Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Bersama Anna


__ADS_3

Anna telah tiba di rumah Mama, rumah bergaya minimalis sangat manis, dengan taman hijau di penuhi bunga- bunga mirip rumah kakek dan Nenek.


Anna berdiri di depan pintu pagar, ia memandang halaman rumah Mama Riana, cairan bening mengalir melalui sudut mata Anna.


Riana melihat Anna dan memeluknya.


" Mama sengaja membuat rumah yang sama agar bisa selalu ingat Kakek dan Nenek" Riana terisak.


" Aku percaya, Mama adalah wanita yang baik" Anna memeluk erat Mama.


" Ayo masuk Sayang, pasti kamu lelah" Riana menarik tangan Anna dan masuk ke dalam rumah.


Rumah dengan Nuansa Hijau Muda, sangat menyejukkan Mata.


" Mama sendirian" tanya Anna.


" Iya sayang" Riana membantu membawa koper Anna.


" Ma, Papa Hendrick tahu rumah Mama?" tanya Anna, ia tidak mau Hans atau Hengky mencarinya.


" Tidak sayang, Selama di sini Papa menginap di hotel, rumah ini sengaja Mama buat untuk kita berdua" Riana kembali memeluk putrinya.


Riana sangat bahagia, akhirnya ia bisa hidup bersama dengan Anna.


Ada dua kamar di lantai dua, satu kamar di lantai satu, dapur minimalis menyatu dengan ruang makan, ruang tamu dan ruang tengah berdampingan.


Anna dan Riana telah berada di kamar untuk Anna.


Riana merapikan pakaian Anna ke lemari.


" Anna bisa, Ma" Anna mencegah Mamanya.


" Kamu istirahat saja " Riana mendorong tubuh Anna ke tempat tidur dan kembali melanjutkan aktivitasnya.


" Ma, apakah Anna bisa bersembunyi di sini?" Anna menatap Riana yang telah selesai merapikan pakaian Anna.


" Kamu mau bersembunyi dari siapa, Sayang?" Riana berjalan mendekati Anna.


" Semuanya Ma, Anna ingin memulai hidup baru" Anna merebahkan kepalanya di pangkuan Riana.


" Apakah kamu melakukan kesalahan?" tanya Riana.


" Kurasa iya, membuat tiga pria dalam genggaman ku, Karena kekacauan yang aku ciptakan sendiri" Anna menggenggam tangan Riana.


" Apa kamu mau identitas baru?" Riana mengusap rambut Anna.


" Terserah Mama yang terbaik" Anna memandang Mamanya.


" Bagiamana di mulai jadi seorang model?" Riana bersemangat.


" Ma, itu sama saja menampilkan aku ke umum" Anna duduk.


" Sayang, tidak semua orang bisa menonton fashion, apalagi mereka yang bukan Dunia Desain" Riana merapikan rambut Anna.


" Istirahatlah, besok kita akan memulai sesuatu yang baru dan menyenangkan" Riana mencium dahi Anna dan meninggalkan Anna sendirian di kamar barunya.


Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia benar-benar berharap bisa melupakan kenangan bersama mereka semua.

__ADS_1


" Aku ingin memulai sesuatu yang baru" Gumam Anna.


***


Selesai Sarapan Riana membawa Anna ke salon kecantikan langganan Riana. Rambut Lurus Anna dibuat bergelombang, mereka berbelanja di butik, celana panjang Anna diganti dengan dress cantik.


Anna sangat cantik, benar-benar berbeda, Riana memberikan polesan lembut di wajah Anna.


" Lihat Sayang, kamu sangat cantik" Anna dan Riana berdiri di depan cermin besar.


Semua karyawan terpana melihat kecantikan Anna, tanpa dandanan saja ia sudah sangat cantik.


Anna sangat pantas menjadi seorang bintang, begitu sempurna.


" Ayo Sayang, kita ke kantor Mama" Riana membawa Anna ke perusahaan Desainer.


Riana memarkirkan mobilnya di tempat parkir, mereka berjalan bersama memasuki gedung perkantoran.


Semua mata tertuju kepada Anna, pertama kali melihat wanita begitu cantik sempurna dengan senyuman manis.


Anna menggunakan dress berwarna putih dengan renda merah muda melingkar di bagian, leher, lengan dan ujung bagian bawah dress, sangat manis.


" Selamat pagi Nona Riana, Siapakah bidadari di samping Anda?" sapa seorang resepsionis.


" Dia Putriku" Riana tersenyum dan membuat resepsionis terkejut.


Mereka berdua lebih pantas menjadi kakak dan adik.


