
Clara tidak bisa melakukan penerbangan, ia bahkan tidak mendapatkan tiket untuk pergi ke Itali, Andreas telah melakukan segalanya sehinggga Clara tidak bisa meninggalkan Indonesia. Wanita itu benar-benar kesal bertemu dengan pria gila membuat dirinya menjadi gila. Liburan musim balapan tidak akan tenang untuk Clara.
“Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?” Clara menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, ia melihat ransel untuk perjalanan ke penjara penghianat.
“Aku akan pergi ke tempat paling berbahaya di Negara ini daripada bersama dengan pria itu.” Wanita itu tersenyum cantik.
Clara beranjak dari kursi memakai jaket dan mengenakan ransel di punggunnya, ia keluar dari Apartement menuju mansion Liu Chan seorang mafia dari Cina yang tidak lain Papa dari Clara Chan dan Calvin Chan.
Motor Clara melaju dengan kecepatan tinggi memasuki halaman luas keluarga Chan, ukiran Naga terlihat jelas di setiap tiang raksasa yang menjulang tinggi, gaya klasik rumah Tionghoa dengan energy yang sangat kuat.
“Selamat datang Nona Muda.” Beberapa pengawal memberi hormat pada Clara yang berlalu melewati mereka.
Mansion yang sangat megah dan mewah tetapi tidak ada kebahagiaan di dalamnya, Clara dibesarkan dengan sangat keras dengan banyak tuntutan, ia hampir tidak memiliki teman di sekolah khusus untuk orang-orag terpilih.
Ia dan Calvin sering ditinggal pergi oleh kedua orang tua mereka untuk melakukan perjalan bisnis yang berbahaya, keberadaan mereka dirahasiakan untuk menjaga keselamatan Clara dan Calvin.
Clara berdiri di ruang tengah yang sangat luas tanpa ada kursi dan meja, ia memperhatikan tempat dimana dirinya dilatih dan dihukum oleh Papa dan para pelatih serta pengajar, ia dan Calvin harus mendapatkan nilai sempurna dalam segala bidang.
Didikan yang keras membuat Clara tumbuh menjadi wanita yang dingin dan tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain, pria yang menyentuh dirinya akan berakhir di rumah sakit, sehingga dia tidak pernah berpacaran.
Sebuah serangan mendadak membuyarkan lamunan Clara yang sedang mengingat masa kecil di ruang tengah aula, dengan sigap Clara dapat mengindari pisau yang terbang kearah dirinya. Beberapa pria berpakaian ninja menyerangnya.
Clara tersenyum, ia ingin menumpahkan kekesalan kepada Andreas dengan bertarung melawan ninja penjaga mansion yang dulu menjadi penjaga dirinya ketika masih kecil.
“Mari bermain.” Clara melepaskan ransel dan jaketnya dan hanya menggunakan pakaian hitam tanpa lengan yang pas ditubuhnya untuk memudahkan dirinya bergerak, beberapa senjata tajam tersimpan dengan rapi pada baju dan celanannya.
“Ini pasti menyenangkan, mengulangi permainan masa kecil.” Clara berlari dan melambung tinggi dengan bantuan gorden yang terpasang kuat pada pilar-pilar klasik di dalam aula.
Aula tengah adalah tempat bermain dan berlatih Clara dan Calvin bersama para ninja dan pelatih lainnya, mereka berdu aharus mampu melayang di udara dengan bantuan tali dan kain gorden untuk melindungi diri dari serangan. Tidak ada yang berubah dari ruangan itu, Clara bisa melakukan semua gerakan menghindar dan perlindungan diri.
Namun, Clara bukanlah gadis kecil yang belum berpengalaman, ia telah berkeliling dunia untuk mengikuti musim balapan tetapi ia jugamempelajari banyak teknik dalam pertarungan, Clara Chen bukan hanya menghindar tetapi ia melakukan serangan balik dengan senjata tajam berupa jarum dan pisau kecil.
Puas menari dan bertarung di udara, Clara dan para ninja turun ke lantai, ada banyak senjata yang tersusun rapi di pinggir Aula Sebuah samurai panjang menjadi pilihan senjata untuk menghabiskan para ninja yang sangat terlatih.
Mengayunkan pedang dengan lincah kearah lawan dengan gerakan yang hampir tidak bisa dibaca oleh ninja yang tersisa. Mereka bukan lawan yang mudah dikalahkan bahkan Clara mendapatkan goresan tajam dan berdarah di pipi mulusnya.
“Uh, ini cukup dalam.” Clara menyentuh pipinya yang terasa perih.
__ADS_1
“Aku tidak perduli, dengan kehilangan kecantikan mungkin pria gila itu tidak berniat untuk menjadikan aku kekasihnya.
