Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Aku bukan wanita sempurna


__ADS_3

Rena Menyusul Hans dan Anna kerumah sakit, Menggunakan mobil berwarna silver, Rena yakin Hans pasti di bawa ke rumah sakit Reyhan.


Perasaan marah dan kecewa menemani Rena mengendarai mobilnya. Cinta atau bukan Rena selalu ingin mendapatkan yang terbaik, Hans adalah pria sempurna jadi dambaan semua wanita, ia tidak rela jika Hans menjadi milik Anna.


Rena tidak mau menerima kekalahan untuk sekian kalinya dari Anna.


Ia memarkirkan mobilnya dengan tergesa-gesa ia menanyakan ruangan Hans.


Setelah mendapatkan informasi ruangan Hans, Rena segera bergegas menuju ruangan Hans.


Rena mengetuk pintu dan masuk, ia melihat Anna sedang duduk di Sofa. Rena hanya melirik dan menatap tajam penuh kebencian.


Anna tersenyum.


" Hans, bagaimana keadaanmu ?" Suara manja Rena mendekati Hans,


" Hans, apa mereka sedekat itu ?" pikir Anna melirik sedikit dan kembali membaca majalah fashion yang ad di atas pangkuannya.


" Kenapa kau kemari?" Hans menatap tajam dan tidak suka dengan kedatangan Rena, ia melirik Anna yang tidak perduli.


" Hans, kita sekarang di luar kantor, kita sudah biasa terlihat dekat " Rena berusaha membuat Anna cemburu.


Terdengar suara dering panggilan dari ponsel Anna.


" Hallo, selamat siang, Andreas" Anna menjawab panggilan dari Andreas dengan suara lembut namun tegas, Mendengar nama Andreas, Hans menampakkan wajah tidak suka.


" Aku telah menunggu kamu di proyek " Andreas pura-pura sedih


" Oh no, maafkan aku, aku akan segera kesana " Anna bergegas mendekati Hans untuk pamit.


" Kamu mau kemana?" tanya Hans ketus


" Aku harus ke proyek pembangunan" Anna berucap


" Tidak boleh, kamu harus menjaga dan merawat ku " Hans menatap tajam kepada Anna


" Hans biarkan Anna pergi bekerja aku akan menjagamu" ucap Rena manja.


" Terimakasih Rena, saya pamit Pak" Anna tersenyum dan berlalu meninggalkan Hans dan Rena.


Hans benar-benar kesal, kesempatan berdua dengan Anna gagal. Ia menatap kepergian Anna dengan rasa marah.


" Hans kamu mau makan apa, aku akan menyuapi kamu, atau mau apel Akana ku kupaskan " Rena bersemangat dan sangat senang, ia berdua dengan Hans.


" Aku mau tidur, kamu tidak usah mengganggu " Hans memutar tubuhnya menghadap ke dinding.


Rena kecewa ia segera duduk di Sofa mengantikan Anna membaca majalah fashion.


Sesekali Rena melirik Hans yang tidak memperdulikan dirinya.


" Hengky lebih baik dari Hans " pikir Rena


" Tapi aku selalu ingin merebut semua yang dimiliki Anna, gadis miskin itu tidak pantas bahagia" Rena tersenyum.


***


Anna sampai di parkiran, ia segera berjalan cepat menuju kantor pengawasan pembangunan, dengan sepatu Kets yang ia gunakan tidak menyulitkan Anna untuk berjalan bahkan berlari.


" Hai, Andreas, maafkan aku, Hans terluka " Anna mendekati Andreas yang telah tekan pinggang menghadap Anna.

__ADS_1


" Kamu harus membayar keterlambatan kamu " Andreas menatap Anna.


" Baiklah, bagaimana cara aku membayarnya ?" tanya Anna dan berjalan mendekati, meja mandor melewati Andreas.


Anna mulai berbicara dengan mandor ,ia menanyakan perkembangan pembangunan.


Proyek besar dengan ribuan pegawai tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pembangunan.


Anna mulai berjalan berkeliling bersama Mandor,


" Apa, aku dicuekin " Andreas melotot


Anna sengaja melakukannya ia tersenyum. Andreas terlihat lucu.


Andreas berjalan mengikuti Anna, ia mendekati Anna dan menempelkan bahunya ke Anna


" Apa maksudmu, aku bos disini !" Mandor tertawa melihat kelakuan Andreas


" Oh, saya lupa anda bos " Anna tersenyum


" Kemari " Andreas menarik tangan Anna berlari meninggalkan mandor bangunan.


