
(Like, Komentar, Vote n Bintang 5)
Anna pergi tanpa membawa apapun, ponselnya diambil Andreas.
Mobil terus melaju membelah jalanan, Anna memperhatikan setiap gedung di jalanan.
Sebagai seorang arsitek, sangat mudah untuk Anna mengenali gedung di mana ia berada.
Anna adalah wanita yang cerdas, sangat mudah baginya untuk menemukan arah jalan yang mau ia tuju.
Dengan senyuman manisnya, Anna kembali menginjak pedal gas sehingga mobil benar-benar melaju dengan kecepatan tinggi.
Anna merubah tujuannya yang semula akan bertemu Papa Hendrick dan Hengky, ia menuju perusahaan Hans untuk bertemu dengan Jenifer.
Sebuah Gedung pencakar langit, telah terlihat, Anna segera memasuki kawasan perkantoran dan memarkirkan mobil pinjaman tanpa izin di tempat parkiran.
Anna tersenyum puas dan bernafas lega, ia tidak percaya bisa keluar dari penjara Andreas.
Mobil merah terparkir, Anna keluar dari mobil dan segera berlari menuju ruangan Jenifer.
Tidak ada yang melarang Anna karena tidak ada yang tahu Anna mengundurkan diri.
Anna memasuki lift yang membawakan ia langsung di depan ruangan divisi junior.
Tangan Anna Gemetaran, ia memegang gagang pintu dan melihat ruangan kosong.
Anna berjalan perlahan menuju ruangan Jenifer dan mengetuk pintu.
Pintu terbuka, seorang wanita yang sangat Anna rindukan berdiri di depan pintu.
"Aaannaaaa" teriak Jenifer dan memeluk Anna.
"Saudaraku Jennifer" Anna menangis merasa terselamatkan.
"Aku sangat merindukan dirimu Anna" air mata Jenifer mengalir.
"Aku Juga sangat merindukan Kak Jenny" Anna terisak.
"Kemarilah" Jenifer menarik tangan Anna dan duduk di Sofa.
"Kapan kamu kembali?" tanya Jenifer.
"Aku akan menceritakan semuanya kepadamu" Anna beranjak dari Sofa dan mengunci pintu.
Anna menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya, sejak berada di Negara Model.
Jennifer sangat terkejut, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Anna katakan.
"Apa, Andreas melakukan itu semua?" Jenifer menyentuh wajah Anna yang hanya mengangguk ngeri teringat perlakuan Andreas.
"Aku harus menghubungi Papa Hendrick dan Kak Harry" Anna menggenggam tangan Jenifer.
"Kak Jenny, Tolong hubungi Hengky, aku tidak punya ponsel dan uang, Semua barang - barangku di Andreas" ucap Anna gugup.
"Baiklah" Jenifer segera menghubungi Hengky untuk meminta nomor ponsel Harry dan Papa Hendrick.
"Bagiamana?" Anna ketakutan, ia bisa di tuduh mencuri mobil.
"Haloo Jenifer apakah ada kabar dari Anna?" Hengky menjawab panggilan dengan pertanyaan.
"Anna bersamaku, ia butuh pertolongan Papanya dan saudaranya Harry" Jelas Jenifer.
"Dimana Anna?" Hengky setengah berteriak, ia sangat merindukan Anna.
__ADS_1
"Segera hubungi Than Hendrick dan Harry, Anna dalam masalah" Ucap Jenifer.
"Baiklah, katakan Dimana Anna?" Hengky sudah tidak sabar.
"Aku di kantor Hans, aku mohon hubungi Papa dan kak Harry" suara lembut Anna memenangkan Hengky.
"Baiklah, Aku mohon tunggu aku di sana" Panggilan terputus.
"Kak Jenny, kita harus membawa mobil yang aku pakai ke kantor polisi, aku telah meminjam mobil tanpa permisi, jika Mereka menyadarinya aku bisa dituduh mencuri" jelas Anna sangat khawatir.
"Tenanglah, aku akan menghubungi Celvin" Jenifer segera mencari nomor ponsel Calvin.
"Halo Kak Jenny, ada Apa?" tanya Calvin.
"Apa kamu kamu punya waktu untuk langsung ke kantorku?" pinta Jennifer.
"Aku sedang berada di depan kantor Kakak" Ucap Calvin yang segera berjalan menuju tempat parkir.
"Tunggu di depan, kakak akan segera turun" ucap Jennifer yang segera menarik tangan Anna berlari menuju lift.
Seorang pria tampan dengan tubuh proporsional, dengan seragam polisi lengkap.
Jenifer segera menceritakan kejadian yang dialami Anna. Mereka tidak ingin melaporkan penculikan Anna, hanya saja mau mengembalikan mobil milik Reline.
