Babi Beranting

Babi Beranting
22. baju hikmat


__ADS_3

Melihat kliennya sudah selesai membuat perjanjian. aki sobani pun kembali berbicara. "terima kasih Kanjeng Prabu, saya mohon pamit." ujar aki sobani.


Dengan tetap menyembah dia pun berjalan mundur dengan tetap berjongkok. meninggalkan Singgasana raja yang begitu megah. Mbah Abun seperti biasa dia mengikuti apa yang dilakukan oleh kuncennya.


Setelah berada di luar pintu gerbang, dengan otomatis pintu itu kembali tertutup. setelah pintu tertutup aki sobani baru berani mengangkatkan pandangan kemudian berdiri.


"Sudah ki?" tanya Mbah Abun sambil berbisik.


"SUdah, ayo kita pulang!" ajak aki sobani sambil menuruni anak tangga.


Tak lama berdiri, mobil yang tadi menjemput. sudah stand by untuk mengantar mereka pulang ke alamnya. Aki sobani tanpa bertanya lagi, dia masuk ke dalam mobil itu. dengan perlahan mobil itu pun melaju meninggalkan bangunan kerajaan yang sangat megah, kerajaan dengan fasilitas lengkap yang tidak ada di alam nyata.


Bangunan-bangunan yang tadi dilihat oleh Mbah Abun sebagai tumpukan manusia, sekarang berubah menjadi bangunan-bangunan yang sangat indah. sehingga kalau dia pulang dari alam manusia ke alam siluman, Dia mungkin akan betah tinggal di kerajaan seperti itu.


Tak di ceritakan lamanya di perjalanan, akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di tempat awal penjemputan. aki sobani pun memberi kode agar Bah Abun segera turun dari mobil.


Setelah menurunkan penumpangnya mobil itu melaju Kembali menuju ke arah kota.


"Sekarang kita harus bagaimana?"


"Abah harus seperti awal! Abah harus memejamkan mata dan jangan membuka mata itu sebelum saya menyuruhnya."


"Baik aki!"


Setelah Memberikan arahan kepada kliennya, aki sobani pun mulai membaca kembali mantra-mantra seperti yang ia lakukan ketika hendak masuk ke alam siluman. setelah beberapa mantra dibaca dia pun mulai memberitahu agar Mbah Abun segera menutup matanya.


Setelah mata Mbah Abun tertutup, tak ada gangguan seperti awal mendatangi kerajaan siluman babi. Mbah Abun sudah diberitahu, bahwa dia sudah boleh membuka mata.


"Aduh!"


Desis mbah abun setelah penglihatannya kembali normal, dia sekarang berada di bawah pohon beringin menghadap Sajen yang sudah menghilang.


"Barusan saya mimpi apa aki?" tanya Mbah Abun.


"Hush! itu bukan mimpi, itu kenyataan. lihat tangan Abah!" jawab aki sobani sambil membulatkan mata.

__ADS_1


Mbah Abun pun melihat ke arah tangannya. terlihat tangan itu menggenggam bambu Tamiang, lalu ia mengecek ke dalam saku kokonya, terasa disaku koko itu ada benda seperti pisau dan beberapa uang lembaran.


"Ayo pulang nanti keburu malam!" Ajak aki sobani sambil bangkit dari tempat duduknya, kemudian tanpa menunggu jawaban dari Mbah abun dia mulai berjalan.


Mbah abun yang merasa takut, dengan cepat dia mengikuti langkah aki sobani yang sudah memakai sandal.


Perjalanan menuruni Gunung Karang, sekarang tidak membutuhkan waktu lama. selain Medannya yang menurun, perbawaan Harapan yang mulai terbuka membuat perjalanan itu tak terasa. hingga sebelum malam memeluk bumi, mereka berdua sudah sampai di depan gubuk reot milik aki sobani.


Mang sarpu yang sejak dari tadi duduk menunggu kedatangan kedua makhluk yang menemui Raja siluman. dia tersenyum setelah melihat Apa yang dibawa oleh Mbah Abun.


"Selamat Abah! selamat!" ujar mang sarpu sambil memeluk tubuh Bah Abun. merasa bahagia mungkin nanti ketika mereka pulang ke alam siluman, mereka tidak akan merasa kesepian karena ada sahabat yang menemani.


"Sudah, ayo masuk! nanti keburu malam." seru Aki sobani yang sudah berjalan masuk ke dalam rumahnya mendahului para tamunya.


Suasana yang sudah mulai gelap, disambut dengan hewan-hewan yang mencari makan malam hari. menambah suasana horor di rumah yang berada di tengah-tengah Gunung Karang.


Di tengah rumah reot itu terlihat ada lampu Damar yang apinya bergoyang-goyang karena tertiup angin. lampu itu dikelilingi oleh 3 manusia yang sedang mengobrol ditemani kopi serta tembakau.