“Tapi luka ini tetap harus aku balas.” Clara menggila dan menyerang lawanya tanpa ampundan tidak bermain-main lagi.
Dua orang ninja terkapar, tinggal seorang lagi yang telah berhasil membuat luka diwajah cantik Clara, pria itu benar-benar terlatih tatapan tajamnya bagaiakn elang yang siap menerkan mangsanya. Ada cinta dan marah yang terpancar dari matanya.
“Hanya kita berdua.” Clara tersenyum kepada pria berpakain ninja berwarna putih dan memegang samurai panjang sama dengan Clara.
Dentingan pedang menggema diruangan, Clara kewalahan pria itu tidak benar-benar mengeluarkan semua tenaganya, ketahanan tubuh yang luar biasa mata tajam dari lawannya tidak mengalihkan pandangan pada wanita yang ada di depannya.
Napas Clara mulai tidak teratur, pria itu dengan santai mangayunkan pedangnya pada wanita yang semakin lemah kehabisan tenaganya, ia terlaru meremehkan lawannya.
Samurai telah berada di leher Clara, ia kalah bertarung melawan Ninja berpakain putih dnegan wajah yang ditutupi topeng.
“Kenapa kamu kembali setelah pergi?” Suara dingin terdengar begitu familiar di telinga Clara.
“Itu bukan urusan dirimu.” Clara menatap tajam pada pria di depannya.
“Sudah aku katakan, jika kamu pergi jangan pernah ladi kembali.” Pria itu tersenyum dibalik topengnya dan mengoreskan lengan Clara dengan pedangnya.
“Arg.” Clara melihat lengannya mengeluarkan darah berwarna hitam dan itu adalah efek dari racun.
“Jika kamu kembali, tidak akan aku biarkan pergi lagi.” Pria itu berbisik di telinga Clara.
Terdengar tepuk tangan dari atas Aula, Liu Chan tersenyum melihat kemenangan Ninja putih melawan putrinya yang keras kepala.
“Bagus, Tuan muda Li pantas mendapatkan putriku.” Liu tersenyum puas.
“Anda terlalu memuji tuan Liu.” Pria itu menggendong Clara.
“Kemana kamu akan membawa Clara?” Tuan Liu berjalan menuruni tangga.
“Ke Mansionku, dia harus diobati dan mendapatkan hukuman.” Pria itu berjalan keluar dari Mansion Tuan Liu.
“Kamu harus menjaganya hingga pesta pernikahaan.” Tuan Liu menepuk pudak pria bertopeng.
“Tentu saja, dia adalah istriku yang nakal.” Pria itu tersenyum dan pergi.
__ADS_1
***
Clara Chen membuka matanya, ia berada di dalam kamar bernuansa klasik istana kuno kerajaan Cina, kamar yang begitu asing.
“Ada apa dengan kamar ini, seperti melakukan perjalanan ribuan tahun yang lalu.” Clara duduk di tepi tempat tidur bergaya tua.
“Untung saja aku tidak berpakaian seperti selir kerajaan.” Clara tersenyum dengan pikran gilanya.
“Gadis kecil telah bangun.” Pria tampan dengan rambut panjang melewati bahunya duduk denga elegan di kursi ukiran yan indah meneguk the hangat.
“Andai pria itu berpakain kuno, dia akan sangat mirip dengan seorang kaisar.” Clara turun dari tempat tidur.
“Siapa kamu dan dimana aku?” Clara mernyantuh lenganyan yang sakit.
“Kamu sangat nakal melupakan suamimu hanya beberapa tahun saja.” Pria itu menyentuh dagu Clara.
“Apa kamu gila?” Clara menepis tangan pria yang tidak ia kenal.
“Aw, kenapa tubuhku lemah sekali?” Clara merasakan sakit pada lengannya.
“Dengarkan dan ingatlah namaku Li Yong, aku adalah tuangan yang kamu tinggalkan dan aku membiarkan kamu bebas dengan syarat jangan pernah kembali.” Li berbisik di telinga Clara dan mengehmbuskan napas hangat.
“Bohong.” Clara mendorong tubuh Li tetapi ia yang terjatuh ke lantai.
“Clara sayang, aku tahu ingatan kamu sangat buruk dan itu keuntungan bagi diriku sehingga tanpa sadar kamu melupakan perjanjian kita dan kembali kepada diriku.” Li menyentuk luka pada pipi Clara.
“Racun apa yang kamu berikan kepada diriku?” Clara merasakan tubuhnya lemah.
“Apa kamu lupa, kita adalah keturunan cina ahli pengobatan tradional, dunia barat telah membuat kamu melupakan leluhur kita.” Li menggendong Clara ke tempat tidur.
***
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.
Baca juga Novel Author berjudul “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan "Mengejar Cinta Ariel"
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.
__ADS_1
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.