Babi Beranting

Babi Beranting
104. dijual


__ADS_3

"Ya saya mohon keringanan hati Abah, agar menurunkan harga, karena kalau harga segitu saya jujur tidak ada uangnya. kalau abah mau, saya bayar 115.000 ujar Surya Jaya," menaikkan tawarannya.


"Nggak Jang, kalau harga segitu Abah nggak akan jual, karena babi itu bukan milik Abah sendiri melainkan milik berdua." tolak bah turo sambil berjalan gontai seolah tidak tertarik dengan tawaran Surya Jaya. pria tua itu mendekati ke arah Karmin yang sedang melamun seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dialami.


"Akang Tunggu dulu di sini!" ujar sujiman sambil mengikuti kepergian Mbah Turo.


Akhirnya ketiga pria itu berkumpul berdiskusi kecil-kecilan, hingga akhirnya mereka memutuskan bahwa babi itu akan dijual dengan harga Rp140.000, namun seperti yang awal dibicarakan Mas sujiman ingin mendapatkan untung dari penjualan babi itu, sehingga dia menitipkan uang ke bah Turo dan Karmin.


Setelah mendapat keputusan, Mas sujiman pun kembali mendekati ke arah Surya Jaya, yang sejak dari tadi menunggu keputusan.


"Aduh gagal Kang, Bah Turo dia tidak mau turun, dia ingin tetap babinya dibayar dengan harga rp250.000. paling kalau turun menurutnya di angka 200.000, saya tawar Rp150.000 tapi dia tetap menolak tawaran saya, coba akang Tunjukkan uang Akang Rp125.000, Siapa tahu saja kalau sudah melihat uangnya hati Bah Turo berubah."


"Ya sudah kita coba, siapa tahu aja ada rezeki kita." jawab Surya Jaya yang terlihat menyetujui apa yang disarankan oleh sahabatnya.


Mereka berdua pun berjalan mendekat ke arah Mbah Turo dan Karmin yang masih terlihat lemas. tanpa pikir panjang Surya Jaya pun mengeluarkan uang lalu menghitungnya di hadapan mereka berdua, setelah selesai dihitung Uang pun diserahkan sama Mbah Turo. "Maaf Bah! bukannya saya kurang hormat atau kurang menghargai benda yang Abah miliki, namun saya berharap abah mau berbagi dengan saya, karena uang saya sangat kurang, saya akan bayar kontan babi itu Rp125.000."


"Kalau harga segitu Abah nggak akan jual, kalau Ujang benar-benar membutuhkan babi Abah, silakan bayar Rp160.000," jawab bah Turo dengan tegas.


Mendengar jawaban dari bahturo, membuat Surya Jaya terdiam seketika, dia menarik nafas pelan kemudian melirik ke arah Mas sujiman yang memperhatikan.

__ADS_1


"Semua keputusan ada di Akang sendiri, kalau berani segitu silakan bayar. kalau tidak berani ya nggak apa-apa, karena ini sudah menjadi kemauan pemilik sang babi. tapi akang harus tetap yakin bahwa babi ini akan memberikan keuntungan yang luar biasa," ujar sujiman yang terlihat tidak membela siapapun.


Mendapat saran dari sahabatnya, Surya Jaya pun mengalah. dia mengeluarkan sisa-sisa uangnya kemudian diserahkan sama Mbah Turo sesuai dengan apa yang diminta oleh orang tua itu.


Setelah selesai uangnya dihitung, kemudian uang itu diserahkan sama bah turo. dengan sumringah orang tua itu pun menerima uang pembayaran babi yang baru tadi pagi Ia tangkap. bahkan bukan Mbah Turo doang yang merasa bahagia, Mang Karmin juga ikut merasakan hal yang sama, karena hari itu dia mendapat rezeki nomplok. selain pembayaran babi yang dijual dia juga masih punya keuntungan dari penjualan karcis. sedangkan Mas sujiman dia pun ikut mengulum senyum, karena dia akan ke bagian komisi Dari hasil penjualan babi sebesar Rp20.000, uang itu dia dapat dengan cara cuma-cuma, hanya bermodalkan lidah yang terlihat sangat licin ketika meyakinkan Surya Jaya.


Setelah selesai melakukan ijab qobul tentang jual beli babi, Surya Jaya pun melirik ke arah sujiman, yang terlihat masih mengulum senyum. "Kenapa kamu senyum-senyum Mas?"


