 😊 Love You Readers 💓


selalu komentar dan Like yaa


__ADS_2