Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Cantik dan Cerdas


__ADS_3

Andreas dan Jhonatan masih terus berkutat di ruangan komputer bersama ahlinya, mereka terus memantau pergerakan semua orang yang dekat dan pernah berhubungan dengan Anna.


Seorang special pelacak komputer dan ponsel sedang berusaha membobol ponsel Hans.


Melakukan penyadapan terhadap ponsel Hans untuk dapat mengetahui panggilan dan pesan yang dilakukan Hans.


Beberapa Tim gabungan ahli komputer dan pembobolan rumah, melakukan pelacakan dan pemeriksaan rumah baru Hans yang belum lama di tinggali Hans sendirian.


Andreas sendiri fokus pada komputer yang terhubung dengan email Anna, menunggu pengaktifan satu kali saja maka lokasi Anna akan terkunci dan dapat ditemukan.


Ponsel Andreas berdering, panggilan dari Laura.


Andreas melihat ponselnya dan menggeser icon hijau untuk menerima panggilan.


"Ada apa?" tanya Andreas.


"Kapan kamu akan kembali ke perusahaan?" tanya Laura.


"Apa kamu tidak mampu mengelola perusahaan ku?" tanya Andreas.


"Mitra kerja kamu dari Jepang Tuan Ichiro akan datang hari ini." Laura kesal


Andreas terdiam, Ichiro adalah rekan bisnis segala bidang Andreas bisnis legal dan ilegal.


"Jam berapa Ia datang?" tanya Andreas.


"Sekitar jam 5 sore nanti." tegas Laura.


"Apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Andreas.


"Tentu saja, aku sudah membaca tentang Tuan Ichiro, ia juga membawa putrinya." ucap Laura.


"Ah Shit, gadis Jepang itu akan menggangu ku." ucap Andreas.


"Bagaimana?" tanya Laura lagi.


"Kamu atur saja semuanya, aku akan hadir tepat waktu." Andreas mematikan ponselnya, ia memperhatikan layar komputer.


"Ayolah Anna, login ke email kamu." Andreas berharap.


****


Hans juga berada di dalam ruangan komputer perusahaannya.


Hans sangat berhati-hati, ia sudah siap menghadapi serang jaringan dari Andreas karena ia telah mengenal musuhnya.


"Tuan Muda, mereka berusaha membobol keamanan rumah anda." ucap seorang Ahli komputer.


"Hmm, apakah Andreas sudah tahu aku yang menculik Anna?" tanya Hans.


"Mereka melakukan kepada semua orang yang dekat dan kenal dengan Nona Anna." ucap Juanda.


"Andreas mencurigai banyak orang." ucap Hans.


"Baiklah, Kalian adalah ahlinya dan berperang di dalam bidangnya masing-masing." Hans berjalan keluar.


"Jangan sampai ada yang kebobolan." ucap Hans membalikkan badan dan menatap tajam kepada semua yang ada di dalam ruangan.


"Matikan jaringan internet di pulau!" perintah Hans dan meninggalkan ruangan komputer.


Hans dan Andreas berperang dengan senjata teknologi di bidang komputer.


Hans kembali ke ruangannya, diikuti Juanda.


"Bagaimana kantor baru untuk Anna?" tanya Hans.

__ADS_1


"Sudah selesai Bos, dengan biaya yang cukup besar." Ucap Juanda.


"Apakah aku menanyakan biayanya?" Hans menatap tajam kepada Juanda.


"Tidak bos." Juanda melirik Hans yang duduk di kursi kerjanya dan kembali bekerja.


"Kamu menghabiskan banyak uang untuk Anna, jika dia tidak menjadi milikmu kita berdua bisa gila." gumam Juanda.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Hans.


"Tidak bos." Juanda tersenyum.


"Villa pribadi di tengah pulau dan sebuah perusahaan Arsitektur semua atas nama Anna." gerutu Juanda.


"Wanita yang bisa membuat pria kaya jatuh cinta dan tergila-gila sungguh beruntung dan luar biasa, ia kaya dalam satu hari saja." Juanda mengacak-acak rambutnya.


Juanda seperti orang gila berbicara sendiri dan kadang-kadang ia melirik Hans.


Hans telah membangun sebuah perusahaan baru  yang bergerak di dalam bidang desain interior yang berada di tengah kota dan menyediakan berbagai layanan seperti Arsitek, kontraktor, custom interior dan furniture design. Perusahaan di beri nama Arte Anna Internasional atau perusahaan AA.


"Anna Ahli di bidang Arsitektur, dan semua yang berhubungan dengan design, Aku yakin tidak butuh waktu lama ia bisa mengembalikan modal awal perusahaan." ucap Hans tersenyum.


"Baiklah, senyuman itu terlihat mengerikan." gumam Juanda.


"Juanda, kita tidak bisa menggunakan helikopter untuk mengantarkan bahan makanan dan obat-obatan." Hans beranjak dari kursi dan merapikan jasnya.


"Lalu?" tanya Juanda memperhatikan Hans.


"Gunakan, perahu nelayan, suruh Sora pengawal menyamar." Hans tersenyum.


"Anda ingin terlalu cerdas atau memang cerdas." Juanda bertanya di dalam hatinya.