"Saya merasa senang Kang, karena babi yang sangat aneh dan langka itu, akhirnya bisa menjadi milik Akang. Saya sangat senang ketika akang akan memulai usaha lagi, karena saya sangat tahu kalau Akang itu sangat baik, ketika usaha akang maju, maka saya pun akan ikut maju." jawab sujiman menyembunyikan kebahagiaan yang sebenarnya.


"Terima kasih atas doanya. namun kamu jangan sampai di sini menolong Akang, kamu harus membantu akang mengurus babi ini, agar bisa langsung dibawa ke rumah."


"Ada Mas..! Kebetulan tadi siang sekalian dibetulkan ketika membenarkan gelanggang pertunjukan adu babi. sebentar Abah akan masukkan babi itu ke dalam tandu?"


"Nggak usah repot-repot Bah, Biarkan saya sendiri yang memasukkan babi itu," ujar Surya Jaya menolak.


Setelah semuanya selesai, akhirnya kedua orang pun masuk ke dalam gelanggang adu babi, dengan membawa tandu yang berbentuk kandang, kemudian disimpan di hadapan babi yang masih terpejam.


Surya Jaya yang sudah memiliki ilmu penakluk babi, dia tidak terlihat ketakutan sedikitpun, dia masuk ke dalam ingin segera cepat bertemu dengan babi ngepet itu. setelah berada di hadapan sang babi Surya Jaya pun menjatuhkan tubuhnya seperti orang yang sedang merangkak.

__ADS_1


"Neng...! Jangan Sedih, jangan takut...! ayo masuk ke dalam tandu, kita pergi dari tempat ini. Neng harus percaya, kalau ikut dengan saya, hidup Neng tidak akan sengsara," ujar pawang babi itu dengan pelan.


Mendengar ucapan Surya Jaya, membuat hati Ranti terasa tentram, hingga dengan perlahan kedua mata babi itu terbuka, kemudian Ranti mengedip-ngedipkan matanya memfokuskan pandangan yang tidak kabur. setelah itu dia menatap ke arah orang yang baru saja berbicara, babi itu terlihat diam seolah Sedang berpikir dan mengingat-ingat kejadian yang sedang menimpanya. karena ketika tadi dia memejamkan mata, dia sangat ingat bahwa dirinya akan diserang oleh dua anjing bulldog yang sangat besar. namun sekarang anjing itu sudah menghilang, mungkin dibawa oleh pawangnya. yang ada hanya seorang laki-laki yang ditemani oleh sujiman.


"Lah...! kenapa kedua Anjing itu berubah menjadi dua orang, tapi kalau nggak salah ini adalah orang yang tadi siang yang akan menolongku," gumam hati Ranti sambil terus memindai kedua orang yang berada di hadapannya.


"Nyai....! ini mas orang yang akan menolongmu, Ayo cepat masuk ke dalam tandu!" ujar sujiman yang terlihat serius mau menolong Ranti, Padahal dia hanya mencari uang lebih dari hasil penjualannya, sama seperti agen human trafficking.


Mendengar seruan Mas sujiman, hati Ranti pun merasa yakin bahwa orang itu benar-benar akan menolongnya, tanpa berpikir panjang dia pun masuk ke dalam tandu yang berbentuk kandang, setelah tubuh babi itu masuk ke dalam kandang, dengan cepat sujiman dan Surya Jaya pun mengikat pintunya, agar babi itu tidak kabur melarikan diri.


Setelah semuanya aman dan rapi, kedua orang itu pun keluar dari gelanggang babi kemudian mencari tukang pikul untuk membawa babi itu ke kampung cipelang. Tak susah mencari karena buruh yang ditawarkan oleh Surya Jaya lumayan menggiurkan, sehingga ada dua orang laki-laki yang siap mengantarkan babi itu.


Tanpa berbasa basi lagi kedua orang yang sudah Sanggup membawa babi ke kampung cipelang, mereka mengambil pikulan lalu menggotong tandu yang berbentuk kandang, menuju ke kampung Surya Jaya. bahkan para penonton yang masih merasa penasaran dengan babi ngepet itu, mereka mengantarkan sampai kepinggir kampung.


"Kang...! kang! kang...!" Panggil sujiman yang berjalan di belakang Surya Jaya, sehingga orang yang dipanggil pun berhenti lalu menatap ke arah orang yang berada di belakangnya.


"Iya ada apa Mas?"


"Maaf Nih Kang, saya tidak bisa mengantar ke kampung cipelang, Saya doakan agar usaha Akang diberi kelancaran, jangan ada gangguan sedikitpun."

__ADS_1


"Lah, kenapa? Seharusnya kamu ikut bersama Akang menuju ke kampung cipelang!"


__ADS_2