Calvin berpikir keras, bagaimana cara mengembalikan mobil yang dipakai tanpa izin, ditambah lagi pemilik mobil adalah seorang aktris.
Anna memperhatikan Calvin yang sedang berpikir menunggu jawaban.
Calvin melihat Anna hingga pandangan mereka bertabrakan. Anna hanya menunggu jawaban.
Berbeda dengan Calvin, ketika ia benar-benar melihat wajah manis Anna, dengan kulit eksotis.
"Dia sangat cantik" hati Calvin berbicara.
"Kita bawa saja mobil ini ke kantor polisi" Ucap Calvin mengalihkan pandangannya.
"Baiklah, aku akan membawa mobil itu" ucap Anna.
"Tidak usah, itu akan membahayakan Dirimu, aku akan menghubungi anak buahku untuk mengambil mobil ini.
Calvin mengambil jarak dan segera menghubungi anak buahnya untuk membawa mobil yang dianggap parkir sebarang.
"Terimakasih" ucap Anna tersenyum kepada Calvin.
"Ya Tuhan senyumnya sangat manis, dia pasti bukan gadis yang manja" lagi - lagi hati Calvin berbicara sendiri mengagumi Anna yang terlihat Cuek.
Jenifer menepuk pundak Calvin.
"bagaimana Jika kita minum kopi bersama" ucap Jenifer kembali membuyarkan lamunan Calvin.
"Aku harus menunggu Papa dan kak Harry" Ucap Anna.
"Kita minum kopi di cafe sebelah, jadi bisa melihat kedatangan Papa dan kakak kamu" Jenifer menenangkan Anna yang terlihat khawatir.
Calvin memperhatikan Anna.
"Baiklah, apakah sudah ada nomor ponsel Papa dan Kak Harry?" tanya Anna.
Jenifer mengambil ponselnya dan memberikan kepada Anna.
"Ada apa dengannya?" tanya Calvin melihat Anna yang sedang membuka ponsel Jenifer.
"Resiko Arsitek Cantik" jawab Jenifer.
__ADS_1
Anna melihat pesan dari Hengky, nomor ponsel Papa Hendrick dan segera mengirim pesan, karena jika nomor tidak terdaftar di ponsel, Papa Hendrick tidak akan menerima panggilan itu.
"Halo Pa, ini Anna, Tolong hubungi Anna ke nomor ini"
Anna menunggu panggilan dari papa Hendrick dengan cemas, ia takut Andreas akan menyadari kepergian Anna.
Sebuah Mobil berhenti tepat di depan Anna. Hengky keluar dari mobil dengan tergesa-gesa dan memelihara Anna.
"Anna, aku sangat merindukan dirimu" Hengky memeluk Anna yang terdiam membeku.
Calvin dan Jennifer melihat ke arah Anna.
"Apakah itu kekasihnya?" Calvin bertanya dalam hatinya.
Anna melepaskan pelukan Hengky, di surat terakhir Anna mengatakan untuk melupakan hubungan sekilas mereka.
"Maafkan aku Hengky" ucap Anna Lembut dan menjauh dari Hengky.
Anna tidak mau kehidupan Hengky akan hancur karena dirinya.
"Anna ada apa dengan dirimu?" tanya Hengky heran.
"Kapan Papa akan kemari?" tanya Anna.
"Aku akan membawa kamu ke perusahaan Papa Hendrick" ucap Hengky sedih, Anna benar-benar menghindari dirinya.
Anna menoleh ke arah Jenifer dan Calvin.
"Kak Jenny, bisakah mengantarkan aku ke kantor papa Hendrick?" tanya Anna kepada Jennifer yang mengangguk.
"Hengky, tolong kirimkan alamat perusahaan papa ke nomor Kak Jenny" Anna akan berjalan mendekati Jenifer tetapi Hengky menarik tangan Anna.
"Anna, ada apa dengan dirimu?" Hengky menatap lembut pada Anna.
"Maafkan Aku" Anna melepaskan tangan Hengky dengan lembut dan berjalan meninggalkan Hengky.
Calvin memperhatikan wajah sedih Hengky, ketika melihat Anna pergi.
"Aku akan mengantarkan Kalian" ucap Calvin.
Mereka akan lebih aman pergi bersama seorang kepala polisi.
"Tolong mengerti posisi Anna sekarang" Jenifer menepuk pundak Hengky.
Mereka berjalan bersama menuju mobil Calvin, mobil berwarna hitam terlihat garang.
Hengky segera mengirimkan alamat kantor Papa Hendrick kepada Jenifer dan menyusul dengan mobilnya.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Love You Readers 💓 Thanks for Reading
__ADS_1