
Mobil Andreas telah memasuki halaman Butik, sebuah gedung berlantai tiga dan berdinding kaca transparan.
Sepi, tidak ada pengunjung sama sekali, beberapa karyawan telah menunggu di depan pintu.
Anna diam saja di kursi penumpang, ia benar-benar kesal dengan sikap Andreas.
Andreas membuka pintu mobil dan keluar, ia menuju pintu Anna.
"Turunlah." ucap Andreas.
"Aku tidak mau fitting baju." kesal Anna.
Andreas segera membuka sabuk pengaman dan menggendong Anna keluar dari mobil.
"Apa yang kamu lakukan aku bisa jalan sendiri." Anna memukul dada Andreas.
"Diamlah, atau aku akan mencium kamu di tengah-tengah halaman ini." ucap Andreas.
"Aaah." Anna hampir jatuh karena ia tidak berpegangan.
Secepat kilat Anna meletakkan tangannya di leher Andreas yang tersenyum puas.
Andreas jangan ditantang, ia akan benar-benar melakukan yang ia sebutkan.
"Pria gila." gumam Anna.
"Aku akan lebih gila jika kamu terus membantah." Andreas menatap tajam pada Anna.
Anna membuang pandangannya, menghindari tatapan Andreas, wajah mereka terlalu dekat.
Semua karyawan sangat iri melihat perlakuan Andreas pada Anna, satu - satunya wanita yang pernah di gendong dan berada dalam mobil Andreas.
"Selamat datang Tuan Andreas Andriano." sapa para karyawan bersama.
Andreas tidak menjawab ia mengendong Anna masuk ke dalam Butik dan melepaskan Anna di sofa.
Anna memberikan wajah cemberut hingga memajukan bibir bawahnya dan melihat sekeliling.
"Jangan lakukan itu?" Andreas menarik dagu Anna.
"Apa, apa yang aku lakukan?" Anna terkejut.
"Menggoda, kamu menggoda ku?" Andreas memperhatikan bibir seksi Anna.
"Aah." Anna menepis tangan Andreas dari dagunya dan beranjak menjauh dari Andreas.
Beberapa karyawan telah berdiri di depan mereka dan mencuri pandang untuk melihat kemesraan.
"Ya Tuhan." Anna memegang kepalanya.
"Pilihkan gaun pengantin terbaik untuk calon istriku." ucap Andreas pada para karyawan yang berdiri tapi menunggu perintah.
"Baik Tuan." beberapa wanita segera menarik tangan Anna untuk mengikuti mereka.
Andreas tersenyum, ia duduk di sofa, membayangkan bibir Anna yang sudah pernah ia rasakan dengan paksaan.
"Pasti akan lebih nikmat, jika dia suka rela melakukannya." ucap Andreas menyentuh bibirnya.
Anna bersama para pelayan Butik telah berada di lantai paling atas.
Ada banyak gaun pengantin yang tersusun rapi di gunakan Manekin dalam lemari kaca raksasa.
Anna benar-benar tidak berminat, ia melihat pun tidak.
" Nyonya, silahkan pilih." pelayan meminta dengan sopan.
"Ah, apa aku terlihat tua sehingga dirimu memanggil ku Nyonya." Anna memandang pelayan.
"Maaf Nyonya, ini perintah dari Tuan Andreas karena Anda adalah calon istri Tuan." ucap pelayan menunduk takut.
"Apa leher kamu tidak sakit menunduk terus." ucap Anna, mulai ingin menjahili pelayan.
"Tidak Nyonya, saya mohon pilihlah gaun yang anda suka." ucap pelayan yang mulai gusar.
__ADS_1
"Pilih saja sesuka hatimu." ucap Anna tersenyum dan berjalan ke pinggir dinding kaca, ia bisa melihat jalanan dan keramaian.
Pelayan segera mengambil sebuah gaun berwarna putih bersih, sangat indah berlapiskan kain brokat dengan hiasan berlian.
"Bagaimana dengan yang ini Nyonya?" pelayan di bantu rekannya membawakan gaun mendekati Anna.
"Bagus." ucap Anna dan melihat sekilas.
"Apa bagus, ini gaun hasil desain ternama dengan harga fantastis dan Nyonya Anna hanya memuji dengan satu kata Bagus." gumam pelayan, mereka saling bertatapan.
Semua wanita berharap bisa menggunakan gaun itu di hari sakral mereka, tetapi berbeda dengan Anna, ia sangat tidak berminat.
Pernikahan yang dipaksakan dan diancam oleh Andreas.
Anna tidak mau melakukan apapun, terserah Andreas.
"Nyonya, mari kita coba dulu." pelayan mengajak Anna ke kamar ganti."
"Tidak usah di coba, Andreas mau aku pakai berapa gaun?" tanya Anna.
"Terserah Nyonya." Jawab pelayan.
"Kalau begitu ambil satu yang kamu pedang itu saja, bereskan." ucap Anna tersenyum.
"Baik Nyonya, Tuan mau anda mencobanya." ucap pelayan.
"Tidak usah di coba, itu pasti pas dengan diriku, bereskan saja." ucap Anna.
Pelayan saling berpandangan, Anna kembali duduk di tepi jendela, memperhatikan gedung-gedung dan bangunan yang ada di sekitar butik.
