Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Mempercepat Pernikahan


__ADS_3

Anna berjalan menuju kamar miliknya, berjalan dengan lunglai tidak bertenaga, melangkahkan kaki seakan tanpa tujuan.


Membayangkan kehidupan penjara yang akan ia jalani. Penjara yang begitu mewah dan megah.


Anna membuka pintu kamar dan menguncinya, membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Merebahkan tubuh lelah di atas tempat tidur besar dan empuk.


Memejamkan mata memikirkan sebuah rencana, kehidupan kedepan yang harus ia jalani.


Otak Anna merekam sebuah kalimat yang diucapkan Andreas, perusahaan Arsitektur mandiri untuk Anna.


"Baiklah Andreas, kita akan bermain bersama." ucap Anna memejamkan matanya berusaha untuk tidur.


Andreas telah menggunakan piyama tidurnya, berjalan menuju kamar Anna.


Tangan Andreas menyentuh gagang pintu perlahan dan membukanya.


Pintu terkunci, Andreas segera mengambil kunci duplikat dan membuka pintu kamar Anna.


Perlahan Andreas berjalan mendekati tempat tidur Anna.


Memandang wajah cantik tertidur pulas dengan rambut tergerai indah, hitam pekat.


"Cantik." Andreas mencium lembut dahi Anna.


Anna menggunakan pakaian tidur celana dan baju panjang.


Andreas tersenyum, melihat Anna berpakaian sangat tertutup.


"Apa dia tidak kepanasan?" gumam Andreas.


"Setelah menikah, kamu akan menggunakan pakaian seksi di atas tempat tidurku, secepatnya kita akan menikah." Andreas mencium pipi Anna dan berlalu keluar dari kamar.


Anna benar-benar tidur nyenyak, hingga Matahari menyentuh wajahnya memberikan silau yang mengacau.


"Biarkan aku tertidur." gumam Anna.


"Bangunlah." Anna merasakan nafas hangat dengan Aroma mint di hidungnya.


Perlahan Anna membuka matanya, wajah tampan sangat dekat dengan wajahnya.


" Aaaaa." Anna terkejut hingga memukul wajah Andreas dengan guling.


"Buk" Andreas terjatuh ke lantai.


"Aah, kamu harus membayar pukulan ini dengan ciuman." Andreas tersenyum menatap Anna.


"Aku tidak sengaja, kamu mengagetkan diriku." Anna beranjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.


"Apa yang dia lakukan? Aku telah mengunci pintu, ah bodoh ini rumahnya." Anna duduk di atas kloset.


Anna segera membersihkan diri dan mandi menyegarkan tubuhnya.


Melilit tubuhnya dengan handuk berwarna putih.


"Ya Tuhan, aku lupa membawa pakaian ganti." baju kotor telah ia masukkan ke dalam keranjang.


"Andreas, apa kamu masih di situ?" tanya Anna dari dalam kamar mandi.


"Ya Aku menunggu dirimu untuk sarapan bersama." jawab Andreas berbaring di atas tempat tidur mencium aroma sisa tubuh Anna.


Anna terdiam di dalam kamar mandi, ia tidak mungkin keluar dengan handuk yang hanya sebatas paha.


Terlalu seksi dan menggoda, bisa - bisa Andreas akan memakan dirinya untuk sarapan.

__ADS_1


"Andreas turunlah duluan aku akan menyusul." Anna menyenderkan tubuhnya di pintu kamar mandi.


Andreas tersenyum dan berjalan mendekati kamar mandi, ia tahu Anna tidak mau keluar karena lupa membawa pakaian ganti.


"Apa yang kamu lakukan di dalam kamar mandi, keluarlah!" perintah Andreas.


Anna terdiam, suara Andreas sangat jelas dan itu berarti Andreas sangat dekat.


"Aku lupa membawa pakaian ganti, bisakah kamu keluar dari kamar?" pinta Anna.


"Aku akan mengambil pakaian untuk dirimu." ucap Andreas tersenyum dan berjalan menuju ruangan pakaian yang berisi banyak lemari raksasa.


Lemari khusus pakaian, sepatu, sandal dan tas bermerek dengan harga fantastis.


Andreas tersenyum melihat dan memilih pakaian dalam yang tertata rapi di lemari.


Ia mengambil dress berwarna peach, dan satu set pakaian dalam.


"Andreas, aku bisa sendiri, turunlah." ucap Anna kesal.


Anna mendekatkan telinganya di pintu,


"Apa dia sudah pergi?" pikir Anna.


Anna membuka pintu perlahan dan melihat sekeliling kamar, ia tidak melihat Andreas, karena Andreas berada di ruang ganti.