Jika menggunakan helikopter, maka pergerakan Hans akan terlihat jelas dan terlalu menarik perhatian.


Senyuman kebahagiaan terlihat jelas di wajah Hans.


"Bos, apa yang kamu pikirkan?" Juanda curiga dengan senyuman Hans.


"Aku akan bertemu dengan cintaku." Hans berjalan keluar dari kantor dan ketika pintu dibuka seorang wanita seksi telah menunggu di depan pintu.


"Veronika, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Hans.


Veronika mendorong tubuh Hans hingga kembali lagi ke dalam ruangan.


"Apa maksud kamu memblokir nomor ponsel ku?" Veronika membentak Hans.


Juanda terkejut, ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan akan menyusul Hans.


"Dengar Veronika, kamu terlalu manja dan aku sudah bosan dengan tingkah dirimu." ucap Hans.


Karena ulah Veronika Hans diputuskan sepihak oleh Anna, dan karena Veronika juga Anna lari dari kehidupan Hans dan memberikan kesempatan kepada Andreas untuk merebut Anna darinya.


"Hans, Aku mencintai dirimu sejak aku di bawa kerumah kamu." ucap Veronika sedih.


"Dan aku hanya menganggap dirimu sebagai adik tidak lebih." tegas Hans dengan tatapan tajam.


"Hans aku mohon, izinkan aku untuk hidup bersama dengan dirimu." Veronika memeluk Hans dari belakang.


Juanda jadi penonton sandiwara cinta Veronika dengan Hans.


"Lepaskan Veronika, jangan membuat kesabaran aku habis, kamu telah membuat kesalahan yang fatal." Ucap Hans.


"Tidak Hans, aku mencintai dirimu, aku akan melakukan semuanya untuk bisa mendapatkan dirimu." Veronika mengeratkan pelukannya.


Hans menarik nafas dan membuka tangan Veronika yang mengunci tubuh Hans.

__ADS_1


"Tidak Hans, tidak aku mohon." Veronika mengunci jari - jari indahnya.


Kesabaran Hans telah habis, ia membuka kasar tangan dan mendorong tubuh Veronika ke Sofa.


"Aw, Hans, kamu tega melakukan ini kepadaku." Veronika menangis.


"Kamu bahkan hampir menghancurkan hidupku." Hans berjalan keluar ruangan dan meninggalkan Veronika yang menangis tersedu-sedu.


Juanda mematikan semua komputer, ia segera mengikuti Hans.


"Anna, semua ini karena Anna, jika Ia tidak hadir dalam kehidupan Hans, Aku tidak akan bisa kehilangan Hans." Veronika beranjak dari kursi merapikan dress mini yang ia gunakan dan keluar ruangan.


Hans berjalan cepat memasuki lift diikuti Juanda.


"Bos, aku tidak mengira anda bisa bersikap kasar kepada Veronika." Juanda melirik Hans.


"Semua ini terjadi karena ulah Veronika, aku benar-benar membenci dirinya." Hans mengepalkan tangannya.


"Veronika menghabiskan waktu untuk mencintai Anda, aku rasa dia termasuk Buta cinta seperti anda dan Andreas." Juanda cekikikan.


Hans menatap tajam kepada Juanda.


"Maaf Bos." Juanda mencakup tangannya di dada.


"Anna pantas dicintai, ia adalah wanita yang cantik dan cerdas, serta tidak angkuh dengan kelebihannya." ucap Hans.


"Mungkin karena dia tumbuh dengan kasih sayang dan kehidupan yang kekurangan membuat ia menjadi wanita mandiri dan sederhana." ucap Juanda.


"Wanita cerdas dan sederhana lebih menarik daripada wanita dengan kehidupan glamor dan menghabiskan banyak uang dengan hal yang tidak berguna." ucap Hans.


***


Yuna berdiri di samping Villa, sebuah landasan hanya cukup untuk helikopter Kecil.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Anna.


"Kenapa helikopter pengantar bahan makanan belum datang juga dan jaringan internet telah hilang." Yuna khawatir.


"Kamu tidak bisa menghubungi Hans?" tanya Anna.


"Aku rasa Tuan muda sengaja melakukannya, agar keberadaan Anda tidak bisa dilacak." ucap Yuna menatap Anna.


"Aaaaaah, segarnya." Anna membentangkan tangannya menghirup udara segar.


"Nona Anna, bisakah anda mencintai Tuan Muda?" tanya Yuna.


"Ada banyak wanita hebat yang mencintai Hans." Anna tersenyum kepada Yuna.


"Tapi Tuan Muda mencintai Anda." ucap Yuna.


"Aku akan menerima Hans jika itu adalah salah satu cara terhindar dari Andreas." ucap Anna.


"Anda benar, Tuan Muda jauh lebih baik dari Andreas." ucap Yuna tersenyum.


Anna hanya diam ia memandang lautan yang berdindingkan bebatuan dan bukit.


*********************************


Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih


Baca juga Cinta Untuk Dokter Nisa, Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim" Terima kasih 😘


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You All 💓 Thanks for Reading 😊

__ADS_1


__ADS_2