" Hei, mau kemana, aku harus bekerja ?" Anna mengikuti tarikan Andreas


" Disini aku Bosnya, sekarang kamu harus mengikuti perintah ku !" Andreas terus memegangi tangan Anna berjalan menuju kafe di depan gedung proyek.


" Baiklah - baiklah anda Bosnya bapak Andreas " Anna tertawa, ia merasa sangat nyaman berada di dekat Andreas seperti teman bahkan saudara.


Mereka di sambut para pelayan dengan ramah. Anna dan Andreas masuk bersama.


" Kamu harus mentraktirku " Andreas tersenyum, mereka duduk berhadapan.


" Anna, apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya Andreas setelah memesan makanan dan minuman.


" Kekasih? Mmmm, entahlah " Anna tersenyum.


" Kenapa, apakah ada yang sedang dekat denganmu? " Andreas menyelidiki


" Banyak" jawab Anna santai


" Aku percaya, untuk wanita sesempurna kamu, pasti banyak yang suka" Andreas menyenderkan tubuhnya pada kursi.


"Mungkin di mata orang lain aku terlihat sempurna, namun mereka tidak tahu kehidupan yang kujalani , aku tidak sesempurna yang kalian lihat " Anna tersenyum.


" Maksudmu ? Andreas penasaran


" Jangan menilai orang dari penampilan luar saja " Anna serius.


" Wanita mandiri, cerdas dan bekerja keras adalah dambaan semua pria "


" Kadang pria lebih suka wanita manja dan merawat diri terlihat cantik, aku lebih sering membakar diri Di lapangan bahkan aku menjadi petani ketika libur" Anna tersenyum seorang pelayan wanita mengantarkan pesanan mereka.


Anna dan Andreas menikmati makanan yang telah tersedia di atas meja mereka.


Terdengar dering panggilan dari ponsel Anna, Anna membuka tas punggungnya dan mengambil ponsel, sebuah ma muncul di layar ponsel, Anna segera menggeser layar berwarna hijau.


" Hallo pak ada apa?"


" Kamu di mana? apa yang kamu lakukan?" kenapa belum kembali?" Hans memberikan banyak pertanyaan dengan sedikit emosi.

__ADS_1


" Aku di tempat pembangunan, berkeliling, minim just, " jawab Anna santai.


" Kembalilah, kamu harus bertanggung jawab dengan merawatku " Hans mematikan ponselnya.


" Apa?" Anna terdiam ia melihat panggilan terputus di layar ponsel.


" Siapa ?" tanya Andreas


" Hans" jawab Anna


" kenapa ?" tanya Andreas menyelidiki


" Hari ini aku membuat Hans terluka " Anna menepuk dahinya.


" bagaimana?"


" aku tidak sengaja mendorongnya"


" hmm "


Ponsel Anna kembali berbunyi dengan nada pesan. Anna melihat sebuah pesan muncul di layar ponselnya.


" Dalam waktu 30 menit, aku mau melihat dirimu di hadapanku "


" Terserah " Gumam Anna dalam hati.


" Ada apa lagi ?" Andreas mulai kesal, setiap kali Anna bersama dengannya selalu di ganggu.


" Pasti Hans menyukai Anna " pikir Andreas


" Hans mau aku kembali ke rumah sakit" Anna menyedot habis jus buahnya.


" Setelah menghabiskan makanan dan minuman, kita baru berkeliling" ucap Andreas agar Anna tidak segera kembali ke Hans.


" oke ! Anna membuat bulatan dengan menyatukan kari jempol dan telunjuknya.


Anna tidak membalas pesan Hans, setelah menghabiskan makanan dan minuman mereka segera berkeliling, tidak lupa menggunakan topi pelindung.


Selamat berkeliling ponsel Anna terus berdering namun ia tidak memperdulikannya. Andreas memperhatikan Anna, yang cuek saja dengan bunyi ponselnya.


" Kau tidak menerima panggilan itu ?"tanya Andreas


" Biarkan saja, ada Rena yang menemaninya" Anna terus melangkah kakinya.


Andreas tersenyum bahagia, ia bisa bersama dengan Anna tanpa gangguan.


" Andreas, apa aku boleh pulang ?" tanya Anna


" Kamu mau pulang atau kembali ke kantor?" Andreas balik bertanya.


" Aku langsung pulang karena ada urusan di rumah " Anna tersenyum.


" Baiklah " jawab Andreas


" Terimakasih , aku pergi ya, dah " Anna melambaikan tangannya meninggalkan Andreas, ia berjalan menuju mobilnya.


Andreas terkejut ketika ia melihat Anna mengendarai mobil mewah yang hanya ada 5 saja di dunia ini.


****

__ADS_1


Thanks for Reading


__ADS_2