Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Topeng Andreas


__ADS_3

Andreas duduk di kursi kerjanya, ia memutar-mutar pena dengan ujung jarinya.


Tidak ada yang tahu Dunia hitam yang dimiliki Andreas, terlahir dari keluarga kaya, pewaris perusahaan Papanya, namun sejak kuliah ia telah merintis bisnis malam yang sangat menjanjikan.


Menjadi CEO perusahaan CCC milik Papanya hanya kedok untuk menutupi Bisnis Hitam yang Andreas jalani.


Andreas memiliki Club malam dengan Namun bukan atas nama dia, Club bukan sekedar Club biasa, tapi di dalam sana terdapat bisnis jual beli wanita, narkoba, minuman keras, bahkan senjata.


Andreas adalah ketua Mafia, hanya dirinya dan Jonathan yang mengetahui itu semua.


Andreas akan terjun langsung untuk mendapatkan mangsa, dengan ketampanan yang sempurna, Usia masih muda berwajah baby face bagaikan malaikat tersenyum mania dan sangat imut.


Ia akan mencari mangsa di jalanan, sekolah, kampus dan bahkan karyawan perusahaan.


Andreas akan datang bagaikan malaikat, menawarkan bantuan penuh cinta dan kasih.


Tidak ada wanita yang dapat menolak pesona Andreas. Ketika mengunjungi Club Andreas menggunakan topeng yang menutupi setengah dari wajahnya.


Andreas menatap Jonathan yang sibuk dengan ponsel.


" Dimana Laura ?" Tanya Andreas


" Nona Laura hari ini tidak datang ke kantor Tuan" jawab Jonathan, ia tahu jika tidak ada Laura Andreas akan jadi diri yang berbeda.


" Bagus, Laporkan Club malam !" Perintah Andreas yang masih memainkan penanya.


" Club dan kafe aman terkendali, Nona Safira menanyakan anda Tuan"


" Siapa Safira?" tanya Andreas, jika seseorang tidak berkesan bagi Andreas maka ia akan dengan mudah melupakan orang tersebut .


Jonathan mendekati Andreas menunjukkan sebuah gambar yang muncul di layar tab.


Safira adalah Artis papan atas yang sedang naik daun, wanita sempurna dengan tubuh seksi menggoda pernah mendapat bantuan uang dari Andreas dan selalu berharap dapat menjadi kekasih Andreas walaupun ia belum pernah melihat wajah Andreas sepenuhnya namun tubuh seksi dan bentuk wajah yang seksi menyakinkan semua wanita ia adalah pria yang Tampan.


" Oh, apa yang dia inginkan?" tanya Andreas menggeser kan layar tab.


" Dia merindukan Anda, mau bertemu dengan anda tuan " jelas Jonathan ragu.


" Bagaimana ia merindukan saya, ia tidak pernah melihat wajahku , hahaha" Andreas tertawa mengerikan di telinga Jonathan.


" Anda memang tidak memperlihatkan wajah, namun Tubuh seksi selalu anda tampilkan pada wanita-wanita " Jonathan berbicara dalam hati.


Ketika berada di club malam, Andreas selalu melepaskan jas dan dasi, ia hanya menggunakan kemeja putih dengan kancing terbuka.


"Malam ini kita ke Club" Andreas beranjak dari kursinya pindah ke Sofa panjang, ia mengusap perutnya yang terasa sesak karena terlalu banyak makan.


" Bagaimana dengan Nona Safira, ia mengundang anda ke apartement pribadinya " Jonathan memperhatikan Andreas yang telah membuka ikat pinggang dan kancing celananya, mengeluarkan kemeja putih yang tadi terlihat rapi.


" Katakan padanya aku sibuk !" perintah Andreas mengusap perutnya.


" Apakah Anda sakit Tuan" tanya Jonathan khawatir.


" Aku kekenyangan, aku mau tidur jangan ada yang menggangu ku, bangunkan aku ketika hari sudah gelap !" Andreas menatap tajam kepada Jonathan.


" Baik Tuan" Jonathan segera keluar ruangan dan mengunci pintu dari Luar.

__ADS_1


Andreas memejamkan matanya, mengkhayal tentang Anna.


Semua pria di dunia ini menginginkan wanita sempurna, meskipun bergelut dalam dunia hitam namun menginginkan wanita dari Dunia putih bersih seperti Anna yang belum tersentuh.


Andreas telah menyelidiki tentang Anna, setelah bertemu dengan Anna pertama kalinya pada persentasi Desain Bangunan.


" Anna, semua Pria di dunia ini tahu tentang wanita, hanya akan melilih yang terbaik seperti dirimu, aku tahu Hans dan Hengky menginginkan dirimu, aku selalu membuat dirimu nyaman bersamaku " Andreas tersenyum.


Andreas tidak pernah bertemu dengan Matahari secara langsung, ia pergi pagi dan pulang Dini hari, namun demi bersama Anna ia rela berpanas-panasan mengamati pembangunan proyek.


Jonathan membuka pintu ia melihat Andreas masih tertidur pulas. Jonathan berjalan mendekati Andreas dengan perlahan.


" Tuan, hari sudah gelap" Andreas membuka matanya perlahan.


" Apakah Anda mau membersihkan diri? Saya telah menyiapkan pakaian ganti " lanjut Jonathan


Andreas membuka pakaiannya membuang sembarangan, ia berjalan menuju kamar mandi pribadi miliknya.


Andreas keluar dengan menggunakan handuk berwarna Putih melilit pinggangnya. Aroma maskulin yang menggoda menusuk hidung.