"Oh ya! tadi Kanjeng Prabu menjelaskan tentang cara memakai alat-alatnya. itu bagaimana Ki?" terdengar suara Mbah Abun yang bertanya di tengah-tengah Obrolan mereka.


Mbah abun dengan Sigap mengeluarkan jimat-jimat yang diberikan oleh raja siluman babi, mulai dari bambu, pisau serta uang lembaran beberapa ribu rupiah.


"Kita Jelaskan yang ini terlebih dahulu!" jawab aki sobani sambil menunjuk ke arah pisau.


"Bagaimana cara menggunakannya?"


Abah harus menggunakan pisau ini, seminggu sekali. tepatnya di hari Jumat, untuk membantu semua pekerjaan Abah. semakin sering digunakan, maka akan semakin banyak harta yang akan Abah dapat, namun semakin dekat juga Abah untuk menghadap sang raja!"


"Berarti kalau saya ingin hidup lama menikmati semua kekayaan yang diberikan oleh sang Prabu, Saya tidak harus menggunakan pisau ini?"


"Tak Semudah itu, Abah! pisau ini tetap harus digunakan, seperti yang sudah aki bilang, minimal pisau ini harus digunakan seminggu sekali?"


"Terus uang ini buat apa?"


"Abah ketika memulai usaha, maka Abah membutuhkan modal. Nah uang ini bisa dijadikan modal." jelas aki sobani.

__ADS_1


"Terus kalau Tamiang ini, buat apa? apa saya harus bermain seruling di setiap lampu merah, untuk menghasilkan uang?"


"Hush! jaga ucapan Abah! Ini bukan cerita komedi." bentak aki sobani sambil membulatkan mata.


"Maaf aki maaf!" ujar Mbah Abun sambil menundukkan pandangan, tak berani bertatapan dengan orang yang sudah menolongnya.


"Di dalam bambu Tamiang itu, ada baju jimat yang harus Abah kenakan, ketika Abah bekerja malam hari."


"Cara membukanya bagaimana?" tanya Mbah Abun sambil memperhatikan bambu Tamiang yang tidak memiliki lobang sama sekali.


"Putar berlawan arah!"


"Maksudnya?" Tanya Mbah Abun yang masih belum paham.


"Cara membukanya sangat mudah. Abah cukup memutar bagian atas ke sebelah kiri, bagian bawah ke sebelah kanan. atau sebaliknya!"


Dengan penasaran Mbah Abun pun mulai mencoba mengikuti saran aki sobani, dia memutar bambu Tamiang itu sesuai arahan yang diberikan. aneh tapi nyata, setelah benda itu diputar, bambu itu terbelah menjadi dua bagian. terlihat di dalam bambu Tamiang, ada benda hitam memanjang memenuhi seluruh ruas bambu.


"Apa ini aki?" tanya Mbah Abun.


"Itu baju! Abah boleh buka."


Dengan berhati-hati Mbah Abun pun mengambil benda bulat hitam yang memenuhi ruas bambu Tamiang. setelah benda hitam itu diambil. keanehan pun terjadi lagi, tiba-tiba benda hitam itu membuka gulungannya, sampai terlihatlah bahwa benda hitam itu adalah baju yang dilipat secara digulung, sehingga bisa masuk ke dalam bambu Tamiang.


Baju itu walau terlihat tipis, namun sangat kuat. mengalahkan kain sutra, warnanya yang hitam mengkilap membuat siapa saja akan tertarik dengan baju Jimat itu.


"Cara menggunakannya Bagaimana aki!"


"Nah cara menggunakannya setiap malam, ketika abah mau bekerja. Abah harus siapkan sesajen seperti yang tadi Abah bawa ke atas. nanti Mang sarpu bisa menjelaskan tepatnya sesajen seperti apa. dan istri abah harus menyiapkan lampu damar, dan air di dalam baskom."


"Air dan lampu Damar Itu buat apa aki?"


Air dan lampu Damar itu sebagai pertanda ketika Abah mendapat kesulitan, maka istri Abah yang berjaga di rumah harus dengan cepat mematikan lampu itu dan membuang air yang ada di dalam baskom keluar rumah. agar Abah bisa selamat dari marabahaya yang menghampiri.


"Terus cara menggunakan baju ini?"

__ADS_1


Abah tinggal pakai seperti baju biasa, namun ketika melepaskannya abah harus berkonsentrasi  sambil menyebut nama Prabu uwul-uwul. nanti dengan sendirinya Baju itu akan terlepas." ujar aki sobani menjelaskan kepada Mbah Abun. jadi kenapa penting dalam perjanjian pesugihan siluman babi ngepet harus ada yang membantu, karena ketika ketahuan sama warga dan babi ngepet itu tidak bisa berkonsentrasi. maka kejadian yang menimpa mang sarpu akan menimpa Siapa saja yang tidak berhati-hati.


__ADS_2