
Anak kecil berdiri berbaris dengan rapi, di sebelah Selatan terlihat para ibu-ibu berjajar dengan sempurna, dari arah kejauhan terlihat Masih banyak orang yang mulai berdatangan. setelah sampai mereka saling bertanya. "Ada apa, Ada apa?" sama yang lainnya. namun Mereka pun belum mendapat jawaban, karena Pak RT belum mengumumkan apa-apa.
Setelah dirasa semuanya berkumpul. Pak RT pun maju ke arah depan satu langkah, kemudian dia memindai area sekitar menatap satu persatu semua warga Ciandam yang baru datang. sebelum berbicara, dia berdehem satu kali seperti orang yang sedang menerapkan wibawanya. setelah itu kemudian dia berbicara. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," jawab para warga dengan serempak.
"Saudara-saudara yang tinggal di kampung Ciandam. Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, karena semua warga bisa hadir di tempat ini, memenuhi undangan saya sebagai ketua RT. Saya hendak menyampaikan sebuah berita yang harus diketahui oleh para saudara sekalian. ada sayembara yang terbuka untuk umum, Siapapun boleh mengikuti sayembara itu."
"Sayembara Apa itu Pak RT?" tanya para warga dengan serempak.
"Mbah Abun sedang membutuhkan babi untuk dipelihara, namun babinya bukan babi sembarangan. babi itu harus aneh harus berbeda dengan babi-babi pada umumnya." Jelas Pak RT yang sangat bisa bermajas ironi, sehingga tidak mempermalukan Bandar anyaman dari Ciandam itu.
"Emang babinya berapa barang?" tanya nenek-nenek yang terlihat sedang mengunyah Sirih
"Empat barang. Ah si Nini, suka ikut nimbrung. bukan seperti itu. maksudnya Mbah Abun membutuhkan babi yang memiliki anting, serta karakternya berbeda dengan babi pada umumnya. yang diminta, babi itu masih hidup, tidak ada luka sedikitpun, setelah mendapat babi beranting, maka para peserta sayembara harus mengantarkan ke rumahnya, sekalian mengambil hadiah yang sangat menggiurkan."
Prok! prok! prok!
Tepuk tangan pun terdengar dari arah para warga, mungkin mereka merasa tertarik dan penasaran. "apa hadiahnya Pak RT?" tanya salah Seorang warga, Mungkin dia sudah tidak sabar, ingin tahu apa hadiah yang akan Mbah Abun berikan.
__ADS_1
"Bentar....! bentar! berhenti dulu tepuk tangannya, biar apa yang hendak saya sampaikan bisa tertangkap," pinta Pak RT menghentikan kegaduhan para warga. akhirnya para warga yang bertepuk tangan pun berhenti, setelah berhenti bertepuk tangan Pak RT pun melanjutkan pembicaraannya.
"Orang yang mengantarkan babi aneh itu, akan diberikan hadiah berupa padi satu kamar, domba satu kandang, uang satu karung, dan ada hadiah tambahannya. Kalau yang mengantarkan seorang laki-laki yang seumuran, maka akan dinikahkan, kalau umur laki-laki itu berada di atas, maka akan dijadikan Kakak, kalau berada di bawah, maka akan dijadikan adik. kalau perempuan sama seperti yang laki-laki, kalau umurnya berada di atas, maka dia akan dijadikan kakak, kalau berada di bawah, maka akan dijadikan adik."
"Bentar...! bentar! Ini mau dinikahkan sama siapa, mau dinikahkan sama babi, apa bagaimana?" tanya Daus diikuti oleh pertanyaan-pertanyaan para wargalain, sehingga membuat pos ronda itu terdengar bergemuruh.
"Ya saya juga nggak tahu Jang Daus, kalau mau dinikahkan sama siapanya," jawab Pak RT tidak jelas.
"Kalau dinikahkan sama babi, Saya malas amat Pak RT, karena masih banyak wanita yang normal, yang mau sama saya," ujar Daus sambil membuang muka, di timpali dengan para warga-warga yang lainnya.
Prok! prok! prok!
Zuhri yang sudah mengerti dengan apa yang dimaksud bah abun mengadakan sayembara, dengan cepat dia menghentikan prasangka prasangka yang berkeliaran di tengah warga Kampung Ciandam.
"Mau dinikahkan Bagaimana Mang?, jelas-jelas rantinya tidak ada."
"Yah, Jang Daus, Bagaimana sih pemikirannya. masa iya mau dinikahkan dengan babi hutan atau dengan Abu Yayah. itu kan tidak mungkin, lagian itu bukan hadiah yang sangat menggiurkan," jawab Zuhri yang terlihat mendengus.