Tubuh tinggi dan seksi sangat menggoda, terlihat air masih mengalir diantara kontak - kotak pada tubuhnya.


Andreas mengambil parfum maskulin aroma macho dan seksi seorang pria, Ia menyemprotkan ke seluruh tubuhnya, mengenakan kemeja putih bersih yang dibiarkan terbuka dan celana hitam, menampilkan bentuk tubuh Indah seorang pria idaman.


Andreas berjalan keluar dari ruangan diikuti Jonathan, mereka masuk lift Menuju Gudang belakang.


Andreas menggunakan mobil yang berbeda ketika malam hari. Sebuah mobil sport hitam pekat sangat mewah.


Andreas telah berada dalam mobil, membuka laci dan mengambil sebuah topeng hitam menutupi bagian kanan wajahnya, ia segera menjalankan mesin mobil dan membelah jalanan menuju club malam miliknya.


Ia masuk melalui pintu khusus. Andreas berjalan melewati banyak pengunjung yang sedang asik berpesta.


Mata para wanita sangat liar melihat tubuh seksi Andreas, ingin rasanya mereka menyentuh dada berotot milik Andreas.


Seorang wanita menggunakan busana sangat minim dan terbuka memberanikan diri mendekati Andreas.


" Hallo Tuan King, sudah lama anda tidak datang kemari" suara manja menggoda berbisik di telinga Andreas, jemari wanita itu mulai merayap pada leher dan dada Andreas yang terbuka.


" Halo Nona ....., siapkan Ruang khusus untuk ku" Andreas tidak ingat nama wanita itu.


" Tentu saja Tuan " Wanita itu menyentuh bibir Andreas dengan jarinya dan berlalu meninggalkan Andreas untuk menyiapkan ruangan khusus.


Andreas dan Jonathan mengikuti wanita menuju ruangan yang biasa Andreas gunakan untuk pertemuan bisnis.


"Silahkan Tuan King" Suara manja dan menggoda seorang wanita, Andreas tersenyum, ia segera duduk di kursi lebar, Jonathan duduk di samping Andreas.


Riko seorang pria yang menjadi pemilik Club , segera memberi hormat, 2 orang bodyguard segera mengunci pintu.


" Selamat malam Tuan King" Rico menyapa King duduk elegan dengan menyilang satu kaki di atas kaki lainnya dan memutar - mutar ponsel di tangannya.


" Laporkan keadaan Club, Bar dan Cafe " ucap Jonathan


" Semua aman terkendali Tuan, bahkan kita dapat ikan Besar" ucap Rico bersemangat.


" Benarkah ?" Andreas menyeringai

__ADS_1


" Katakan !" lanjut Andreas


" Seorang pejabat menginap di hotel Love Beach dan memesan seorang Virgin Bos" Rico tersenyum.


" Bagus, kapan ? " tanya Andreas


" Secepatnya" ucap Rico melihat Andreas kagum


Andreas datang ke bar or Club tapi tidak pernah menyentuh minuman beralkohol.


"Jon catat!" perintah Andreas


" Sudah Tuan"


" Tuan, Rara menunggu anda di ruang atas" Rico tersenyum, Semua wanita di dalam club' pasti tergoda pada Andreas yang selalu memamerkan tubuh seksinya.


" Jon, aku bermain sebentar, kamu santai malam ini " Andreas beranjak dari Sofa berjalan menuju ruangan atas terdapat beberapa kamar pesanan pelanggan.


Jhonatan hanya menunduk.


Andreas berjalan menuju kamar bertuliskan " King" ia membuka pintu, semerbak wangi menggoda dari pengharum ruangan.


Sebuah tempat tidur besar bertaburkan kelopak bunga mawar merah dan seorang wanita dengan pakaian merah Semerah bunga mawar.


Pakaian yang hanya menutupi sedikit bagian tubuhnya.


Ia berjalan mendekati Andreas.


" Halo King, Sudah lama kamu tidak mengunjungi diri" suara menggoda berbisik di telinganya Andreas, dengan jari jemari lentik menari dari leher hingga perut sixpack milik Andreas.


Rara segera mendaratkan ciuman hangat di telinga Andreas, ia sangat ingin menggoda pria seksi yang ada di depannya.


Bibir Rara mulai berjalan ke leher, Andreas.


" Wanita Cantik, apakah kamu masih Virgin " Bisik Andreas di telinga.


" Tentu saja King" Suara mendesah ketika jari - jari Andreas menyentuh perut Rara yang tidak tertutup sehelai benang.


" Baiklah kita akan bermain di hotel Love Beach" Andreas mencium leher Rara dan mengecup sekilas bibirnya.


Andreas akan meninggalkan kamar, namun Rara memeluk tubuh Andreas dari belakang.


" King, aku menjaga keperawanan ku untukmu, malam ini ambillah" jemari Rara membuka ikat pinggang Andreas.


" Sayang, aku lebih suka bermain di Hotel dari pada tempat seperti ini, sabarlah, besok malam" Andreas memutar tubuhnya mencium leher Rara dan memberikan beberapa lembar uang untuk Rara.


Andreas segera meninggalkan ruangan meninggalkan ruangan.


Rara tersenyum,, aroma tubuh Andreas membuat cukup puas mendapatkan ciuman dari King.


**********************************


Thanks for Reading ♥️


Tinggalkan komentar like di setiap episode

__ADS_1


♥️ Love you Readers 💓


__ADS_2