Anna mencari inspirasi tentang Desain, ia dapat padu padan bentuk bangunan.
"Ah gedung itu akan sangat cantik jika di tambah lengkungan di atasnya." Anna berdiri dan sangat bersemangat meneliti setiap gedung yang ia lihat.
Dari bentuk luar gedung saja, Anna bisa menebak bentuk dan isi dalam gedung.
"Rumah itu dibangun tanpa rencana, yang penting jadi." Anna tersenyum melihat sebuah rumah mewah tetapi tidak bergaya.
"Wah, gedung itu tidak akan memiliki umur yang panjang." Anna tertawa.
Anna memutar tubuhnya, ia butuh buku dan pensil untuk menggambar, karena Andreas melarang Anna membawa laptopnya.
"Aaah, Ya Tuhan, Apa yang kamu lakukan?" Anna terkejut hingga berteriak membuat para karyawan tersenyum menahan tawa.
"Apa yang kamu lakukan di pinggir dinding?" tanya Andreas.
"Bekerja." ucap Anna dan berjalan menjauh dari Andreas.
"Kamu tidak perlu bekerja selama bersama dengan diriku." ucap Andreas.
"Aku terlahir dengan terus bekerja dan berusaha, aku tidak bisa menjadi Nyonya seperti yang kamu inginkan, jika kamu melarang diriku berkerja, sama saja dengan membunuh ku secara perlahan." Anna berjalan menuruni tangga.
"Apa yang ia inginkan?" Andreas kesal, ia berjalan mengikuti Anna.
"Anna tunggu." Andreas menarik tangan Anna hingga menghentikan langkah kaki Anna.
"Apa yang kamu inginkan katakan, kecuali meninggalkan diriku!" tegas Andreas.
"Aku mau menjadi diriku sendiri, aku tidak suka didikte dan dipaksa." Anna menarik tangannya dari genggaman Andreas.
Anna berjalan menuju mobil dan duduk di kursi penumpang.
Andreas mengikuti Anna, duduk di kursi sopir.
"Bagaimana gaun pengantin apa kamu sudah memilihnya?" Andreas mengalihkan pembicaraan.
"Sudah." Jawab Anna tanpa melihat Andreas.
Andreas segera menjalankan mesin mobil menuju perusahaan utama miliknya.
Anna segera keluar dari mobil tanpa bertanya, ia tidak aku Andreas menggendong dirinya lagi.
Andreas tersenyum melihat tingkah Anna, dan berjalan mendekati Anna.
__ADS_1
Andreas segera menggandeng tangan Anna dengan mesra dan membawanya masuk ke dalam perusahaan.
Semua memandang kagum pada Anna, ada banyak wanita yang datang ke perusahaan mencari Andreas, dan mereka tahu semua hanyalah maina Andreas.
Anna merasa canggung dengan tatapan karyawan dan karyawati perusahaan.
"Bisakah kamu melepaskan tanganku." suara Anna pelan.
Andreas menghentikan langkah kakinya, mereka berada di tengah-tengah kantor.
"Tentu saja aku bisa, Sayang." Andreas tersenyum melepaskan tangannya tetapi ia mengganti dengan merangkul pinggang Anna.
"Andreas, apa yang kamu lakukan?" Anna melihat banyak wajah yang tersenyum melihat mereka.
Andreas menggendong Anna memasuki lift khusus miliknya.
"Andreas turunkan aku!" perintah Anna pelan.
Pintu lift tertutup, Andreas melaksanakan Anna dan menekan tubuh Anna ke dinding lirf.
"Hanya ada kita berdua." bisik Andreas di telinga Anna.
"Andreas, menjauhlah." Anna mendorong dada bidang dan kekar Andreas.
"Kita sudah pernah berciuman, kenapa kamu masih menolak ku?" Andreas merebahkan kepalanya di pindah Anna.
"Kapan kamu akan mencium diriku dengan sukarela?" Andreas meniupkan hawa panas di telinga dan leher Anna.
Tubuh Anna gemetar dan merinding, sentuhan dan tiupan pada bagian sensitif, membuat wajah Anna panas.
Anna memejamkan matanya, ia tidak punya kekuatan untuk mendorong tubuh Andreas.
Pria di depannya terlalu kuat, dan sangat kekar.
"Kita akan menikah besok." bisik Andreas lagi.
"Apa?" Anna membuka matanya.
"Aku senang melihat mata indah mu yang bulat dan berwarna hitam pekat." Andreas tersenyum.
Pintu lift terbuka, Andreas menarik tangan Anna keluar dari lift dan menuju ruangannya.
Andreas membuka pintu dan melihat, seorang wanita cantik dan sangat seksi duduk di Sofa.
Anna melihat wanita yang sedang berusaha menggoda Andreas.
Jhonatan, melihat ke arah Andreas dan Anna.
"Saya, sudah melarangnya tetapi ia bersikeras memaksa masuk." ucap Jhonatan.
Wanita cantik dan seksi berjalan mendekati Andreas.
Anna berusaha melepaskan genggaman tangan Andreas, ia mau lari dari keadaan saat ini.
Tidak mau lagi melihat pemandangan menjijikkan.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 🤗