Mendengar jawaban seperti itu, membuat para warga kembali riuh, saling menerka-nerka, saling berbicara dengan orang-orang yang berada di sampingnya, sehingga suasana menjadi ramai tak menentu.
__ADS_1
"Sudah....! sudah....! berhenti, berhenti! Jangan berpikiran kemana-mana!. kalau kita ingin mengikuti sayembara, Jangan melihat pernikahannya dengan siapa. tapi lihatlah hadiah yang diberikan oleh Mbah Abun, tentang satu karung uang, satu kamar padi, satu kandang domba. Itu hadiah yang sangat menggiurkan, bukannya hadih sebanyak itu bukan harta yang sedikit." sanggah Galih menghentikan bola liar yang bergulir di tengah-tengah pemikiran para warga.
"Benar juga ya, kita Jangan melihat pernikahannya, tapi kita lihatlah hadiahnya!" jawab Salah Seorang warga yang mulai paham.
"Iya namanya juga bonus, kalau bonus, mana mungkin lebih besar daripada hadiah utamanya," Timpal warga yang lain membenarkan.
Keadaan di depan pos ronda Kampung Ciandam, kembali terdengar bergemuruh saling mengungkapkan penemuan masing-masing.
"Sudah, sudah...! diam, diam! sudah diam berhenti berbicara!" tahan Pak RT menghentikan perdebatan yang terjadi di tengah warganya. "Kalau kita mau ikut sayembara. benar apa yang dikatakan oleh jang galih, kita tidak usah memikirkan pernikahannya, tapi pikirkanlah hadiahnya yang sangat besar." lanjut Pak RT
"Iya benar Pak RT. tapi, sebentar...! hadiah yang diukur dengan benda itu, belum jelas. Siapa tahu saja uang satu karung itu, hanya karungnya saja, isinya cuma satu koin uang 100 Perak. bisa saja kan domba yang satu kandang itu, siapa tahu aja hanya kandangnya saja, atau hanya diisi dengan anak domba, atau cuma waduknya. Hahahahah, buat apa itu, hanya buang-buang waktu saja, silakan pikirkan oleh Pak RT!," pendapat Seorang warga.
"Ya masih mending Oji. kalau uang, kita ngambil karungnya. kalau domba, kita ngambil kandangnya. kalau padi, Ya lumayan kita bisa mempunyai kamarnya," Timpal salah Seorang warga. sehingga akhirnya mereka pun tertawa dengan terbahak-bahak, menertawakan apa yang di sayembarakan oleh Mbah Abun. karena hal itu adalah hal yang tidak lumrah di kampung Ciandam. Terus yang di sayembarakan adalah benda yang aneh, yaitu mencari babi beranting yang sangat langka, sedangkan hadiah yang diberikan, adalah hadiah yang tidak masuk di akal.
Kalau orang-orang yang memiliki pemikiran yang luas, mereka sudah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Mbah Abun. namun bagi orang yang memiliki pemikiran yang sejalan, pemikiran yang tidak neko-neko, mereka beranggapan bahwa apa yang diminta dan dibicarakan oleh Pak RT, itu hanya bualan belaka, hanya omong kosong, hanya candaan di sore hari. Tapi walau seperti itu, mereka tetap penasaran, bahkan tidak sedikit dari warga yang ingin ikut sayembara itu. mereka ingin mencoba mencari peruntungan, berharap Siapa tahu saja mereka bisa kaya mendadak.
Sedangkan Daus yang beberapa hari terakhir terus memikirkan keberadaan Ranti, yang sampai hari itu belum tahu dimana rimbanya. dia akhirnya menemukan satu kejelasan. "jangan-jangan apa yang disampaikan oleh Mang Zuhri itu benar adanya. kalau Ranti menghilang dengan berubah wujud menjadi babi ngepet. karena Mbah Abun pun mengadakan sayembara tentang babi ngepet itu. bukan sayembara untuk mencari keberadaan Ranti. dan babi yang dicari oleh Mbah Abun sangat aneh, babinya harus babi betina yang beranting. kalau melihat seperti itu, Aku yakin bahwa apa yang dibicarakan oleh Mbah Abun itu adalah anaknya." begitulah gumam hati Daus, setelah mendapat kejelasan, dia pun terlihat meninggalkan perkumpulan itu.
Sedangkan para warga yang lain, mereka masih terus berbicara sambil bertanya sama Pak RT. tentang kejelasan sayembara yang diadakan oleh Mbah Abun, namun Pak RT tidak mau menjawab, Dia hanya berbicara seperti ini.
__ADS_1
"Begitulah Apa yang hendak saya sampaikan, semoga ini menjadi bahan pertimbangan dan pemberitahuan buat para saudara sekalian. maka dengan itu, saya tutup acara ini dengan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh," jawab semua warga dengan serempak.