"Sepertinya dia sudah pergi." ucap Anna keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti.


Anna membeku di depan pintu ruangan ganti, ia melihat Andreas membawa pakaian dalam di tangan kirinya dan gaun dengan gantungan di tangan kanannya.


Andreas ikut membeku menatap tubuh seksi yang hanya tertutup sedikit handuk.


Wanita dengan postur tubuh tinggi sehingga membuat handuk terlalu kecil untuknya.


Air yang masih mengalir dari rambut dan leher Anna membuat Andreas menelan ludah berkali-kali.


Anna segera mengambil pakaian yang ada di tangan Andreas dan masuk ke dalam kamar ganti, menutup dan mengunci pintu.


"Aaah, sangat menggoda." Andreas mengusap wajah dengan tangannya berjalan cepat menuruni tangga.


Sesuatu di bawah telah bergerak naik, tanpa perintah.


"Aaarg, apa yang dia lakukan, mencarikan pakaian untukku? pria Aneh." Anna menggunakan pakaian yang telah di pilih Andreas.


Mengerikan rambutnya dan mengikat kuncir kuda. Memberikan polesan perawatan pada wajahnya.


Anna berjalan menuruni tangga, menuju ruang makan, ia melihat Andreas duduk di kursi depan meja makan dan sibuk dengan ponselnya.


Anna menarik kursi dan duduk di depan Andreas, ia segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mulai menyantapnya.


Andreas melepaskan ponselnya, memerhatikan Anna yang bahkan tidak mengapa dirinya.


Tersenyum melihat gaun pilihan dirinya yang dipakai Anna.


Andreas membayangkan satu set pakaian dalam yang telah ia pilihkan melekat di tubuh Anna.


"Pasti sangat seksi." gumam Andreas menatap Anna.


Anna melirik Andreas, yang tersenyum sendirian.


"Apa yang ia pikirkan? jangan - jangan?" Anna membayangkan pikiran mesum Andreas setelah melihat tubuhnya yang hanya menggunakan handuk.


Anna mempercepat sarapan agar bisa menghindar dari pandangan Andreas.


Sarapan Anna telah habis, ia segera beranjak dari kursi.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Andreas.


"Aku sudah selesai makan, terserah dirimu mau kemana." Anna berlalu meninggalkan Andreas.


"Anna." teriak Andreas yang tidak Anna perdulikan.


Andreas segera menghabiskan makanannya dan berjalan mencari Anna.


"Dimana dia?" tanya Andreas kepada pelayan.


"Kembali ke kamar Tuan." jawab seorang pelayan.


Andreas berjalan cepat menuju kamar Anna yang tidak terkunci, karena percuma dikunci Andreas tetap bisa membukanya.


Anna duduk di depan meja laptop miliknya, ia mengirimkan beberapa desain interior yang telah ia buatkan.


"Apa kamu akan berkurung di dalam kamar?" tanya Andreas berdiri di depan Anna.


"Apa yang bisa aku lakukan, bukankah ini yang kamu inginkan." ucap Anna menatap tajam pada Andreas.


"Kita akan pergi memilih gaun pengantin untuk dirimu." tegas Andreas.


"Tidak usah memilih, aku akan memakai sesuai pilihan kamu." ucap Anna tanpa melihat Andreas.


"Aku akan hancurkan komputer itu." bentak Andreas.


Tangan Anna berhenti, ia berdiri dan menatap Andreas.


"Belum cukupkah kamu menghancurkan hidupku, sehingga kamu masih mau menghancur komputer ku." Kesal Anna.


"Aku hanya mau kamu melihat ku ketika aku sedang berbicara." Andreas menarik pinggang Anna mendekatkan tubuh mereka.


"Ada banyak wanita yang mau menatap dirimu, kenapa kamu harus memilih aku?" balas Anna.


"Karena aku hanya menginginkan dirimu." Andreas mendekatkan bibirnya pada bibir Anna.


Anna menutup mulutnya dengan tangannya.


"Karena Kamu selalu membantah, aku akan mempercepat pernikahan kita." Andreas menarik tangan Anna menuruni tangga.


"Apa?" Anna terkejut.


"Oh ya, perusahaan Papa Hendrick sudah stabil, sebaiknya kamu menurut dengan manis." Andreas tersenyum penuh kemenangan.


"Masuklah!" perintah Andreas pada Anna untuk segera masuk ke dalam mobil.


Mobil melaju menuju butik khusus pakaian pengantin.


***


**


*


Terimakasih telah membaca Karya Author


*


**


***


Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊


__ADS_2