Riana dan Anna berjalan bersama menuju ruangan Riana, mereka bergandengan tangan.


Riana membuka pintu, menarik tangan Anna masuk bersama.


" Selamat Pagi, nona Riana" sapa Merlin dan melihat Anna.


" Selamat Pagi Merlin, perkenalkan putriku, Anna" Riana memperkenalkan Anna kepada Merlin.


" Halo, nona Merlin, saya Hana Mariana" Anna mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


" Anda sangat cantik melebihi Nona Riana" Merlin berjabat tangan dengan Anna.


" Terimakasih, nona Merlin" Anna tersenyum ramah.


" Sayang, duduklah" Riana mengajak Anna duduk di sofa.


Merlin mengambil minuman kaleng dari lemari pendingin dan memberikan kepada Riana dan Anna.


" Anna, ingin melihat Desain Mama" Anna berjalan melihat beberapa pakaian yang dikenakan Manekin.


" Merlin bagaimana persiapan fashion show bulan ini?"


" Semua sudah beres, tapi model yang anda inginkan apakah sudah ketemu Nona?" tanya Merlin.


" Tentu saja, apa kamu tidak melihat seorang model yang sedang berjalan di antara manekin itu" Riana melihat ke arah Anna.


" Ah, Nona, Putri Anda luar biasa, bahkan seorang Model internasional saja akan kalah oleh pesonanya" Merlin kagum kepada Anna.


Anna memiliki aura wanita cerdas dan berpendidikan dengan kecantikan yang diwarisi dari ibu yang cantik dan papa yang sangat tampan.

__ADS_1


" Sayang, apa kamu mau mencoba desain Mama uang belum tersentuh?" Riana berjalan mendekati Anna diikuti Merlin.


" Maksud Mama?" Anna menatap Mamanya.


" Merlin, buka pintu rahasia kita!" perintah Riana.


" Baik Nona" Merlin berjalan ke sudut ruangan yang tertutup tirai, Merlin membuka pintu terlihat sebuah ruangan dengan lemari pakaian ukuran raksasa dan karpet merah.


"Ayo Sayang" Riana menarik tangan Anna.


" Wah, cantik sekali Ma" Anna menyentuh pakaian yang akan di pamerkan pada fashion show awal bulan.


" Bagaimana Sayang, apa kamu mau mencobanya?" tanya Riana bersemangat.


" tapi Ma" jawab Anna ragu.


" Bukankah kamu Ingin mengganti dengan sesuatu yang baru?" Riana membuka pakaian yang melekat di tubuh Anna.


Merlin yang seorang wanita saja terkagum-kagum melihat tubuh indah proposional milik Anna yang hanya menggunakan bra dan celana dalam saja.


Rambut hitam panjang bergelombang melewati bahu seksi Anna.


" Merlin, bantu Anna berpakaian" Ucap Riana yang segera duduk di kursi kebesarannya, ia akan melihat Anna berlenggak lenggok di atas karpet merah.


Merlin segera membantu Anna berpakaian dan merias rambut sesuai dengan pakaian yang Anna kenakan, sepatu heels 12 cm, menambah tinggi Anna.


" Tubuh kamu sangat bagus, bagaimana kamu merawatnya dan berapa usia kamu?" tanya Merlin penasaran.


" Aku tidak pernah merawat tubuh, aku hanya rutin olah raga dan bahkan lebih sering berada di luar gedung, usiaku belum genap 25 tahun" jelas Anna tersenyum.


Anna telah selesai berpakaian, gaun merah darah dengan sepatu hitam, dengan manik - manik berkilau sangat cantik dan menggoda.


Sangat pas di tubuh Anna, begitu sempurna.


Merlin mengajarkan Anna berjalan di atas catwalk, agar Anna terbiasa, ini pertama kalinya Anna memakai sepatu dengan tinggi 12 cm.


" Pelan - pelan Sayang, kamu pasti bisa" Riana memperhatikan Anna.


Merlin membiarkan Anna sendirian berjalan di atas karpet merah layaknya seorang model profesional.


" Anna sangat cantik Nona" Merlin berbicara dengan Merlin.


" Tentu saja, ia bisa jadi seorang model dalam satu malam, ia juga wanita cerdas dengan segudang prestasi" jelas Riana.


" Benarkah Nona?" Merlin semakin kagum.


Anna, akankah ia melepaskan kesukaan dan bakatnya di bidang arsitektur dan menjadi seorang model?


*


*


*


**Thanks for Reading


selalu tinggalkan like dan komen, vote juga boleh . Terimakasih.

__ADS_1


Love You Readers, muach 😘**


__ADS_2